
Setelah Chizuru memperkenalkan dirinya, Anastasius menatap Chizuru dengan tertarik.
"Hou~Jadi dia adalah pahlawan?" tanya Anastasius kepada August dengan tertarik. " Tapi ... apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Kurasa kau agak familiar .... " ujar Anastasius sambil menatap Chizuru sambil merenung.
Chizuru yang hanya panik segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Memang benar bahwa mereka pernah satu ruangan, ketika insiden di pesta beberapa tahun yang lalu.
Meskipun saat itu Chizuru menyembunyikan wajah dan auranya. Akan tetapi Anastasius seperti mempunyai insting yang tajam.
"Hmm ... jadi belum pernah kah .... akan tetapi, aku merasa pernah melihat dia di suatu tempat sebelumnya. " ucap Anastasius.
"Mungkin hanya perasaan Yang Mulia saja .... " Chizuru hanya bisa tersenyum dengan canggung, setelah melihat Anastasius begitu curiga.
"Yah ... baiklah. Kita lupakan saja untuk saat ini, " ucap Anastasius sambil duduk kembali dengan santai.
"Jadi! Untuk apa kau memberitahu kan masalah ini kepadaku. Kau adalah Kaisar, Bukan? Hanya masalah kecil seperti itu saja kau tidak sanggup untuk mengatasinya? " ujar Anastasius dengan mengejek.
August agak sedikit kesal tentang akan hal itu. Akan tetapi, dia hanya menahannya dan mempertahankan wajah ramah nya sebisa mungkin.
"Itulah kekurangan saya, Yang Mulia. Tidak bisa di sandingkan dengan Yang Mulia Raja yang begitu bijaksana. Dengan kebodohan saya, beberapa Negara bodoh di Wilayah Manusia ada yang memberontak dan berencana untuk memulai perang kembali dengan Wilayah Iblis ini. " ungkap August.
Akan tetapi Anastasius hanya mendengus mengejek, "Huh! Lucu sekali. Apakah mereka terlalu bodoh untuk melakukan hal itu? "
Jarak antara kekuatan manusia dan beberapa ras yang terdapat di wilayah Iblis bisa dikatakan sangat jauh berbeda.
Kekuatan orang-orang yang berada di wilayah Iblis jauh lebih besar dibandingkan dengan wilayah manusia dikarenakan orang-orang yang berada di wilayah Iblis mempunyai lebih banyak energi sihir dibandingkan dengan para manusia.
Dan juga, rentang waktu hidup beberapa ras yang berada di wilayah iblis, ada beberapa bahkan lebih lama dari rentang hidup manusia yang rata-rata hanya mencapai umur 70-100 tahun.
Sedangkan beberapa ras yang ada di wilayah Iblis bahkan jauh melampaui hal itu dan juga mempunyai pengalaman bertarung yang lebih banyak dari pada manusia.
Meskipun jumlah populasi manusia lebih banyak dibandingkan populasi beberapa ras di wilayah iblis.
__ADS_1
Di dunia ini, jika melibatkan pertarungan, kualitas lebih baik dibandingkan dengan kuantitas. Karena di wilayah Iblis. Semakin lebih kuat dirimu, semakin di hormati pula dirimu.
August yang mendengar perkataan Anastasius mengangguk dengan setuju.
"Perkataan Yang Mulia memang benar. Akan tetapi ... ada masalah dengan kejadian kali ini .... " ucap August dengan ragu.
"Maksudmu? " tanya Anastasius dengan menatap August dengan tajam.
August sedikit ragu untuk beberapa saat, sebelum memberitahukan nya kepada Anastasius, "Sebenarnya ... beberapa Pahlawan akan berpartisipasi dalam perang ini .... "
August melihat alis Anastasius sedikit berkedut untuk sesaat. Dan dia dapat menebak bahwa Anastasius masih belum mengetahui informasi tentang ini.
"Hou~ Pahlawan, kah ... apakah maksudmu pahlawan seperti gadis ini? " tanya Anastasius sambil menatap ke arah Chizuru.
"Benar sekali, Yang Mulai. Para pahlawan adalah keberadaan yang sangat di hormati di wilayah manusia. Karena mereka adalah utusan dari Dewi Victoria yang menjadi objek penyembahan di wilayah manusia," ucap August
"Oleh karena itu, tidak ada yang berani menentang keputusan sang Pahlawan sedikitpun. Karena itu sama saja dengan mereka menentang keputusan dari Tuhan mereka sendiri. " ujar August. Hanya mendapat balasan Anastasius yang mendengus.
Sebagai balasan, August pun mengangguk, "Benar sekali, Yang Mulia. Itulah alasan mengapa kami datang ke tempat ini. Kami sudah berusaha untuk membujuk sang Pahlawan. Akan tetapi, kami sudah tahu bahwa semuanya sudah terlambat untuk bisa kembali .... " ujar August dengan berekspresi sedih.
"Heee~ Jadi apa yang kau minta dariku? " ujar Anastasius dengan tersenyum sinis.
"Kami sudah tahu bahwa ... jika sekali manusia menyerang menuju wilayah iblis. Maka sudah tidak ada harapan untuk bisa selamat. " August berkata dengan tersenyum pahit
"Akan tetapi, setidaknya mohon Yang Mulia untuk tidak menyentuh para pahlawan. " Setelah berkata seperti itu, August menunduk dengan hormat.
Anastasius yang melihat akan hal itu, mengerutkan alis tidak senang. " Apa yang kau lakukan? Aku sama sekali belum menyebutkan bahwa aku akan bertindak. "
"Tolong! Yang Mulia. Wilayah manusia bisa bertahan sampai saat ini adalah berkat Yang Mulia karena telah menahan negara lain yang berada di wilayah iblis untuk tidak menyerang wilayah manusia. Akan tetapi, kedamaian itu telah menimbulkan orang-orang bodoh dan menimbulkan keadaan yang seperti ini. Kami mohon untuk belas kasihannya Yang Mulia. "
Kali ini Bahkan August meninggalkan kursinya dan berniat bakan bersujud. Akan tetapi segera dihentikan oleh Anastasius.
Sampai segitunya August untuk mempertahankan wilayah manusia. Itu membuat Anastasius sedikit jengkel dengan meringis.
__ADS_1
"Kau tahu? Kau adalah seorang kaisar. Apakah kau tidak punya harga diri? " tanya Anastasius.
"Apa gunanya harga diri jika apa yang harus saya lindungi itu hancur di depan mata kepala saya sendiri. " jawab August. Mengutarakan pendapatnya.
Entah mengapa, setelah Anastasius mendengar akan hal seperti itu, dia sama sekali tidak membenci nya. Justru karena Anastasius menyukai sikap yang seperti itu darinya membuat dirinya membantunya sejak awal.
"Baiklah ... " Anastasius menghela napas. " Aku akan membantumu. Akan tetapi, Biaya perang sangat tidak murah, Kau tahu? "
Setelah mendengar akan hal itu, August terlihat merasa lega. Dan memulai berbicara kembali. "Jika hal itu, Yang Mulia tidak perlu khawatir. Meskipun cukup sulit untuk kami mengumpulkan nya, akan tetapi harta yang kam-"
Sebelum August menyelesaikan ucapannya, Anastasius memotongnya dengan segera, "Aku tidak butuh harta kalian. "
Meskipun Anastasius terlihat seperti berhati dingin dan mempunyai aura yang menakuti orang lain, akan tetapi August tahu tentang kebaikan hati Anastasius.
Meskipun entah Anastasius mengetahuinya atau tidak. Walaupun perang ini dapat terselesaikan dengan aman. Wilayah Manusia akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Dan mungkin akan menimbulkan pemberontakan jika sampai harta itu diberikan sebagai imbalan kepada Anastasius.
Dan Anastasius menolak hal itu dengan cepat. Seolah dia tidak tertarik sama sekali dengan hal itu.
"Kami bersyukur dengan kebaikan hati Yang Mulia. Akan tetapi ... apakah ada sesuatu yang di inginkan sebagai gantinya? " August juga tidak bodoh. Pasti ada hal lain yang membuat Anastasius untuk menolah pemberian harta mereka.
"Hou~ Kau cukup tajam juga rupanya. " ujar Anastasius sedikit terkesan. "Baiklah kalau begitu, aku menginginkan salah satu Pahlawan untuk menjadi bawahan ku mulai saat ini. " ujar Anastasius.
"Hah? "Setelah August mendengar akan hal itu, dia segera bertanya-tanya dengan kaget.
Akan tetapi Anastasius menghiraukannya dan terus berbicara , " Hm ... kau boleh menyerahkan Wanita itu untuk bekerja melayani Albion. Sepertinya teleportasi nya cukup berguna. "
"Hah .... ! "Chizuru pun sama kagetnya.Yang selama ini dia hanya terdiam dan mendengarkan dengan tenang.
Tidak menyangka bahwa dia akan di panggil dengan cara yang seperti itu.
Bersambung ....
__ADS_1