Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 33 _ Pesta Hari Ke Dua


__ADS_3

Setelah Ariel menghadiri pesta di hari pertama nya dengan lancar.


Hari begitu cepat berganti dan saat ini , Ariel beserta yang lainnya sedang menghadiri pesta kerajaan di hari ke dua.


Ariel yang saat ini sedang menghadap Anastasius bersama dengan Yukina di aula tempat pesta di selenggarakan.


Yukina untuk yang pertama kalinya bertemu dengan Anastasius,hanya menunduk dengan gugup.Meskipun Ariel dengan Anastasius sudah saling berpapasan muka sebelumnya, tetapi Ariel menyapa Anastasius seperti seolah baru pertama kali mereka bertemu.


"Suatu kehormatan bagi kami untuk bisa bertemu menghadap Yang Mulia." ucapan mereka serempak dengan menunduk.


"Angkat kepala kalian! "pinta Anastasius dengan angkuh.


" Itu akan menjadi kehormatan kami. "ucap mereka, dan mengangkat kepala mereka sambil bertatapan langsung dengan Anastasius yang menatap mereka dengan dingin.


Yukina yang melihat Anastasius yang menatapnya dengan dingin, dia gemetar ketakutan. Akan tetapi, dia berusaha untuk bersikap setenang mungkin.


Mengapa dia mengeluarkan aura seperti itu?Apa dia sedang menguji kami?


Pikir Ariel, yang merasakan aura magis yang keluar dari dalam tubuh Anastasius dengan hebatnya, seolah-olah dia sedang menakuti orang yang berada di hadapannya.


Yah... meskipun aura ini cukup luar biasa, tetapi aura yang di keluarkan oleh kakek itu(Ronand) lebih mengerikan.


Pikir Ariel, yang sama sekali tidak terpengaruh oleh aura yang di keluarkan oleh Anastasius.


Anastasius yang melihat kedua anaknya yang bereaksi dengan cara yang berbeda , tersenyum menatap Ariel dan berbalik sambil berkata,"Yah...aku menantikan bagaimana kalian untuk menghiburku malam ini. "


Anastasius pun pergi menuju Ronand yang berada di pinggiran ruangan dan meninggalkan mereka berdua yang sedang berlutut dengan santainya.


Eh?Itu saja?... apa-apaan dia. Kami repot-repot untuk menyapanya dan hanya itu? Yang benar saja!. Orang Tua macam apa kau!


Gerutu Ariel di dalam hati dengan kesal.


Dan... apa maksudnya untuk menghiburnya malam ini? Apakah aku harus melakukan trik pesta di depannya? Hmp... jangan harap!


Yukina yang saat ini melihat Anastasius pergi menjauh , dia menghela nafas lega dan segera berdiri kembali sambil menenangkan diri dari rasa takut yang dia alami sebelumnya.


"Fyuuh... tadi itu sangat mengerikan yah,Kak? "tanya Yukina sambil menoleh kepada Ariel yang masih berlutut dengan bengong.


" Eh? Ah... ya, tentu saja. "


Ariel yang baru saja tersadar kembali dan segera berdiri sambil membalas perkataan Yukina.


"Jadi itu Ayah kita... dia sangat menakutkan yah,Kak. Padahal saya sangat menantikan untuk berjumpa dengannya... "ucap Yukina dengan ragu.Tak di sangka bahwa Ayah nya sendiri semenakutkan itu baginya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Sharon datang bersama Yukio dengan ekspresi cemas.


" Anakku, apakah dia mengucapkan sesuatu yang kasar kepadamu? Jika demikian, beri tahu ibu. Ibu akan memukulnya untukmu. "ucap Sharon yang melirik Anastasius sambil mengangkat tinjunya.


Hentikan itu. Kau hanya akan di hajarnya jika melakukan itu.


Komentar Ariel dalam hati.


"..., Tidak apa-apa. Kita hanya saling menyapa saja. "ucap Ariel.


" Mana mungkin hanya saling menyapa , jelas-jelas dia tadi mengeluarkan aura yang mengerikan seperti itu. Lihat! Bahkan Dik Yukina sampai sekarang masih gemetar. "ujar Sharon sambil menunjuk Yukina yang masih kelihatan sedikit gemetar.


" Benar apa kata Kak Louise. Tadi kita hanya saling menyapa kok. Nyonya tak perlu khawatir. "balas Yukina , meyakinkan Sharon yang khawatir.


" Baiklah jika Dik Yukina berkata seperti itu... tetapi panggil aku juga 'Ibu' seperti anakku memanggil ibumu!"pinta Sharon sambil melirik mereka berdua, "Sperti Yang Yukio katakan'Anak dari Istri lain suamiku adalah Anakku! ... 'Kalau tidak salah,apa itu benar? "tanya Sharon sambil mengingat.


" fufu... baiklah.Mulai sekarang, Yukina juga akan memanggil 'Ibu' pada Nyonya. "ucap Yukina cekikikan, merasa lebih tenang.


Mereka pun berbincang-bincang beberapa waktu dengan damai, tidak memerhatikan sekitar.


" Lihat mereka Dik Louise. Sibuk dengan dunia mereka sendiri"ucap Yukio, "Tetapi aku berterima kasih pada Sharon. Sifat kekanak-kanakan nya itu telah menenangkan Yukina dengan cepat. "


"Menurutku ibuku akan marah jika mendengar hal itu. " komentar Ariel.


Mereka pun mengobrol satu sama lain dan melihat para orang dewasa yang sedang menari dalam acara pesta hari ke dua ini.


"Apakah ibu tak akan ikut menari? " tanya Ariel kepada Sharon.


"Siapa yanng mau jadi pasangan ibu? Akan menjadi pembicaraan jika sang Ratu menari dengan lelaki lain selain Rajanya" jawab Sharon, "Dan jika aku akan mengajak Anastasius... anakku bisa membayangkan sendiri kan apa yang akan terjadi. " ucap Sharon dengan malas.


Ya... aku bisa membayangkan. Mungkin dia akan berkata seperti... 'Untuk apa aku repot-repot menari dengan mu? Enyahlah! 'sambil berbicara dengan dingin. Yah, mungkin khayalanku tidak jauh berbeda.


Ariel terdiam beberapa saat sambil merenung.


Yah... setidaknya pesta di hari kedua ini lebih santai dari hari sebelumnya. Semoga saja pesta di hari kedua ini berjalan dengan lancar.


Pikir Ariel , sambil menikmati makanan dengan tenang. Namun ketenangan itu tak bertahan lama sampai terdengar suara teriakan dari para bangsawan.


"Kya~"


"Apa yang terjadi? "


"Pe-penyusup!!... semuanya!! Ada penyerang!! "

__ADS_1


Ruang aula seketika menjadi riuh dengan jeritan dan teriakan orang-orang yang sedang panik.


Sekitar lima belas orang yang memakai jubah hitam dan memakai topeng berlarian di aula dan dengan cepat mengelilingi Ariel dan Yukina yang sedang bersama kedua ibu mereka.


"Ap-apa yang terjadi? " tanya Sharon panik.


Mengapa mereka mengincar kami? ... Ahhh... aku tahu alasannya.


Ariel yang sedang di kepung ,melihat sekeliling dan melihat bahwa Anastasius yang sedang berada jauh dari Ariel hanya menonton. Tak menunjukkan tanda-tanda untuk ikut campur sedikitpun.


Jadi ini yang kau maksud untuk menghiburmu? Sialan! Merepotkanku saja.


Segera setelah itu salah satu penyerang menerjang menuju Ariel sambil menggenggam sebuah belati di tangannya.Akan tetapi, Ariel dengan lihai menghindarinya dan meninju di perut orang itu dengan cepat.


"Hah,ah... ugh?! "


Alhasil, orang itu terpental dan seketika tak sadarkan diri.


14


Belati yang terpental ke atas milik penyerang pertama itu di tangkap oleh Ariel dan memakainya untuk melawan penyerang yang lainnya.


"Heeh... racun? Kalian menggunakan sesuatu yang berbahaya hanya untuk sebuah hiburan. " ucap Ariel sambil menatap belati yang berada di tangannya dengan terlumuri racun.


"Ce-cepat... ayo maju! "


Tiga orang maju sekaligus menuju Ariel.akan tetapi , hasilnya sama saja.Dentingan kedua belati saling bertabrakan, mengambil kesempatan itu, Ariel segera menendang perut penyerang itu dengan keras.


Penyerang yang di tendang oleh Ariel terpental dan menabrak penyerang yang berada di belakangnya sehingga mereka berdua tersingkir secara bersamaan.


Satu yang tersisa, mengayunkan belati nya dengan kesal, "Sialan! "


Akan tetapi dihindari oleh Ariel dengan mudah dan memukul belakang leher penyerang itu dengan cepat.


11


Setelah Ariel mengalahkan empat penyerang, segera terdengar teriakan dari belakang Ariel.


"Kya~" Yukina berteriak ketakutan.


Sial, aku terbawa suasana.


Ariel yang melihat Yukina bersama para ibunya yang sedang terkepung oleh para penyerang, segera bergegas menuju mereka dengan cepat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2