Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 93 _ Pertolongan Pertama


__ADS_3

Di tempat Anastasius dan yang lainnya saat ini berada.


Pada saat yang sama setelah kepergian nya Leopold, Felix dan juga Daisy tiba di tempat itu. Dengan ditemani napas Daisy yang berat dan juga dirinya dipenuhi dengan keringat.


Dapat di lihat, bahwa dirinya kelelahan setelah berlari menuju tempat ini dengan terburu-buru.


“N-nona?!” Daisy terkejut setelah melihat Ariel yang saat ini di penuhi dengan luka di pelukannya Anastasius.


Daisy berlari mendekat dengan khawatir. Akan tetapi, sebelum dirinya mendekat terlalu jauh, Anastasius menghentikannya dan menatap Daisy dengan tajam.


“Untuk apa kau berada di tempat seperti ni?”


Melihat tatapan yang dingin itu, Daisy tersentak dan tubuh Daisy gemetar ketakutan.


“A! ... I-itu ... ”


“Aku menyuruh Felix untuk menjemput nya.” Sebelum Daisy bisa menyelesaikan perkataannya, Ronand menyela dan berkata kepada Anastasius,


Sebelumnya. Setelah Felix berhasil mengalahkan Ifrit, dia berencana untuk segera datang dan membantu Ariel. Akan tetapi, pada saat Felix alan pergi, Ronand menghalanginya dan menyuruh Felix untuk memanggil Daisy.


Felix yang tidak punya pilihan lain, akhirnya dia mengikuti perintah itu dan akhirnya ini. Anak dari tuannya yang seharusnya dia lindungi terluka parah.


Dia pikir, setelah Ronand menyuruh dirinya pergi, dia sendiri yang akan membantu Ariel untuk melawan Leopold. Dan pikiran itu hilang, setelah melihat Ariel terluka parah dan Anastasius menatap Ronand dengan kesal.


“Awalnya aku berencana untuk anak itu meminum darahnya setelah pertempuran ini selesai. Akan tetapi ... sepertinya bahkan dia tak bisa lagi untuk melakukannya ....”


Dengan melihat Ariel yang seperti itu. Mustahil, Ariel untuk menghisap darah Daisy untuk mengembalikan energi sihirnya.


“Kalau tidak salah. Namamu Daisy, kan? Biarkan anak ini meminum darahmu!” ucap Anastasius, sambil berjalan menuju Daisy dengan sedikit langkah kakinya dipercepat.


“T-tapi bagaima-”


“Iris saja tanganmu atau di manapun itu! Yang penting, cepatlah! ” ucap Anastasius dengan sedikit tidak sabar.


Melihat Ariel yang kini sudah tidak sadarkan diri. Anastasius cemas, memikirkan tentang bagaimana jika Ariel mati di tempat seperti ini.


Bahkan dirinya kini tidak bisa bersikap dengan tenang seperti biasanya. Di dalam pikiran nya saat ini hanyalah mencari cara untuk menyelematkan Ariel dari keadaan ini.


“B-baik!”


Tanpa ragu, Daisy mengambil belati yang diberikan Anastasius dan menyayat jari tangannya sendiri. Karena untuk tuannya, Daisy rela melakukan apapun. Hal yang seperti ini, hanyalah masalah sepele baginya.

__ADS_1


Darah mulai mengalir dan bercucuran dari ujung jari Daisy. Dan dia segera memberikan darah yang bercucuran itu padanya.


Akan tetapi, tak ada tanda-tanda Ariel untuk menelan darah yang masuk ke dalam mulut nya. Ariel tak sadarkan diri dan tak menunjuk kan tanda-tanda akan menelannya.


Akhirnya Daisy menguatkan tekad dan segera mendekatkan wajahnya menuju Ariel dan pada saat itu juga, dia menempelkan mulutnya dan membuat Ariel menelan darahnya.


“Umm ... ”


Kedua bibir mereka menempel satu sama lain untuk beberapa saat sambil membuat suara aneh antara mereka berdua. Dan juga, terlihat ada sedikit rona merah di wajahnya Daisy.


Ronand dan juga Anastasius yang melihat hal itu, awalnya terkejut dan menatap satu sama lain. Akan tetapi, mereka tahu. Itu adalaha cara untuk menyelamatkannya. Dan mereka mentoleransi hal itu untuk saat ini dan membiarkan mereka berdua didalam dunianya sendiri.


“Puah! ... haah ... hah .... ”


Akhirnya, untuk beberapa saat kemudian. Daisy telah selesai membuat Ariel meminum darahnya.


Rona merah dan juga napasnya yang berat, masih terlihat dengan jelas di wajahnya. Dan juga, dirinya yang masih merasakan sisa-sisa darah yang tertinggal di mulutnya. Dan rasa itu sudah biasa Daisy rasakan semenjak dirinya berubah menjadi Vampire.


Meskipun ini adalah pertama kali nya dia merasakam darahnya sendiri.


Setelah Daisy menyelesaikan urusan nya, Mereka mulai melihat keadaan Ariel. Dia masih tetap tidak sadarkan diri. Akan tetapi, warna kulitnya mungkin menunjukkan sedikit warna yang lebih baik. Dari yang sebelumnya raut wajah Ariel berwarna putih pucat.


Akan tetapi, hanya itu saja. Meskipun energi sihirnya sedikit terisi kembali, luka-luka yang yang terdapat di sekujur tubuhnya masih belum bisa dipulihkan.


Mendengar hal itu, Anastasius mengangkat wajahnya dan bertanya, “Maksudmu Talitha yang itu?”


Anastasius tak merujuk pada siapapun. Akan tetapi, Ronand mengangguk dan mengerti siapa yang dia maksud. Karena yang dia tahu, hanya satu sosok yang memiliki nama itu di wilayah Iblis ini.


“Ya. Lagipula hanya dia saat ini yang bisa menyembuhkan luka separah ini. Dan juga, entah itu kebetulan atau bukan. Tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat ini.”


“Tetapi ... apakah dia akan bisa bekerja sama untuk menyembuhkan dia? Kurasa tidak akan semudah itu .... ” Anastasius merenung.


“Yah ... setidaknya kita harus mencoba. Serahkan dia padaku! Biar aku yang akan meminta bantuannya.” ucap Ronand sambil menatap Ariel.


Anastasius dengan ragu segera menyerahkan Ariel kepada Ronand, “... ,Yah. Aku percayakan padamu. Kupikir ... jika dirimu yang meminta, mungkin dia akan sedikit mendengarkan.”


Anastasius berkata seperti itu dengan nada sedikit memohon. Sangat jarang sekali, dia bisa bersikap seperti itu. Dan hal itu membuat Ronand tersenyum dengan mengejek.


“Akhirnya kau bisa juga bersikap seperti layaknya seorang ayah. Ternyata hatimu juga tidak sekeras batu seperti kelihatannya.”


“Berhentilah membuang-buang waktu!” ucap Anastasius dengan kesal. “Cepat bawa dia pergi dari sini!”

__ADS_1


Ronand hanya bisa menghela napas dengan sikap Anastasius yang seperti itu, “Aish! ... Dasar orang yang tidak jujur .... ”


Setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba Ronand tersentak dan terlihat seperti panik.


“Hm!”


Melihat hal itu, Anastasius bertanya dengan ekspresi sedikit serius, “Ada apa? Mengapa kau terlihat panik seperti itu?”


“Ti-tidak!” Ronand menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Kalau begitu, aku pergi! Dan ... semoga beruntung!”


Dengan mengatakan hal itu, dia membentangkan kedua sayapnya dan terbang dengan begitu cepat, seolah dirinya sedang dikejar oleh seseorang.


“Hm?!” Anastasius bingung, “Ada apa dengannya ...?”


Tapi, yah ... terserah lah!


Untuk beberapa saat, Anastasius menatap ke kejauhan sambil memandangi Ronand yang secara mulai perlahan menghilang dari pandangannya.


“Hm!”


Hingga beberapa saat kemudian, dia juga tersentak dengan kaget. Dia langsung menatap langit ke arah belakang, yang berlawanan arah, dengan tempat Ronand pergi.


Dia merasakan seseorang sedang menuju kearah tempat dirinya saat ini. Tidak! Bukan hanya seorang.


Ada dua orang yang Anastasius rasakan hawa kehadirannya. Dan dia sangat menganali siapa yang memiliki hawa keberadaan itu menggunakan persepsi sihirnya.


Seketika itu juga, Anastasius berkeringat dingin. Dan dari yang dia lihat. sosok yang terbang dengan kecepatan yang luar biasa mulai mendekati tempat dia berada.


Anastasius Segera berbalik dan menatap ke arah Daisy dengan panik, “Kalau tidak salah, kau bisa mengubah penampilan mu, kan? Cepat berubah jadi Louise sekarang juga!”


“Hah?!” Daisy bingung, dengan perintah yang secara tiba-tiba datang kepadanya.


“Cepat!” Anastasius mengulangi permintaannya.


Karena saat ini, dia merasakan bukan hanya orang biasa yang datang ke tempat dirinya berada.


Mereka Adalah Lydia dan juga Sharon. Mereka terus mendekat dengan kecepatan yang luar biasa.


Sial! ... jadi ini alasan kau sebelumnya begitu terburu-buru? Akan ku balas kau nanti! Apanya yang 'Semoga Beruntung?'


Anastasius menggerutu di dalam hatinya dengan kesal. Berharap dirinya akan selamat dari badai yang akan datang.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2