Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 49 _ Ajakan Chizuru


__ADS_3

Masih di kamar yang sama.


Saat ini Daisy yang sedang mengompres telinga Ariel yang sedang memerah sambil melirik Chizuru beberapa kali dengan wajah kesal.


Tidak Terima bahwa tuannya yang masih kanak-kanak di tarik telinganya sampai seperti itu.


Apa-apa wanita itu! Bisa-bisanya dia menyakiti Nona Louise yang manis sampai seperti ini.


Gerutu Daisy dalam hati.


Sementara Chizuru yang merasakan tatapan permusuhan Daisy, hanya memalingkan muka tidak peduli.


"Hmph! "


"Hey ... apakah kalian sudah selesai ... sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu dari tadi." Kata Ronand, sambil memecah kesunyian.


Akan tetapi ,tidak ada yang peduli sama sekali terhadap ronand yang ada di sana.


Mereka hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri sambil mengabaikan Ronand.


"Hey! Hatiku juga bisa terluka, Loh! Jika kalian mengabaikanku seperti itu. " ucap Ronand.


Hingga beberapa saat kemudian, Ariel menghela napas dengan lelah dan menjawab dengan malas, "Jadi? Ada urusan apa kau kemari? "


"Apakah seperti itu cara berbicara sorang cucu kepada kakeknya? " tanya Ronand dengan mengedipkan mata beberapa kali tak percaya.


"Tapi ... ya sudahlah. Aku kemari untuk segera mengajakmu untuk berlatih. "kata Ronand.


" Hah? "


Ariel yang mendengar hal itu hanya bisa terkejut tentang apa yang Ronand katakan.


"Oy, oy! Jangan bilang kau telah lupa? Aku sudah mengatakannya, Kan. Bahwa aku akan segera melatihmu segera setelah pesta selesai. "ujar Ronand dengan terkejut.


Tidak menyangka bahwa setiap orang yang mendamba-dambakan untuk dilatih oleh orang yang kuat seperti dia, Ariel malah melupakannya.


" Aku mempunyai ingatan yang cukup bagus, mana mungkin aku lupa! Aku hanya tidak menyangka kau akan melatihku tepat pada pesta selesai sehari yang lalu. "ucap Ariel dengan agak sedikit sombong.


" Lagipula, aku tidak terlalu tertarik untuk diajari olehmu. "tambah Ariel dengan santai.


Ronand yg mendengar itu hanya menatap Ariel dengan tajam, "Hooo~ ... jadi kau tidak mau dilatih olehku? " tanya Ronand untuk memastikan.


"Kau bisa menganggapnya seperti itu. " komentar Ariel.


"Hmm ... tapi sayang serkali.Kau tidak punya hak untuk memilih." kata Ronand dengan jelas.


Mendengar akan hal itu,Ariel hanya mengerutkan alisnya,"Siapa yang menentukan? Hidupku adalah urusanku sendiri!"


"Sharon! "

__ADS_1


"Hm? " Alis Ariel berkedut setelah nama ibunya disebutkan.


"Yah ... tidak hanya Sharon, bahkan Anastasius dan aku pun ingin kau dilatih olehku. " ungkap Ronand.


"Aku tidak peduli tentang kau atau orang itu. Tetapi mengapa ibu mendukung agar aku menjadi muridmu? " tanya Ariel dengan heran.


Ronand yang menyeringai dengan lebar. Karena mengetahui kelemahan Ariel untuk menyetujui dia untuk melatih nya.


"Yah ... kau tahu! Setelah terjadinya penculikan yang terjadi padamu beberapa kali. Sharon sangat mengkhawatirkan tentang keadaanmu. Untuk itulah Sharon dan aku membicarakannya kemarin. " ungkap Ronand. Menceritakan semuanya kepada Ariel.


Meskipun dari perkataannya itu agak sedikit dibumbui dengan kebohongan.


Hmmm ... sejak kapan mereka begitu akur.... ?


Renung Ariel .Merasa aneh dengan situasi saat ini.


Terserah lah .... !


"Baiklah! Aku akan ikut denganmu. Jadi? Mulai kapan kita akan memulai? Apakah sekarang juga? " tanya Ariel.


"Baguslah kalau kamu setuju." ujar Ronand dengan tersenyum,"Tetapi, nanti saja kamu pergi ke lapangan pelatihan. Lagipula kau sepertinya sedang menerima tamu. "ucap Ronand sambil melirik Chizuru yang saat ini sedang duduk dengan tenang.


"Baiklah ... aku akan pergi nanti. Untuk sekarang kamu bisa pergi! ... Hush .... ! "Ariel melambai-lambai kan tangannya kepada Ronand. Berusaha untuk mengusir dia dari kamarnya.


Ronand yang mendapat perlahan yang seperti itu dari Ariel hanya menatapnya dengan aneh.


Segera setelah itu, Ronand pun bangkit dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan ruangan.


Hingga ruangan itu menyisakan mereka bertiga dengan keheningan.


Untuk beberapa saat kemudian, Chizuru pun bangkit dari tempat duduknya.


"Aku juga akan pergi! " ucap Chizuru dengan lesu.


Ariel dapat mengerti alasan Chizuru bersikap seperti itu. Dan prihatin dengan keadaannya.


Dia yang begitu ingin untuk kembali ke dunia sebelumnya. Hanya untuk dikejutkan oleh alasan konyol mengapa dia dikirim ke dunia ini.


Yaitu hanya untuk dijadikan sebagai hiburan untuk Dewa Jahat 'V'.


"Apakah kamu mau ikut juga ke wilayah manusia? " tanya Chizuru kepada Ariel.


"Eh? "


Akan tetapi. Justru Daisy yang merespon akan pertanyaan Chizuru.


Ahh ... dia juga mantan manusia ....


"Tidak! Aku akan tetap di sini ... " ucap Ariel,sambil berbalik melirik Daisy, "Apakah kamu mau kembali ke wilayah manusia, Daisy? "

__ADS_1


"Hm? " Daisy kebingungan mengapa Ariel yang menolak ajakan Chizuru.


Apakah Nona pernah ke wilayah manusia?


Daisy bertanya-tanya dalam hati. Meskipun bukan itu yang dimaksud Chizuru..


"Oh! Jadi dia juga dari wilayah manusia? Kamu boleh ikut denganku jika kamu mau. " tawar Chizuru yang baru mengetahui Daisy juga berasal dari wilayah manusia.


Meskipun ragu sejenak. Daisy Menggelangkan kepalanya sebagai penolakan, "Saya akan tetap disini sebagai pelayanan Nona Louise.Jadi Terima kasih dengan tawarannya."


Pada saat yang sama, Daisy menunduk sebagai tanda terimakasih nya kepada Chizuru.


"..., Baiklah ... jika kamu tidak ingin ikut. " ucap Chizuru.


Kemudian berbalik kepada Ariel, "Apakah kamu yakin? " tanya Chizuru untuk memastikan.


Ariel hanya ragu untuk beberapa saat dan berbicara, "Daisy! Bisakah kamu tinggalkan kami berdua untuk beberapa saat! "


"Baik .... !"


Daisy mengangguk meski entah mengapa dia agak sedikit tidak rela untuk meninggalkan mereka hanya berdua di dalam satu ruangan. .


Setelah Daisy meninggalkan ruangan. Ariel pun menjawab pertanyaan Chizuru sebelumnya.


"Kau tahu! Aku sekarang bukanlah manusia. Dan akan menjadi keributan besar jika aku pergi ke sana dan mereka mengetahui bahwa aku berasal dari wilayah iblis. " ungkap Ariel. Memberitahukan alasan mengapa dia tidak bisa mengikuti Chizuru menuju wilayah manusia.


Dan juga ... aku lebih suka tinggal disini ....


pikir Ariel .Dengan secara tidak sadar ,mengeluarkan senyuman kecil di ujung bibir nya. Memikirkan tentang orang-orang yang Ariel pedulikan di istana ini.


"Tetapi bisa saja dengan menyamar, Kan! Saat kami datang ke dunia ini, semua negara di wilayah manusia sangat heboh, loh! Tentang kehilangannya satu Pahlawan! " ungkap Chizuru.


"Apakah begitu? " tanya Ariel tak peduli, "Aku tidak akan merubah keputusanku. Kau juga tidak boleh memberutahukannya ke orang lain tentang kehadiranku, Ok? " ucap Ariel.


Setelah Ariel mengatakan itu, raut wajah Chizuru seketika berubah menjadi merasa bersalah.


Ariel yang memperhatikan itu, menebak apa yang di pikiran Chizuru, "Apakah ada orang yang tahu? "


"I-iya ... " jawab Chizuru dengan merasa bersalah, "Tetapi tenang saja, hanya dua orang, Kok! Saat itu kami bersama mengetahui keberadaanmu lewat Senjata Suci ku. Aku sudah berpesan kepada mereka untuk merahasiakan hal ini terlebih dahulu. Jadi kamu tenang saja ...kurasa."


"Hanya dua orang, Kah ... Siapa mereka? " tanya Ariel dengan penasaran.


"Mereka adalah Aria dan Lin Xue. Sesama pahlawan wanita saat kami bersama mencarimu. Mereka orang yang dapat dipercaya,Kok!Jadi kamu tenaga saja. "ucap Chizuru, berusaha meyakinkan Ariel.


Akan tetapi, hal yang Ariel pedulikan hanyalah nama pahlawan yang disebutkan oleh Chizuru beberapa saat yang lalu.


'Aria'. Adik kandung Satu-satunya Ariel saat di kehidupan sebelumnya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2