
Eric Lacerta.
Dia berasal dari keluarga bangsawan yang cukup terkemuka di Negara Delyth.
Dia adalah anak semata wayang dari keluarga Lacerta yang merupakan keluarga Duke yang mempunyai reputasi dan silsilah keluarga yang berlangsung cukup lama di Kerajaan Delyth.
Karena Eric adalah anak satu-satunya dari keluarga itu. Tentu saja dia akan menjadi seorang penerus yang akan menggantikan posisi sebagai seorang Duke di masa depan.
Oleh karena itu. Dia tumbuh dan dibesarkan dengan penuh perhatian dan kemewahan. Tetapi sayangnya, hal itu justru membuat Eric menjadi seorang anak yang manja dan sering melakukan sesuatu yang diinginkannya tanpa mempedulikan hal itu adalah hal salah ataupun tidak.
Apalagi semenjak Eric diperintahkan oleh ayahnya untuk berteman baik dengan Putra Mahkota kerajaan Delyth supaya mempertahankan kedekatan antara keluarga Duke Lacerta dan keluarga Kerajaan.
Justru perilakunya semakin menjadi-jadi. Eric menjadi orang yang disukai oleh Putra Mahkota karena sifat mereka memiliki beberapa kesamaan dan menjadi teman baik.
Dan hal yang paling berkesan bagi Eric adalah ketika dia ikut merundung Putra dari seorang pelayanan biasa di salah satu bagian Istana Kerajaan Delyth bersama Putra Mahkota.
Dia adalah Evan Delyth. Meskipun dia adalah anak dari seorang Raja dan sekaligus saudara tiri dari Putra Mahkota.
Tetapi tidak menutupi kenyataan bahwa dari anak itu terdapat darah seorang pelayanan rendahan yang mengalir di dalam tubuhnya.
Mereka sering merundung Evan bersama-sama tanpa sepengetahuan siapapun. Dan meskipun hal itu diketahui oleh sang Raja, mereka tidak mendapatkan teguran apapun dan perundungan mereka semakin menjadi-jadi dari hari ke hari.
Akan tetapi, pada suatu hari. Ada sesuatu hal yang aneh terjadi.
Ketika mereka hendak akan mempermainkan Evan seperti biasanya, untuk yang pertama kalinya Evan Delyth yang selalu menerima apapun perlakuan yang mereka lakukan terhadapnya melakukan perlawanan kepada mereka dan seketika itu juga mereka dikejutkan dengan kekuatan Evan yang tidak diketahui selama ini dan seketika membuat mereka mengalami cedera yang cukup parah.
Dan tentu saja mereka tidak membiarkan hal itu terjadi. Mereka segera datang kepada ayah dari Putra Mahkota yaitu sang Raja sendiri dan mengadukan semua perlakuan Evan kepada mereka dan berharap untuk menuntut Evan supaya mendaptkan balasannya.
Akan tetapi, hal itu tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Sang Raja tidak mempermasalahkan hal itu seolah tidak peduli dan justru membela Evan Delyth dan memperlakukannya dengan lebih baik, dibandingkan dengan perlakuannya yang seolah tidak peduli selama ini.
Dan tidak lama setelah kejadian hal itu. Nama Evan Delyth semakin dikenal oleh banyak orang sebagai genius muda yang terampil.
Tidak hanya memiliki kekuatan pertemuan yang hebat di usianya yang tergolong masih muda. Dia juga selama ini secara diam-diam membentuk koneksi dan berbagai bisnis yang namanya disamarkan untuk tidak terlalu banyak menarik perhatian yang tidak perlu.
Dan ketika Evan memiliki cukup kekuatan untuk bertahan dari pengaruh Raja.
__ADS_1
Entah apa alasannya, dia terjun langsung ke dunia sosial para bangsawan dan mengemukakan dirinya yang sebenarnya dia sembunyikan selama ini.
Mungkin itulah alasan mengapa sang Raja tidak bisa berbuat apapun. Dikarenakan, apapun yang Raja lakukan, Evan telah menguasai sebagian besar dari arus ekonomi di Negara Delyth selama ini.
Secara perlahan dan pasti, dia membentuk kekuatannya untuk bertahan dari orang-orang sedikit demi sedikit selama ini.
Dan jika Raja melakukan sesuatu kepada Evan, itu akan mengacaukan dan membuat arus ekonomi di negaranya menjadi kacu dan mungkin tidak terkendali.
Dan daripada hal itu, sekarang sang Raja menjadi lebih tertarik kepada Evan karena memiliki kekuatan dan juga kecerdikan yang dia sembunyikan selama ini.
Dan tidak lama waktu telah berlalu. Keluarga Duke Lacerta mengalami kejatuhan. Hal itu karena keluarga Lacerta sudah tidak memiliki kekuatan dan pengaruh apapun di negara Delyth.
Tidak hanya hal itu. Keluarga Lacerta juga memiliki reputasi yang buruk di antara para bangsawan dan rakyat jelata.
Gosip buruk yang beredar, hutang-hutang yang menumpuk dan sebagainya membuat Eric kini terpaksa menjalani kehidupan yang berbanding terbalik dengan kehidupan mewah yang dia alami sebelumnya.
Dia juga tidak bisa meminta bantuan dari Putra Mahkota. Karena situasi saat ini di pergaulan kelas atas menjadi kacau karena kebanyakan Bangsawan mempertanyakan Putra Mahkota saat ini yang tidak kompeten dan juga bersikap tidak sedap dipandang.
Mereka bahkan lebih menyukai Evan Delyth dan menunjuk dan mengajukan dirinya sebagai kandidat penerus yang kompeten dan juga memiliki kekuatan yang luar biasa.
Dan yang lebih parah dari semua itu. Eric ingat ketika hari dia pergi meninggalkan kediamannya. Eric sempat berpapasan dengan Evan.
'Jangan kau pikir ini sudah selesai. Aku ingat wajah setiap orang yang pernah memperlakukanku dengan buruk. Dan aku biasanya membalas mereka berkali-kali lipat hingga merka berpikir untuk lebih baik mati dan mengakhiri kehidupannya saat itu juga. Dan kau, ada di antara orang-orang yang aku ingat itu ....'
.
.
.
Eric tidak akan pernah lupa dengan tatapan dingin yang membuat orang merinding itu.
Dan kini, dia melihat tatapan yang sama persis dengan tatapan itu.
Tetapi kali ini hal itu berasal dari seorang wanita yang bahkan Eric remehkan sebelumnya.
“Baiklah. Sudah cukup percobaannya ....” ucap wanita itu sambil menatap dirinya yang mengerang kesakitan, “Kalau begitu, waktunya untuk menyelesaikan semua ini.”
__ADS_1
Segera setelah itu. Wanita itu memegang Rapier di sampingnya sambil bejalan mendekati Eric dengan seringai jahat yang terlukis di wajahnya.
“Eekk!!”
Tanpa sadar Eric berteriak ketakutan. Dia tidak merasakan adanya kebohongan dalam kata-kata wanita itu.
Wanita itu sungguh serius ingin membunuhnya saat ini juga.
Ap-apa yang harus kulakukan?
Eric panik. Mencari cara untuk menyelamatkan diri dari situasi ini.
Dan saat itu juga Eric teringat sesuatu dan langsung merogoh tas kecil yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi.
Sebuah kotak yang dia ambil dan segera dengan panik dia membuka kotak itu.
Melihat kotak yang cukup mewah itu di tangan Eric, wanita itu ... atau lebih tepatnya Ariel penasaran dan berhenti untuk melihat apa yang akan Eric keluarkan.
Itu adalah dua buah bola yang ukurannya mungkin lebih besar dari buah anggur yang diikat oleh seutas tali emas yang menghubungkan kedua bola itu. Di tengah-tengah tali itu terdapat seperti cincin yang mungkin muat dimasuki sebuah jari.
Itu adalah harta terakhir keluarga Duke Lacerta yang harus mereka jaga.
Konon itu adalah senjata suci hasil buatan pahlawan dari generasi ke dua dan sudah di jaga oleh keluarga Lacerta sebagai rampasan perang.
Melihat senjata suci itu, mata Ariel bulat dan terlihat bengong dari kejauhan sambil berekspresi datar.
“....”
Melihat hal itu, Eric menemukan sebuah harapan bahwa dirinya bisa membalikkan keadaan saat ini.
Hahaha ... pasti dia takut, hingga terkejut seperti itu.
Eric membuat seringai kemenangan dan bersiap-siap untuk menggunakan senjata suci itu.
Bersambung ....
__ADS_1