Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 88 _ Akihiro Yuu VS Louise Albion


__ADS_3

Saat Ariel terus semakin dekat dengan dirinya, Akihiro menggertakkan giginya dengan kesal.


Mengapa aku bisa selemah ini? ... apkah aku harus menggunakannya?


Akihiro mengepalkan tangannya dengan penuh tekad. Dia memiliki Skill Charity. Berkat hal itu pula, dia berhasil selamat dari serangan Ariel sebelumnya.


Dia menggunakan Boost untuk menguatkan tubuh nya dan menggunakan Divide untuk mengurangi rasa sakit dan serangan dari Ariel.


Dan kali ini, dia terpikir untuk menggunakan tahap kedua dari Boost, yaitu Limit Break.


Berbeda dengan Boost yang menambah kekuatan Akihiro melebihi biasanya, itu adalah kemampuan untuk memecah batasan dirinya dan akan meningkatkan kekuatan Akihiro secara dramatis.


Tentu saja, mendapatkan kekuatan di luar kemampuannya seperti itu jelas memiliki efek samping.


Ada tiga tahap penguatan tubuh Akihiro dari skill Charity nya itu, yaitu Boost, Limit Break dan terakhir adalah Blessing.


Meskipun terdapat tiga tahap, tetapi Akihiro selalu hanya menggunakan Boost. Pernah sekali dia menggunakan Limit Break, dan hasilnya adalah dia terbaring selama dua minggu di tempat tidur karena efek samping dan rasa sakit yang luar biasa dia rasakan setelah menggunakan kemampuan itu.


Tentu saja, penggunaan Limit Break saja bisa mengakibatkan seperti itu, entah bagaimana jika dia menggunakan Blessing? Dari yang Akihiro dengar dari Gereja Kekaisaran.


Penggunaan Blessing memerlukan sebuah pengorbanan yang harus Akihiro penuhi setelah penggunaannya. Entah itu tangan, kaki, mata ataupun sebagainya. Yang jelas, Akihiro belum pernah sekalipun mencobanya.


Dan kali ini, dia akan Menggunakan Limit Break. Meskipun tahu dia akan mengalami rasa sakit yang luar biasa setelahnya, akan tetapi dia tidak punya pilihan lain.


Lawan dia tak bisa diremehkan. Dia tidak akan pernah tertipu dengan penampilannya lagi. Meskipun dia terlihat seperti gadis kecil yang imut.


Akan tetapi, kemampuan dan dan sifatnya itu sangat kontras dibandingkan dengan penampilannya yang imut itu.


Hingga setelah Akihiro perlahan berdiri, dia segera meneriakkan sesuatu.


“[Limit Break]!”


Hingga setelah itu, cahaya emas membungkus seluruh tubuhnya. Bahkan rambutnya yang sebelumnya hitam, kini terlihat seolah berwarna kuning keemasan.


Kini Akihiro sudah dipenuhi dengan kekuatan dan juga energi.


Bahkan kekuatan itu membentuk hembusan angin dan menyapu bersih debu-debu dan beterbangan menjauh.


“Kuh!”


Apa-apaan lagi ini!?


Ariel yang menerima hembusan angin itu, secara reflek menutupi pandangannya dengan tidak menurunkan kewaspadaan nya sedikitpun.


Hingga beberapa saat kemampuan, aliran energi yang menyelimuti tubuh Akihiro segera berangsur-angsur lebih tenang.

__ADS_1


Hmmm ... aku bisa merasakan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat ... sebenarnya kemampuan macam apa itu?


Ariel merasa tertarik dengan Akihiro yang berubah menjadi kuat secara tiba-tiba.


Terserah ... mari kita coba kemampuan nya ....


Tanpa basa-basi, Ariel segera menerjang kearah Akihiro dan menebas secara horizontal dengan cantiknya.


Akan tetapi, Akihiro berhasil melihat hal itu dan menahannya menggunakan pedangnya sendiri.


Pada detik itu juga, Akihiro menghilang dari pandangan Ariel.


“... !”


Tidak! Itu bukan menghilang, dia bergerak dengan sangat cepat dan menyerang Ariel dari belakang.


Trink ... !


Akan tetapi, Ariel dapat melihat hal itu dan segera menahan serangan dari belakang tanpa menoleh sedikitpun.


Ariel dengan cepat membuat tendangan lokomotif ke arah belakang dan berhasil mengenai wajahnya.


“Kuh!”


Tak selesai dengan itu, dia segera melanjutkan pukulan ke arah perutnya dan membuat Akihiro muntah darah.


Akan tetapi, Akihiro tidak tumbang dengan itu. Akihiro segera menebas Ariel dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


Tentu saja, Ariel sama sekali tidak mencoba untuk menghindari serangan itu. Justru sebaliknya, dia menahan tebasan Akihiro yang cepat itu seolah permainan bayi semata.


Bahkan itu tak membuat Ariel berusaha keras.


Trink!


Tring!


Trink!


Suara dentingan pedang terus bergema ditempat itu. Akihiro terus menyerangnya, tetapi itu bahkan tak membuat Ariel meninggalkan tempatnya sedikitpun.


“Kamu menjadi lebih cepat dan kuat. Tapi itu saja.” Komentar Ariel, yang saat ini masih menahan serangan Akihiro dengan santai.


Dari yang Ariel rasakan, Permainan ilmu pedang Akihiro sangat buruk.


Dia hanyalah seorang amatir yang berusaha mengayunkan pedangnya dengan sembrono.

__ADS_1


Bahkan Ariel bertanya-tanya, Apa yang sebenarnya para pahlawan lakukan selama dua belas tahun ini? Meskipun Ariel tak peduli. Tetapi ini sudah keterlaluan untuk di sebut sebagai pahlawan.


Mungkin beda cerita, jika Akihiro menguasai ilmu pedang dan beladiri dengan sangat baik.


Dengan kekuatan dan kecepatannya ini, mungkin dia bisa memenangkan pertarungan ini dengan mudah, jika dia cukup terlatih.


Akan tetpi, sayang sekali Ariel adalah lawan yang sangat tidak cocok untuk nya saat ini. Ariel dengan mudah untuk melihat dan menebak serangan Akihiro selanjutnya dan menghindari atau menahan serangan Akihiro tanpa berkeringat sama sekali.


Meskipun masih dalam serangan bertubi-tubi Akihiro, Ariel masih bisa berkata seperti itu dengan santai. Dan hal itu membuat Akihiro menghentikan serangannya dan mundur untuk menjaga jarak.


Bahkan dengan menggunakan Limit Break pun masih tidak bisa? Bagaimana ini?


Akihiro mulai panik. Tidak di sangka ada orang yang masih bisa bertahan dengan dirinya yang menggunakan Limit Break.


Selama dirinya di wilayah manusia, dia dapat mengungguli kebanyakan orang dengan hanya menggunakan Boost. Tapi lawannya saat ini jauh berbeda dengan lawan yang selama ini Akihiro jumpai. Jika di rangkum dengan satu kalimat, maka itu pasti 'Dia sangat Kuat!'.


Bahkan terlalu kuat untuk Akihiro hadapi.


Apakah aku harus menggunakan itu ....


Akihiro memikirkan tentang tahap ketiga penguatan tubuhnya, yaitu Blessing.


Akan tetapi, pada saat yang sama Akihiro memikirkan hal itu, Ariel melihat sesuatu dari sudut pandangannya.


Bola api kecil terjun dengan kecepatan yang luar biasa, Sesaat kemudian, bola api kecil itu mengeluarkan api ke arah bawah dan membuat kecepatan jatuhnya bola api kecil itu melambat dan turun di suatu tempat.


Pasti itu Leon. Ariel tahu, bahwa dia tidak akan mati semudah itu. Dengan kekuatan Leon yang sangat mengerikan dan juga identitas aslinya yang seorang Beastman, Ariel Samar-samar menebak siapa identitas Leon sebenarnya.


Melihat hal itu, Ariel tersenyum seolah menantikan hal ini.


“Sudah saatnya kah ....” gumam Ariel, “Maaf, tapi permainan kita sudah dicukupkan sampai di sini.”


“Ap-?!”


Akihiro terkejut, setelah mengatakan hal itu, entah bagaimana, Ariel tiba-tiba berada tepat di hadapan Akihiro.


Hingga kemudian, Ariel meraih dan mencengkram wajah Akihiro dengan kasar dan membanting nya ke tanah dengan keras.


Braaakk!


Tidak ada belas kasihan sama sekali disana. Meskipun Ariel menahan diri untuk tidak membunuh nya. Akan tetapi, itu sangat keras dan bahkan membuat Akihiro tidak sadarkan diri dalam seketika.


Melihat wajah Akihiro yang bercucuran darah, Ariel memalingkan wajahnya sambil sedikit merasa bersalah akan hal itu.


“Y-yah ... selama dia masih hidup ... kurasa akan baik-baik saja ....” ucap Ariel pada dirinya sendiri. Meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja dan tidak akan ada masalah.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2