Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 102 _ Penyatuan Kembali


__ADS_3

Masih di tempat yang sama.


Ariel saat ini tengah bersantai dengan tenang, sambil ditemani oleh Dewa Jahat 'V' di ruangan itu.


Setelah memikirkannya untuk beberapa saat. Ariel memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya.


Lagipula. Mereka datang ke medan perang, kebanyakan dari mereka pasti memiliki kesiapan jika dirinya mungkin mati di medan perang.


Atau sebaliknya. Mungkin mereka hanyalah sekumpulan orang bodoh dan serakah yang percaya diri untuk memenangkan perang hanya dengan mengandalkan jumlah.


Dan apapun itu. Ariel memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya dan terus bergerak untuk maju.


Meskipun di dalam hatinya mungkin ada sedikit perasaan bersalah. Tetapi sejak awal dia sudah tahu bahwa kejadiannya mungkin akan menjadi seperti ini. Meskipun hasilnya lebih mengejutkan daripada yang dia duga.


Dan akhirnya Ariel saat ini hanya bersantai dan berbincang-bincang dengan Dewa Jahat 'V'.


Siapa tahu, mungkin dia dapat memperoleh informasi yang berguna. Karena menurut Dewa Jahat 'V', Ariel saat ini tidak bisa kembali, dikarenakan tubuhnya masih dalam tahap penyembuhan dan memerlukan sedikit waktu untuk memperbaikinya.


Dan akhirnya, Ariel tidak punya pilihan lain dan memutuskan untuk tinggal beberapa waktu. Lagipula, jika Ariel kembali, dia hanya akan tidak sadarkan diri dalam keadaan koma.


Lebih baik, menggali informasi lebih dalam sambil bersantai dengan tenang.


Selagi dirinya diperbolehkan untuk tinggal lebih lama di tempat itu.


***


Sementara di tempat lain.


Di tempat saat ini Leopold sedang berada. Sudah sehari waktu telah berlalu.


Leopold dan juga Alfons saat ini tengah berdiri di depan Iron Maiden sambil berusaha untuk membuka dua pintu Iron Maiden itu.


Dan akhirnya. Setalah beberpa lama mereka berusaha, Pintu Iron Maiden itu perlahan terbuka, Meskipun dengan sedikit paksaan.


Karena meskipun sudah sehari waktu telah berlalu. Energi sihir yang tertanam di dalam Iron Maiden itu masih tersisa, walaupun hanya sedikit.


Dan akhirnya Leopold menjadi tidak sabar dan segera membukanya dengan secara paksa.


Dengan sedikit usaha keras dan waktu. Iron Maiden itu dapat terbuka. Karena energi sihir di dalamnya sudah menipis, pintu Iron Maiden itu menjadi lebih mudah untuk dibuka dibandingkan dengan hari sebelumnya.


Krrriiiieeettttt ... brank!


Setelah pintu Iron Maiden itu terbuka sepenuhnya. Leopold hanya bisa membuka mulutnya dengan terkejut.

__ADS_1


Di dalam Iron Maiden itu tidak terdapat portal dimensi seperti sebelumnya yang dia lihat saat pertarungannya dengan Ariel.


Yang dia lihat hanyalah ruang besi biasa yang ukurannya mengikuti dengan volume iron Maiden itu sendiri.


Akan terapi. Bukan itu yang membuat Leopold sampai terkejut seperti itu. Yang membuat dirinya terkejut adalah terdapat gumpalan daging yang berada tepat di dalam Iron Maiden itu yang terlihat menjijikkan.


Darah yang mengalir ketika pintu Iron Maiden itu dibuka dan juga gumpalan daging yang mengikutinya seolah tertarik oleh gaya gravitasi planet itu dan sebagian gumpalan daging yang ada di dalam terjatuh keluar dengan pelan.


Pluk!


Akan tetapi. Anehnya beberapa saat waktu telah berlalu. Ketika Leopold dan juga Alfons yang membeku melihat akan hal itu, gumpalan daging itu terlihat seolah bergerak untuk beberapa saat.


“... !”


Leopold yang melihat hal itu. Segera mendekati gumpalan daging itu sambil menilainya dengan teliti.


Alfons yang melihat pemandangan itu. Ketika beberapa saat telah berlalu. Alfons merasakan aura membunuh yang begitu besar keluar dari Leopold.


Dapat dilihat dalam satu pandangan saja. Leopold saat ini sepertinya begitu sangat kesal. Dia menggertakkan giginya sambil mengepalkan tangannya dengan begitu keras sehingga darah keluar bercucuran oleh perbuatannya sendiri.


Alfons tak berani mengusik Leopold yang seperti itu. Dia hanya terdiam dan tak berniat untuk ikut campur dengan hal itu.


Setelah beberapa saat waktu telah berlalu. Akhirnya Leopold berhasil menenangkan dirinya. Meskipun dia tahu bahwa gumpalan daging yang berada di hadapannya itu adalah dirinya sendiri ... lebih tepatnya adalah Klon dirinya yang terakhir kali masuk kedalam Iron Maiden itu yang tertangkap oleh Ariel.


Leopold perlahan mengulurkan tangannya dan bersiaplah untuk menyerap Klon nya untuk bersatu kembali. Meskipun Klon yang satunya lagi telah hancur. Akan tetapi, Leopold dapat merasakan bahwa Klon nya masih hidup. Meskipun saat ini dalam keadaan kritis.


Leopold belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya. Jadi dia kurang yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan mulus.


Karena sebelumnya Leopold tak pernah merasakan luka fatal seperti itu.


Pernah sekali, dia menggunakan Klon dan salah satunya terluka ringan. Dan hasilnya, ketika mereka bersatu kembali, Luka yang pernah dia alami telah menghilang dan tidak terbawa setelah bersatu kembali. Akan tetapi, dia dapat merasakan pengalaman dan rasa sakit yang dirasakan saat Klon nya dalam keadaan terluka.


Maka dari itu. Leopold agak sedikit ragu untuk bersatu kembali dengan Klon yang satunya lagi.


Karena Dia dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri. Bahwa luka dirinya yang satunya lagi terlalu parah.


Akan tetapi. Jika dirinya tidak bersatu kembali. Dia selamanya akan seperti itu. Dan juga, Leopold dapat merasakan bahwa Klon nya itu sedikit demi sedikit terus melemah.


Oleh karena itu. Sebelum Klon nya mati, dia tak terlalu berpikir panjang dan segera bersiap untuk bersatu kembali.


Akan tetapi, Ketika dirinya akan melakukannya. Dia mendengar sesuatu dari Klon yang ada di hadapannya itu.


“Ja ... ngan! Ja ... ngan! ... ngan ... ngan .... ”

__ADS_1


Suara rintihan yang sangat lemah terus terdengar. Meskipun itu sangatlah pelan seperti sebuah bisikan.


Akan tetapi. Leopold tak mempedulikan hal itu dan terus melanjutkan untuk bersatu kembali.


Dia menyerap potongan daging itu untuk sesaat. Dan tidak lama setelah dia menyerap sepenuhnya Klon nya itu, beberapa ingatan dan juga pengalaman yang dialami Klon nya itu masuk kedalam otak Leopold seolah air yang mengalir ke dalam teko.


“ArrrrrrrrggggghhhhhHHHHHHH! ”


Leopold berteriak dengan begitu keras. Hingga bahkan udara yang berada di ruangan itu seolah bergetar dengan dahsyatnya.


Dia terus memenangi kepalanya dengan ekspresi seperti merasakan sakit yang luar biasa.


Leopold sebelumnya telah mengantisipasi bahwa kejadian seperti ini akan terjadi. Akan tetapi, dia tak mengira bahwa kejadian yang dialami oleh dirinya yang satunya lagi begitu mengerikan.


Tusukan, tekanan, sayatan dan sebagainya terus mengisi kepala Leopold tanpa henti untuk beberapa saat.


Bahkan dalam hidupnya selama ini. Ini pertama kalinya dia meraskaam sakit yang sangat luar biasa seperti itu.


Seolah rasanya akan terukir dalam jiwanya dan takkan pernah melupakannya seumur hidup.


“Aaaaaa .... ”


Hingga ketika teriakannya mulai berhenti. Leopold mulai tertawa sendiri seperti orang gila.


“Haha ... haha ... hahAHAHAHA!”


Dengan mata yang merah, kelopak mata yang hitam, dan juga beberapa warna rambutnya mulai terlihat semakin memutih.


Dalam keadaan terus tertawa seperti itu. Leopold megapalkan tinjunya kembali dengan sangat erat.


“Bunuh!”


“Bunuh!”


“Bunuh ... bunuh ... bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh ....”


“Aku akan membunuhmu apapun yang terjadi!” Leopold berteriak dengan keras. Dengan dirinya dikelilingi oleh aura hitam yang begitu pekat.


Tentu saja tujuannya adalah orang yang melakukan semua itu padanya.


Dialah Ariel. Bahaya yang mendekatinya mungkin akan menjadi lebih buruk daripada sebelumnya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2