
"A-apa kau bilang? Anakmu mempunyai tanda pahlawan! "teriak Lydia dengan tercengang setelah mendengar bisikan dari Sharon.
Sharon yang saat ini panik, segera bergegas menutup mulut Lydia dengan telapak tangannya.
" Shiiiii ... "tegur Sharon.Dengan pelan, "Nanti bisa terdengar oleh penjaga yang ada diluar! "
"Bwawiklah! " Lydia mengangguk.Sambil berbicara tidak terlalu jelas karena mulutnya di sumpal oleh Sharon.
Segera setelah itu, Sharon tersadar kembali dan melepaskan tangannya dari mulut Lydia sambil meminta maaf.
"Oh! Maafkan aku untuk itu. "
"Tidak masalah . Akan tetapi ... apakah kamu serius? " tanya Lydia dengan menatap tajam kepada Sharon.
Sharon yang menerima tatapan itu agak sedikit terkejut untuk beberapa saat.
Akan tetapi. Dia tersadar kembali dan menjawab, "Tentu saja! Mana mungkin aku bercanda tentang sesuatu hal yang seperti ini. "
Lydia yang merenung untuk beberapa saat sebelum membuka mulutnya dan berkata, "Hmm ... ini masalah yang serius ... apakah ada sesuatu yang aneh yang telah terjadi terhadap anakmu? " tanya Lydia.
"Hmm ... aku juga tidak tahu. Saat anakku di lahir kan, saat itu juga kami menemukan bahwa tanda pahlawan terdapat pada tubuh anakku. " ungkap Sharon .Menceritakan kisah masa lalunya kepada Lydia.
"Akan tetapi, aku tidak peduli tentang hal itu. Selama anakku dapat tumbuh dengan sehat.Apapun itu, aku tidak masalah dengn hal yang seperti itu."ucap Sharon dengn terus terang.
Lydia yang memperhatikan hal itu, hanya membuang nafas. Tak tahu harus berkata apa lagi terhadap ibu yang penyayang anaknya ini.
" Hah ... Yah, jika keputusanmu memang seperti itu, aku akan mendukungnya. Akan tetapi , aku peringatkan satu hal! "
"Apa itu? " tanya Sharon dengan penasaran.
"Kau harus merahasiakan hal ini dari orang lain! Dan ... peringatkan anakmu juga akan hal itu! "tutur Lydia dengn serius.
Mendengar peringatan dari Lydia, Sharon hanya membusungkan dadanya sambil tersenyum bangga.
" Hehem~.Aku sudah melakukan nya sedari dahulu~ ... pujilah aku! "
Lydia yang melihat kelakuan Sharon yang seperti itu. Hanya melambai-lambaikan tangannya dengan tak perduli.
"Baiklah, baiklah ... jadi.Meskipun aku sangat ingin untuk bertemu dengan anakmu, tetapi aku tidak ingin mengganggu orang lain untuk beristirahat. " ucap Lydia.
"Menurut ku ,Louise ku sayang tidak akan mempersalahkan hal itu. Dia adalah anak yang pintar dan pengertian. "puji Sharon. Sambil membangga-banggakan anaknya.
" Apakah sepintar itu? "tanya Lydia dengan ragu, " Kalo aku tidak salah ingat, anakmu kini baru berusia 5 tahun, Kan? "
__ADS_1
Sharon menjawab sambil mengangguk, "Memang benar,bahwa anakku baru berusia 5 tahun. Akan tetapi, sikap dan kepribadian nya sangat berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Bahkan saat ini, dia lebih kuat daripada kebanyakan para kesatria di Kerajaan ini loh~."
Lydia yang mendengar hal itu, hanya mengedipkan matanya dengan tidak percaya.
"Apakah kau mencoba untuk membodohi ku? " tanya Lydia.
"Tentu saja tidak! " Bantah Sharon, "Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanyakan kepada para pelayan atau penjaga yang bekerja di tempat ini. "
Setelah mengamati wajah Sharon untuk beberapa saat. Lydia bergumam, "Hmm ... sepertinya kamu tidak berbohong .... "
Anak yang pintar dan juga kuat pada usia 5 tahun ... itu agak mencurigakan. Apakah anak itu salah satu dari kami? Jika itu memang benar, maka seharusnya itu Chloe. Tetapi... aku sudah mengetahui keberadaan tentang Chloe dan juga Frank untuk saat ini. Dan mustahil untuk kedua lainnya untuk memasuki tubuh seorang wanita ... mungkin aku terlalu banyak berpikir.
Renung Lydia dalam hati.
Cara Lydia untuk mengirim jiwa dirinya sendiri dan teman-temannya untuk melintasi dunia adalah dengan menggabungkan pemakaian Skill beserta sihirnya secara bersamaan.
Dengan Skil dari seri 7 dosa besar miliknya yang dapat melakukan apapun yang berkaitan dengan jiwa.
Selama dia melakukannya dengan baik. Lydia dapat membunuh, memanipulasi, memindahkan, bahkan menghidupkan seseorang dalam keadaan tertentu.
Lydia beserta teman-temannya memasuki dunia saat ini dan menyebar secara acak untuk memasuki tubuh yang cocok dengan jiwa yang akan mereka tempati.
Lydia yang sudah mempunyai tubuh di dunia ini. Tentu, tidak perlu lagi dipertanyakan tentang kecocokan nya.
Jiwa juga memiliki ego. Wanita akan memasuki tubuh wanita juga. Dan begitu juga dengan para lelaki.
Jadi .Kemungkinan Ariel untuk memasuki tubuh wanita adalah 0 .Dan itulah yang dipikirkan Lyda.
Akan tetapi .Lydia tidak menyadari bahwa rancangan antara Skill dan Sihirnya telah di manipulasi tanpa sepengetahuan dirinya oleh Dewa Jahat 'V'.
Yang membuat Ariel saat ini berubah menjadi perempuan dan juga mempunyai tanda pahlawan. Karena menurut Dewa Jahat 'V', yang menginginkan hiburan.Hal ini akan jauh lebih menarik.
"Aku sangat menantikan tentang pesta malam nanti dan bertemu dengan anakmu. " ucap Lydia dengan senyuman.
Mereka pun terus melanjutkan percakapan mereka hingga beberapa saat kedepan.
Akan tetapi, pesta yang telah di nanti-nantikan oleh Lydia berjalan lancar. Meskipun ada yang kurang ,yaitu ketidakhadiran anak Sharon selama pesta.
Dari informasi yang Lydia dengar. 'Nona Louise saat ini tidak bisa mengikuti pesta malam ini dikarenakan beliau mengalami sakit dan kelelahan atas insiden semalam'.
Begitulah perkataan yang di dengar Lydia dari pelayan pribadi anaknya Sharon.
Akan tetapi. Keesokan paginya, Lydia beserta Sharon berniat mengunjungi Ariel. Meskipun di hadang oleh Daisy dengan gugup.
__ADS_1
Lydia tahu betul, bahwa Daisy sedang berbohong. Saat dia bersama Sharon berbicara dengan Daisy di depan pintu kamar Ariel, Lydia dapat merasakan bahwa didalam kamar tidak ada sosok kehadiran makhluk hidup apapun.
Meskipun berkat Skill Lydia yang salah satunya dapat mengetahui keadaan jiwa seseorang, meskipun Daisy berbohong, akan tetapi dia tidak mempunyai niat buruk sedikitpun.
Seolah dia sedang melindungi tuannya yang saat ini tidak ada di tempat.
Lydia hanya tersenyum dan memberikan sesuatu seperti Pin dan membujuk Sharon untuk menyerah menjenguk anaknya.
Meskipun hal itu sangat sulit untuk di lakukan. Hingga beberapa jam berlalu dan akhirnya Sharon pun menyerah.
.
.
.
Mereka yang saat ini duduk saling berhadapan di suatu ruangan dengan tenang. Keheningan berlalu hingga Lydia berkata.
"Baiklah! Aku harus segera kembali ke Transylvania. Atau jika tidak, Rosalie akan marah besar kepadaku. " ungkap Lydia.
"Kenapa begitu terburu-buru ... bahkan kamu belum pernah bertemu dengan anakku. "gerutu Sharon dengn muram.
Lydia yang melihat Sharon yang seperti itu, membuka mulutnya dan berkata, " Sangat di sayangkan aku tidak bisa bertemu dengan anakmu kali ini .Akan tetapi, suatu saat kita juga akan saling bertemu. "
"Mungkin kamu ada benarnya juga ... " gumam Sharon.
Beberapa saat kemudian, keheningan telah berlalu kembali.
Tidak tahu harus berkata apa.
Lydia yang menemukan kesempatan yang selama ini ingin dia ucapkan.
Tiba-tiba Lydia menundukkan kepalanya kepada Sharon dengan ekspresi menyesal.
"Selama ini aku selalu ingin meminta maaf padamu. Maaf! ... gara-gara aku, gara-gara aku .... "rintih Lydia sambil menangis.
Meskipun Lydia belum menyelesaikan perkataannya.Akan tetapi , Sharon tahu apa yang dimaksud dengan Lydia.
" Kamu tidak perlu untuk meminta maaf. Sudah ku bilang, Kan? Aku baik-baik saja di sini. Yang telah berlalu, biarlah berlalu. "ucap Sharon sambil mempuk Lydia dengan lembut.
Mereka pun saling berpelukan untuk beberapa waktu kedepan dengan damai.
Bersambung ....
__ADS_1