Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 94 _ Good Luck, Anastasius


__ADS_3

“... aaaaaaaaaaAAAAAAAAAA!”


Duaaaar ... !


Sesuatu mendarat dengan kecepatan yang luar biasa dan membuat gelombang udara menghembus dengan kencang. Menyapu orang-orang yang berada di tempat itu sambil menutupi matanya agar tak termasuki oleh debu-debu yang terbawa oleh angin.


“Kita sudah sampai, Sharon!” ucap Lydia, dan segera menurunkan Sharon dari pangkuan lengan Lydia dengan perlahan.


Akan tetapi. Setelah Sharon menginjakkan kakinya di atas tanah, dia langsung segera berlutut dengan lemas dan wajahnya terlihat pucat.


“Emm ... apakah kau tidak apa-apa, Sharon?”


“... ,Biarkan aku seperti ini untuk beberapa saat.” jawab Sharon. Sambil menutupi mulutnya menggunakan sebelah tangannya dengan rasa mual.


“Baiklah, kalau begitu.” ucap Lydia dan segera berjalan menuju arah Anastasius, “Kau bisa mengeluarkannya secara perlahan.” tambahnya dengan menggoda.


“Tidak akaaaaan!”


Sambil berjalan, Lydia seperti mendengar sesuatu. Akan tetapi, mungkin itu hanya perasaannya saja dan melanjutkan perjalanannya dengan santai.


Akan tetapi. Ketika Lydia telah tiba dan akan membuka mulutnya untuk berbicara kepada Anastasius, tiba-tiba seseorang melesat dengan cepat menerjang Anastasius dengan marah dan sambil bersiap untuk mencakarnya.


“Anastasiuuuuus ... hah! ”


Tetapi tak semua keinginan nya berjalan dengan sesuai harapan. Sharon kaget, sebelum dia mencapai Anastasius, seseorang menarik pakaiannya dari belakang dan menghentikan nya seperti memegang belakang leher kucing dengan menggantung.


“L- Lydia? Apa yang kau lakukan?” ucap Sharon, dia meronta-ronta dengan berbicara dengan nada sedikit tidak senang.


“Tenanglah! Bukanlah kau ke sini untuk melihat keadaan anakmu?”


Setelah mengatakan hal itu, Sharon baru tersadar dan segera melihat ke sekeliling, “Oh! Benar juga. Dimana anakku?”


“... , Dia di sana!” ucap Anastasius sambil menunjuk ke suatu tempat. Ada sedikit jeda, sebelum dia mengatakannya.


Seorang perempuan muda keluar dari belakang tubuh Felix yang selama ini berdiri.


Perempuan muda itu adalah Louise Albion. Iya, begitulah penampilannya saat ini.


Perempuan itu mengangkat tangannya dan memanggil Sharon dengan sedikit gugup, “I-ibu ....”


Melihat anaknya yang baik-baik saja, Sharon segera berlari mendatanginya dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


“Anakku~!”


Sementara Lydia yang melihat itu, dia memiringkan kepalanya dengan heran dan segera melihat Anastasius.


Dia melihat Anastasius yang berkeringat dingin dan dibarengi wajahnya yang tegang. Meskipun dia berusaha bersikap setenang mungkin.


Dari melihat hal itu saja, Lydia mengerti beberapa hal. Meskipun Lydia belum pernah bertemu dengan anaknya Sharon. Akan tetapi, dia tahu bahwa Louise Albion yang saat ini dipeluk oleh Sharon adalah palsu.


Beberapa orang kuat yang ahli dalam persepsi sihir seperti Lydia dan juga Anastasius dapat membedakan seseorang dari esensi sihir mereka.


Meskipun penampilannya dapat diubah, tetapi persepsi sihir Lydia tak bisa dibohongi. Bahkan, tanpa menggunakan persepsi sihirpun, Lydia dapat melihat jiwa seseorang dan mengenalinya dengan mudah.


Bukankah dia pelayan yang waktu itu? Untuk apa dia memakai Pin pengubah wujud yang ku berikan padanya beberapa tahun yang lalu pada waktu seperti ini?


Lydia menatap Anastasius untuk mencari tahu. Dan Anastasius yang merasakan tatapan itu, segera mengalihkan pandangannya dengan gugup.


Meskipun tak tahun apa yang terjadi, Lydia memutuskan untuk tidak ikut campur dan membiarkan segalanya berjalan dengan sendirinya.


Yah. Meskipun Lydia tak ikut campur. Pada saat Sharon memeluk Anaknya dengan penuh kerinduan, dia menggosok-gosokkan pipinya dengan gemas dan beberapa saat kemudian, tiba-tiba Sharon membuka matanya lebar-lebar dan menatap wajah anaknya kembali dengan mengerutkan alisnya.


“Hm?!”


“Hii~” Daisy yang saat ini menjadi Ariel, dia langsung merinding dan terkejut, setelah Sharon. menjilat tepat di pipinya.


“Kamu bukan anakku!” Sharon berteriak dan bangkit berdiri, “Kamu siapa?”


“Hahaha ...” Lydia tertawa terbahak-bahak, “Aku terkejut kau menyadarinya. Seingatku, kau kurang pandai dalam hal persepsi sihir. Bagaimana kau melakukannya?”


Meskipun masih tertawa, Lydia sedikit terkejut, Seharusnya Pin pengubah wujud yang dia berikan pada Daisy, dapat mengubah penampilan nya dengan sempurna, terlepas dari esensi sihirnya.


“Tentu saja aku dapat mengenali anakku dengan baik. Kau akan mengerti suatu hari nanti, jika dirimu menjadi seorang ibu.” jawab Sharon. Dan dia segera menatap Anastasius dengan tajam. “Dimana anakku yang asli berada?”


“Sudah! Tenanglah, Sharon!” Lydia menenangkan Sharon yang saat ini akan mengamuk, dan kemudian dia menoleh ke arah Anastasius, “Bukankah sudah saatnya untuk menjelaskannya kepada kami, Anastasius?”


Anastasius yang tak punya pilihan, dia menghela napas dan menyuruh Daisy kembali ke wujud aslinya


Untung saja Lydia menahan Sharon untuk tidak berbuat macam-macam dan menyuruhnya untuk duduk dengan tenang saat Anastasius menjelaskan semuanya.


Anastasius menjelaskan tentang sebuah bencana Alam, yaitu Meteor jatuh dan membuat suasana perang di dataran ini menjadi kacau.


Anastasius tak menjelaskan tentang pertarungan Leopold dan juga Ariel. Dia hanya memberitahukan bahwa Ariel sedang terluka ringan yang diakibatkan oleh dampak terjatuhnya Meteor itu.

__ADS_1


Dia hanya memberitahukan kepada Lydia bahwa Leopold Graham sempat terlihat di dalam barisan musuh dan melarikan diri setelah selamat dari terjatuhnya Meteor itu.


Lydia yang terus mendengarkan cerita dari Anastasius, dia merenung dengan dalam.


Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. Lydia menatap Anastasius dengan curiga.


Tetapi ... di wilayah manusia, kah ....


Lydia yang selama ini mencari Leopold untuk memburunya, dia kesulitan untuk mencarinya dan tak kunjung berhasil.


Setelah mendengar Leopold berada di wilayah manusia, dia juga berhipotesis bahwa Ariel dan juga teman-temannya yang lain mungkin saja di wilayah manusia.


Buktinya, dia saat ini telah mengetahui bahwa Chloe berada di wilayah manusia. Hanya saja, kedudukannya sedikit sulit untuk ditemui sesuka hatinya.


Sharon yang selama ini terus mendengarkan dengan tidak sabar, dia segera bertanya dan menatap Anastasius dengan tajam.


“Lalu. Dimana anakku sekarang berada?”


Daripada mendengarkan situasi perang saat ini, dia lebih peduli dengan keselamatan anaknya lebih dari apapun.


“Dia saat ini sedang di bawa oleh Ayah menuju tempatnya Talitha.” jawab Anastasius dengan jujur.


“Hm?” Lydia bingung, “Mengapa harus membawa dia padanya? Seharusnya masih banyak orang yang bisa melakukan pengobatan di Negara Albion.”


Anastasius tak bisa bilang, kalau saat ini Ariel sedang sekarat, dan seorang tabib biasa takkan mungkin bisa menyembuhkan nya.


“... ,D-dia seorang putri. Tentu saja aku harus meminta bantuan pada seseorang yang kompeten.” jawab Anastasius dengan gugup. “Sudahlah! Kau bisa tanyakan sisanya pada Felix. Aku akan mengurus kekacauan yang di akibatkan oleh perang ini.”


Anastasius segera berbalik dan bersiap akan pergi dengan terburu-buru. Akan tetapi, sebelum Anastasius bisa melakukannya, dia merasakan seseorang sedang menyentuh pundaknya. dan dia berbalik dan melihat Sharon tersenyum padanya.


Iya, tersenyum. Akan tetapi, sorot matanya tak menunjukkan senyuman sedikitpun. Itu tatapan yang membuat Anastasius mengigil dan berkeringat dingin.


“Kau pikir mau kemana kau akan pergi? Hal itu kau bisa menyerahkannya kepada Felix.”ucap Sharon, “Daripada itu, berani sekali kau melakukan semua ini kepada anakku. Bahkan anakku sampai terluka seperti itu .... ”


Dan dimulailah. Pelampiasan Sharon untuk memberikan hukuman kepada Anastasius.


Dan semenjak hari itu, Anastasius tak pernah menunjukkan batang hidungnya di depan publik selama tiga bulan berturut-turut.


[ 10.000 kata tentang kejadian Anastasius dan juga Sharon, sengaja Author hilangkan untuk kenyamanan pembaca. Karena begitu banyak adegan sadis dan darah. Takutnya novel ini akan berubah genre jika dituliskan. Terima Kasih Telah membaca~ ]


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2