
"Yaa... singkatnya, kamu mulai sekarang dan seterusnya akan menjadi Vampire...."ucap Ariel dengan ragu-ragu.
" Va-.... "
Daisy tak bisa berkata apa-apa setelah mendengar apa yang telah di katakan Ariel kepadanya.
"Daisy?... oyyyy".
Ariel mengibas-ngibaskan tangannya di depan Daisy yang sedang membeku.
" Apakah kamu baik-baik saja? "
Setelah beberapa saat Daisy hanya terdiam, kebingungan dengan situasi yang sedang terjadi.
Ariel yang kesal dirinya di hiraukan , dia mencubit kedua pipi Daisy dengan keras.
" Aw... awawaw...sakit, tolong lepaskan...."
"Nah,sekarang apakah kau sudah tidak apa-apa? "tanya Ariel dengan puas, sambil melepaskan tangannya dari pipinya Daisy.
Daisy yang mengelus dengan lembut pipinya yang memerah sambil mengeluarkan air mata.
" Nona sungguh kejam.... "
"Haha... maaf,maaf.Aku sedikit kelewatan barusan. "
"Sedikit?.Bahkan itu adalah cubitan yang paling menyakitkan yang pernah saya dapatkan selama seumur hidup saya. "keluh Daisy dengan kesal.
" Aku sudah meminta maaf kan?.Lagipula, apakah kamu sekarang lebih tenang? "
"...,Iya, meskipun saya tidak tahu, ini adalah berkat Nona atau salah Nona. " jawab Daisy dengan cemberut, masih memperhitungkan masalah Ariel yang mencubit dirinya dengan keras.
"Tentu saja berkat ku.!!"
Ariel melipat tangannya dan menaikkan dagunya dengan bangga, tidak merasa bersalah sama sekali atas dirinya yang telah mencubit Daisy.
".... "
Daisy yang menatap Ariel , yang dengan bangga nya berpose seperti itu membuatnya jengkel.
Memang pantas menjadi murid tuan Ronand, salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis yang mempunyai skill Pride... benar-benar menjengkelkan.
Kutuk Daisy dengan kesal. Tetapi ,Daisy segera tersadar.Bahwa ada urusan yang lebih penting.
__ADS_1
"Jadi.Apa maksud Nona, saya akan menjadi Vampire?. Sejak kapan? "
Daisy tidak meragukan kata-kata Ariel yang mungkin saja berbohong. Akan tetapi Daisy sadar, bahwa ada sesuatu yang berubah pada dirinya.
Sesuatu yang dapat menelan Daisy kapan saja. Akhir-akhir ini ,Daisy sering merasa kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat.
Dan entah bagaimana, tubuhnya berasa ringan saat Daisy melakukan suatu aktivitas. Seolah Daisy mendapatkan kekuatan yang entah dari mana ia dapatkan.
"Ah... apakah kamu ingat?. Saat aku mengigitmu di hutan tempo hari?.Sejak saat itulah, mulai sekarang kamu akan terus menjadi Vampire dan tidak akan bisa kembali lagi menjadi manusia.... "ucap Ariel sambil mengintip Daisy dengan rasa bersalah.
"Jadi begitu.... "
Daisy terdiam untuk beberapa saat dengan melankolis.
"...,Maaf Daisy, saat itu aku tidak tau keadaannya akan berubah menjadi seperti ini. "
Setelah mendengar Ariel yang meminta maaf dengan tulus, Daisy segera menggelengkan kepalanya dengan tersenyum ramah.
"Tidak.Nona tidak perlu meminta maaf. Mungkin sudah saatnya bagiku untuk meninggalkan masa lalu yang menyakitkan... "
Daisy menghela nafas sambil menatap dinding langit-langit dengan mengenang masa lalunya yang kebanyakan ingatan yang tidak begitu menyenangkan bagi Daisy.
"Lagipula, tubuhku sekarang menjadi lebih kuat. Dan juga, saya dengar bahwa Vampire dapat hidup lebih lama dari pada ras manusia. "ucap Daisy mencairkan suasana.
" Apakah begitu? tapi, saat kamu mengamuk di ruang makan kemarin, aku dengan mudah membuatmu pingsan. "ucap Ariel dengan mengejek sambil tersenyum geli.
" Oh! . Dan juga, bagaimana situasi saat saya mengamuk?.Apakah saya telah melakukan sesuatu yang membahayakan orang lain? "
Daisy dengan cemas menatap Ariel, berharap tidak ada sesuatu yang dapat merugikan orang lain.
"...,Daisy sangat baik yah. " ucap Ariel sambil tersenyum,"Tetapi tenang saja, tidak ada sesuatu hal yang terlalu serius. Akan tetapi, kamu harus meminta maaf kepada yang lainnya, kamu telah membuat banyak keributan saat kita makan."
Daisy yang mendengar itu merasa bersalah atas apa yang telah diperbuat nya.
"Jangan pasang wajah seperti itu.Lagi pula, kejadian itu juga sebagian dari kesalahanku. "ucap Ariel, sambil menghibur Daisy yang sedang termenung.
" ...,Terima kasih. "ucap Daisy sambil tersenyum,"saya akan meminta maaf kepada yang lainnya nanti. " Daisy yang kembali bersemangat, bertekad untuk meminta maaf kepada orang yang telah direpotkan nya.
"Haha...Itulah baru Daisy yang aku kenal. " Ariel tersenyum ,melihat Daisy mendapatkan semangatnya kembali.
"Untuk sekarang, apakah kamu bisa meminum sedikit Darahku? "Ariel bertanya kepada Daisy dengan santai.
" ...,Eh? "
__ADS_1
Daisy yang kebingungan mendengar pertanyaan Ariel yang begitu tiba-tiba. Dia memiringkan kepalanya,membuatnya bertanya-tanya apa yang di maksud Ariel.
"Singkatnya.Kamu yang sekarang masih belum bisa mengendalikan dirimu sendiri.Dalam keadaan tertentu, mungkin kamu akan mengamuk lagi seperti kejadian kemarin. " ucap Ariel, menjelaskan situasinya kepada Daisy.
"Jadi begitu... ta-tapi meminum darah agak sedikit.... " Daisy ragu-ragu, untuk meminum darah Ariel.
Daisy yang menjalani kehidupnya sebagai manusia. Dia tidak pernah berfikir untuk meminum darah orang lain.
Apalagi sampai melakukannya kepada seorang putri. Membuatnya tak pernah membayangkan akan kejadian seperti ini.
Ariel yang melihat Daisy yang sedang khawatir,dia menenangkan Daisy untuk membujuknya.
"Tidak perlu khawatir. Aku juga baru pertama kali meminum darah orang lain saat aku bersamamu. Kamu adalah yang pertama bagiku. "
"Jangan mengatakan sesuatu yang ambigu seperti itu.... " gumam Daisy, pipinya yang memerah tersipu malu sambil mengeluh.
Tetapi perkataan Ariel ini entah bagaimana telah membuat Daisy sedikit menghilangkan rasa keragu-raguan di dalam dirinya dan bersedia untuk meminum darah Ariel.
"...,Baiklah. Tetapi, apakah tidak masalah menghisap darah Nona?? "
"Jangan khawatirkan itu~,itu sama sekali tak masalah bagiku. Tetapi ,sebelum memulai.Aku ingin memberi tahu mu sebuah peringatan terlebih dahulu. "ucap Ariel dengan nada serius.
"Peringatan? "Daisy yang merasa Ariel yang serius, dia segera duduk dengan tegap,menunggu apa yang akan dikatakan Ariel setelahnya.
"Ya.Setelah menjadi Vampire sepenuhnya. Kamu tidak akan pernah bisa menentang ku. Dalam kata lain, kamu akan hidup seperti Budak. "
"Tetapi... meskipun saya tidak meminum darah Nona... saya akan tetap akan menjadi Vampire, Kan? "tanya Daisy kepada Ariel dengan memastikan.
"Iya.Meminum darahku hanya akan mempercepat prosesnya, agar kejadian kemarin tidak terulang lagi. Meskipun kamu tidak meminum darahku, kamu akan tetap menjadi Vampire .Mungkin dalam seminggu? Setelah tubuhmu menyesuaikan diri. "ucap Ariel dengan jelas.
"...,Kalau begitu, saya tidak punya pilihan lain. Mulai skarang, mohon perlakukan saya dengan baik. " ucap Daisy sambil meninggalkan tempat tidur dan membungkuk di lantai sambil menghormat.
"Iya.Aku berjanji,mulai sekarang dan seterusnya,aku tidak akan pernah bersikap tidak adil padamu. "
Ariel berjanji sambil tersenyum. Dan menawarkan tangan kepada Daisy untuk segera bangkit dari lantai.
"Bagaimana jika Nona mengingkari janjinya? "
Daisy bertanya , sambil meraih tangan Ariel.
"Ya... berjanji lagi~"
".... "
__ADS_1
Daisy hanya terdiam, setelah mendengar Ariel berkata begitu.
Bersambung....