Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 55 _ Awal Gejolak


__ADS_3

Di siang hari yang terik.


Seorang wanita yang terkapar menatap langit dengan tatapan kosong.


Hahhh ... Lagi-lagi kalah, Kah ....


Wanita itu menghela napas dengan lelah.


Yah ... mungkin jika aku menggunakan semua koleksi senjataku, akan ada satu atau dua seranganku yang berpengaruh padanya ....


Hingga beberapa saat kemudian, wanita itu terbangun dengan pelan.


Siapakah dia?


Benar, dialah Ariel.


Sambil memegangi pinggangnya dengan ekspresi kesakitan.


"Ugh ... pinggang ku sakit! " rintih Ariel ,sambil mengambil posisi untuk berdiri dan mengambil sesuatu dari tas yang selalu dia bawa.


Tas itu adalah salah satu koleksi milik Ariel yang telah di tanami skill ruang yang dia dapatkan atas bantuan Chizuru.


Benda itu mampu menampung apa saja yang dimasukkan ke dalamnya tanpa batas berapa banyak yang akan di masukkan ke dalamnya.


Meskipun skillnya mampu membuat senjata. Akan tetapi, setelah Ariel melihat senjata Suci yang di miliki Chizuru yang berbentuk bola biasa.


Ariel dapat menebak. Selama itu mampu merugikan orang lain atau berguna bagi dirinya sendiri, itu termasuk dalam kategori Weapon Creation.


Begitulah hipotesis yang dimiliki Ariel. Karena dia tidak tahu betul dengan keadaan dunia yang gila ini.


Mungkin Dewa Jahat 'V' dapat memberi tahunya. Akan tetapi Ariel enggan, bahkan dia tidak mau untuk bertemu kembali dengannya.


Suatu entitas (Keberadaan) yang tidak dapat Ariel lawan dan absurd seperti itu, Ariel sangat tidak ingin untuk berurusan dengan sesuatu hal yang seperti itu.


Segera setelah Ariel merogoh isi tasnya dan mengeluarkan sesuatu dan menyalakannya dengan api sambil mengarahkannya ke arah langit.


Cuiiiiittttt ... Duarrrr .... !


Dan sesuatu terbang ke atas dan meledak di langit dengan indah, seolah bunga api merekah di langit dan bertebaran perlahan kemudian menghilang.


Itu kembang api yang dia buat dengan iseng saat dirinya sedang senggang. Dan hingga beberapa saat dia menunggu, Daisy datang bersama pelayan lainnya seperti biasa dan membawa Ariel ke ruang perawatan.


***


Di sebuah ruangan.

__ADS_1


Anastasius yang kini sedang mengerjakan dokumennya segera berhenti setelah mendengar suara ketukan di pintu.


"Permisi, Yang Mulia. Orang-orang yang telah di janjikan telah tiba! Apakah mereka dipersilakan untuk menemui Yang Mulia di tempat ini? " Seorang penjaga memanggil dengan gugup.


"..., Bawa mereka kemari! Dan jangan sampai terlihat oleh siapapun! " Anastasius memerintahkan.


"Baik! "


Hingga beberapa saat dia menunggu, seseorang mengetuk pintu kembali dan segera setelah itu, dua sosok melangkah masuk ke dalam ruangan sambil dibukakan pintu oleh penjaga.


"Sebelah sini! " ucap penjaga itu dan segera menutup kembali pintunya setelah mereka berdua masuk.


Dua orang itu menunduk dengan hormat kepada Anastasius sambil menyapanya.


"Suatu kehormatan bagi kami untuk bertemu Yang Mulia di hari yang cerah ini! " ucap mereka serempak.


Seorang lelaki paruh baya dan seorang wanita remaja berlutut dengan hormat.


"Lama tidak berjumpa, August. Apakah aku harus memanggl kau, Yang Mulia Kaisar? " ungkap Anastasius.


"Tolong panggil saja saya dengan sebutan August, Yang Mulia. Gelar seperti itu tidak seberapa dibandingkan dengan keagungan Yang Mulia miliki! "ucap August dengan hormat.


" Yah ... baiklah. Tidak sopan untuk bicara dengan seperti ini, kita pindah sambil minum. " ucap Anastasius.


Hingga beberapa saat kemudian, mereka saling duduk satu sama lain, dan keheningan mengisi ruangan itu dengan canggung.


Pertama kali, Anastasius merasa heran, melihat sorang wanita duduk bersama dengan mereka seolah itu hal biasa. Akan tetapi, Anastasius tak mempedulikan nya dan segera memulai berbicara.


"Aku tidak suka basa-basi. Jadi? Apa yang kau inginkan kali ini? " tanya Anastasius sambil menatap August.


"Keinginan ... bukan itu maksud kedatangan saya kemari, saya hanya ingin menyampaikan informasi yang sangat penting. " ucap August dengan gugup.


"Informasi? "


August mengangguk, "Benar. Salah satu negara di wilayah manusia bertindak bodoh dan akan segera memulai perang kembali dengan Wilayah Iblis ini. "


Akan tetapi, respon Anastasius sangat berbeda dengan yang August bayangkan. Dia hanya merdiam dengan wajah datar seolah dia tidak tertarik sama sekali.


"Yah ... aku telah mengetahuinya. "


Setelah mendengar akan hal itu, August segera tersentak kaget, "Ba-bagaiman mungkin? "


"Jangan remehkan aku! Sesuatu hal kecil seperti itu dapat dengan mudah aku lakukan. " ujar Anastasius.


Wilayah Manusia dan Wilayah Iblis telah lama menghentikan perang antara kedua belah pihak.

__ADS_1


Hal itu dikabarkan bahwa kedua belah pihak mengalami kerugian besar atas perang sebelumnya dan melakukan Gencatan senjata.


Dan itulah yang tersebar luas di masyarakat. Akan tetapi, sebenarnya adalah Kaisar wilayah manusia memohon untuk menghentikan perang kepada Anastasius secara pribadi. Karena kerajaan Albion berbatasan langsung dengan wilayah Weather Deep yang menghubungkan antara wilayah manusia dan juga wilayah Iblis.


Dengan syarat Wilayah manusia terus membantu kerajaan Albion secara tertutup.



Karena jika perang terus berlanjut, Wilayah Manusia akan binasa jika orang-orang kuat dari wilayah Iblis tertarik untuk mengambil wilayah manusia.


Dan Kaisar Wilayah Manusia tahu akan kengerian mereka dan berusaha untuk menciptakan kedamaian sebanyak mungkin. Meskipun itu bayarannya adalah mempertaruhkan harga dirinya sekalipun.


Setiap terjadinya Perang. Itu terjadi di dataran wilayah Weather deep yang mengharuskan melewati Negara Albion terlebih dahulu.


Karena jalan itulah yang paling aman dan paling dekat dengan lokasi perang.


Karena arah tenggara bagian wilayah Iblis adalah Negara Transylvania dan juga bagian wilayah Weather deep yang sangat berbahaya untuk dilewati oleh orang-orang.


Jarak di antara Wilayah manusia hingga Kerajaan Albion bisa mencapai satu setengah tahun jika dilakukan melalui perjalanan biasa.


Dan itu membuat Anastasius merasa aneh tentang kedatangan Kaisar yang begitu cepat setelah menerima surat seminggu sebelum nya bahwa dirinya akan datang.


"Kita kesampingkan masalah itu, bagaimana kau bisa mencapai tempat ini dengan begitu cepat? " tanya Anastasius dengan penasaran.


"Kesampingkan ... " August kaget melihat Anastasius lebih tertarik dengn perjalanan nya daripada perang yang akan datang.


"Sebenarnya ... saya kemari menggunakan teleportasi .... " ucap August dengan ragu.


Setelah mendengar akan hal itu, Anastasius mengangkat bahunya lebih tertarik, "Hou~ ... apa maksudnya itu? "


Teleportasi hanya bisa di lakukan melalui sihir teleportasi dan juga skill milik pahlawan. Akan tetapi, Anastasius menganggap August datang menggunakan sihir teleportasi saat dirinya datang ke Albion.


Sihir teleportasi menggunakan dua buah lingkaran sihir di tempat yang berbeda sesuai tempat yang akan dituju. Jika August datang ke Negara Albion menggunakan hal itu, berarti ada satu lingkaran teleportasi yang terdapat di Negara Albion dan satu lagi di Wilayah Manusia.


Dan itulah yang Anastasius pikirkan. Karena sihir teleportasi sangat di larang di Wilayah Iblis ini. Kecuali sihir teleportasi yang telah di akui oleh berbagai negara untuk keperluan bersama.


Jika sihir teleportasi dipergunakan secara bebas, itu dapat dipergunakan yang dapat merugikan negara dan oleh karena itu, sihir teleportasi di batasi penggunaannya hanya untuk keperluan antar negara dan hal-hal penting lainnya.


August pun menjawab dengan gugup, "Sa-saya dapat disini dengan cepat adalah karena saya telah diantar oleh sang Pahlawan yang dipanggil melalui restu Dewi Victoria melalui batu suci di wilayah manusia. Yaitu Sumeragi Chizuru. "


Setelah August mengatakan hal itu, wanita muda itu menunduk dan memperkenalkan diri, "Segala puji bagi Yang Mulia. Perkenalkan! Nama saya adalah Sumeragi Chizuru! "


Sumeragi Chizuru menunduk dengan memakai senyum ramah.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2