
Brank!
Benda yang cukup besar menabrak bagian atas permukaan tanah dan membuat gelombang kejut di daerah itu, disusuli oleh suara yang terdengar dengan sangat keras.
Dan juga, dengan ukurannya yang sangat berbeda sekali dengan yang Ariel ketahui dari apa yang ada di dunia sebelumnya.
Tinggi benda itu kira-kira bisa mencapai lima meter dan lebar sekitar dua meter, Dan itu sengaja dibuat seperti itu oleh Ariel. Karena itu dibuat menggunakan Skill Diligence nya dan menambahkan beberapa kemampuan ke dalam Iron Maiden itu.
Bisa dibilang itu sangat jauh berbeda dengan fungsi asli Iron Maiden yang ada di dunia sebelum nya.
Leopold menatap penasaran pada benda itu dan pandangannya bolak-balik antara benda itu dan Ariel yang saat ini berada di atas benda itu.
“... ,Benda apa itu?” Leopold bertanya sambil menatap Ariel.
“Jika kau sebegitu penasarannya, kau boleh untuk melihat-lihat benda ini dan merasakannya terlebih dahulu.” ucap Ariel dengan menggoda.
Dan tentu saja, Leopold menolak tawaran itu tanpa harus berpikir dua kali, “Heh! Hanya orang bodoh yang menerima kata-kata itu. Dilihat darimanapun, sudah jelas itu adalah benda yang cukup berbahaya.”
“Bisa dibilang seperti itu.” ucap Ariel. Dan dia segera menyentuh bagian Iron maiden itu tepat di bawah dirinya yang saat ini dia berdiri.
Melihat hal itu, Leopold segera bereaksi dengan wapada dan bersiap dari serangan yang mungkin datang secara tiba-tiba.
Kriieeeett ... !
Hingga beberapa saat kemudian, Pintu ganda benda itu mulai terbuka secara perlahan dan bagian dalamnya mulai terlihat.
“Hm?!” Yang Leopold lihat hanyalah Sebuah portal yang menyesuaikan bentuk dengan isi benda itu.
Tentu saja, sangat berbeda sekali dengan Iron Maiden yang ada di kehidupan Ariel sebelumnya, yang ini terdapat portal dari kemampuan manipulasi ruang milik Chizuru.
“Hmm ... apa hanya seperti ini saja? Jangan membuatku kecewa!” ucap Leopold dengan seringai mengejek.
“Tunggu saja dan aku ingin lihat, seperti apa ekspresi yanga akan kau buat setelah meraskan hal ini.”
Tak lama setelah Ariel mengatakan hal itu, Leopold merasakan seperti ada sesuatu yang menyedot dirinya ke dalam Iron Maiden itu.
Daya tarikan nya sungguh luar biasa. Bahkan bebatuan, pepohonan dan sebagainya tertarik ke dalam portal itu seolah pusaran air besar yang terus menyedot segalanya.
__ADS_1
Bahkan batu yang sangat besarpun dapat ditarik dengan mudahnya dan masuk ke dalam tempat itu layaknya sepeti mesin penggilingan.
Tak terkecuali Leopold. Dia berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan masih bisa bertahan sambil menghindar dari bebatuan dan sebagainya yang terbang melewati dirinya.
Apakah ini dari skill Pride milik Ronand? Cara penggunanya sangat berbeda sekali dengannya.
Leopold terkejut dengan hal yang belum pernah dirinya alami sebelumnya. Sebuah benda yang aneh, portal, bahkan gravitasi. Leopold penasaran, sebenarnya seberapa banyak kemampuan yang dimiliki oleh perempuan muda ini?
Memikirkan hal itu saja sedah membuat Leopold bersemangat dan dirinya semakin ingin membunuhnya untuk merampas kekuatannya.
Pada saat yang sama, ketika Leopold memikirkan hal itu, Ariel melihatnya dengan takjub bahwa Leopold masih bisa bertahan dari kekuatan yang seperti itu.
“Baiklah! Jika memang sepeti itu .... ”
Setalah dirinya mengatakan hal itu. Dia semakin menambah energi sihir ke dalam Iron Maiden itu dan beberapa saaat kemudian, rantai yang sebelumnya mengelilingi Iron Maiden itu tiba-tiba bergerak dan melesat menuju Leopold dengan kecepatan yang luar biasa.
Ujung rantai itu terlihat seperti kepala naga dan segera melilit dan mengigit Leopold.
Mungkin bisa dihindari dalam keadaan yang biasa. Akan tetapi, kini Leopold kesulitan bergerak, diakibatkan oleh tarikan gravitasi yang masih mengganggu pergerakannya.
Berkat hal itu pula, rantai itu menangkap dan melilit Leopold tanpa usaha yang berarti.
Leopold kini terseret dengan paksa menuju tepat ke dalam Iron Maiden itu.
Dengan tarikan gravitasi dan ditambah dengan rantai yang juga menariknya. Leopold bahkan kini dalam kesulitan seolah dirinya adalah ikan yang berhasil terjerat.
Tentu saja Leopold tak tinggal diam. Dia segera mengeluarkan semburan api yang sangat besar menuju tempat Ariel berada, melalui lintasan rantai dan berharap rantai itu akan putus dalam kobaran api yang panas.
Untuk beberapa saat, Ariel sempat panik dengan semburan api itu. Akan tetapi, untung saja. Sebelum api itu mengenai Ariel, itu tersedot kedalam portal itu sama seperti benda lainnya.
Dan bahkan, Leopold juga terkejut setelah serangan apinya yang sangat besar tak mempan sama sekali. Bahkan rantai yang dia bakar sebelumnya masih dalam keadaan baik-baik saja.
Dengan dibakar dan ditarik dengan kekuatan penuh pun masih belum putus juga? Rantai macam apa ini?!
Leopold kesal. Seharusnya hanya sebuah rantai seperti itu akan mudah dihancurkan olehnya. Akan tetapi, rantai itu bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan sedikitpun.
Dan tentu saja. Rantai itu bagian dari Iron Maiden yang Ariel buat menggubakan Skill Diligence miliknya.
__ADS_1
Mungkin terlihat hanya seperti terbuat dari besi biasa. Akan tetapi, Ariel juga belum mengetahuinya dengan pasti. Yang jelas, semua senjata yang dibuat oleh Skill Deligence, Kekuatannya melebihi dari senjata biasanya. Bahkan Ariel tak pernah melihat senjatanya hancur maupun rusak sedikitpun semenjak dia hidup di dunia ini.
Leopold yang merasa terpojok, dia segera menyemburkan apinya kembali ke arah Ariel hingga api itu menghalangi pandangan Ariel.
“Percuma saja!” ucap Ariel.
Dan benar saja, sama seperti semburan api yang pertama, api itu tersedot ke dalam portal dan tak ada pengaruhnya sama sekali.
Akan tetapi, itulah yang di incar Leopold. Pada saat Api itu menghalangi pandangan Ariel. Dia melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan nya.
Ariel pun tak merasakan adanya keanehan sama sekali. Dia masih melihat Leopold terjerat oleh rantai itu dan beberapa saat kemudian, Leopold yang sudah tak bisa menahan tarikan itu, dia masuk ke dalam portal itu sepenuhnya dan pada saat itu juga, pintu ganda Iron maiden itu tertutup sepenuhnya.
Kriiieeet ... trank!
Setelah sekian lama. Akhirnya pertempuran mereka selesai. Itulah yang dipikirkan Ariel.
Dia menatap ke atas dan menikmati pemandangan langit sore hari sambil menghela napas.
“Sudah selesai, kah .... ”
Untuk saat ini, Ariel terus seperti itu. Tak menunjukkan tanda-tanda dirinya akan beranjak dari tempat itu sedikitpun.
Karena saat ini, baik tenaga maupun energi sihirnya kini sudah terkuras habis. Bahkan untuk bangun dan berdiri saja dia tidak bisa melakukannya.
Cratch!
“Eh?!”
Tanpa di duga Ariel. Dia melihat darah menciprat di depan pandangannya sendiri. Dan pada saat yang bersamaan, dia merasakan rasa sakit yang luar biasa di bagian tengah bawah dadanya sendiri.
Sebuah tangan yang menjulur keluar dari perutnya dan dibasahi dengan darahnya sendiri.
Dia berbalik ke arah belakang dengan perlahan dan dibarengi dengan rasa sakit yang dia rasakan. Dia melihat Leopold yang seharusnya masuk ke dalam Iron Maiden sebelumnya, berada tepat di belakang dirinya sambil menyeringai.
“Ba-”
Bagaimana mungkin ....
__ADS_1
Bahkan kini Ariel tak sanggup untuk berbicara. Seluruh tubuhnya kini terkulai lemas. Tak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk melakukan perlawanan.
Bersambung ....