Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 80 _ Sosok Asli Leon


__ADS_3

Di sebuah tempat. Di dalam sebuah kawah yang dipenuhi dengan debu panas yang menyelimuti mereka.


Bebatuan yang masih menyala, seakan menjadi penanda bagi dua orang yang saat ini sedang berhadapan satu sama lain.


“Baiklah! Ayo mula-” Leon berteriak dan saat itu juga, Leon bersiap menerjang ke arah Ariel.


“Tunggu!”


Akan tetapi, sebelum dia menyelesaikan Kalimat nya, Ariel segera memotongnya dan mengisyaratkan agar Leon berhenti.


“Hm! Ada apa? ” Leon bertanya dengan tidak sabar.


Ariel menghirup napas dalam-dalam dan segera berkata, “Akan sangat tidak menarik, Bukan? Jika kita memulainya seperti itu .... ”


Setelah mendengar hal itu, Leon memiringkan kepalanya dengan bingung, “... , Apa yang kau maksud?”


“Kita bisa melakukannya dengan lebih meriah! Akan sangat membosankan jika kita memulainya seperti ini .... ” ungkap Ariel


Leon merenung untuk beberapa saat, hingga kemudian dia mengangguk dengan tertarik.


“Kau ada benarnya juga ... lalu, apa yang akan kau lakukan?”


Mendengar hal itu, Ariel menyeringai, “Perang sudah berakhir, Bukan? Jika di lanjutkan pun, pihak kita yang akan menang. Dan kau ... sepertinya tidak berniat untuk mengalah di sini. Jadi aku punya usul, jika salah satu dari kita terbunuh, semua yang menjadi milik lawanmu akan menjadi miliknya! Dan siapapun yang menang, akan menjadi penentu dalam hasil Perang ini!”


Mendengar usul Ariel, Leon pun mengangguk, “Jadi itu tujuan mu ... kau memang mempunyai barang yang menarik,” ucap Leon, sambil melirik ke arah senjata yang dimiliki Ariel.


“Tetapi, aku tidak memiliki sesuatu yang istimewa disini.” lanjut Leon, sambil mengangkat bahu.


“Ada, kan?” ucap Ariel sambil menoleh ke arah Ifrit yang sedang dalam keadaan terluka dan tak bisa bergerak. Dapat di lihat, dia sedang ber regenerasi secara perlahan. “Aku tahu kalau dia adalah Roh tingkat tinggi. Dan kau tahu apa maksudku, Kan?”


Sangat jarang, untuk seseorang bisa melakukan Ritual kontrak dengan Roh. Bahkan hanya sedikit orang yang telah melakukannya. Meskipun itu adalah Roh tingkat menengah ke bawah.


Sangat jarang sekali, Roh tingkat tinggi untuk di temukan. Dapat di lihat dari Ifrit yang mempunyai wujud Manusia.


Semakin tinggi tingkatan seorang Roh, semakin mirip pula mereka menyerupai bentuk manusia. Dan juga, ketika Ariel melihat Ifrit menyerangnya menggunakan Sihir Apinya tanpa rapalan Sihir, dia semakin tertarik untuk melakukan kontrak dengan Roh.


“Oh! Jadi kau ingin menukarnya dengan Ifrit?” ujar Leon untuk memastikan, “Baiklah! Jika kam- .... hm! ”


Duuuuuaaaaarrrrrr .... !


Sebelum Leon menyelesaikan perkataannya, sebuah ledakan muncul dari bawah kaki Leon secara tiba-tiba.

__ADS_1


Mengambil kesempatan hal itu, Ariel segera menembakkan pistolnya secera terus-menerus, menargetkan tempat Leon berdiri beberapa saat yang lalu.


Dor!


Dor!


Dor!


Ariel tahu. Merasakan dari hawa kehadirannya, meskipun Leon terkena ledakan itu, dia masih tetap berdiri di tempat dia berada.


Monster macam apa dia itu!


Ariel berteriak dalam hati.


Beberapa saat yang lalu, sebelum Ariel melompat dan menjauh dari mereka berdua. Ariel terlebih dahulu menjatuhkan sebuah bom dan menguburnya di tanah dengan cepat, tanpa sepengetahuan mereka.


Ariel kaget ketika Leon akan menyerangnya beberapa saat yang lalu. Dia segera buru-buru mengalihkannya kepada hal lain sebelum bom itu meledak.


Dan untung saja pengalihan itu berhasil. Karena jika melawannya langsung, Ariel merasa dirinya tidak akan menang.


Mungkin aura tekanan sihir Leon lebih lemah daripada Ronand, tetapi masih terlalu kuat untuk Ariel.


Meskipun belum tentu seseorang mempunyai aura tekanan Sihir yang kuat, dirinya pun akan sama kuatnya.


Akan tetapi, Ariel tahu. Kemampuan Leon sama mengerikannya dengan aura Sihir yang dia miliki. Buktinya, saat Ariel menembaknya dari titik buta sebelumnya, Leon dengan sigap menahannya dengan mudah, seolah menahan lemparan batu dari seorang anak kecil.


Oleh karena itu, dia mengakali Leon dengan cara yang seperti ini. Meskipun dapat dibilang itu hal yang licik, Ariel tidak mempedulikan hal itu.


.


.


.


Beberapa saat waktu telah berlalu, kabut asap dari hasil ledakan itu kian menghilang, Ariel menghentikan tembakannya yang sia-sia, karena dia tidak ingin membuang-buang amunisinya hanya untuk menyerang sesuatu yang tidak dapat berpengaruh sama sekali.


Sosok Leon kini mulai berjalan dengan santai ke arah Ariel yang sedang menyimpan pistol miliknya ke dalam tas dimensional . Karena menurutnya kini dia harus fokus ke dalam pertempuran


Perlahan-lahan sosok Leon mulai terlihat. Akan tetapi, bukan wujud Leon sebelumnya yang dia lihat.


Sepasang telinga berbulu emas terlihat. Surai yang menghias bagian tubuh atasnya, membuat dirinya terlihat semakin gagah dan juga mengancam.

__ADS_1


Cakar yang tajam dan juga ekor yang mencambuk seperti pecut, sangat cocok dengan penampilannya yang seperti predator kelaparan.


Ariel yang menatap hal itu, hanya terkejut untuk sesaat dan kembali tenang dan berwajah datar.


“Beastman .... ” gumam Ariel.


“Hahaha ... tipuanmu barusan cukup untuk membuatku panik dalam seketika dan membuatku terpaksa untuk berubah dalam wujud asli ku.” ungkap Leon, sambil tertawa dengan angkuh.


“Jad inilah wujud aslimu .... ” Ariel sama sekali tak terkejut dengan hal itu. Karena dia juga dari awal sudah menebak bahwa Leon bukanlah manusia.


Dirasakan dari esensi sihirnya saja dan kekuatan tempur yang Leon miliki. Dia hampir sekelas dengan Ronand yang salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis.


Seorang sosok yang bercirilan seekor singa. Kini menatap Ariel dengan tatapan tajam.


“Aku sudah tahu trik kecilmu dari awal. Aku hanya penasaran apa yang akan kau buat. Ternyata meledakkan seperti itu ... sebagai imbalan. Aku akan membunuhmu dengan rasa sakit yang mendalam.” ucap Leon, sambil menyeringai.


Ariel menjawabnya dengan ekspresi aneh, “Bukankah seharusnya membunuh tanpa rasa sakit?”


Mendengar hal itu, Leon hanya mendengus, “Huh! Aku bukan orang yang sebaik itu! ... Dan juga, sesuai kesepakatan, aku akan mengambil senjata milikmu saat kau mati nanti.”


“Hey! Tadi aku hanya bercanda!” teriak Ariel. Sambil menyiapkan senjatanya untuk memulai pertarungan, “Yah ... tapi aku belum tentu akan mati di sini.”


“Heee ... apakah kau yakin ingin melawan ku? Kau bisa saja lari. Aku akan menunggumu sampai kau menghilang dari pandanganku.”


“Berhentilah berucap omong kosong seperti itu! Aku tahu kau bukan orang yang sebaik itu.” ucap Ariel dengan ketus.


“Hehe ... kau benar!” Leon terkekeh dan segera menyiapkan tinjunya.


Dalam seketika itu juga, Leon menerjang ke arah Ariel dan berniat untuk meninju nya dengan kekuatan yang luar biasa.


Ariel yang saat ini memegang pedang dengan kedua tangannya, Segera menyiapkan dan menahan serangan dari Leon.


Trank ... !


Kedua serangan mereka saling berbenturan. Membuat suara yang nyaring terdengar di area sekitar tempat itu.


Apakah benda itu masih sebuah tangan? Pedangku ini seharusnya sangat tajam ... !


Ariel terkejut dengan apa yang terjadi. Niatnya ingin menebas tangan itu dan membuat tangannya terpisah dari tubuh Leon.


Akan tetapi, setelah Ariel melihat hal itu. Dia hanya terdiam, sepertinya dia harus memikirkan kembali rencana untuk melawan Leon, jika dia ingin memenangkan pertarungan ini.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2