Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 53 _ Dimulainya Hari Baru


__ADS_3

"Silahkan dinikmati teh nya , Nona! "


Daisy selalu menyajikan secangkir teh hangat di pagi hari seperti biasanya ,saat aku bersantai di teras halaman istana.


"Iya, Terima kasih, Daisy! "


Aku tersenyum menunjukkan rasa Terima kasih nya kepada Daisy dan diapun menunduk dengan senyuman.


Sambil menyeruput teh, aku merenung .


Sudah lebih dari dua belas tahun sejak aku memulai hidup di dunia ini.


Kehidupanku bisa dianggap lumayan lancar dan menyenangkan jika mengecualikan tentang masalah Ronand yang selalu mengejarku untuk pergi berlatih bersamanya hampir setiap hari.


Ugh ... bahkan aku tidak ingin memikirkannya kembali tentang perlakuannya kepadaku beberapa tahun terakhir ini.


Yah ... meskipun itu cukup menguntungkan ku untuk bertambah lebih kuat dan mendapatkan skill darinya.


Setelah mendapatkan skill Pride (Kesombongan) darinya , itu memang skill yang cukup berguna bagiku.Dengan akalku yang jenius ini , penggunaan gravitasi bukan hanya sekedar membuat berat atau ringan yang seperti Ronand lakukan, aku bahkan dapat melakukan sesuatu yang lebih menarik.


"Hehe ... hehe .... "


"Nona? Apakah ada sesuatu? "


"Oh? Tidak! Tidak ada apa-apa .... "


Oh! Hampir saja. Aku terlalu terbawa suasana. Secara tidak sadar aku tertawa sendiri.Untung saja hanya Daisy yang melihatku, jika orang lain yang melihatnya, bisa-bisa aku dianggap gila oleh mereka.


Yah ... terlepas dari skill Pride(Kesombongan) , skill yang pertama yang aku miliki,yaitu skill Diligence(Ketekunan) ku juga mengalami perkembangan.


Aku dapat lebih menguasai cara penggunanya, seperti bola yang di bawa oleh Chizuru yang disebut sebagai Senjata Suci atau apapun itu, ternyata benda itu juga adalah buatan dari sang pahlawan generasi pertama.


Meskipun aku baru mengetahui hal itu beberapa tahun ke belakang saat Chizuru mampir ke tempatku beberapa kali untuk berkunjung.


Dapat di tebak bahwa itu di buat oleh orang yang sebelumnya mempunyai skill sama sepertiku, yaitu skill Diligence(Ketekunan).


Pahlawan sebelumnya mampu membuat senjata untuk masing-masing pahlawan, yang di sebut Senjata Suci.


Heh! ... sungguh lelucon.


Aku mampu membuat senjata yang lebih keren daripada itu. Sampai sekarang, aku berhasil membuat 47 buah senjata yang berbeda-beda. Dan tentu saja, aku dapat menguasai semua nya.

__ADS_1


Dan akupun baru menanamkan kemampuan yang cocok ke senjata buatanku. Sekarang hanya 9 dari 47 senjata ku yang memiliki kemampuan.


Jika kau bertanya kemampuan apa yang ku maksud, itu misalnya senjata suci yang dimiliki Chizuru. Benda itu mampu mengamati apa saja yang ada di dunia ini. Sebenarnya itu juga adalah skill dari seseorang yang mempunyai kemampuan yang sama.


Setelah diteliti lebih dalam, ternyata cara penanaman skill itu ke sebuah senjata juga cukup mudah. Kau hanya perlu membuatnya bersamaan dengan skill yang akan kau masukan ke senjata itu.


Cara pembuatannya di rahasiakan. Rahasia Negara! ... hahaha ... maksudku kalau di jelaskan akan memakan waktu, jadi kita skip saja bagian ini.


Eh? Tunggu dulu! Aku menjelaskan kepada siapa? Yah ... lupakan!


Aku terus meneliti dan akhirnya! Selain skill, aku juga dapat memasukkan sejenis sihir ke sebuah senjata.


Itu seperti membuat program pada sebuah senjata yang mampu membuat sebuah sihir tanpa harus membutuhkan sebuah rapalan sihir.


Bukankah hal itu penemuan besar? Jika di produksi masal , itu akan menggulingkan hasil sebuah perang.


Yah ... tapi aku tidak tertarik untuk melakukannya. Aku hanya membuat senjata untuk diriku sendiri. Dan berkat itu juga ,aku lebih tertarik untuk meneliti sihir dan tentu saja untuk menguasainya juga.


Itu adalah sesuatu yang tidak ada di kehidupanku sebelumnya, tentu saja aku akan bersemangat untuk meneliti sesuatu hal yang baru.


Mengenai sesuatu yang baru ... aku juga baru mengetahui informasi yang cukup mengejutkan bagiku.


Saat pertama kali melihatnya ,aku baik-baik saja .Setelah melihat seorang lelaki dewasa, seorang Lolita, dan beberapa anak muda bau kencur.


Akan tetapi, aku terkejut setelah melihat wajah seorang wanita muda di dalam Senjata Suci milik Chizuru.


Dia adalah seorang wanita yang sangat aku kenal di kehidupanku sebelumnya. Adik kandungku satu-satunya yang tumbuh bersama, hingga aku pergi ke dunia ini bersama Shilvie dan yang lainnya.


Kau bisa menebaknya.


Benar! Dialah Aria.


Saat pertama kali mendengar nama Aria dari Chizuru, kupikir itu hanyalah sebuah kebetulan.


Bagaimana mungkin keajaiban seperti itu dengan mudah dapat terjadi tanpa campur tangan seorangpun?


Dan aku dapat menebak siapa pelaku di balik semua ini.


Pasti dia!


Yah! Aku yakin pasti dia!

__ADS_1


Siapa lagi kalau bukan ulah Dewa Jahat 'V' yang gila akan hiburan itu.


Hahhh .... memikirkannya saja membuat aku pusing. Untuk saat ini aku tidak ada niatan untuk bertemu Aria.


Lagipula sekarang dia adalah tokoh penting di wilayah manusia, aku tidak mau menimbulkan keributan yang tidak perlu.


Selama Aria hidup bahagia di sana, itu cukup membuatku melihatnya dengan tenang. Lagipula ... apa yang akan dia lakukan jika mengetahui bahwa kakak nya yang dia sayangi telah berubah menjadi seorang perempuan?


Aku bisa mati karena malu.


Lagipula, aku masih belum mengetahui keberadaan tentang Shilvie dan yang lainnya, selama aku mengetahui bahwa mereka hidup bahagia, itu sudah cukup bagiku.


Aku tidak perlu memaksakan keinginan hidup mereka yang kini menjalani kehidupan masing-masing seperti halnya diriku.


Yah ... jika mereka tidak puas dengan kehidupan mereka, aku akan mengajak mereka ke sisiku sebagai gantinya.


Bukan berarti aku malas untuk mencari mereka. Hanya saja, mencari orang yang tidak tahu nama, wajah dan orang seperti apa mereka aku tidak tahu sedikitpun.


Mungkin saja mereka juga berubah gender sepertiku. kuharap begitu ... sehingga aku bukan satu-satunya yang berubah seperti ini.


Jika hal itu benar terjadi, mencari mereka akan lebih sulit. Seperti mencari uang di pinggir jalan. Sulit ditemukan jika di cari dan menemukannya hanya secara kebetulan atau juga secara teliti.


Dengan aku yang selalu sibuk setiap hari. Mencari keberadaan mereka hanya saat waktu ku luang dan Itupun tidak ada harapan.


Jika kau bertanya apa yang aku sibukkan, aku selalu belajar tentang sihir dan berbagai hal .


Lagipula aku tidak bisa lepas dari cengkraman Ronand untuk berlatih bersamanya.


"Hooooyyy ... muridkuuuu .... ! "


Lihat? Dia berteriak-teriak seperti orang gila dan menuju ke arah kami berdua dengan wajah menjengkelkan.


"Hahhh ... Daisy. Tolong siapkan baju latihan ku! "Aku hanya bisa menghela napas dan meminta Daisy dengan enggan.


"Baik, Nona! "


Aku melihat Daisy yang pergi dengan antusias. Di pagi hari yang begitu cerah ini , suasana hatiku seketika berubah menjadi buruk.


Astaga .... kapan dia akan menyerah untuk berhenti melatih ku?


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2