Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 109 _ Kembali Ke Istana


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu semenjak aku terbangun dari tidur panjang ku.


Aku saat ini baru saja sampai di istana tempatku biasa tinggal. Aku segera memasuki kamar dan memberitahu semuanya bahwa aku akan istirahat untuk beberapa waktu kedepan.


Saat di perjalanan pulang ke tempat ini. Aku diantar oleh Pak tua- ... maksudku Kakek Ronand yang telah berubah menjadi naga dan kembali bersama ibu yang memaksa untuk ikut bersamanya untuk datang ke tempatku berada saat itu.


Entah bagaimana cara dia untuk mengetahui bahwa aku telah sadarkan diri. Tapi ada untungnya juga dia datang. Karena aku begitu lemas untuk bisa pulang sendiri dengan kekuatanku yang sekarang.


Saat di perjalanan. Meskipun aku terus dalam pelukannya Ibuku yang tak mau lepas, aku tak bisa menjauhkan diri darinya.


Saat ku memohon untuk melepaskanku sebentar, dian hanya berkata 'Tidak bisa! Aku harus mengisi energi keimutan anakku selama tiga tahun ini.'


Karena tak bisa lagi terus di bujuk, akhirnya aku menyerah dan kita sepakat untuk tetap dalam kondisi itu selama pelukannya itu sedikit dilonggarkan untuk membuatku bisa bernapas. Karena jika terus dibiarkan seperti itu, lama-lama aku bisa mati kehabisan napas oleh keluargaku sendiri.


Dan seperti itulah. Saat dalam perjalanan, aku bertanya apa saja yang terjadi setelah aku tak sadarkan diri.


Dan rupanya. Perang itu dimenangkan oleh pihak Albion dan telah menjadi perbincangan hangat di wilayah iblis ini.


Terutama tentang kisahku. Aku dijuluki sebegai Putri pembawa keberuntungan dan tanpa disadari namaku telah tersebar luas ke segala penjuru wilayah iblis.


Hal itu bisa terjadi karena sebelum perang dimulai, Oscar yang telah menentangku dan membuat pasukan menjadi terpecah menjadi dua.


Dan tentu saja. Berkat terjatuh nya meteor itu. Para pasukan yang telah memilihku kebanyakan telah pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing.


Dan berkat hal itu pula. Infomasi menjadi lebih cepat tersebar dan membuat orang-orang di wilayah iblis terkejut dengan terjatuh nya bencana alam pada saat perang tengah berlangsung.


Terjatuh nya meteor itu dianggap sebagai bencana alam yang tak terduga di kedua belah pihak.


Dan dengan informasi ini saja akau dapat menebak. Sepertinya informasi yang sebenarnya telah ditutupi oleh orang itu (Anastasius).


Yah, aku dapat memaklumi apa yang dipikirkannya. Lagipula, siapa juga yang bisa percaya bahwa bencana sebesar itu hanya dilakukan oleh seorang anak kecil? Aku yakin kebanyakan dari mereka pasti merasa aneh dengan informasi seperti itu. Tetapi, untuk memastikan keselamatanku, aku cukup setuju dengan keputusan Anastasius ... maksudku Ayah.


Tetapi ada satu hal yang membuatku merasa tidak nyaman. Yaitu adalah julukan Putri pembawa keberuntungan. Apa-apaan itu? Itu sungguh berlebihan hanya karena orang-orang yang mengikutiku dapat selamat.


Entah apa reaksi mereka jika mengetahui bahwa semua itu adalah perbuatanku. Heh! Membayangkannya saja itu sudah lucu.

__ADS_1


Dan setelah itu, aku terus menanyakan kelanjutannya.


Rupanya luka yang kualami begitu parah sehingga aku bahkan hampir mati dalam keadaan seperti itu.


Dan akhirnya mereka memutuskan untuk membawaku ke tempatnya Talitha untuk menjalani perawatan.


Menurut Ronand. Talitha adalah salah satu orang yang bisa menyembuhkan seseorang yang bahkan hampir mati sepertiku.


Saat itu ibuku sangat marah setelah mendengarnya. 'Mengapa tidak menyerahkannya kepada Lydia? Dia juga bisa melakukannya!'


Dia terus mengoceh seperti itu dan membuat Ronand hanya terdiam dan mendengarkan. Dilihat dari reaksinya, sepertinya dia sudah terbiasa.


Yah ... tidak heran jika ibu marah. Selama tiga tahun aku menjalani perawatan, Tidak ada orang yang diperbolehkan menemuiku sama sekali.


Entah apa alasannya. Talitha terus menolak kedatangan tamu untuk melihatku yang sedang kritis. Memang Talitha tidak suka ada orang yang datang ke tempatnya tanpa keperluan yang jelas. Tetapi, aku yakin sifatnya bukan tipe seperti itu.


Agak sedikit aneh dan entah mengapa aku terbayang dengan wajah Dewa Jahat 'V'. Yah, meskipun agak sedikit janggal, aku memutuskan untuk menghiraukannya dan tak memperpanjang masalah itu.


Orang bijak selalu mengindari masalah sebelum terjadi hal-hal yang merepotkan mendatanginya.


Saat pertama kali bertemu. Dia terlihat kelelahan dan terdapat kantung mata berwarna hitam seperti Panda di sekitar matanya. Dan juga, dia terlihat jauh lebih kurus dibandingkan terakhir kali kita bertemu.


Dan saat aku menanyakan hal itu, dia mengalihkan pandangannya dan tersenyum kering sambil membuang napas lelah. Dari sorot matanya, entah mengapa terlihat seperti mata ikan yang sudah mati.


Sepertinya dia tak mau menceritakannya dan akupun menyerah untuk mencari tahu. Karena aku sedikit menebak apa yang terjadi di antara mereka.


Sementara itu, ketika aku memikirkan hal-hal seperti itu, aku melihat Daisy menggeliat di sampingku berada.


Dia terus menggenggam tanganku dengan erat sambil tertidur pulas. Matanya ada sedikit merah dan bengkak karena menangis setelah mengatahui bahwa aku telah kembali dengan selamat.


“Ermm~ ... Nona ....”


Heh! Saat mengigau pun dia terlihat lucu dan manis.


Saat ku kembali ke istana ini, dia begitu lengket kepadaku dan tak mau lepas seperti prangko.

__ADS_1


Melihat dia begitu imut, akhirnya aku membiarkannya dan hal itu membuat ibuku cemburu.


Tetapi dia telah melakukan hal itu selama perjalanan. Saatku membujuknya agar melepaskanku untuk bergi beristirahat. Dia dengn sedikit enggan mengalah dan membiarkanku untuk pergi beristirahat.


Saat Daisy membawaku ke kamar. Ibu mengusulkan untuk tidur bersama. Akan tetapi, dengan cepat aku menolak usulan itu. Aku tak mau badanku jadi remuk. Mengetahui ketika Ibuku tertidur dapat membuat seseorang mati terlempar, tertindih, dan sebagainya.


Aku tak mau melakukan hal itu ketika tubuhku saat ini sedang lemah. Aku masih ingin berumur panjang.


Dan aku merasa, selain penjaga yang menjaga pintu kamar. Aku merasakan ada seseorang yang bolak-balik di luar kamar.


Dari esensi sihirnya, itu Ibu. Emmm ... mari pura-pura tak tahu dan membiarkannya.


Terkadang pintu kamar sedikit terbuka dan seseorang mengintip ke dalam.


Aku segera memejamkan mataku dan pura-pura tak mengetahui hal itu.


Itu Ibuku lagi. Dia begitu iri saat melihat Daisy tertidur di sampingku.


Akan tetapi, dia menahan diri untuk masuk dan segera menutup kembali pintu itu.


Walaupun kejadian itu terus terulang kembali sepanjang malam dan membuatku kesulitan untuk beristirahat.


Serius! Daripada melakukan hal itu, lebih baik dia pergi tidur atau semacamnya.


Itu sedikit menggangguku untuk bermain-main dengan tubuh Daisy yang sedang tertidur.


Dan pada keesokan harinya.


Seorang pelayanan mengetuk pintu dan memberitahuku bahwa Anastasius memanggilku untuk segera datang ke ruang kerjanya.


Akhirnya dia memanggilku. Aku sedikit menebak bahwa hal ini cepat atau lambat akan terjadi.


Dan aku sedikit bersantai sebelum bersiap-siap untuk menemuinya. Pelayanan itu mengatakan segera. Jadi aku sedikit berlama-lama untuk datang ke tempatnya.


Mungkin membuat dia sedikit kesal bukan sesuatu hal yang buruk.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2