Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 50 _ Memulai Latihan


__ADS_3

Ariel yang menatap ke arah langit-langit sambil merenung ,memikirkan tentang keadaan adik satu-satunya yang dia miliki saat Ariel masih menjalani hidup di kehidupan sebelumnya.


Hmmm ... mungkin hanya sebuah kebetulan ... seseorang yang bernama Aria bukan hanya satu orang.


Pikir Ariel. Lalu kemudian menoleh kepada Chizuru untuk berbicara.


"Jika mereka memang dapat dipercaya ... itu akan melegakan. Mungkin di suatu hari nanti aku akan berkunjung. Tetapi tidak untuk saat ini. " ucap Ariel dengan tersenyum ramah terhadap Chizuru.


"Begitukah ... " jawab Chizuru agak sedikit kecewa, "Aku menantikan nya! Aku juga mungkin sesekali akan berkunjung menemuimu. "


"Yah! Kamu dapat ber teleportasi, jadi datanglah kapanpun kau mau!" Ariel berkata dengan tersenyum ramah.


"Baik! Akan ku lakukan. Kalau begitu aku pergi sekarang. "


"Ba-" Ariel akan mengatakan sesuatu. Akan tetapi, Chizuru dengan cepat ,segera menghilang dari pandangannya, "..., Aish. Untuk apa dia terburu-buru sekali .... " gumam Ariel sambil menghela nafas.


Hingga beberapa saat kemudian, Ariel segera memanggil Daisy kembali. Dan mereka pun saling mengobrol untuk satu sama lain sambil menghabiskan waktu dengan santai.


***


Waktu telah berlalu selama beberapa jam.


Ariel yang saat ini berjalan di halaman istana bersama Daisy yang mengikuti nya dari belakang dengan santai mereka berjalan menuju tempat yang telah di janjikan bersama Ronand .


Hingga beberapa saat mereka berjalan, mereka melihat Ronand dan seorang anak perempuan yang seumuran dengan Ariel yang berada di lapangan sembari memakai pakaian yang mudah digunakan untuk bergerak dengan leluasa.


Anak perempuan itu yang melihat kedatangan Ariel ,segera melambai-lambai kan tangannya dengan senang.


"Kak Louise!!! Kami disini!!! " panggil anak itu dengan ceria.


Ariel yang berjalan mendekati nya , hanya bisa memandang dengan heran.


Hingga segera setelah mereka sampai. Yukina dengan cepat memeluk tangan kiri Ariel dengan senyum malu.


"Yukina .... !? " Untuk apa kamu disini? "Ariel bertanya dengan heran. Akan tetapi, yang menjawab pertanyaan Ariel adalah Ronand yang saat ini berada di samping Yukina dengan ekspresi kesal.


" Akhirnya kau datang juga ... mau berapa lama kau akan membuat kami menunggu? "ujar Ronand dengan kesal.


" Maaf, maaf ... hehehe .... "


Ariel hanya bisa tersenyum polos sambil meminta maaf. Tidak bisa memberitahu kan kepada Ronand bahwa Alasan dia terlambat karena dia ke enakan bersantai hingga melupakan waktu.

__ADS_1


"Daripada itu ... mengapa Yukina juga berada di sini? " tanya Ariel, berusaha mengubah topik pembicaraan.


"Intinya dia juga akan ikut berlatih bersamamu. Jadi, berusahalah untuk tidak kalah dengannya. " jawab Roanad. Meskipun masih berwajah cemberut, Ronand berusaha melupakan keterlambatan Ariel dengan sabar.


"Heee ... Yukina juga mau dilatih oleh dia juga? " tanya Ariel sambil menunjuk Ronand.


"Iya.Saya memohon agar ... Kakek juga bisa melatih saya .... " jawab Yukina dengan sedikit ragu untuk memanggil Ronand dengan sebutan kakek.


Saat kejadian saat Yukina di sandera oleh beberapa penculik di acara pesta malam kedua beberapa hari yang lalu. Yukina begitu ketakutan hingga dia seperti tidak akan pernah bisa melupakan kenangan buruk itu.


Akan tetapi. Setelah melihat Ariel menyelamatkannya dan tanpa ragu melawan penyerang itu dengan luar biasa, membuat Yukina terkagum dengan kehebatan kakaknya.


Meskipun kakaknya Yukina ,yaitu Louise Albion telah membunuh beberapa dari penyerang itu, tidak ada yang mempermasalahkan nya.Seolah itu menjadi hal biasa yang sering terjadi di dunia ini.


Yukina yang hanya melihat cipratan darah yang ada di lantai saja membuat dirinya gemetar ketakutan tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.


Akan tetapi. Melihat kakaknya yang berjuang melawan para penyerang itu dengan berani, membuat pandangan Yukina hanya terfokus kepada Ariel dengan takjub.


Dan seketika rasa takutnya tergantikan dengan kekaguman terhadap kakaknya yang melawan para penyerang dengan gerakan indah dan efisien. Seolah-olah kakaknya sedang menari di tengah panggung. Yukina pun berharap suatu hari nanti juga dia dapat melakukan hal seperti itu.


Saat itu Yukina yang melihat akan hal itu secara tidak sadar bergumam, "Aku ingin menjadi seperti itu .... "


Yukina yang mendengarakan hal itu segera berekspresi muram.


"Tetapi kudengar tuan Ronand akan melatih Dik Louise kedepannya. Bagaimana jika kita memohon untuk melatih mu juga!" usul Yukio, "Lagipula di adalah kakekmu,siapa tahu bisa berhasil."


segera ketika mendengar akan hal itu ,ekspresi Yukina segera menjadi cerah kembali.


Dan pada saat pesta selesai, mereka pun memohon Ronand untuk melatihnya bersama Ariel. Dan dengan cepat disetujui oleh Ronand dengan sambutan hangat.


Memikirkannya kembali tentang kejadian beberapa hari yang lalu, Yukina menjadi lebih menyayangi kakak perempuannya yang satu ini. Berbeda dengan kasih sayang yang dia rasakan sebelumnya.


Bahkan kini dia lebih ingin selalu berada di samping Ariel kemanapun dia pergi.


Ariel yang saat ini tangannya dipeluk boleh Yukina. Mulai merasa tidak nyaman dan berbicara dengan ragu, "Emmm ... sudah saatnya kamu melepaskan tanganmu dariku. Mau sampai kapan kamu akan memelukku seperti ini? "


"Nona Yukina. Nona Louise merasa tidak nyaman. Bisakan Nona untuk melepaskan tangannya? "ujar Daisy sambil menarik tangan yang satunya lagi dan menjauhkan Ariel dari Yukina.


" Nona Louise adalah milikku .... "bisik Daisy pada diri sendiri dengan pelan.


" Hm?Apa yang barusan kau katakan? "tanya Ariel dengan kebingungan.

__ADS_1


" Ti-tidak ada, Nona! "jawab Daisy dengan gugup.


Ronand yang sedikit kesal karena merasa diacuhkan, segera menghentikan mereka yang sedang memperebutkan Ariel dengan sedikit kesal.


" Hey . Kalian! Hentikanlah! Kita akan segera memulai latihannya! "ujar Ronand dengan agak sedikit keras.


Segera setelah itu, mereka pun terdiam dengan patuh.


Setelah kedaan menjadi tenang, Ronand pun mengangguk dengan puas.


" Bagus! Untuk Dik Yukina. Untuk yang pertama kalinya,kamu bisa mengelilingi lapangan ini dua puluh putaran terlebih dahulu! "Ronand menunjuk pada lapangan yang luasnya sekitar sama dengan lapangan sepak bola di kehidupan Ariel sebelumnya.


" B-baik. Kakek! "ucap Yukina dengan sopan. Meskipun agak sedikit ragu tentang perintah Ronand yang berlebihan.


Meskipun Yukina meminta dilatih, tetapi saat ini dia masih seorang anak kecil. Dia bertanya-tanya, apakah dia mampu untuk menyelesaikannya.


" Wah! ternyata mudah. Aku sering melakukannya hampir setiap hari. Latihan ini lebih mudah yang aku bayangkan. "ungkap Ariel dengan santai.


Yukina yang mendengar akan hal itu hanya terkejut dan menguatkan tekadnya sekali lagi.


"Ini menu latihan untuk Dik Yukina! Menu latihan Kamu beda lagi! " Ronand menjelaskan.


"Eeeeehhh .... ! Diskriminasi macam apa ini? " sahut Ariel dengan malas.


"Mana mungkin aku menyamakan menu latihan mu dengan Dik Yukina.Sudahlah ayo ikuti aku pindah tempat! "ucap Ronand sambil bersiap untuk berjalan.


Akan tetapi berbalik kembali . Seakan teringat sesuatu.


" Untuk Dik Yukina. Kau bisa mulai berlari. "ucap Ronand. Sambil menoleh ke arah Daisy, " Dan Nona yang ada di sana! Bisakah kamu mengawasinya? "


"Tetapi Nona Louise .... " ucap Daisy dengan ragu.


"Kita akan pergi berdua saja! " ungkap Ronand. tak mengharapkan ada penolakan.


"Baik .... " Daisy menunduk dengan sedikit tidak senang karena dipisahkan dengan Ariel.


Ronand dan Ariel pun segera pergi ke suatu tempat.


Dan Ariel belum menyadari bahwa dia akan segera mengalami situasi yang tidak mengenakkan bagi dirinya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2