Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 48 _ Pin Pengubah Wujud


__ADS_3

Di sebuah kamar yang terlihat megah.


Ariel dan juga Chizuru yang saat ini sedang memperhatikan Daisy yang tengah menceritakan kejadian apa saja saat Ariel pergi meninggalkan istana untuk menuju domainnya Dewa Jahat 'V' .


Pertama kali dia mengetahui bahwa sudah dua hari waktu telah berlalu semenjak dia meninggalkan Daisy dan pergi ke tempatnya Dewa Jahat 'V' itu berada.


Meskipun sudah diberitahukan oleh Dewa Jahat 'V' bahwa dia telah mempercepat waktu di wilayahnya pada saat itu.Akan tetapi, itu sangaat membuat Ariel penasaran tentang alasan dia mempercepat waktu mereka.


Aneh ... untuk apa dia mempercepat waktunya? Lagipula tidak ada alasan bagi dia untuk melakukannya ....


Renung Ariel.


Hingga Daisy tersadar akan sesuatu, "Oh! Iya nona! Kemarin ada tamu yang memberikan ini dan memberikan pesan untuk Nona. " ucap Daisy sambil meletakkan sebuah Pin berbentuk bintang di atas meja.


"Hm? Tamu? " tanya Ariel.


"Iya, sepertinya beliau sudah mengetahui bahwa kemarin nona tidak ada ... akan tetapi, dia tidak memberitahukannya kepada nyonya Sharon dan malah memberikan Pin itu dan berbisik kepada saya. " jawab Daisy, menceritakan kejadian kemarin kepada Ariel.


" Apa yang dia bisikkan? "tanya Ariel dengan penasaran.


" Kalau tidak salah ... 'Kau beritahu majikanmu!Jika ingin mengelabui Sharon, gunakan lah Pin itu! '. Begitu. "ucap Daisy, sambil meniru apa yang Lydia katakan sebelumnya.


Ariel yang menatap itu, entah mengapa terasa familiar tentang cara bicara yang di ucapkan Daisy kepadanya.


Cara bicara seperti itu ... entah mengapa begitu familiar ....


pikir Ariel dalam hati.


"Siapa tamu yang kau bicarakan itu?" tanya Ariel dengan penasaran.


"Saya tidak tahu namanya, Nona. Akan tetapi ... sepertinya beliau cukup dekat dengan Nyonya Sharon .... " Daisy menunduk.merasa malu dengan ke tidak berdayaannya.


"..., Kamu tidak perlu murung seperti itu. kamu telah melakukannya dengan baik. Terima kasih atas kerja kerasnya. " puji Ariel dengan tersenyum lembut. Berusaha untuk menghibur Daisy yang sedang murung.


Cukup dekat, kah ... apakah mungkin dia adalah Lydia Scarlet yang sering di bicarakan itu?Kudengar dia akan datang di hari ketiga pesta ... kemungkinan besar memang dia yang di maksud.Sayang sekali aku tidak dapat melihat nya ....


Pikir Ariel dalam hati.


"Untuk sekarang ... apa yang istimewa dari Pin ini? Aku merasakan sedikit energi sihir didalamnya .... " ucap Ariel sambil mengambil Pin itu dari atas meja dan memakainya.


Segera setelah itu, tiba-tiba Ariel berubah menjadi sosok seseorang wanita dewasa yang sama sekali jauh berbeda dengan tubuh yang sebelumnya adalah anak kecil.

__ADS_1


"Uohhh .... ! " Ariel berteriak terkejut dengan perubahannya yang secara mendadak.


Sementara Daisy yang saat ini hanya terdiam tak dapat berbicara apa-apa karena ke terkejutannya saat melihat sosok yang saat ini sangat mirip sekali dengannya berdiri di hadapannya.


Meskipun Chizuru agak sedikit terkejut pada awalnya, tetapi entah mengapa seperti ada jejak bayangan suram di wajahnya. Seolah-olah dia tidak bersemangat sama sekali.


"Lihatlah Daisy! Sepertinya aku berubah menjadi mirip sepertimu! " ujar Ariel seolah senang dengan perubahan nya.


"I-iya .... " Daisy tidak tahu apa yang harus dikatakan. Tapi yang jelas, ada perasaan aneh didalam hatinya karena dia melihat sosok dirinya berada di hadapannya sambil meraba buah dadanya sendiri.


"Wahh ... bahkan ini terlihat asli .... " ungkap Ariel dengan takjub.


"N- ... n-... n, n, n, nonaaaa! " teriak Daisy sambil menghentikan Ariel yang saat ini sedang meraba-raba dadanya sendiri.


Meskipun Ariel memegang tubuhnya sendiri. Akan tetapi, saat ini dia memakai penampilannya Daisy ,yang membuat Daisy segera menghentikan Ariel agar tidak melakukan sesuatu yang aneh.


"Aish ... kau ini ... " desah Ariel, karena tidak Terima di ganggu oleh Daisy, "Tetapi Pin ini hebat juga, Yah! Bahkan pakaian nya pun dapat sama persis seperti aslinya ... bagaimana kalau kita buka .... "


Ariel segera bersiap untuk membuka pakaiannya. Akan tetapi segera dihentikan oleh Daisy dengan cepat.


"Ja-jangaaaan! "teriak Daisy dengan cepat menghentikan Ariel sambil menindih nya.


" Permisi ... hm ... !"


Ronand yang saat ini melihat kejadian yang langka itu baginya. Dia melihat dua orang yang berpenampilan sama persis ,seperti mereka akan melakukan sesuatu yang terlarang.


Dapat dilihat dari salah satunya yang pakaiannya setengah terbuka dengan dipegang oleh wanita yang di atas tubuhnya.


Ronand hanya bisa mengedipkan mata beberapa kali dengan takjub ,sebelum berbicara, "Emm ... kalian bisa lanjutkan! " ucap Ronand dengan sopan,sambil berjalan dan menempati tempat duduk di samping Chizuru dengan santai.


Siapa?


Chizuru menatap Ronand dengn heran. Dan kebingungan dengan keadaan.


Apakah aku harus lari?


Tentu saja . Chizuru adalah seseorang yang tidak dikenal entah dari mana, akan aneh jika dia berada di tempat seorang putri kerajaan tanpa melalui undangan sama sekali.


Karena kedatangan Ronand yang secara tiba-tiba, Chizuru jadi terlambat untuk bereaksi dan bersembunyi.


Chizuru bersiap akan melakukan teleportasi. Akan tetapi, dihentikan oleh Ronand dengan santai.

__ADS_1


"Oh! Kau tidak perlu pergi dari tempat ini ... aku juga tidak ada niat membocorkan hal ini kepada siapapun. " bisik Ronand dengn pelan kepada Chizuru.


Chizuru yang mendengar akan hal itu hanya bisa tersentak kaget. Bagaimana dia bisa tahu bahwa dia dapat berpindah tempat dengan mudah.


"Wajahmu sepertinya bertanya-tanya mengapa aku bisa mengetahuinya. itu mudah sekali, karena aku juga mengetahui siapa dirimu, Pahlawan! "ucap Ronand dengan menyeringai.


Hingga semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Ronand tersentak kaget. Chizuru , dan juga Ariel yang kini telah melepas kembali Pin nya dan berubah ke sosok awalnya yang kini masih anka-anak, hanya bisa keheranan bagaimana di bisa mengetahuinya.


Jika dia mengetahuinya ... apakah dia juga mengetahui rahasia ku?


Pikir Ariel dengan cemas.


"Sementara kamu ..., " ucap Ronand sambil menatap mata Ariel dengan serius.


Ariel hanya bisa menelan ludah dengan gugup. Sementara Daisy hanya terdiam tak melakukan apa-apa , tidak tahu dia harus melakukan apa dengan situasi yang semacam ini.


"...,Mengapa tidak melanjutkan adegan yang tadi? "lanjut Ronand dengan senyum menggoda.


Argh ... kembalikan rasa ketegangan ku!


Teriak Ariel dalam hati dengan kesal.


Tetepi ... apakah dia sudah mengetahuinya ... atau dia hanya pura-pura tidak tahu tentang aku yang mempunyai tanda pahlawan juga .... ? Tapi terserah lah, dia juga tidak mengungkitnya. Untuk sekarang ....


Renung Ariel, sambil melirik Daisy untuk menjawab pertanyaan Ronand.


"Bagaimana Daisy? Apakah kita harus melanjutkannya? "Ariel membuka tangannya lebar-lebar. bersiap untuk menerima pelukan dari Daisy.


Daisy yang mendengar pertanyaan yang seperti itu dari Ariel, segera berwajah memerah dan menundukkan mukanya dengan malu.


Eh? Apa-apaan dengan ekspresi nya yang imut itu? Apa itu artinya boleh?


Pikir Ariel dengan semangat. Bagaimana cara dia akan melakukan hal itu kepada Daisy untuk kedepannya dengan membuat seringai di wajahnya dengan aneh .


"Hm? Adududu duh .... !"


Hingga beberapa saat kemudian ,Ariel merasakan sebuah tarikan di telinganya dengan keras dan melihat ekspresi Chizuru yang saat ini menatapnya dengan dingin.


Seolah-olah dia menatap Ariel sama dengan saat dia menatap serangga yang mengganggu.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2