Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 31 _ Hari Pertama Pesta


__ADS_3

Hari pertama pesta Kerajaan Albion segera di mulai.


Ariel yang baru saja selesai dari merias diri.Dia dengan Sharon memasuki ruang tunggu sebelum pergi ke acara pesta.


"Permisi! Nyonya Sharon dan nona Louise telah datang! " ucap penjaga, sambil mengetuk pintu.


"Silakan! " Terdengar suara dari dalam ruangan.


Setelah pintu terbuka. Orang yang pertama kali di lihat Ariel adalah Yukina dan Ibunya Yukio yang sedang berbincang sambil meminum teh.


"Wah... kak Louise hari ini cantik sekali... " puji Yukina dengan mata berbinar.


"Jadi Di hari biasanya aku tidak cantik? "


"Bu-bukan itu maksud saya... anu...itu..." Yukina panik. Mencari kata untuk menjelaskannya.


"Aish... anak ibu ini. Jangan terlalu menjahili dik Yukina. Lihat! Dia menjadi kerepotan,Kan? " tegur Sharon, sambil melihat Yukina yang sedang panik.


"Haha.Maaf, maaf. Tenanglah Yukina! Aku tahu maksudmu" ucap Ariel,sambil menenangkan Yukina, "Terima kasih telah memujiku.Kamu juga sangat cantik hari ini. "puji Ariel kepada Yukina yang lebih tenang.


" Dasar!. Kakak ini... "ucap Yukina sambil merajuk, "Tetapi .Terima kasih atas pujiannya. "kata Yukina sambil tersenyum, dan mencoba untuk melupakan kejahilan kakak nya.


" Fufu, seperti biasa, dik Louise selalu bersemangat yah. Tetapi benar kata anakku. Kamu sekarang sangat cantik. "puji nya dengan tersenyum ramah.


"Terima kasih Nyonya Yukio. Suatu kehormatan bisa di puji oleh anda. "ucap Arie, sambil menunduk tersenyum ramah.


Setelah beberapa tahun hidup di dunia ini, aku jadi sudah terbiasa di sebut cantik, imut, lucu dan sebagainya....Apakah jiwa Laki ku telah menghilang? .


"Ya ampun. Jangan terlalu bersikap formal seperti itu. Dan kamu juga boleh memangil saya Ibu. "tawar Yukio.


" Apa boleh seperti itu? "tanya Ariel dengan ragu.


" Tentu saja! Anak dari istri lain suamiku adalah anakku! "ucap Yukio berbelit-belit.


Hm... kayak judul drama di Televisi.


" Yah, jika Nyonya mengizinkan nya. Mulai sekarang Louise akan memanggil Nyonya,Ibu. "


"Bagus." Yukio mengangguk sambil tersenyum ramah.


Sharon yang selama ini menonton percakapan mereka, segera memeluk Ariel dengan erat.


"Tidak boleh!!! Louise kecilku adalah anakku. Kamu tak boleh merebutnya! "


"Ib-Ibu... sesak... " Ariel menepuk-nepuk tangan Sharon yang memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Ah? Maaf anakku sayang. Apakah tidak papa? " ucap Sharon sambil melepaskan pelukannya dengan kaget.


"Uhuk... uhuk... ya. Tidak apa-apa. Louise hanya sekilas melihat kakek melambai-lambaikan tangannya di seberang sungai. " ucap Ariel.


"Ya ampun. Anakku, itu tidak sopan. Tuan Ronand masih hidup. " Tegur Sharon .


Meskipun dirinya sendiri pun sedang berusaha menahan tawa tentang perkataan Ariel.


Siapa yang bilang kalau yang ku maksud adalah kakek menyebalkan itu? . Aku hanya asal bicara.


Pikir Ariel, yang sedang menatap Sharon dengan aneh.


Setelah beberapa saat mereka mengobrol satu sama lain. Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan di pintu.


"Permisi.Mohon maaf telah mengganggu. Sudah waktunya untuk menghadiri pesta malam ini! " kata seorang pelayan, memberi tahu mereka untuk segera bersiap.


"Baiklah.Ayo kita pergi anak-anak! " ucap Sharon, sambil menghabiskan teh yang ada di cangkirnya.


"Baik"


"Iya, sayang sekali Ruby tidak bersama kita... " ucap Yukina dengan sedih.


"Mau bagaimana lagi. Dia akan mendapat gilirannya tahun depan"komentar Ariel sambil berdiri dari tempat duduknya.


" Kalau begitu, bisakah Yukina menghadiri pestanya tahun depan saja bersamanya? "tanya Yukina sambil melirik ibunya.


"Tidak bisa yah... " gumam Yukina dengan sedih.


"Apakah bersama ku saja belum cukup? "Ariel menjulurkan tangannya untuk membantu Yukina berdiri.


"Bukan itu maksud saya... aku hanya ingin kita bertiga pergi bersama.... "


"Iya, suatu hari nanti pasti akan terkabul. Jadi,bersemangat lah! "ucap Ariel, memberi semangat untuk Yukina.


"Iya! " ucap Yukina. Kembali lagi bersikap ceria.


Mereka pun pergi bersama dan berjalan beberapa saat sebelum tiba di pintu masuk Aula utama.


Setelah mengkonfirmasi bahwa itu mereka. Para penjaga gerbang pun membuka pintu dan mengumumkan kedatangan mereka.


"Ratu ke empat. Nyonya Sharon Albion beserta anaknya Louise Albion telah tiba! "


Mereka pun masuk, Meninggalkan keduanya yang menunggu giliran.


Seketika itu juga. Setelah melihat Sharon Dan Ariel, Orang-orang yang telah berada di dalam ,segera bergemuruh bising . Berbincang-bincang atas kehadiran mereka.

__ADS_1


"Sudah sekian lama tidak melihat Ratu Sharon. Beliau masih secantik dulu"


"Benar! Jadi itu anaknya? Wah... lucu sekali! "


"Dengar-dengar.Nona Lydia akan menghadiri pesta ini untuk melihat keduanya di hari ke tiga pesta ini loh. "


"Benarkah? Saya jadi tak sabar untuk menantikannya. "


Setelah beberapa saat, Pengumuman datang selanjutnya dan Yukio bersama Yukina berjalan bersama menimbulkan riuh yang sama ketika kedatangan mereka berdua sebelumnya.


Dapat di lihat bahwa Yukina berjalan dengan sedikit gugup.


Dan begitulah. Para bangsawan secara alami berpusat pada kedua ibu dan anaknya.


Satu demi satu ,para bangsawan memperkenalkan diri sambil membawa anaknya yang seumuran dengan Ariel dan Yukina.


Tentu saja, tujuan para bangsawan adalah untuk mengincar posisi yang lebih tinggi dengan cara mendekatkan Anak mereka dengan Ariel dan Yukina. Yaitu sebagai Anak kandung Anastasius sendiri.


Menyapa para tamu membutuhkan waktu masing-masing satu hingga tiga menit,dengan banyaknya para bangsawan yang hadir hari ini. Mereka harus mengulangi salam yang sama setidaknya seratus kali.


Dengan demikian, bahkan dengan istirahat pendek di antaranya, waktu bertambah hingga Ariel dan yang lainnya telah berbicara dengan kaum bangsawan selama hampir empat jam.


Sebagai hasilnya,pada saat mereka selesai menyapa sebagian besar kaum bangsawan,sudah hampir waktunya pesta selesai.


"Heh... akhirnya selesai juga. Mengapa kita harus menyapa orang-orang bermuka dua itu? " gerutu Ariel, sambil meminum air untuk menyegarkan tenggorokannya di pinggir ruangan setelah selesai menyapa semua bangsawan yang hadir.


"Huss... nanti terdengar oleh mereka! " ucap Sharon sambil melirik sekeliling.


"Fufu... Hari pertama memang melelahkan.Sudah menjadi tugas kita untuk menyapa para tokoh penting Kerajaan ini. Mungkin mulai besok Dik Louise dapat bergerak dengan bebas. "ucap Yukio, sambil menghibur Ariel.


"Ya... masih tersisa dua hari lagi kan? " Tanya Ariel.


"Iya.Mungkin ini alasan Anastasius tidak menghadiri pesta hari pertama!Dia hanya malas untuk menyapa para bangsawan. " ejek Sharon.


"Fufu...Seperti biasa. Kamu sangat tidak menyukai Anastasius ya ,Sharon... " komentar Yukio, "Oh!. Ngomong-ngomong, apakah kalian sudah menyapa Ratu yang lainnya? "tanya Yukio sambil melirik Ariel dan anaknya.


" Sudah, mereka baik pada saya."jawab Yukina.


" Lalu mengapa sebagian dari mereka bersikap dingin kepadaku? "ucap Ariel dengan heran.


" Itu tentu saja mereka iri dan waspada melihat Louise kecil ku yang begitu pintar. Mereka hanya takut anakku melampaui anak mereka kelak. "komentar Sharon dengan bangga.


"Apakah begitu?. Lalu, apakah Ibu Yukio juga membenciku? "tanya Ariel sambil melirik Yukio.


" Tentu saja aku benci padamu! "

__ADS_1


"Eh? "


Bersambung....


__ADS_2