Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 54 _ Suasana Latihan


__ADS_3

Di sebuah tempat latihan.


Daisy bersama Yukina yang saat ini sedang beristirahat setelah menyelesaikan pelatihan mereka bersama.


Mereka memandangi ke arah yang sama sambil menikmati istirahat mereka.


"Wahhhh ... hari ini juga meriah sekali, Yah! " ucap Yukina sambil memandangi ke arah hutan yang kini terdapat seperti beberapa ledakan dan sebagainya yang terus menggelegar .


"Ya, semoga saja nyonya Sharon tidak memarahi tuan Ronand untuk yang ke sekian kalinya. " Daisy memberi persetujuan sambil terkikik-kikik membayangkan apa yang akan terjadi setelahnya.


Telah berlalu sekitar tujuh tahun lebih, semenjak majikan Daisy, yaitu Louise Albion di angkat sebagai murid dari salah satu orang terkuat di Wilayah Iblis. Yakni Ronand sendiri.


Meskipun Yukina juga dilatih oleh orang yang sama. Akan tetapi, cara mereka di latih sangat jauh berbeda satu sama lain.


Yukina yang dilatih dengan santai sampai mencapai batas kemampuannya, sementara Ariel dilatih habis-habisan oleh Ronand sendiri sampai setiap kali pulang, Ariel selalu di bawa dengan dipenuhi luka di sekujur tubuhnya.


Yang membuat Sharon selalu mengamuk melihat akan hal itu. Dan memberi ceramah yang panjang kepada Ronand, sehingga Anastasius pun yang tidak terlibat ,juga terkena imbasnya.


Meskipun mereka selamat berkat Ariel yang tidak mempermasalahkan hal itu.


"Yah ... tetapi kakak juga akhir-akhir ini lebih sedikit menerima cedera pada tubuhnya daripada sebelum-sebelumnya, mungkin kakak sudah menjadi lebih kuat. " komentar Yukina.


Daisy yang mendengar akan hal itu, memuji nona kesayangan nya dengan bangga, "Tentu saja nona Louise dapat melakukannya. Yang kita bicarakan di sini adalah nona Louise, Loh! "


Setiap kali mereka membicarakan Ariel, Daisy selalu membangga-banggakan majikannya setiap kali ada kesempatan. Yang membuat Yukina juga tersenyum memberi persetujuan.


Selama beberapa tahun ini. Setiap kali Ronand pergi melatih Ariel, Daisy selalu menemani Yukina untuk mengawasinya dan berlatih bersamanya.


Dan berkat hal itu juga, mereka menjadi lebih akrab satu sama lain. Bukan sebagai seorang Puteri maupun seorang Pelayan, akan tetapi sebagai teman yang mengagumi orang yang sama.


Meskipun mereka kadang bertengkar memperebutkan siapa yang harus berada di sisi orang itu. Daisy tidak akan pernah mengalah, meskipun status Yukina yang seorang Puteri dan juga adik dari tuannya.


"Baiklah, saya juga akan memulai berlatih kembali. Saya tidak ingin tertinggal lebih jauh dari kakak. " ucap Yukina sambil bangkit dari kursinya.


Daisy pun melakukan hal yang sama sambil membereskan perlengkapan teh yang telah mereka pakai, "Saya juga akan temani setelah saya menyelesaikan hal ini. "


"Baik.Terima kasih, Daisy. Apakah harus saya bantu? " Yukina tersenyum ramah kepada Daisy.


"Tidak, itu sudah menjadi tugas saya, " Daisy menggelengkan kepalanya. "Nona Yukina silahkan pergi terlebih dahulu saja. "


Daisy menolak tawaran Yukina. Meskipun tahu Yukina mencoba untuk bersikap baik. Akan tetapi, apa yang akan orang lain katakan jika sang Puteri Kerajaan itu sendiri, mencoba untuk membereskan perabotan yang telah dia pakai?


Itu bukan sesuatu hal yang ingin Daisy tahu. Dan dia juga tidak mau membayangkannya.


"Baiklah kalau begitu, aku tunggu kamu di lapangan. " Setelah mengatakan hal itu, Yukina pun pergi terlebih dahulu untuk memulai kembali pelatihannya.


***

__ADS_1


Sementara itu.


Ditempat lain, dua orang yang saling bertarung satu sama lain , terus saling menyerang dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


Trank .... !


Trink .... !


Swoooshh .... !


" Kecepatan yang luar biasa, tetapi kekuatanmu harus lebih ditingkatkan jika kau ingin mengalahkan ku! " Ronand berbicara sambil menerima serangan terus-menerus dari Ariel.


"Berisik ! "Ariel terus menyerang Ronand menggunakan Long Sword yang dia pakai dengan menusuk secara bertubi-tubi kearah Ronand.


Sing, sing, sing .... !


Akan tetapi, Ronand hanya menahannya menggunakan satu lengan kanannya yang terlapisi dengan Gauntlet (sarung tangan) yang terbuat dari besi. yang melindungi tangannya itu sambil menggerakkan ke mana arah tusukan pedang yang di lancarkan Ariel mendarat.


Trank, trink, trank, trink .... !


" Mengapa kau tidak menggunakan kemampuan yang ada dalam senjatamu itu? " Ronand bertanya dengan penasaran.


Ariel hanya menjawabnya dengan malas, " Bukan pelatihan namanya, jika mengandalkan hal itu di sini. Lagipula aku tidak ingin menunjukkannya kepadamu. "


"Kau ini .... "


Ronand saat ini mengetahui tentang rahasia Ariel bahwa dirinya mempunyai tanda pahlawan yang seharusnya dimiliki boleh para pahlawan yang di panggil di dunia manusia.


Saat beberapa tahun lalu. Ketika Ronand mewariskan skill pride nya kepada Ariel, seketika Ariel berubah menjadi ganas dan mencoba menyerang apapun yang ada di sekitarnya.


Meskipun untung saja tidak ada yang melihatnya .Dan Ronand berhasil menahan Ariel yang menyerang secara membabi-buta sambil menunggu Ariel untuk dapat mengendalikan dirinya sendiri.


Awal mula ,Ronand melihat Ariel yang mengamuk seperti itu dia sangat terkejut. Tidak tahu apa yang telah terjadi. Karena sebelumnya tidak pernah ada kejadian orang yang mewarisi skill Pride (Kesombongan) dapat berubah menjadi seperti itu.


Akan tetapi, setelah Ariel berhasil mengendalikan diri dan menjelaskan dirinya bahwa dia mempunyai skill Diligence (Ketekunan) yang seharusnya hanya dimiliki oleh para pahlawanpahlawan. Meskipun dia tidak menjelaskan dirinya yang dari dunia lain, Ariel hanya menyebutkan bahwa dirinya mempunyai tanda pahlawan itu saat dari dia di lahirkan.


Dan Ronand pun mempercayai hal itu dengan mudah.


Ronand dapat mengetahui apa penyebabnya. Meskipun itu hanyalah menebak.


Skill dari seri Tujuh dosa besar, pada saat yang sama di tanamkan pada jiwa yang memiliki skill dari Seri Tujuh Kebajikan, tentu saja akan mengalami penolakan satu sama lain.


Meskipun hal aneh bahwa Ariel baik-baik saja. Saat Ronand bertanya, Ariel hanya menjawabnya dengan bercanda.


"Karena aku adalah Protagonis! " Sambil berekspresi bangga dan berteriak dengan keras.


Ronand yang melihat itupun segera menggetok kepalanya dengan cukup keras dan bertanya lagi dengan serius.

__ADS_1


Kali ini Ariel menjawabnya dengan serius pula, " Hmmm ... bagaimana menjelaskannya ... yah, anggap saja seperti warna hitam dan putih yang saling melengkapi satu sama lain ... mungkin itu penjelasan yang benar. "


Meskipun Ronand tidak tahu apa yang di maksud, dia hanya mengangguk seolah dia mengerti.


Dan pada saat itu juga, Ariel memohon untuk merahasiakan nya dari siapapun tentang tanda pahlawan dan sebagainya.


Ronand pun mengangguk setuju asal dengan syarat bahwa dirinya lebih giat untuk berlatih. Meskipun tanpa harus memohon pun, Ronand akan merahasiakan hal ini dari siapapun.


Karena akan menimbulkan hal buruk jika semua itu tersebar.


Bersambung ....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan:


Seven Deadly Sins /Tujuh Dosa Besar terdiri atas


•Pride (Kesombongan):Ronand➡Ariel ❖Gravitasi


•Greed (Ketamakan):??????


•Envy (Iri hati):?????


•Wrath (Kemarahan):?????


•Lust (Hawa nafsu):Lydia Scarlet❖Soul Manipulation


•Gluttony (Kerakusan):?????


•Sloth (Kemalasan):?????


◆◇◆◇◆◇◆◇


Seven Virtue series/Tujuh Seri Kebajikan terdiri atas


•Humility(Kerendahan hati) :?????


•Kindnes(Kebaikan hati):??????


•Patience(Kesabaran) :?????


•Diligence(Ketekunan) :Ariel❖Weapon Creation


•Charity(Murah hati) :?????


•Temperance(Kesederhanaan) :Sumeragi Chizuru❖Manipulasi Ruang

__ADS_1


•Chastity(Kesucian) :?????


__ADS_2