
" Hehe... anak ibu memang yang terbaik. "puji Sharon sambil menarik Ariel dan memeluknya dengan erat.
" Argh... "
Apakah semua vampire seperti ini?... tetapi aku tertarik pada orang yang di sebut sebagai Magician Queen ini.
Pikir Ariel. Selagi merasakan pelukan ibunya yang erat sambil menatap langit-langit.
Setelah beberapa lama mereka berpelukan ,membuat Ariel merasa kesal dan tak nyaman.
"Hm... ibu ,apakah bisa melepaskanku sekarang?. "tanya Ariel sambil mendorong ibunya, berusaha melepaskan diri dari pelukannya.
" Tunggu sebentar lagi~. Ibu sedang mengisi batrai energi keimutan anakku.... "jawab Sharon , tidak melepaskan pelukannya sambil menciumi aroma tubuh Ariel.
Energi keimutan apanya!!
Pikir Ariel, ingin berteriak.
"Ibu. Lepaskan !!!Bau keringat. "
"Tidak.Mana mungkin Louise kecil bau. Anakku baunya yang terharum di dunia. "ucap Sharon ,sambil mengendus bau tubuh Ariel.
" Maksud Louise, tubuh ibu yang bau. "
Segera setelah itu. Ruangan itu dipenuhi dengan keheningan.
"Ya ampun.Anak ibu ini selalu bercanda. Aha... aha.. aha ...ha... ha.... " Sharon tertawa kering sambil melepaskan pelukannya dan menjauh dari Ariel menuju tempat duduknya sendiri.
Setelah kembali duduk, Sharon segera menciumi bau badannya dengan malu.
"Tidak bau sama sekali.... " gumam Sharon,sambil mencium bau badannya sekali lagi.
"Ibu.Louise hanya bercanda. "
"Dasar.Sekarang anak ibu mulai belajar menjadi nakal yah. muuu... " ucap Sharon dengan marah sambil menggembungkan pipinya.
"Baiklah,baiklah.Louise hanya bercanda... " ucap Ariel sambil meminta maaf kepada Sharon.
"Jadi bu. Bagaimana ibu bisa menjadi pasangannya ... Ayah? Yang Mulia? Raja Naga? hmmmm...bagaiman Louise harus memanggilnya? "
Ariel bekerja keras menentukan nama panggilan untuk Anastasius.
"Hmp.Louise kecil tidak perlu memanggil Anastasius dengan sebutan Ayah. panggil saja dia 'Yang Mulia 'saat orang-orang melihatnya. "
Sharon mendengus kesal, saat mendengar anaknya mengatakan kata 'Ayah' kepada Anastasius.
"...,Apakah ibu sangat membencinya?" tanya Ariel dengan ragu-ragu.
"Hm?... tidak juga. Ibu tidak membencinya, hanya saja ibu tidak menyukainya. "jawab Sharon dengan blak-blakan.
Bukankah itu sama saja!.
Pikir Ariel dalam hati.
__ADS_1
" Apakah ini ada kaitannya dengan ibu menjadi Ratu ke empat negara ini?. "
"Iya.Saat itu, Kerajaan Vampire tidak mampu menahan serangan dari negara musuh dan hampir hancur... bahkan salah satu dari kami telah di culik dan dibunuh.... " ucap Sharon sambil menggigit bibirnya dengan frustasi.
Ariel yang melihat ibunya yang seperti ini , tidak tahu apa yang harus di katakan untuk menghibur ibunya.
"Pada saat itu kami begitu putus asa dan meminta bantuan kepada Anastasius. Akan tetapi ,dia meminta salah satu dari kami untuk menjadi Ratunya. " Sharon menggertakkan gigi dengan kesal.
"Lalu... mengapa harus ibu yang menjadi istrinya?. " tanya Ariel sambil melihat Sharon yang begitu frustasi.
"Kami hanya berdua saat itu. Satu tertidur dan satunya lagi sudah meninggal. Hanya tersisa dua kandidat, ibu yang tidak dapat bertarung, sedangkan satunya lagi yang sedang berjuang mempertahankan Negara. menurut anakku , mana yang harus di korbankan? . "tanya Sharon dengan senyum kecut.
"Itu.... "
Melihat Ariel yang sedang kebingungan tak tau harus berkata apa, Sharon segera mengubah topik pembicaraan.
"Oh.Tapi dengar-dengar lima tahun yang lalu, Lydia telah terbangun. Tidak tahu berita itu benar atau tidak.... "
"Lydia? "
"Ah.Ibu belum memberi tahu nama-nama 4 Vampire Kuno ya? " Ucap Sharon sambil teringat bahwa dia belum memberitahu nama yang lainnya.
"Apakah sudah terlambat untuk baru memberitahukannya sekarang? " Tatap Ariel dengan aneh.
"Fufu... ibu hanya lupa.Apakah Louise kecil ingin mengetahuinya? " Sharon menawarkan kepada Ariel dengan mata berbinar.
"...,Tdak juga. Ibu hanya ingin pamer saja kan?"tanya Ariel dengan berekspresi tak peduli.
"Hm... mari kita lihat. Yang pertama adalah ibu, ada... Rosalie, Lydia Scarlet dan yang terakhir adalah Orphia Scarlet.... " ucap Sharon dengan sedih ketika menyebutkan nama Orphia yang sudah meninggal.
" Hehe...ibu hanya terbawa suasana. "Sharon menggaruk pipinya dengan malu.
" Hah... sudah lah. Hari sudah mulai sore, Louise akan pergi ke lapangan untuk latihan. "
Ariel menyerah untuk berbicara dengan ibunya dan meletakan cangkir teh nya di atas meja.
"Ehhh... sudah mau pergi?. Tapi ibu ingin lebih menghabiskan waktu bersama Louise kecilku yang manis. "ucap Sharon dengan kecewa atas kepergian anaknya.
" Menghabiskan waktu apanya?. Kita sudah menghabiskan waktu disini selama beberapa jam, apakah itu masih belum cukup.? "
Ariel menatap Sharon dengan heran.
"Hanya beberapa jam, itu masih belum cukup. Bila perlu, ibu ingin berduaan bersama Louise kecil selama seharian."
Mendengar Sharon mengatakan itu, Ariel segera menunduk dan memohon.
"Louise mohon, ibu boleh melakukan apa, saja asal jangan itu. "
Setelah Ariel menunduk. Dia segera melarikan diri dengan cepat meninggalkan Sharon yang duduk dengan suasana hati yang baik.
"Dasar Louise kecil ini, kamu tumbuh menjadi anak yang pemalu. Tapi tidak apa-apa,ibu menantikan kita tidur bersama malam ini. "ucap Sharon, menaruh tangannya di pipinya sambil memandangi anaknya yang sedang pergi.
Tidak sabar menantikan waktu datang nya malam.
__ADS_1
***
Di suatu pagi, seorang wanita yang sedang tengah kebingungan, menatap sekeliling dengan perasaan gelisah.
Bertanya -tanya.
Apa yang telah terjadi?
Bagaimana aku bisa berada disini?
Bukankah ini kamar nona Louise?
Wanita itu bertanya-tanya. Memeras pikiran untuk mengingat apa yang telah terjadi padanya hingga membuat dirinya tertidur di kamar majikan nya sendiri.
Siapakah wanita itu?
Benar!
Dia adalah Daisy. Terdiam duduk di atas tempat tidur yang mewah dengan kebingungan.
Hingga beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu terbuka dan Daisy segera menoleh untuk melihatnya.
Seorang anak yang telah memasuki kamar sambil menghela nafas lega.
Dapat dilihat dari raut wajahnya ,bahwa anak itu telah mengalami sesuatu yang berat baginya.
Segera setelah beberapa saat anak itu menenangkan diri,anak itu baru menyadari bahwa Daisy telah sadarkan diri.
Mereka berdua saling menatap untuk beberapa saat sebelum Daisy memulai percakapan.
"...,Se-selamat pagi nona Louise.... " sapa Daisy kepada Ariel dengan gugup.
"Ah~ ya. Selamat pagi juga Daisy. Apakah keadaan tubuhmu baik-baik saja sekarang? " tanya Ariel kepada Daisy ,sambil melirik tubuhnya untuk memastikan.
"Hm?Ah iya. Saya baik-baik saja... sebenarnya apa yang telah terjadi? Mengapa saya bisa tidur di kamar Nona? " tanya Daisy kepada Ariel dengan ragu.
"...,Apakah kamu tidak ingat apa yang telah terjadi?. Kapan ingatan terakhirmu yang dapat kamu ingat?" tanya Ariel kepada Daisy sambil berjalan mendekatinya dan duduk di kasur sebelah Daisy.
"Ingatan terakhirku... waktu itu saya sedang melihat Nona makan ,kemudian.... " Daisy memegangi kepalanya .Menggali ingatan terakhirnya.
"Setelah itu, saya tidak ingat... sebenarnya ,apa yang telah terjadi kepada saya, Nona?"tanya Daisy dengan cemas.
" Yaa... kemarin kamu mengamuk. "
"Mengamuk? "
Daisy memiringkan kepalanya ,kebingungan.
"Yaa... singkatnya, kamu mulai sekarang dan seterusnya akan menjadi Vampire...."ucap Ariel dengan ragu-ragu.
" Va-.... "
__ADS_1
Daisy tak bisa berkata apa-apa setelah mendengar apa yang telah di katakan Ariel kepadanya.
Bersambung....