
Kita mundur beberapa waktu ke belakang.
Ketika Chizuru beserta yang lainnya telah berhasil melakukan teleportasi. Mereka saat ini berada di sebuah lapangan luas yang cukup jauh dari tempat meteor itu terjatuh.
Meskipun dikatakan cukup jauh, tetapi meteor itu masih terlihat jelas dari tempat mereka berada,
Karena menurut pertimbangan Chizuru, dia tidak bisa memindahkan begitu banyak prajurit ke sebuah tempat di wilayah manusia begitu saja.
Karena hal itu dapat membuat kehobohan yang tidak perlu. Lagipula dia ingin memastikan dampak apa yang terjadi pada kedua belah pihak setelah mengalami bencana alam yang menimpa mereka seperti itu.
Para prajurit saat ini kebanyakan terkulai lemah dan menghela nanapas lega. Merasa terselamatkan dari maut yang hampir saja menimpa mereka semua.
Bahkan gempa bumi hebat dan dampak dari jatuhnya meteor itu sampai kepada tempat mereka yang cukup jauh. Mereka tidak bisa membayangkan ada seseorang yang akan selamat dari hal itu.
Mereka saat ini yang selamat, sangat berterima kasih kepada para pahlawan yang telah menyelamatkan mereka.
Meskipun para prajurit yang bisa di selamatkan Chizuru hanya kurang lebih sekitar seperempat dari jumlah seluruh pasukan.
Yang berarti, Lebih dari lima belas ribu pasukan kini tertimpa meteor itu dan entah apa yang terjadi dengan keadaan mereka saat ini.
Chizuru yang penasaran, segara mengambil senjata sucinya dan melihat keadaan tempat meteorit itu berada.
Dan benar saja. Situasinya tidak jauh dengan apa yang mereka bayangkan. Batu api yang masih menyala-nyala dan sebuah kawah yang sangat luas terbentuk dari tempat terjatuh nya meteor itu.
Dan sebagian hamparan es beku memenuhi bagian kecil di tempat kawah itu berada ....
“Tunggu! ” Mereka berempat yang melihat hal itu kaget dengan apa yang mereka saksikan saat ini.
Bagaimana mungkin sebuah hamparan es terbentuk dari hasil terjatuh nya meteor?
Jika bukan itu, berarti ada satu hal yang mereka pikirkan.
“Ada yang selamat ... !” gumam Akihiro Yuu, tidak percaya. “Hey! Chizuru. Apakah kita bisa ke tempat itu? Siapa tahu ada yang membutuhkan pertolongan kita! ”
“Tetapi ... akan sangat berbahaya jika sesuatu terjadi ....” jawab Chizuru, sambil merenung dengan ragu.
__ADS_1
Akihiro Yuu yang melihat Chizuru yang ragu, dia memintanya sekali lagi dengan ekspresi yang muram. “Kumohon Chizuru. Aku merasa tidak berguna sama sekali. Bagaimana bisa aku hanya bisa menyaksikan semua pasukan yang akan menghadapi kematian begitu saja? Setidaknya aku ingin menyelamatkan sebanyak mungkin orang lain menggunakan kekuatanku ini ....”
Akihiro Yuu menggertakkan giginya dengan kesal. Merasa tak berdaya sama sekali.
Jika aku tidak bisa menyelamatkan semua orang, bagaimana bisa aku menjadi pahlawan di dunia ini? saat waktu terjatuh nya meteor pun, aku bahkan tidak bisa melakukan apa-apa sama sekali ....
Saat pertama kali dia tiba di dunia ini. Dia bertekad untuk menjalankan tugasnya menjadi seorang pahlawan sebaik mungkin.
Menyelamatkan semua orang, membasmi monster, menumpas kejahatan dan sebagainya. Akan terapi, kini dia gagal dengan tugasnya.
Puluhan ribu orang kini tertimpa bencana besar seperti itu. Saat dia melihat hamparan es itu, ada secercah harapan dihatinya bahwa para prajurit yang tidak sempat menyelamatkan diri bisa selamat dari bencana itu.
Entah apa yang dapat dia lakukan. Akan tetapi, dia akan melakukan sebaik mungkin untuk menjalankan tugasnya sebagai pahlawan.
Chizuru yang memperhatikan Akihiro yang membuat ekspres seperti itu, dia hanya bisa menghela napas dan mengangguk sebagai tanda persetujuan nya.
“Baiklah ... akan tetapi, kita hanya bisa melakukan semampunya kita. Jika tidak ada seseorang di sana, kita harus kembali sebelum hari mulai gelap. Apakah kau mengerti?” tanya Chizuru. Mengingatkan Akihiro.
“... ,Baiklah.” Akihiro sedikit terlihat tidak puas dengan syarat yang di berikan Chizuru. Akan tetapi, dia hanya mengangguk dengan patuh dan menyetujuinya.
“Kalau begitu ... aku juga akan pergi. Aku cukup tertarik, jika ada orang yang berhasil selamat dari hal itu.” Aria yang selama ini diam. dia mengangkat tangannya untuk mengikuti pembicaraan.
“Kalian .... ” Chizuru menggaruk keningnya dengan pusing. “Ya sudahlah! Jadi kita berempat akan pergi. Tak ada tambahan orang! ” ucap Chizuru, sambil melirik seorang kestria yang akan mengangkat tangannya saat dia berbicara.
Merasakan tatapan tajam Chizuru, kesatria itu segera mengurungkan niatnya sambil mengalihkan pandangannya dengan senyum kering.
Dan dengan itu. Merekapun pergi menggunakan kemampuan teleportasi Chizuru untuk sampai ke tempat yang ditujukan mereka dengan sekejap.
.
.
.
Akan tetapi, hal yang tak terduga terjadi.
__ADS_1
Mereka telah sampai ke tempat itu dengan aman. Dan yang mereka temui hanyalah seorang gadis remaja yang berparas cantik dengan di penuhi luka di sekujur tubuhnya.
Ketika gadis itu akan terjatuh, Arsya segera menangkapnya sambil menggunakan pose yang menurutnya keren.
Dan entah mengapa, gadis itu justru membuat ekspresi tidak senang dengan menatap Arsya seolah menatap sampah yang perlu dibuang.
Dan beberapa detik kemudian. Arsya merasakan ngilu di suatu tempat bagian bawah tubuhnya sambil membuat suara yang aneh.
Dan begitulah. Dua telur yang telah di erami seekor burung selama masa hidupnya, kini hampir saja retak dengan benturan yang sangat keras.
Untung saja hal itu masih bisa terselamatkan.
Seketika itu juga, tempat itu menjadi hening. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka katakan dalam situasi seperti ini.
Tiga orang teman arsya melihat dirinya meringkuk pingsan di tanah sambil memegangi sesuatu yang berharga baginya dengan air mata yang keluar membasahi pipinya.
Gadis itu menatap tiga orang lainnya dan tatapannya berhenti untuk beberapa saat ketika melihat Aria.
“ ... ?” Aria memiringkan kepalanya dengan kebingungan ketika mendapatkan tatapan seperti itu darinya.
Hingga untuk beberapa saat kemudian, gadis itu pun kembali tersadar dari renungan nya dan memanggil Chizuru. Karena dia tahu, dialah yang telah mengirim mereka ke tempat nya saat ini berada.
“Chizuru? Mengapa kau datang ke tempat ini?” tanya gadis itu dengan bingung.
“Erm .... ” Chizuru bingung harus menjawab apa, dia menggaruk pipinya sambil mencari kata yang tepat.
“Kau kenal dia, Chizuru?” Akihiro Yuu bertanya. Merasa aneh, karena gadis itu mengetahui nama Chizuru dan memanggilnya seolah mereka akrab.
“Dia adal-”
“Dia adalah Louise Albion! Pemimpin dari seluruh pasukan yang bertanggung jawab atas perang ini! ”
Sebelum Chizuru menjawab. Sebuah suara datang, entah dari mana.
Semua orang langsung berbalik ke arah sumber suara itu dan mereka melihat seorang lelaki berdiri tidak jauh dari tempat mereka berada.
__ADS_1
Dialah Leon. Dia menyeringai dengan dalam, sambil menatap wanita itu, yaitu Ariel dengan menyeringai. Seolah dia merencanakan sesuatu yang jahat.
Bersambung ....