
Di tempat pertarungan Ariel dan yang lainnya berada.
Setelah beberapa saat, ketika Ariel menembak Akihiro menggunakan senjata apinya, tempat itu kini menjadi hening seketika.
Dan orang pertama yang memecah keheningan itu adalah Ariel. Meniup ujung senjatanya dengan ekspresi puas terlihat di wajahnya.
Fuuuhh... !
“Satu tumbang ... ” ungkap Ariel, “Baiklah! Mari kita mulai pertarungan sesungguhnya!”
Ariel berkata seperti itu sambil menatap Leon. Dia mulai menyiapkan senjatanya dengan waspada.
Karena dia tahu. Kekuatan Leon adalah sesuatu yang harus di waspadai. Jika dia lengah sedikit saja, mungkin dia akan mati di tangannya dalam sekejap.
Akan tetapi, ketika Ariel kini sedang berkonsentrasi untuk menghadapi Leon, suara seseorang terdengar dari suatu tempat dengan lemas.
“Ma-masih Belum .... ” Akihiro berkata, sambil berusaha untuk bangkit dan memegangi satu tangannya yang terkulai.
“Hm... aku sarankan kau untuk pura-pura tidak sadarkan diri atau apapun itu. Jika terus melanjutkan, kau hanya akan terluka, Loh~”
Dari awal, Ariel sengaja untuk menargetkan bahunya.
Berkat kesepakatan beberapa waktu sebelum perang ini dimulai, Chizuru sudah menebak hal ini akan terjadi dan terlebih dahulu membuat kesepakatan bersama Ariel.
Jika kejadian hal ini terjadi, dirinya tak akan memihak siapapun. Dengan catatan, Ariel tak boleh membiarkan pasukan Alboin atau dirinya membiarkan para Pahlawan mati di dalam medan perang ini.
Sebagai gantinya, Chizuru akan membantu Ariel atas perintah dari Kaisar untuk membereskan para pemberontak yang melawan perintah Kekaisaran.
Dan oleh karena itu. Ariel hanya menargetkan bahu bagian kanan milik Akihiro Yuu. Dan membuat dirinya tidak bisa melawan.
Akan tetapi, bahunya yang terluka tak membuat Akihiro patah semangat sedikitpun. Dia justru bangkit kembali dengan susah payah.
Hmm ... haruskah aku tadi menembak kakinya saja?
Ariel kembali mengangkat senjata apinya dan mengarahkannya kepada Akihiro untuk menembak untuk yang kedua kalinya.
Akan tetapi , sebelum Ariel menarik pelatuknya, Leon berdiri di antara mereka berdua. Sudah jelas, dari niatnya bahwa dirinya kini sedang melindungi Akihiro.
“... , Aku selama ini penasaran. Kau yang seharusnya lebih kuat darinya, menagapa kau sampai segitunya untuk melindungi dia?” tanya Ariel, “Dan sepertinya kau bukan seseorang tipe penolong ....”
“Tentu saja untuk melindungi sang pahlawan!” ungkap Leon dengan sedikit keras agar Akihiro Yuu mendengarnya.
Sementara Leon yang setelah mengatakan hal itu, dia segera membuka mulutnya dan berbicara kepada Ariel tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Dia memberikan sinyal menggunakan gerak bibirnya sambil menyeringai jahat.
__ADS_1
SE-BA-GA-I ... PI-ON!
“....”
Setelah membaca sinyal gerak bibir Leon itu, Ariel tak tahu harus berkata apa. Dan dia tak peduli akan hal itu.
Dia segera menyiapkan pedangnya dan segera menyayat udara kosong di hadapannya. Dan pada detik itu juga, Ariel menembakkan peluru ke dalam portal yang terbentuk oleh pedang itu.
“Hm! Itu!” Leon panik, dan hingga beberapa saat kemudian, suara dentingan logam terdengar dengan keras.
“Ck!” Ariel mendecakkan lidahnya dengan kesal.
Mendengar dari suaranya saja, Ariel tahu. Bahwa tembakan yang sebelumnya Ariel lakukan telah gagal.
Mereka berdua kini melihat ke arah tempat Akihiro Yuu berada.
Sebuah pedang melayang dengan sendiri nya dan melindungi Akihiro dari tembakan yang sebelumnya Ariel lakukan.
Pedang itu terus melayang dan melindungi bagian tubuh belakang akihiro seperti dia mempunyai pikirannya sendiri.
Pedang macam apa itu ....
Ariel menatap nya dengan waspada.
“Sungguh cara yang licik.” ujar Leon, “Kau menyayat udara menggunakan pedang itu untuk membuat portal tepat di belakang Tuan pahlawan. Jadi itu cara yang sama ketika dirimu menyerangku untuk yang pertama kalinya .... ”
“T-tak ku sangka. Ternyata kamu menggunakan cara licik seperti ini ...” ucap Akihiro dengan lemah, “Tetapi sudah cukup sampai di sini saja!”
Hingga setelah mengatakan hal itu, Akihiro menghirup napas dalam-dalam dan segera mengeluarkan nya secara perlahan.
“Boost!” Akihiro berteriak dengan keras.
Dan hingga setelah itu, cahaya keemasan terlihat dan membungkus sekujur tubuhnya. Dan dirinya yang sebelumnya terlihat lemas, kini dia berdiri tegak dengan ber energi.
Hingga setelah itu, dia juga segera mengambil peluru yang tertanam di bahu bagian kanan tubuhnya dengan paksa.
“Kuh!” Akihiro mengerutkan keningnya dengan kesakitan.
Dia segera melemparkan peluru yang sudah di ambil dan segera menutupi lukanya itu dengan menggunakan lengan kirinya.
“Divide!” Akihiro kembali berteriak kembali sambil memegangi lukanya itu.
Hingga beberapa saat kemudian, Akihiro akhirnya melepaskan tangan yang sebelumnya menutupi lukanya itu dan segera mengambil pedang yang melayang sebelumnya menggunakan tangan kanannya yang sebelumnya terkulai.
“Meskipun masih terasa sakit, tetapi ini jauh lebih baik daripada sebelumnya,” ucap akihiro sambil tersenyum, “Baiklah! Mari kita teruskan pertarungan kita!”
__ADS_1
Melihat akihiro yang kini menantangnya kembali seolah tak terjadi apa-apa. Ariel mengerutkan alisnya dengan suasana hati yang buruk.
Sepertinya itu adalah skill para pahlawan ....
Ariel merenung sambil mengamati Akihiro dengan teliti.
Sama seperti Skill Diligence milik Ariel, Akihiro juga mempunyai skill dari seri tujuh kebajikan, yang dimiliki oleh setiap pahlawan.
Akihiro Yuu mempunyai skill Charity (Murah Hati). Skill ini mampu menambah dan membagi apapun yang diinginkan oleh si pengguna.
Sama ketika dirinya menambahkan kekuatannya, dia juga melakukan sesuatu pada lukanya untuk mengurangi rasa sakit yang dia rasakan dari lukanya itu.
Hal itu tidak menyembuhkan luka, itu hanya sekedar mengurangi rasa sakit yang di derita oleh Akihiro Yuu.
Oleh karena itu, dia segera mengambil pedangnya dan bersiap untuk menyerang Ariel dan menangkapnya sesegera mungkin.
“Tuan Leon, mohon dukungannya!”
“Baiklah!” Leon menyeringai dengan puas.
Mereka berdua pun kini terpencar menjadi dua dan segera mengepung Ariel dari kedua sisi.
Akan tetapi, Ariel tak merasa panik sama sekali. Dia segera menggumamkan sesuatu.
“[ Gravity Area ]”
Hingga setelah itu, tekanan gravitasi di sekeliling Ariel bertambah menjadi lebih berat.
Akihiro dan Leon yang merasakan hal itu, mereka langsung berlutut dan mengerutkan kening mereka sambil berusaha berdiri.
“Kuh! apa-apaan ini .... ”
“... ,! Kemampuan ini .... ”
Leon merasa terkejut dengan Ariel yang menggunakan kekuatan gravitasi untuk melawan dirinya.
Leon tak mengira hal itu bisa terjadi, karena dia sangat mengenal orang yang bisa menggunakan kemampuan ini. Dan seharusnya tidak bisa digunakan oleh siapapun selain orang itu.
Akan tetapi, kini Ariel menggunakan kemampuan ini di hadapan mata kepalanya sendiri dengan bebasnya ....
Hingga pada tahap ini Leon menyadari sesuatu. Bukan hanya menjadi sekedar murid kesayangannya saja, dia juga mewariskan kekuatan itu kepada nya.
Salah satu dari skill tujuh dosa besar yang sama dengan miliknya. Leon dengan yakin, Ronand telah mewariskan kekuatan itu padanya.
Dan setelah mengkonfirmasi hal itu, secara tidak sadar Leon menyeringai dalam suasana hati yang baik.
__ADS_1
Bersambung ....