
"Sudah lama tak berjumpa,Rosalie. "
Rosalie yang mengkonfirmasi bahwa itu memang Lydia. Dia berlari dengan cepat dan mencengkram kerah baju Lydia dengan kasar.
"Brengs*k.Untuk apa kau baru terbangun sekarang?"
Lydia yang tidak menduga atas pertemuan pertama setelah sekian lama tak bertemu, reaksi yang pertama kali dia dapatkan adalah seperti ini.
Para Pelayan yang melihat kerah baju Lydia yang sedang di tarik oleh Rosalie, segera maju untuk membantu Lydia.
Akan tetapi . Sebelum para Pelayanan mulai mendekat, Rosalie menatap mereka seolah-olah mereka adalah mangsa bagi seekor predator.
"Ada apa? "tanya Rosalie sambil melirik para Pelayan dengan dingin.
Dia memperingatkan para pelayan yang akan mendekat untuk tidak melakukan sesuatu hal yang lucu.
Para Pelayan yang menerima tatapan dingin Rosalie, terdiam tak mampu bergerak . Insting mereka mengatakan untuk tidak ikut campur lebih jauh.
Lydia yang selama ini terdiam saat bajunya di cengkram, mengangkat tangannya dan mencengkram balik tangan Rosalie.
"Sifat kasarmu tidak pernah berubah sama sekali setelah sekian lama...Bisakah kau melepaskan cengkraman tanganmu ini? "ucap Lydia ,sambil menatap Rosalie dengan dingin.
" ...Cih."
Rosalie yang merasakan suasana hati Lydia yang memburuk,dia segera melepaskan cengkraman nya dan berjalan menuju tempat duduk di hadapan Lydia.
Lydia tersenyum anggun setelah Rosalie mendengarkan perkataan nya dengan patuh sambil merapihkan kembali pakaian nya yang sudah di buat kusut oleh Rosalie.
Kemudian Lydia melirik para Pelayan dan menyuruhnya untuk pergi meninggalkan ruangan hanya untuk mereka berdua.
"Kalian boleh pergi! Aku akan memanggil kalian jika ada keperluan. "
Para Pelayan pun menunduk dengan hormat dan meninggalkan ruangan dengan cemas. Setelah pintu tertutup, Lydia pun melirik Rosalie sambil membuka percakapan.
"Sudah sekian lama tak berjumpa Rosalie. Bagaimana kabarmu belakangan ini? " tanya Lydia dengan senyum ramah.
"Sangat buruk, " jawab Rosalie dengan cemberut, "Bagimu 'sudah sekian lama' ya... Tapi bagiku hampir setiap hari aku melihatmu dan menunggumu untuk terbangun.... "
Rosalie mengepalkan tangannya dengan erat dan frustasi.
Lydia yang menyadari ada sesuatu yang salah, dia bertanya sambil menatap Rosalie dengan serius.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi selama aku pergi?... Dan dimana Orphia dan Sharon? "
Rosalie yang mendengar Lydia bertanya seperti itu , membuatnya tambah frustasi dan kesal sambil menggertakkan giginya.
"... Orphia sudah meninggal. " ucap Rosalie dengan ragu-ragu.
"Ap-apa? " Lydia terkejut atas apa yang telah didengarnya barusan.
Orphia Scarlet.
__ADS_1
Adalah saudara perempuan Satu-satunya yang Lydia miliki. Mengetahui adik perempuannya yang telah meninggal, Lydia secara tidak sadar telah mengeluarkan Aura yang begitu dasyat.
Lydia sempat berfikir. Mungkin saja Rosalie berbohong. Akan tetapi, Rosalie tidak mungkin berbohong tentang sesuatu masalah yang serius seperti ini.
Orang biasa yang terpapar oleh aura ini mungkin akan mati seketika. Akan tetapi ,Rosalie mampu menahannya meskipun dia hampir tak mampu berdiri untuk menenangkan Lydia.
"Hentikan Lydia! Tenangkanlah dirimu! " teriak Rosalie sambil berdiri. meskipun tangan dan kakinya masih gemetar akibat terpapar oleh Aura Lydia yang begitu dahsyat.
Lydia yang sadar kembali. Menghentikan Aura yang keluar dari dalam dirinya dan berusaha untuk tenang sambil menghela nafas.
"....Maaf.Telah membuatmu terkejut. "ucap Lydia sambil menenangkan diri.
" Ti-tidak apa-apa... "
Rosalie berkeringat dingin dan hampir tak mampu bisa bergerak. bahkan saat ini tangan dan kakinya masih gemetar.
Rosalie duduk kembali setelah Lydia menenangkan diri. Dia duduk dengan lelah sambil menatap kedua tangannya yang masih gemetar.
seperti inikah Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis itu.... ?
Rosalie yang menatap kedua tangannya yang masih gemetar, mengerutkan alisnya dan frustasi atas kelemahannya sendiri.
Seandainya, seandainya aku cukup kuat...Sial.
Rosalie kesal , yang betapa lemahnya dirinya.
"...Sebenarnya apa yang telah terjadi selama aku tidur?... bisakah kau ceritakan padaku? "tanya Lydia sambil menatap tajam pada Rosalie.
Rosalie pun menceritakan kejadian sebelum Negara Transylvania hampir jatuh.
Lydia yang sudah tertidur hampir 17 tahun berlalu, Orang-orang mulai bertanya-tanya tentang kehadiran Lydia.
Tertidur nya Lydia sudah di rahasiakan untuk mencegah terjadi sesuatu hal yang buruk. Yang mengetahuinya hanyalah Empat Vampire Kuno dan Pelayan yang menjaga Lydia.
Akan tetapi, Mata-mata dari negara musuh mengetahui bahwa Lydia sedang tertidur panjang. Diapun meneruskan informasi ini ke negara musuh.
Dan begitulah, negara musuh tidak melewatkan kesempatan ini, mereka menyerang Transylvania dan mencari Lydia yang sedang tertidur dan 3 Vampire Kuno lainnya untuk membunuhnya.
Orphia yang sedang di luar ketika serangan itu terjadi, menjadi sasaran empuk dan kereta kuda yang Orphia tumpangi seketika lenyap bersama isinya dalam sekali serangan.
Penyerangan negara musuh terhadap Transylvania, semakin tak dapat di hentikan tanpa pelindung mereka yaitu Lydia tidak ada.
Meskipun Rosalie cukup kuat.akan tetapi, musuh yang di lawannya serta pasukan yang mereka bawa tak mampu Rosalie urus sendiri.
"Ngomong- ngomong, siapa musuh yang kau bicarakan?" tanya Lydia kepada Rosalie dengan penasaran.
Rosalie pun menjawab dengan ekspresi kesal, "Dia adalah salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis,Leopold Graham. "
"Begitu.... "
Setelah mendengar nama itu,Lydia menutup matanya sambil mengangkat kepalanya menghadap langit sambil berfikir.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Lydia berfikir, dia menatap Rosalie seolah dia sudah membuat keputusan.
"Hm? "Rosalie memiringkan kepalanya kebingungan. Apa maksud Lydia menatapnya seperti itu.
"...Jadi,bagaiman dengan Sharon? "tanya Lydia dengan takut, dia cemas jika hal yang sama juga terjadi kepada Sharon.
"Dia baik-baik saja. Tetapi dia telah menikah dengan Anastasius. " ucap Rosalie dengan kesal.
"Hah? "Lydia terkejut, setelah mendengar sesuatu yang tidak tersuga.
" Aku belum menyelesaikan cerita yang tadi. Jadi... "
Rosalie pun melanjutkan ceritanya.
Jadi. Setelah Transylvania akan mengalami kehancuran, mereka meminta bantuan dari negara lain.
Akan tetapi, tidak ada negara yang mau melawan salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis. Alhasil mereka tidak bisa mendapatkan bantuan dari negara lain kecuali Negara Albion.
Akan tetapi, Anastasius meminta sesuatu sebagai imbalannya. Dia ingin salah satu dari 4 Vampire Kuno untuk menjadi Istrinya.
Saat itu, bahkan Rosalie ingin memukul Anastasius, tetapi di hentikan oleh Sharon.
Sharon saat itu dengan enggan menerima persyaratan dari Anastasius karena mereka tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan negara mereka.
Sharon Adalah satu-satunya pilihan. Orphia yang sudah meninggal, Lydia yang sedang tertidur, sementara Rosalie tidak cocok untuk peran seperti itu.
Dengan sifatnya yang kasar dan berjiwa bebas,hampir mustahil untuk menjadi seorang ratu yang di inginkan Anastasius.
Dengan bantuan Negara Albion yang paling berpengaruh nomor 2 di Wilayah Iblis ini, penyerangan negara musuhnya dapat di hentikan untuk sementara.
"Begitu...."
Maaf... Sharon.
Pikir Lydia dengan merasa bersalah.
"Jadi,apa yang akan kita lakukan mulai sekarang? " tanya Rosalie.
Lydia menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya sambil menatap Rosalie dengan penuh tekad.
"Bunuh Leopold Graham dan hancurkan Negaranya! "
Lydia mengumumkan,sambil berdiri dengan Agung layaknya seorang Ratu sejati.
Rosalie pun tersenyum berani atas perkataan Lydia itu. Dia selalu menunggu untuk saat-saat seperti ini. Untuk memblaskan dendam temannya dan negara Transylvania yang telah mereka serang.
Maaf Ariel, Sharon... aku akan mencari kalian setelah ini selesai.
Pikir Lydia dengan murung.
Bersambung....
__ADS_1