Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 144 _ Louise Anakku (3)


__ADS_3

Saat ini aku berbaring di atas tempat tidur.


Setelah mengetahui kenyataan yang pahit, aku segera pingsan untuk beberapa menit sebelum dibangunkan lagi oleh rasa sakit yang sama aku rasakan seperti sebelumnya.


Entah berapa hari semenjak aku pertama kali merasakan rasa sakit ini, aku tidak pernah tidur sama sekali.


Karena setiap kali aku menutup mataku, justru rasa sakit itu menjadi lebih terasa dan terasa menyiksa.


Tetapi kali ini aku bahkan tidak peduli dengan rasa sakit yang kurasakan dari dalam perutku ini.


Karena rasa sakit yang aku rasakan di dalam hatiku bahkan tidak bisa dibandingkan dengannya.


Hatiku hancur.


Aku tak tahu harus berbuat apa.


Hiks ... hiks ....


Yang aku bisa hanyalah merintih dengan air mataku yang terus mengalir hingga membuat wajah ... terutama pipiku menjadi terasa basah dan juga lembab.


Tetapi aku tidak peduli.


“Hey, Dokter... hiks ... katakan bahwa semua ini tidaklah benar... hiks... hiks .... ”


Apapun itu, aku mencari harapan sekecil apapun.


Hingga membuat diriku berkata yang aneh-aneh kepada dokter yang saat ini disampingku untuk memeriksa keadaanku.


Sang Dokter terkejut untuk sesaat.


Hingga dengan jeda yang cukup lama, dia membuka mulutnya dengan ekspresi sedih, “... Maaf ... Nyonya ....”


Perkataan itu saja sudah cukup untuk membuatku ke dalam jurang keputusasaan kembali.


Tetapi itu adalah kenyataan yang harus ku terima.


Anakku sudah meninggalkanku ....


Karena aku sebelumnya mengharapkan anakku menghilang ....


Aku sudah membunuhnya ....


Sayang. Saat aku mengharapkan kamu tidak pernah ada, itu tidaklah benar.


Maafkan aku ... aku sungguh minta maaf.


Jadi, bisakah kau kembali, sayang?


Karena aku merasakan sakit sebelumnya, aku menyalahkan semuanya kepadamu ....


Bukankah aku adalah ibu yang buruk?


Aku minta maaf karena tidak bisa menjadi ibu yang baik.


Jika aku menganggapmu sebagai berkah, kamu tidak akan meninggalkanku, kan?


Aku tidak masalah jika kamu tidak mau memaafkanku dan membenciku. Selama kamu kembali dan hidup dengan bahagia, itu sudah cukup bagiku.


Jadi, kembalilah ... !


Saat aku memikirkan hal-hal seperti itu di dalam pikiranku, aku memejamkan mata.


Dan ketika aku membuka mataku kembali, ... aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi semua yang berada di sekeliling ku adalah ruang kosong yang semuanya berwarna putih.


Dan rasa sakit di perutku yang selama ini terus aku rasakan telah menghilang.


Ah ... apakah aku akhirnya menyusul anakku?


Apakah aku juga mati?


“Tapi, dimana ini ....”

__ADS_1


“Hai. Senang bertemu denganmu.”


Ada seseorang disini?


Ketika aku mencari ke arah asal suara itu, aku menemukan seseorang yang sedang tersenyum kepadaku.


“Siapa?”


Tidak jauh berbeda dengan ruangan ini, saat aku melihatnya, seluruh penampilannya juga sebagian besar berwarna putih.


Hanya menyisakan warna mata, bibir dan kulitya saja yang berbeda.


Dan entah mengapa, senyumannya itu terasa menakutkan.


Dan ketika aku menanyakan siapa dirinya, dia mengetuk-ngetuk dagunya seolah dia sedang berpikir.


“Hmmm ... jika kamu menanyakan siapa diriku ... mungkin nama Dewa Jahat 'V' akan terlintas di kepalamu? Tetapi sosok ku yang sebenarnya adalah Administrator, pengelola dunia ini. Yah, kau bebas memanggilku apapun.”


Dewa Jahat 'V' ... aku tahu nama itu. Aku cukup yakin bahwa nama itu adalah salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis.


Mengapa dia ada di sini juga?


Tunggu! Apakah dia benar-benar yang asli?


Aku sempat curiga. Tapi ....


“... Apakah kamu juga mati?”


Dan tanpa sadar aku menanyakan sesuatu seperti itu.


“Hah?!” Dia terlihat kebingungan dengan pertanyaanku. Hingga akhirnya beberapa saat kemudian, dia mengangguk seolah mengerti apa yang terjadi.


“Ah ... apakah kau menganggap dirimu telah mati? wahahaha ... lucu sekali.”


Aku mengerutkan kening dengan kesal.


Mengapa dia tertawa seperti itu? Memangnya apa yang lucu?


Bagaimana dia tahu itu?


Dia menekankan ucapannya bahwa anakku sudah mati sambil menyeringai seperti itu ....


Aku kesal. Dan aku juga marah dan sekaligus merasa sedih karena telah diingatkan kembali.


Aku menggigit bibirku sendiri dengan ekspresi pahit dan bersiap ingin melayangkan telapak tangan ku padanya.


Tetapi, sebelum aku melakukannya, dia berkata sesuatu yang tidak dapat aku abaikan.


“Dengar. Apakah kau ingin anakmu 'Dihidupkan kembali?' ”


“... A-apa?”


Aku gemetar. Dan entah mengapa aku tahu bahwa kata-katanya bukanlah sebuah kebohongan.


Detak jantungku berdetak dengan cepat.


Secercah harapan? Apakah aku bisa memiliki kesempatan untuk melihat anakku dan dia bisa hidup kembali?


Aku ingin menggenggam harapan itu.


Aku tidak peduli dari mana asalnya dan dengan cara apapun.


Walaupun itu datangnya dari seorang Iblis maupun dengan bayaran yang sangat mahal, aku sangat menginginkan anakku bisa hidup kembali.


Dia menatap dalam kepadaku. Dan beberapa saat kemudian dia berbicara.


“Hmm ... seberapa putus-asanya dirimu? Kau bahkan tidak bisa menyembunyikan ekspresi penuh harapan itu dari wajahmu. Hahaha ....”


Dia tertawa mengejekku lagi.


Aku tahu bahwa ekspresi wajahku mudah ditebak.

__ADS_1


Tapi aku tidak mempedulikan hal itu untuk saat ini. Yang lebih penting ....


“... Apakah kamu bisa menghidupkan anakku kembali?”


“Ya. Tapi kau tidak berpikir bahwa aku akan melakukannya tanpa syarat apapun, kan? ”


“Aku tahu itu. Apapun itu, aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan! Tentu saja,selama itu sesuatu yang dapat ku lakukan.”


“Heh. Aku pegang kata-kata mu itu. Aku akan menagihnya di masa depan.” ucapnya, dan dia melanjutkan, “Tetapi. Sebelum itu, aku akan jujur terlebih dahulu kepadamu.”


“A-apa itu?”


“Anakmu sudah mati. Itu sudah jelas. Tetapi, berapa kalipun anakmu dihidupkan kembali, dia tidak akan pernah bisa bertahan.”


Apa yang dia bicarakan?


Bukankah dia berkata bahwa dia bisa membuat anakku untuk hidup kembali?


Ketika aku akan membuka mulutku, dia melanjutkan.


“Dengar! Tubuh fisik anakmu terlalu istimewa. Dan jiwa yang akan menempati tubuh itu tidak cocok dengannya. Dan hasilnya seperti yang kau tahu. Dia mati.”


“I-itu, itu .... ”


Aku gemetar.


Jadi maksudnya, anakku tidak bisa kembali?


“Kau tidak perlu bersedih seperti itu. Lagipula itu hanyalah sebuah jiwa yang belum memiliki Ego diri. Bahkan aku ragu hal itu disebut jiwa.”


Bukan itu masalahnya!


Lalu bagaimana dengan anakku?


Apakah aku harus menyerah disini ... ?


“Tetapi, aku punya satu saran padamu.”


“... Saran?”


Dia tak menjawab. Tetapi setelah mengatakan hal itu, dia menjulurkan tangannya dan mengarahkan telapak tatangannya menghadap ke atas.


Hingga beberapa saat kemudian, Sebuah cahaya muncul dari atas telapak tangannya.


Aku tidak tahu apa itu.


Tetapi, itu terlihat seperti kumpulan energi sihir, tetapi juga bukan sihir.


Itu berbentuk seperti bola dan memancarkan cahaya yang begitu indah dan juga menyilaukan.


Apa itu?


Setelah mengamati reaksi ku, dia membuka mulutnya dengan seringai yang terlihat menyeramkan.


“Ini adalah Jiwa.”


Ah ....


Setelah berbicara satu sama lain selama ini, aku tahu arah pembicaraan ini akan ke mana.


Dan firasat ku benar.


Dia memandang ... Jiwa? yang berada di atas tangannya itu sambil berbicara, “Jika kau menginginkan nya, aku akan menghidupkan anakmu menggunakan jiwa ini.”


“....”


Saat ini aku tidak tahu harus menjawab apa.


Tetapi. Jauh di masa depan. Hal yang masih belum aku ketahui saat ini, seorang wanita cantik yang mengaku sebagai Louise Albion memberitahukan nama asli dirinya yaitu 'Ariel' kepada diriku sambil memanggil diriku sebagai 'Ibu' .


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2