Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 114 _ Pelindung Perbatasan


__ADS_3

Beberapa waktu telah berlalu semenjak keberangkatan Ariel dan juga Daisy dari Albion menuju Ibukota Delyth untuk melakukan pendaftaran masuk ke Akademi.


Mereka saat ini sedang menikmati perjalanan mereka sambil mengobrol satu sama lain dengan suasana hati yang damai. Terutama Daisy yang telah merindukan Ariel selama beberapa tahun ini, dia terus bercerita tanpa bosan di sepanjang perjalanan dengan riang.


Ariel yang mendengarkannya juga merasa damai dengan suasana itu. Melihat Daisy yang ceria saja sudah membuat dia merasa tenang. Dapat dilihat bahwa kehidupan Daisy selama Ariel tidak ada, dia diperlakukan dengan baik oleh orang-orang di istana.


Ariel merasa lega, mengingat pertama kali dia bertemu Daisy, dia begitu kurus dan juga berpakaian lusuh. Berbeda sekali dengan dia sekarang. Melihat senyumannya saja sudah membuat hati Ariel tentram.


Ketika Ariel terus memikirkan hal itu, dia kembali tersadar ketika dia merasakan energi sihir yang berada tidak jauh di depan mereka.


Ariel seketika berhenti dan memandangi sebuah lapisan transparan yang menghalangi perjalanan mereka saat mereka akan pergi lebih jauh.


Apa itu ....


Ariel menatap dengan penasaran. Meskipun sesuatu yang menghalanginya itu transparan dan sulit untuk dilihat oleh mata orang biasa.


Tetapi Ariel tak bisa dibohongi, Ariel dapat merasakan aliran energi sihir di dalam penghalang itu. Yah, meskipun tanpa merasakannya pun, jika seseorang memfokuskan penglihatannya, Ariel yakin, semua orang juga bisa melihatnya dan terlihat seperti lapisan kaca yang bening dan sulit untuk dilihat, jika mereka tidak sadar dengan keberadaan penghalang itu.


Daisy yang bingung dengan perjalanan mereka yang tiba-tiba berhenti, dia memandang Ariel dengan penasaran, “... Apakah ada sesuatu, Nona?”


“Ya ... apakah kau melihat penghalang itu?” Ariel menunjuk ke arah depan. Penghalang itu sangatlah luas. Yang Ariel lihat, itu seperti hutan yang berada tepat di bawah mereka seolah terbagi menjadi dua bagian, yang bahkan Ariel tak dapat melihat ujung dari penghalang itu.


Daisy memfokuskan matanya ke arah depan, “Hmm ... lapisan bening ... ? Tunggu! Apakah kita sudah pergi sejauh ini?”


Setelah melihat penghalang itu, Daisy kaget. Dan Ariel menyimpulkan bahwa Daisy mengetahui sesuatu tentang penghalang itu.


“Apakah kamu mengetahuinya?” tanya Ariel.


“Iya ... seperti itu adalah penghalang perbatasan antara Albion dan juga Delyth ...” ucap Daisy, “Saya tak mengira bahwa kita akan mencapai perbatasan dalam waktu kurang dari setengah hari ... seperti yang diharapkan dari Nona.”


“Hmmm ... jadi ini penghalang perbatasan?” ucap Ariel sambil memegang dagunya untuk berpikir. “Aku tak pernah mendengar bahwa Albion mempunyai hal seperti ini.”


Setelah mendengar hal itu, Daisy mengangguk, “Itu memang bukan milik Albion. Penghalang itu dibuat oleh Negara Delyth ... tidak, mungkin lebih tepatnya itu dibuat oleh seorang saja ....”


“Seorang?”


“Iya, apakah anda tahu tentang Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis? Katanya itu dibuat oleh orang kedua terkuat di wilayah Iblis ini.” Daisy menjelaskan dengan semangat.

__ADS_1


“Heeehh ... kamu tahu banyak, yah.” Ariel memuji Daisy dengan bangga.


“Hehe, saya mempelajari hal ini sebelumnya. Saya pikir itu akan berguna bagi Nona.”


Mendengar hal itu, Ariel tersenyum dengan merasakan ada sedikit rasa kehangatan di dalam hatinya, “Hem.Terima kasih, Daisy ... jadi, bagaimana kita akan masuk ke perbatasan wilayah Delyth? Apakah kita akan masuk begitu saja? Kurasa akan mudah untuk melewati penghalang itu ....”


“Emmm ... saya rasa itu bukan ide yang bagus ...” jawab Daisy dengan ragu, “Yang saya dengar, jika seseorang melewati perbatasan tanpa mempunyai izin, mereka akan mendapatkan hal buruk pada dirinya.”


“Hal buruk?” tanya Ariel.Kemudian dia menunjuk ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat mereka berada, “Aku melihat orang itu masuk ke dalam beberapa saat yang lalu. Tetapi dia baik-baik saja tuh, sampai sekarang ....”


“Eh?!” Daisy kaget. Dan dia langsung menoleh ke arah Ariel menunjuk.


Dan benar saja. Daisy melihat seorang pria yang berjalan di dalam hutan dengan santai. Dilihat dari jejak langkah kakinya di atas rerumputan, Daisy langsung tahu bahwa pria itu telah memasuki perbatasan wilayah Delyth dengan sembrono.


Tetapi. Pada saat yang sama, pria itu berlari kembali dengan ekspresi ketakutan terlihat di wajahnya.


“... Apa itu?” Ariel menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas. Dan Daisy pun ikut terkejut.


Sebuah tangan yang sangat besar muncul dari atas tanah dan membuat pria itu lari terbirit-birit dengan ketakutan.


Itu tidak aneh. Mengingat ukuran tangan itu sangatlah besar dan juga, warnanya hitam pekat dengan dikelilingi oleh aura gelap yang mengerikan.


“Apakah kau mengetahui sesuatu, Daisy?”


“I-iya ... menurut yang saya dengar dari rumor, 'setiap ada penyusup yang melewati perbatasan wilayah Delyth tanpa izin, mereka tidak akan pernah kembali secara hidup-hidup dan akan mati secara mengenaskan di tangan Rakira Lilim'. Itulah yang saya dengar, Nona.”


“Hmm ... maksudmu itu adalah tangan Rakira Lilim?”


“... saya rasa bukan. Menurut rumor, beliau adalah seorang wanita cantik. Dan ada juga yang menyebutkan bahwa beliau adalah seorang anak kecil, bahkan ada yang menyebutkan beliau adalah nenek-nenek, balita, dan juga pria paruh baya yang penyayang. Saya tak tahu mana yang benar dari rumor itu. Tapi yang jelas, tangan itu bukan milik makhluk hidup dari dunia ini! itu begitu mengerikan ....”


Hmmm ... wanita cantik ....


Pikir Ariel dalam hati. Hingga kemudian dia tersadar kembali saat Daisy memanggilnya, “Nona, bisakah kita menyelamatkannya ...?”


“Hm?! untuk apa?” Ariel memiringkan kepalanya dengan bingung, “Dia adalah pria yang masuk ke wilayah negara asing tanpa izin. Mengapa harus repot-repot untuk menyelamatkannya?”


“Mungkin saja pria itu juga tidak tahu seperti Nona. Begitu menyedihkan jika dia harus mati tanpa mengetahui apapun, kan?” Daisy menatap Ariel seperti anak anjing yang sedang memohon, dan membuat Ariel menjadi terkesima.

__ADS_1


Ughhh! Lucunya ....


“... Baiklah.” Dipengaruhi oleh kelucuan Daisy, Tanpa sadar dia setuju untuk menyelamatkan pria itu dari tangan kegelapan yang mengejar di belakangnya.


Meskipun Ariel malas untuk melakukannya. Tetapi dia sudah terlanjur menyetujui permintaan Daisy. Setelah melihat raut wajah Daisy yang menatap Ariel dengan kekaguman seperti itu, mana bisa dia menarik kata-katanya kembali?


Dia tak mau kehilangannya poin positif dari penilaian Daisy.


“Kalau begitu, mari kita turun terlebih dahulu, Nona!” Daisy mengusulkan.


“Bukankah akan berbahaya, jika kita turun ke atas tanah? Bisa-bisa kita yang akan menjadi sasaran selanjutnya dari tangan menyeramkan itu.”


“Nona jangan khawatir. Tangan menyeramkan itu hanya akan aktif di dalam pelindung saja. Jika kita membantu pria itu keluar dari pelindung, dari informasi yang saya tahu, seharusnya itu tidak akan mengejarnya.” ucap Daisy.


Hmm ... manuk akal ... maksudku masuk akal ....


“Kalau begitu ... mari kita coba!”


Setelah mengatakan hal itu, Ariel mengarahkan telapak tangannya ke arah pria itu yang sedang berlari.


Hingga beberapa saat setelah Ariel melakukan hal itu, pria yang sebelumnya tengah berlari, kini melayang dan melesat dengan cepat ke tempat arah Ariel berada.


Seolah pria itu tertarik oleh magnet atau sesuatu seperti itu. Tetapi, sebenarnya Ariel telah menariknya dengan kekuatan gravitasi dari jarak jauh menggunakan skill pride.


Itu adalah kemampuan yang Ariel kembangkan baru-baru ini. Bukan hanya gaya tarik-menarik, Ariel juga dapat melakukan gaya tolakan menggunakan sill pride nya itu. Tetapi hal itu akan dibahas di masa depan.


“ ... aaaaaAAAAAAA!!”


Sementara pria itu melesat ke arah Ariel dan juga Daisy, Ariel dengan cepat memeluk Daisy dan langsung menghindar ke arah samping sambil membiarkan pria itu terjatuh dan tersungkur ke atas tanah.


Bruk!


Gubrassss!


“Akh!”


Mungkin bisa dikatakan sedikit kejam. Tetapi dia adalah lelaki. Mungkin dia akan bertindak lain jika itu adalah perempuan yang cantik.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2