
“... Apakah kau mencoba untuk membunuhku?”
“Tentu saja tidak! Untuk apa aku selama ini merawatmu, jika aku tidak mendapatkan bayaran!” Jawab Talitha.
“Tetapi itu terlalu berlebihan,” Ariel memprotes, “Uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membuat sebuah Mansion yang mewah. Aku tidak punya uang sebanyak itu!”
“Hey! 'V' bilang kau akan membayarnya! Dan juga, Ronand pun sudah menyetujui hal itu. Kau tidak akan bisa lepas dari tanggung jawabmu!” Sembur Talitha.
Setelah mendengar hal itu, Ariel mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya dengan kesal.
Mereka itu ... !
Hingga akhirnya, untuk beberapa saat Ariel seperti itu, dia akhirnya membuang napas dan berusaha untuk menenangkan dirinya.
Fyuuuh~
Sabar ... sabar ....
“Yah, lupakan dulu tentang hal itu. Bisakah kalian memberiku selimut atau sesuatu seperti kain ataupun baju untuk menutupi tubuhku? Aku membutuhkan sesuatu untuk dia pakai saat ini.”
Daripada memikirkan tentang hutang uang atau sesuatu yang memusingkan, dia berusaha mengalihkan pembicaraan dan berharap mereka melupakan tentang semua pembayaran yang harus di tanggung Ariel kedepannya.
“Disana ada kain. Kau bisa memakainya untuk sementara.” ucap Talitha. Dan menunjuk ke sebuah kain yang terletak di sudut ruangan.
Dan dengan cekatan, Wanita yang sebelumnya membantu Ariel, segera membawakannya dan memberikannya kepada Ariel.
Ariel yang menerima hal itu segera mengangguk dan tersenyum manis.
“Terima kasih.”
Wanita itu membalas dan tersenyum dengan ramah sambil menaruh telapak tangannya di sisi bagian pipinya, “ Ara~ sama-sama~”
Daripada itu ....
“V! Apakah kau masih mendengarkan ku?” Ariel bertanya, dia tak menoleh kepada siapapun. Dia hanya mengaharapkan seseorang yang dipanggilnya akan menjawab dan merespon.
[ Ya. Ada apa? ]
“Aku hanya ingin bertanya ... mengapa harus tiga tahun? Aku yakin kau dapat menyembuhkanku dalam sekejap tanpa harus meminta bantuan pada peri kecil itu, kan?”
“Hey! Siapa yang kau panggil dengan peri kecil!” Talitha berteriak dengan marah. Akan tetapi, Ariel menghiraukan nya dan pura-pura tak mendengarkan Talitha yang saat ini sedang marah.
[ Hmm ... bagaimana aku harus menjawabnya ... kau benar. Aku bisa saja menyembuhkanmu dalam seketika. Tapi .... ]
__ADS_1
“Tapi?”
[ Tapi akan menjadi lebih menarik, jika membiarkanmu menjadi seperti itu apa adanya~ ]
“....”
Mendengar hal itu. Ariel hanya terdiam dan tak tahu harus berkata apa. Akan tetapi, Dia tersenyum dengan menakutkan dan mengepalkan tinjunya dengan erat.
Mungkin jika mereka berdua di ruangan yang sama. Dia tak akan ragu-ragu untuk segera memukulnya dengan sekuat tenaga.
[ Sepertinya kau kesal ~ ]
“Hm? Tidak sama sekali ....” Ariel menjawab. Akan tetapi, ekspresinya sangat bertentangan dengan apa yang dia katakan sebelumnya.
Talitha yang melihat hal itu segera menengahi mereka berdua, “Kau seharusnya berterima kasih, loh~ berkat dia juga, aku seberusaha mungkin untuk menyembuhkanmu. Kalau hanya dibiarkan, kau mungkin sudah mati saat ini.”
“Hmm ... apakah lukaku separah itu ...?” Ariel bertanya dengan ragu.
“Lima tulang rusuk patah, kebanyakan organ dalam rusak dan bahkan ada yang tidak bisa diperbaiki lagi. Dan banyak lagi kerusakan dalam tubuhmu.Orang biasa mungkin akan seketika mati. Tapi kau masih bertahan dalam kondisi itu. Menurutmu, siapa yang telah melakukan hal itu?”
Setelah memikirkannya kembali, memang benar bahwa Ariel merasa terkena serangan yang sangat fatal. Tetapi dia berhasil selamat dari hal itu. Jika itu memang benar, maka ....
“Apakah kau yang telah melakukannya, V? ” Ariel bertanya, setelah merenung untuk sesaat, hanya dia yang bisa melakukannya saat itu.
Meskipun menjengkelkan. Memang benar, bahwa Ariel saat ini merasa sedikit berterima kasih padanya.
Akhirnya dia sedikit meredakan kemarahannya dan berfikir untuk merencanakan apa yang akan dia berbuat kedepannya.
Untuk sekarang ... aku ingin mengetahui keadaan selama aku masih tertidur ....
“Apakah ada keluargaku yang menjenguk aku ke tempat ini?”
Mendapatkan pertanyaan yang secara tiba-tiba, Talitha sedikit terkejut pada awalnya, dan kemudian dia mengalihkan pandangannya dengan merasa sedikit canggung.
“Hmm ... menjenguk? hmm ... bisa dikatakan seperti itu, tapi emm ...” Sepertinya dia kesulitan menjelaskannya. Dan akhirnya dia menyerah dan segera mengalihkan topik pembicaraan, “Aaarrghh! Kau bisa mengetahuinya nanti!Sementara itu, aku yakin kau punya sesuatu yang ingin disampaikan kepadanya,V!”
Ariel menyipitkan matanya dan sedikit curiga karena dia mengalihkan topik pembicaraan seperti itu. Akan tetapi, saat Ariel menatap Talitha lebih dalam, suara Dewa Jahat 'V' terdengar dan membuat Ariel mengalihkan perhatian.
[ Oh, iya! Aku hampir lupa memberitahumu. Aku telah merubah sedikit skill Diligence mu itu. ]
“Hm?! Merubah? Apa maksudmu?”
[ Tak perlu panik~ Aku hanya memberikan sedikit peningkatan kepada skill milikmu saja .... ]
__ADS_1
Dan begitulah. Dewa Jahat 'V' memberikan penjelasan bahwa Skill milik Ariel yaitu Diligence, telah diberikan sedikit peningkatan padanya.
Yang awalnya hanya Weapons Creation. Kini diubah menjadi All Creation.
Dengan kata lain. Yang awalnya Ariel hanya bisa menciptakan senjata saja dari skill nya itu, kini dia mampu membuat apapun. Selama itu bukan makhluk hidup maupun sesuatu yang bernyawa.
Ariel tak heran. Karena yang memberikan skill kepada para pahlawan adalah Dewa Jahat 'V' sendiri. Tentu saja dia dapat mengotak-atiknya sesuka hatinya.
Akan tetapi, yang membuatnya heran. Mengapa dia harus melakukan hal seperti itu?
Ariel sedikit merasa senang. Akan tetapi, rasa kecurigaannya lebih besar daripada rasa senangnya itu. Dan membuat dia bertanya dengan waspada.
“... Mengapa kau melakukan sesuatu seperti itu?”
[ Tidak ada hal yang khusus~ Aku hanya dalam suasana hati yang baik saja dan memberikanmu keistimewaan seperti itu~ ]
“Tidak hanya itu. Bahkan dia memaksaku untuk memberikan salah satu bawahan kesayanganku padamu. Bukankah itu sudah keterlaluan?” Talitha menambahkan dengan sedikit kesal.
“Bawahan? Apa maksudmu?” Ariel bertanya-tanya kebingungan.
“Wah~ Aku belum memperkenalkan diriku dengan benar yah? Perkenalkan! Namaku adalah Talitha. Ratu dari segala Roh dan salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis! Ayo! Sujudlah padaku!” Talitha mengumumkan. Akan tetapi, tak ada tanggapan yang serius dari Ariel.
Dia hanya terdiam dan tidak merasa terkejut ataupun kagum sama sekali.
“Haaa ....”
“Eh?! Hanya itu reaksimu? Ada apa denganmu?” Talitha kebingungan.
“Terus ... apa aku harus berdiri sambil tidak mengenakan apapun dan bilang waaaaww! gitu? ”
Ariel dari wala-awal juga sedikit menabak. Bahwa Talitha bukan sekedar jenis peri biasa.
Itu terlihat dari dia yang tahu dengan keberadaan Dewa Jahat 'V'. Bukan sembarangan orang yang mengetahui tentang dia.
Jika dia mampu berbicara dengan Dewa Jahat 'V' dengan santainya, berarti dia bukan peri biasa. Dan ternyata itu memang benar.
Talitha adalah Ratu dari semua Roh.
Jadi. Sebelumnya dia mengatakan bahwa salah satu bawahannya akan diberikan kepadanya, berarti dia akan melakukan Kontrak dengan Roh.
Dan itulah yang dipikirkan Ariel. Dengan memikirkannya saja, sudah membuat suasana hatinya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Bersambung ....
__ADS_1