Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 98 _ Tanpa Kurir


__ADS_3

“Aku serius mengatakannya. Louise Albion itu adalah seorang wanita.”


Aria yang terus mendapatkan tatapan seperti itu dari Chloe, dia mengatakannya sekali lagi untuk menekankan. Bahwa Chloe tak salah mendengarnya.


Setelah mendapat konfirmasi bahwa Chloe tidak salah dengar, dia pun merenung untuk beberapa saat.


Sambil menunggu Chloe yang saat ini sedang berpikir, Aria meminum cangkir teh milik Chloe dan Chloe pun sama sekali tak menyadari hal itu, karena dia saat ini sedang fokus dalam pikiran nya sendiri.


Sambil meminum teh milik Chloe, Aria juga ingin menginginkan sesuatu untuk menemani tea time nya.


Hmmm ... bagaimana kalau makanan ringan dan cemilan.


“[ Status ]”


Hingga setelah Aria mengatakan hal itu di dalam pikirannya, sebuah panel transparan seperti hologram yang berada tepat di hadapannya muncul secara tiba-tiba.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nama : Aria


Usia : 16 Tahun


Gender: Perempuan


Pekerjaan : Pahlawan


Stamina : 125 / 140


Kemampuan : {Chastity} \=>[Appraisal], [Toko▼], [Penyimpanan▼]


Koin : 120 Emas, 90 Perak, 250 Perunggu


Stress : 0


[Masukan Koin[➖]


[Hal Penting▼]


__________________________________


※ Bersantai > Stamina +3 Up


※ Membuka Status (Sedang berlanjut)


____________________________________


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah Aria melihat statusnya sendiri, diapun segera memilih [Toko▼]. Dan pada saat itu juga, panel berubah.


[Toko▼]


[Makanan▼], [Senjata▼], [Pakaian▼], Semua▶


____________________________________


[Biskuit▼]: 30 Perunggu

__ADS_1


[Kue ▼]: 60 Perunggu


[Pizza ▼]: 59 Perunggu


[Puding ▼]: 20 Perunggu


[Es Krim▼]: 20 Perunggu


[Sate goblin]: 50 Emas


[Mie instan ▼]: 20 Perunggu


[Lainnya▼]


_______________________________________


Karena Aria saat ini sedang menginginkan camilan, akhirnya dia memutuskan hanya membeli kue dan biskuit.


Memudahkan sekali. Bahkan ada berbagai jenis, tapi dalam harga yang sama .... Tanpa sadar, Aria tersenyum setelah melihat hal itu.


Beberapa saat, Aria memilih berbagai jenis biskuit dan kue itu, dia segera memutuskan untuk membeli nya.


Dan pada saat itu juga, barang yang dibeli Aria muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Bahkan sudah siap untuk dihidangkan.


Aria tampa ragu mengambil sebuah biskuit dan memakannya dengan gembira.


Sambil mengunyah makanannya, Aria berbicara pada dirinya sendiri dengan senang, “Seperti yang di harapkan. Makanannya begitu enak. Sungguh luar biasa, aku bisa mendapatkan skill seperti ini.”


Chloe yang selama ini merenung, dia tergoda dengan bau manis yang melewati hidungnya dan segera melirik ke arah Aria yang saat ini sedang memakan biskuit dengan lahap.


“Tenang saja~ Aku telah membeli cukup untuk kita makan berdua.” ucap Aria, dia tak berhenti untuk mengunyah, “ Jadi makanlah secara perlahan.”


Mendengar hal itu, Chloe menatap Aria dengan aneh, “Apakah kau berhak menagatakan hal itu padaku?”


Yang saat ini Chloe lihat adalah Aria yang sedang memakan biskuit dengan cepat, seperti seekor tupai yang tengah kelaparan.


“Apa yang kau maksud?” tanya Aria.


Akan tetapi, Chloe hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kering dengan hal itu.


“Tidak.Tidak apa-apa.” ucap Chloe, “Tapi, dilihat berapa kalipun, skill milikmu itu sangat berguna dan juga nyaman. Aku bahkan ingin memiliki nya ... aku sangat iri.”


“Mau bagaimana lagi. Semua pahlawan juga mempunyai skill yang menurutku sama mengesankanya. Kita di panggil ke dunia ini sebagai pahlawan. Berbeda denganmu yang datang melalui kelahiran kembali.” ungkap Aria.


“Oh! Apakah kau mengejekku? Sepertinya kau mulai menjadi begitu besar kepala.” Chloe menaikkan alisnya dengan sedikit kesal.


“Bukan seperti itu.” jawab Aria, “Aku hanya ingin memberitahumu saja.”


“Itulah yang orang-orang sebut dengan besar kepala!” bentak Chloe.


Aria yang tidak mendengarkan celotehan Chloe, dia segera memasukkan sebuah biskuit ke mulut Chloe agar dia berhenti berbicara.


Dan itu terbukti ampuh. Kini Chloe menjadi lebih tanang sambil duduk di kursi tempatnya berada.


“Tetapi, rasa menyenangkan ini ... apakah kau yakin? Tak mau membaginya dengan para pahlawan yang lain?” tanya Chloe, sambil melirik ke semua makanan yang ada di hadapannya.


“Tidak ada orang kain yang mengatahui hal ini selain dirimu dan Lin Xue.” ungkap Aria, “Aku tidak ingin mendapatkan permintaan yang merepotkan. Jadi, kuharap kau juga bisa merahasiakan hal ini dari orang lain!”

__ADS_1


Mendengar hal itu, Chloe hanya menghela napas dengan tak berdaya, “Aish~ kamu ini ... setidaknya ajak Chizuru untuk bergabung. Aku selalu merasa kasihan, saat melihat dia sedang merindukan kampung halaman nya.”


Aria berpikir untuk sejenak dan mengangguk dengan pelan, “... , Baiklah! Akan kupertimbangkan ....”


“Baguslah kalau begitu.” Chloe mengangguk dengan puas, “Jadi. Kita tadi sedang membahas apa ya?” Chloe menoleh ke arah Aria sambil mengingat kembali.


Mendengar hal itu, Aria mengerutkan keningnya dengan tidak senang, “Bukanlah kita sedang membahas Louise Albion yang kemungkinan adalah kakakku! ”


“Oh, iya ya.” Chloe menggaruk belakang kepalanya dengan malu, “Jangan marah seperti itu~ Ini juga sebagian karena salahmu juga. ”


“Hah! Mengapa aku yang di salahkan?” tanya Aria dengan bingung.


“Tentu saja~ Jika bukan karena kau mengeluarkan semua hidangan ini, mana mungkin aku bisa lupa~”


Chloe sungguh tergoda dengan semua makanan yang di siapkan Aria menggunakan skill nya.


Karena Aria bisa membeli barang atau apapun itu dari dunia sebelumnya, menggunakan uang dari dunia ini.


Karena dunia ini peradabannya masih kurang berkembang dibandingkan dunianya sebelumnya, tentu saja Chloe menjadi antusias dengan hal ini.


Apalagi soal makanan. Di dunia ini kualitas makanan bisa dikatakan kurang baik dan juga kurang bervariasi.


Dia sangat merindukan berbagai makanan yang ada di kehidupan sebelumnya. Dengan pertemuannya kembali dengan Aria. Itu menjadi momen paling mengejutkan di dalam hidupnya.


Tak menyangka, dia bisa dipertemukan kembali dengannya.


Aria hanya menghela napas dengan lelah. Dan akhirnya dia menatap Chloe dengan serius.


“Jadi. Bagaimana menurutmu?” tanya Aria, “Aku cukup yakin bahwa dia adalah kakakku.”


Chloe hanya bisa menatap Aria dengan bingung. Tak tahu apa yang harus dikatakannya.


“Hmm ... menurutku, kecil kemungkinan dia akan menjadi seorang perempuan. Karena Shilvie yang mengirim kita ke dunia ini, aku yakin dia tidak akan melakukan hal seperti itu ....” Chloe mengemukakan pendapatnya dengan ragu.


Tapi hal itu dibantah oleh Aria. Dia cukup kukuh dengan pendapatnya, bahwa Louise Albion adalah kakanya.


Dan mereka berdebat satu sama lain untuk beberapa lama.


Hingga akhirnya, mereka membuat keputusan. Dengan Status Chloe sebagai putri kedua dari Kekaisaran, sebenarnya dia mengetahui hubungan rahasia di antara wilayah Manusia dan juga Albion.


Oleh karena itu. Mereka memutuskan untuk menemui Kaisar, yaitu August dan memintanya membuat koneksi ke Kerajaan Albion.


“Baiklah! Karena sudah di putuskan. Kau jangan merengek lagi di depanku. Ok!” Ucap Chloe, menutup pertemuan hari ini.


Chloe saat ini sedang berbicara di depan pintu kamarnya untuk mengantar kepergian Aria.


“Siapa yang merengek?!” Aria membantah dengan marah, “Jadi, kapan kita akan menemui ayahmu?”


“Dalam waktu dekat, tapi tidak sekarang.” ucap Chloe, “Sepertinya dia juga sedang disibukkan dengan hasil Perang yang mengejutkan ini.”


Meski Agak sedikit tidak puas, Aria mengangguk dengan pengertian dan kemudian berpamitan, “... , Baiklah! Kalau begitu aku pergi dulu.”


“Iya~ sampai jumpa lagi~” Chloe melalui-lambaikan tangannya dan melihat kepergian Aria sambil tersenyum.


Meskipun di dalam lubuk hatinya, dia juga sangat ingin bertemu dengan Ariel. Meskipun kini dia laki-laki ataupun perempuan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2