
......................
......................
......................
Beberapa saat waktu telah berlalu.
Ariel terus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Lin Xue dengan wajah serius.
Dia berkeringat dingin saat mendengarkannya. Meskipun tak ada bukti nyata, Tetapi entah mengapa Ariel tahu bahwa tidak ada kebohongan di dalam perkataannya.
Ada tiga hal penting yang di khawatirkan setelah mendengar cerita dari Lin Xue.
Yang pertama adalah, dia tak akan pernah dipertemukan selama hidupnya dengan Shilvie.
Dan pada kesempatan ini juga, dia mengetahui namanya dan sebagai siapa Shilvie hidup di dunia ini.
'Lydia Scarlet'
Setelah mendengar nama itu, Ariel tidak terlalu terkejut dan hanya raut wajahnya sedikit berubah untuk sesaat dan langsung tenang kembali. karena dia sudah menduga-duga bahwa Shilvie adalah dirinya.
“Jadi begitu ... Lydia, Lydia, kah ...” Ariel menggunakan namanya, “Lalu, mengapa aku tak pernah bisa bertemu dengannya?”
“Dari yang Lin Xue dengar dari Kakak( Ariel masa depan) sebutkan sebelumnya, sebelum kakak memasuki Akademi, Kakak seharusnya mempunyai dua kali kesempatan bertemu dengan nona Lydia, tetapi dihalangi oleh Dewa Jahat 'V' itu.”
Saat ketika mengucapkan nama Dewa Jahat 'V', raut wajahnya menjadi gelap dan terlihat frustasi. Dia tak menyembunyikan rasa kebenciannya itu kepada Dewa Jahat 'V' sedikitpun.
Apakah sebegitu bencinya dia padanya ...? Pikir Ariel.
“Eh! Tunggu, aku di masa depan? Lalu bagaimana dan kapan aku mempunyai kesempatan bertemu dengannya?”
“Saat ketika Kakak berumur 5 tahun dan saya tak tahu itu persisnya kapan. Oh! ada juga ketika Kakak tidak sadarkan diri di medan perang.” ucap Lin Xue.
Ketika perang ... hmmm ... mungkin saat aku pingsan. Sementara Lima tahu lalu? Kap- ah ...
Ariel baru teringat ketika dia mengunjungi Dewa Jahat 'V' untuk yang pertama kalinya, dan ada satu kejadian bahwa Dewa Jahat 'V' telah mempercepat waktu di dalam domainnya beberapa kali lipat dengan dunia ini.
Jadi ini alasan dia melakukannya? Pantas saja ada sesuatu yang janggal .... Pikir Ariel dengan kesal.
“Mengapa dia melakukan hal itu ...?” Ariel bertanya-tanya sambil berpikir.
__ADS_1
Dia tak menemukan alasan untuk Dewa Jahat 'V'mencegah dirinya dengan Lydia. Tetapi hal itu dijawab oleh Lin Xue dengan kesal, “Tentu saja untuk kesenangan dirinya. Jika bukan hal itu, lalu apa lagi?”
“... Mungkin benar.” Ariel juga tak menemukan alasan lain selain itu. Meskipun ada beberapa kali dia berbicara atau bertemu dengannya, Ariel sedikit mengetahui apa yang Dewa Jahat 'V' inginkan. Yaitu 'Hiburan'.
Ariel sedikit mengernyit setelah memikirkan hal itu. Dia tak keberatan jika jalan hidupnya dijadikan sebagai hiburan oleh Dewa Jahat 'V', tetapi tidak lucu jika alasan dia tak bertemu dengan kekasihnya hanya untuk dijadikan sebagai hiburan semata.
Bahkan Lin Xue menyebutkan. Di masa depan ada begitu banyak kesempatan Ariel bertemu dengan Lydia, tetapi hal itu selalu digagalkan seperti mengalihkan perhatian atau jika tidak ada, Dewa Jahat 'V 'akan men teleportasi Ariel secara paksa dan menjauhkannya dari Lydia.
Ariel ingin segera berkomentar, tetapi dia memutuskan untuk mendengarkan Lin Xue terlebih dahulu.
Lagipula, dari yang Ariel lihat, sepertinya Lin Xue sedikit terburu-buru.
Tetapi cerita selanjutnya mengejutkan Ariel.
Yang ke dua adalah berita Kematian Sharon di masa depan.
Dia akan mati jika Ariel tak melakukan apapun mulai dari sekarang.
Meskipun Ariel adalah orang yang berasal dari dunia lain, tetapi Sharon sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri.
Dan berkat kematian itu pula, dikatakan Ariel di masa depan akan menjadi lebih sensitif dengan sekitar dan mulai mencari pelaku pembunuhnya dengan cara apapun meskipun itu menambah permusuhan lain.
Jika memang hal itu akan terjadi, Ariel memutuskan untuk menghentikannya dan mencegah hal itu sebelum terjadi di masa depan.
Untuk saat ini, yang harus dia lakukan adalah menjadi lebih kuat.
Ketika Ariel memikirkan hal itu, dia baru tersadar, “Eh! Lalu bagaimana denganmu? Itu sama saja menyuruhku untuk mengubah masa depan. Lalu apa yang akan terjadi?”
“Kakak tak perlu terlalu khawatir, anggap saja waktu berjalan seperti cabang pohon. Hanya kedatangan saya saja ke tempat ini, itu saja mungkin sudah mengubah sejarah.”
“... Maksudmu?”
“Anggap saja waktu yang saya jalani seperti batang pohon. Kedatangan saya ke tempat ini dari masa depan seperti membuat cabang pohon baru. Jadi itu tak akan ada pengaruhnya terhadap hidup saya di masa lalu maupun masa depan. Saya hanya ingin membuat kehidupan semua orang yang saya cintai di waktu ini akan menjadi lebih bahagia dibandingkan 'waktu' yang saya jalani .... ”
Ada sedikit rasa pahit dari suara yang Ariel rasakan darinya. Entah apa yang Lin Xue Alami, tetapi sepertinya itu bukanlah sesuatu yang baik.
Akhirnya Ariel berhenti untuk berkomentar. Dia hanya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju Lin Xue tanpa mengatakan sepatah katapun dan langsung mengelus ujung kepalanya dengan lembut seperti halnya dia lakukan pada adiknya.
Meskipun dengan tubuh kecil Lin Xue, tetapi sikap dewasa yang Ariel rasakan darinya, itu membuat Ariel mempertanyakan bahwa apakah boleh dia memperlakukannya seperti anak kecil seperti itu?
Tetapi pemikiran itu segera hilang ketika Lin Xue memeluk dirinya dan menangis terisak-isak.
__ADS_1
Dan pada saat yang sama, mereka mendengar suara dentringan suara dari suatu tempat.
Tring!!!
“... !”
“... !”
Mereka melihat asal suara seketika. Dan itu hanyalah sebuah sendok yang terjatuh.
Ariel ingat bahwa sendok itu melayang di udara sebelumnya.
“Maaf ... sepertinya konsentrasi saya memudar untuk sesaat. Waktu yang telah saya hentikan sebelumnya jadi sedikit terganggu ....” Lin Xue melepas dirinya dari pelukan Ariel dan mengelap air matanya dengan sedikit malu.
“Aku sedikit bertanya-yanya, mengapa harus menghentikan waktu?”
“Itu hanya untuk berjaga-jaga. Saya hanya membuat waktu di ruangan ini saja berhenti dan terisolasi dari luar. Kakak lihat? Orang-orang masih lalu-lalang di jalanan.” Lin Xue menunjuk ke luar jendela dan Ariel mengikutinya.
Ariel melihat, ternyata hanya ruangan tempat mereka berada yang waktunya berhenti.
“Ku pikir di seluruh dunia ....” Ariel tanpa sengaja bergumam dan membuat Lin Xue tersenyum kering.
“... Meskipun mungkin saya bisa untuk beberapa saat, tetapi itu memerlukan begitu banyak energi. Sama halnya dengan saya kembali ke masa lalu saat ini.”
Lin Xue tak bisa memberi tahu bahwa dirinya kembali ke masa lalu saja sudah hampir membuat dirinya terbunuh meskipun sudah menggunakan hampir seluruh energi sihirnya dan beberapa batu sihir untuk menyimpan energi. Itu semua hampir tidak cukup.
Mungkin itu saja sudah bernasib baik bahwa dia berhasil ke tempat Ariel dengan selamat. Lin Xue tak tahu jika itu gagal. Mungkin dia akan ke masa lalu dengan tubuh yang ditemukan entah dimana dan ditemukan hanya sebuah gumpalan cairan hijau yang mengerikan.
“Dan juga, alasan saya menghentikan waktu ditempat ini tujuannya untuk menghindar dari pengamatan Dewa Jahat 'V' dan orang-orang.”
“Oh! memangnya V tak bisa melihat kita saat ini?” Yang Ariel tahu Dewa Jahat 'V' dapat melihat segalanya, Ariel dari awal sedikit cemas karena pembicaraan mereka bisa terdengar olehnya.
“Ya. Karena ruang yang saya buat sangat spesial. Dan juga, meskipun Dewa Jahat 'V' tak mendengarnya, bisa saja orang lain dapat mendengarnya. Misalnya dia!” Lin Xue menunjuk ke arah samping dan berhenti di suatu tempat.
“Hm?!”
Yang tak di duga Ariel, itu berhenti mengarah menuju Roh Kontrak Ariel, yaitu Neva.
“Mungkin yang kita bicarakan selama ini sampai kepada Dewa Jahat 'V' melalui dirinya jika saya tak menghentikan waktu.”
Bersambung ....
__ADS_1