Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 129 _ Keributan Seleksi Pertama


__ADS_3

Sudah beberapa jam telah berlalu.


Di panas terik matahari, kini semua peserta yang akan mengikuti seleksi untuk memasuki Akademi, tengah berjemur selama beberapa jam untuk mendengarkan pidato dari Kepala Akademi dengan ekspresi tidak sabar.


“Oh, ayolah ... mau sampai kapan ini akan berlangsung?”


“Kami datang ke sini bukan untuk mendengarkan dongeng!”


“Turuuuuun!!!”


Orang-orang mulai mengeluh dengan tidak sabar. Termasuk Ariel. Dia mengenghela napas dengan ekspresi bosan.


“Haaaaahhh... seharusnya aku datang lebih lambat dari awal ....” Ariel bergumam dan menggerutu. Kata-katanya tidak secara khusus ditujukan pada siapapun. Tetapi Judith membalas dengan senyuman masam.


“Hehehe ... aku yakin itu adalah ide yang buruk ....”


“Hmm ... tapi aku setuju dengan Lady Louise. Pidato orang itu terlalu panjang dan membosankan. Aku harap seseorang datang dan memukul kepalanya.” Kata Dino. Ikut serta dalam pembicaraan.


Setelah mendengar itu, Ariel tersenyum geli, “Hoo~Tak kusangka kita sependapat.”


“Ah~Karena kita telah ditakdirkan dengan benang merah~ tentu saja kit-” Dino berpose secara berlebihan. Dan berbicara menggunakan kata-katanya yang dibarengi dengan nada puitis. Tentu saja hal itu membuat Ariel kesal dan segera menghentikannya dengan ekspresi cemberut.


“Ah. Berhenti membuat kata-kata yang menjijikkan seperti itu padaku, jika tak ingin lidahmu itu terputus dari anggota badanmu! ”


“Ah~ bahkan kata-kata menusuk itu sangat indah jika keluar dari mulut indahmu.”


“Tsk!” Ariel mendecakkan lidahnya sambil melihat Dino dengan tatapan dingin seolah melihat serangga.


Dan pada saat yang sama, Dino merasakan pukulan yang cukup keras yang datang dari belakang kepalanya dan membuat dirinya mengerang kesakitan.


Duak!!


“Akh!”


“Haha. Tolong maafkan dia. Itu kebiasaan buruknya kepada semua wanita yang dia temui. Tapi aku meyainkan dirimu bahwa setidaknya dia orang yang baik.” Judith angkat bicara sambil memaksa Dino untuk menundukkan kepala menggunakan tangganya sendiri.


Melihat Judith yang menakutkan seperti itu, Ariel hanya mengangguk dengan canggung, “O-oh ... tentu ....”


Hingga pada saat percakapan mereka berlangsung. Ada sesuatu yang terbang menuju tempat semua orang berada dengan kecepatan tinggi.


Tentu saja Ariel merasakan hal itu. Dia menatap ke arah langit dengan waspada.


Judith yang melihat reaksi Ariel yang sedikit aneh, dia bertanya dengan penasaran, “... Apakah ada sesuatu?”


“.... ” Tetapi Ariel tak menjawab. Dia hanya fokus berdiam diri dan melihat ke sekeliling.


Ariel mengamati orang-orang yang berada di tempat itu. Dan dari apa yang dia lihat, ada beberapa orang yang bereaksi dengan apa yang dia rasakan saat ini.


Datang!!!


Tak butuh waktu lama semenjak Ariel merasakan kehadiran yang mendekati tempat itu. Sebuah sosok terbang ke arah podium tempat Kepala Akademi itu berada dengan kecepatan yang luar biasa.

__ADS_1


“Minggir!”


Duak!!


Itu terlihat seperti seorang gadis. Dia meninju Kepala Akademi itu tepat di kepalanya dengan cukup keras.


“Biar aku yang menggantikan.” ucap gadis itu


sambil menyeringai puas.


“....”


“.... ”


Semua orang terdiam dalam keheningan setelah melihat kejadian yang tak terduga seperti itu. Termasuk Ariel.


Benar-benar ada yang memukulnya .... Mulut Ariel menganga tanpa suara.


Tidak disangka bahwa percakapan mereka sebelumnya menjadi kenyataan dengan cara yang seperti itu.


Hingga beberapa detik setelah keheningan yang sunyi. Mulailah sorak-sorai menggelegar dari para peserta ujian dengan penuh semangat.


“UUuuuooooooohhhhhhHHHHHHHHHHH!!!!!!”


Suara itu bahkan menggetarkan seluruh lapangan dan membuat suasana menjadi panas dengan keributan.


Mungkin dengan perasaan lega atau apapun setelah mendengarkan pidato Kepala Akademi yang membosankan.


Dengan kedatangannya gadis itu, itu seolah mereka dikejutkan oleh hiburan yang mengejutkan.


“Semuanya harap tenang!” Seseorang pria mengumumkan, “Menurut kalian apa yang telah kalian lakukan sampai membuat keributan seperti itu di hadapan beliau.” kata pria itu, merujuk kepada gadis kecil yang berdiri tidak jauh dari tempat dia berada.


Sementara Kepala Akademi yang tidak sadarkan diri di bawa oleh panitia untuk menjalankan perawatan dan sepenuhnya terlupakan oleh orang-orang.


“Tidak papa~ tak masalah~ mereka hanya belum mengetahui siapa aku,” komentar gadis itu menyela, “Hey, semuanya! Bolehkah aku memperkenalkan diri?”


“Tentu saja!”


“Kau yang terbaik!”


“Uooohhhhh!”


Suasana di tempat itu kembali ramai. Mungkin karena telah meninju Kepala Akademi, sebagian orang-orang memiliki rasa hormat kepadanya dengan antusias.


“Baiklah. Karena sebegitunya kalian ingin tahu, ingatlah namaku! Rakira Lilim. Orang yang akan bertanggung jawab untuk mengadakan ujian seleksi ini.”


“....”


“....”


Sekali lagi. Semua orang terdiam. Termasuk orang-orang dari pihak Akademi.

__ADS_1


Mereka seperti akan mengatakan sesuatu tetapi segera mengurungkan niatnya sambil berdiskusi di antara mereka.


Ariel awalnya sedikit curiga mengapa orang yang datang secara tiba-tiba dan membuat keributan dibiarkan begitu saja oleh pihak Akademi. Dan kini dia tahu mengapa alasannya.


Dengan tokoh besar seperti itu. Siapa yang berani mengganggunya? Mereka tidak cukup bodoh untuk melakukan sesuatu hal seperti itu.


Semua peserta saling menatap dengan bingung. Tak tahu harus bagaimana bereaksi.


“Wah wah! Mengapa semua orang terdiam?” Rakira bertanya sambil menyeringai. Meskipun dia tahu alasannya, dia melanjutkan, “Ya sudahlah~ daripada itu ....”


Rakira menaruh tangan kanannya di atas matanya sambil menatap ke arah para peserta sambil bersenandung. “Hmm~ sepertinya terlalu banyak orang disini ....”


Tempat itu masih dalam suasana keheningan, hingga beberapa saat kemudian, Rakira mengumumkan.


“Yah. Karena terlalu banyak orang, kita mulai saja seleksinya dari sekarang.”


Orang-orang bereaksi secara berbeda-beda. Ada yang terkejut, khawatir, ragu-ragu dan bahkan ada orang yang bersemangat setelah mendengar pengumuman Rakira.


“... Eh?!”


“Apakah tidak apa-apa ....”


“Sepertinya suasananya semakin menarik.”


Tanpa menunggu lebih lama. Rakira pada saat itu juga segera mengeluarkan Aura yang begitu kuat dari dalam dirinya.



Dan hal itu segera membuat keributan yang mencengangkan.


“Bagi yang bertahan, akan lolos ke tahap seleksi selanjutnya. Kalian boleh lari dan meninggalkan tempat ini. Dan tentu saja secara otomatis kalian akan gagal ...” Rakira mengumumkan,


“Oh. Yang tidak sadarkan diri juga akan gagal!” Tambahnya, setelah melihat beberapa orang yang tergeletak tak sadarkan diri di atas tanah.


Semua orang merasa takut, panik dan berbagai perasaan bercampur aduk dengan kejadian yang datang secara tiba-tiba itu.


Tidak terkecuali Ariel. Dia segera membungkus dirinya dengan Auranya sendiri untuk bertahan dari tekanan yang dikeluarkan oleh Rakira. Dia mempertahankan postur tubuhnya sambil berdiri dengan susah payah.


Kuh ... makhluk macam apa dia itu ...?


Dan tak butuh waktu lama semenjak Rakira mengeluarkan Aura yang mengerikan itu. Kini tempat itu menjadi lebih sepi.


Hanya menyisakan kurang dari separuh orang-orang yang bertahan di tempat itu sambil berdiri menguatkan diri mereka.


Yang tersisa hanyalah orang-orang yang tergeletak di atas tanah dan orang-orang yang meninggalkan tempat itu dengan ketakutan.


Rakira yang melihat hal itu bergumam pada dirinya sendiri dengan ekspresi kecewa, “Hmm ... kupikir aku telah banyak menahan diri ....”


Rakira tak mengharapkan ada begitu banyak orang yang gugur hanya dari paparan Auranya yang diperlemah.


Yah. Sudahlah ... daripada itu .... Rakira berhenti memikirkannya dan menoleh ke salah satu peserta sambil menyeringai.

__ADS_1


Itu adalah Ariel. Mata mereka saling bertemu satu sama lain dan pada saat itu juga, Ariel merasakan firasat buruk terhadap apa yang akan terjadi pada dirinya.


Bersambung ....


__ADS_2