Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 120 _ Evan Delyth


__ADS_3

Evan Delyth.


Seorang putra ketiga dari Raja Kerajaan Delyth yang saat ini memerintah.


Semenjak masih kecil, dia diperlakukan dengan sangat baik. Akan tetapi, tak ada yang menaruh harapan padanya.


Karena setegah dari darahnya, mengalir darah seorang pelayanan yang kini sudah meninggal setelah melahirkannya ke dunia ini.


Meskipun begitu, tidak dipungkiri bahwa dirinya masihlah memiliki setengah dari Raja yang paling di hormati di Kerajaan ini.


Dia hanya hidup dan dibesarkan di sebuah istana tanpa dapat merasakan kasih sayang orang tua sama sekali.


Evan selalu merasa terasingkan dari orang-orang yang selalu meremehkannya dikarenakan dia hanyalah keturunan dari seorang pelayan.


Terkadang putra mahkota dan Pangeran kedua datang ke kediamannya dan sering mengejek dan membully dirinya sebagai pelampiasan dan kesenangan diri mereka.


Dia gak mempedulikan hal itu. Karena dia sadar dengan kedudukannya yang lebih rendah dari mereka dan tidak dapat melawan.


Ketika dia mendapatkan perlakuan itu, hanya rasa bosan yang dia rasakan.


Hari demi hari selalu melakukan hal yang sama. Kehidupan sehari-hari nya yang begitu membosankan seakan dunia ini dipenuhi dengan warna abu-abu.


Dengan posisinya sebagai Pangeran ketiga dan juga setengah dari darahnya yang mengalir darah seorang pelayan, entah mengapa dia tak memiliki ambisi.


Meskipun ketika dia mendapatkan pendidikan, dia dikatakan sebagai anak paling jenius dan juga terampil di antara para Pangeran yang lainnya.


Dari mulai etiket, sejarah, politik, sihir, ilmu pedang, dan apapun yang dia pelajari selalu dilakukan dengan mudah sampai para Pangeran lainnya lebih sering membully dirinya bahkan lebih parah.


Tetapi menguasai semua itu tak ada artinya baginya. Hidupnya begitu hampa dan tidak ada yang ingin dia lakukan.


Dia tak mengerti mengapa orang-orang begitu menginginkan harta kekayaan, kuasa dan sebagainya. Begitu juga dengan cinta yang tidak pernah dia dapatkan seumur hidupnya.


Orang tuanya sendiri yang hanya membiayai hidup dan membiarkannya di istana terpisah dalam kesepian, dia menyerah untuk mendapatkan perhatian dan juga kasih sayang dari orang tuanya itu.


Evan menjalani hari demi harinya yang membosankan hingga tiba waktu ketika dirinya berumur tujuh tahun, Dia diajak untuk mengikuti sebuah pesta yang di adakan di negara tetangga, yaitu Negara Albion.

__ADS_1


Belum pernah sekalipun Evan mengikuti pesta yang di adakan di luar Negara Delyth.


Sejujurnya dia sudah muak untuk mengikuti sebuah pesta yang dihadiri oleh para bangsawan yang bermuka dua dan serakah.


Tetapi karena ini adalah sebuah perintah langsung dari sang Raja, semua anggota Kerajaan datang untuk menghadiri pesta itu karena hubungan di antara kedua negara itu sangat baik.


Mereka sama sekali tak khawatir tentang Negara Delyth yang ditinggalkan. Dengan adanya Rakira Lilim yang hidup bebas dan tinggal di sebuah menara salah satu istana, dia menjanjikan untuk melindungi Delyth dari ancaman apapun.


Dengan kekuatan dan juga orang-orang di sana sangat menghormatinya, dia diperlakukan seperti penguasa yang bahkan lebih dihormati melebihi sangat Raja meskipun Rakira tak ikut andil dalam Politik.


Evan sedikit iri padanya yang bebas dan dapat melakukan apapun sesuka hatinya.


Dia tak perlu mengikuti budaya bangsawan yang merepotkan juga membosankan seperti ini.


Lagipula apa yang menyenangkannya dari sebuah pesta itu? Sampai-sampai semua keluarga kerajaan harus mengikuti pesta yang saat ini di selenggarakan di negara tetangga untuk menjaga hubungan negara agar tetap harmonis.


Itulah yang Evan pikiran. Sebelum dia mengubah pemikirannya itu dan merasa beruntung dia bisa hadir pada saat itu.


Bukan karena pesta. Itu sama membosankannya seperti biasa.


Orang-orang panik, selain dirinya dan beberapa orang dari keluarganya dan Albion.


Karena mereka tahu bahwa penyerang seperti itu tidak mungkin bisa melukai mereka.


Anehnya, para penjaga di pesta itu tidak muncul untuk menangani kekacauan tersebut.


Bahkan Anastasius yang sebagai Raja dari negara itu hanya terdiam dan melihat seorang anak gadis yang menurut Evan para penyerang itu menargetkan nya.


Awalnya Evan kesal melihat Anastasius yang sebagai orang tua, membiarkan anaknya seperti itu.


Itu mengingatkan pada dirinya yang mendapatkan perlakuan sedikit mirip dengan dirinya.


Tetapi yang Evan lihat justru mencengangkan. Gadis itu melawan hampir semua penyerang dan mengalahkannya dengan mudah.


Ketika melihatnya bertarung, itu begitu mempesona seperti gadis itu menari dengan indahnya seorang diri meskipun usianya yang terlihat masih kecil.

__ADS_1


Evan baru pertama kali merasakan ini. Detak jantungnya begitu berdebar-debar dan tidak beraturan.


Baru kali ini Evan merasa tertarik pada orang lain. Dunia yang sebelumnya dia lihat berwarna seperti abu-abu, kini hanya terfokus pada seorang gadis cantik yang bermata merah seperti ruby dan berambut putih keperakan yang begitu indah.


Yang Evan rasakan hanya rasa ingin memiliki dan membawa gadis itu ke sampingnya. Itu adalah kali pertama dia menginginkan sesuatu.


Selama pesta dan bahkan hingga dia kembali ke negara Delyth, dia tak menemukan kesempatan sekalipun untuk bisa mendekati gadis itu dan berbicara kepadanya.


Semua itu selesai begitu saja dan membuat Evan merasa resah dan bahkan selama beberapa hari dia tak bisa tidur kerena selalu memikirkan gadis itu kapanpun dan dimanapun.


Akhirnya, untuk pertama kalinya. Dia memberanikan diri dan menuju istana utama untuk bertemu dengan Ayah kandungnya yaitu sang Raja.


Bahkan Raja pun begitu kaget dengan kedatangan Evan ke Istana utama dengan inisiatifnya sendiri.


Sebagai anak yang terkekang dan tak mengharapkan apapun selama ini, Evan baru pertama kali ini meminta sesuatu dari Ayahnya.


“Apa? Kau menginginkan gadis yang ada di pesta itu?”


“Benar, Yang Mulia!”


“Kau tahu, gadis itu berasal dari keluarga Albion. Salah satu keluarga besar di Wilayah Iblis ini. Apalagi dia seorang Putri. Itu sangat tidak mudah.”


“Saya sangat mengetahui hal itu.”


“Kau mengetahui dan kau masih menginginkan nya?” Raja mendengus, dan merasa tertarik, “Baru kali ini kau meminta sesuatu dariku. Dia adalah seorang Putri dari teman dekatku, jika kau menginginkannya, kau harus membuktikan bahwa kau layak untuk memilikinya. Jika aku merasa puas,aku akan mempertimbangkan nya dan mendekatkan kalian berdua.”


Dan semenjak hari itu sampai sekarang ini. Kehidupannya berubah dan nama Evan Delyth menyebar luas di seluruh ibu kota.


Wajahnya yang tampan, kekuatan ilmu pedang dan sihir yang jauh di atas rata-rata, bahkan dia mendirikan beberapa cabang toko besar yang saat ini berpengaruh besar di Negara Delyth.


Dia memiliki semua itu pada usianya yang begitu muda. Dia menjadi begitu terkenal bahkan menjadi idaman bagi kebanyakan gadis di sana.


Tetapi Evan tak tertarik dengan semua itu. Itu hanya dia lakukan hanya untuk mendapatkan seorang wanita.


Louise Albion.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2