
Di suatu tempat.
Di sebuah tenda yang cukup luas. Kini terdapat orang-orang yang tengah berkumpul dengan antusias.
Mereka dengan riuh, berbincang satu sama lain. Hingga beberapa saat kemudian, seseorang mengumumkan dengan lantang.
“Semuanya. Harap tenang! ”
Segera setelah itu, ruangan itupun langsung seketika menjadi hening. Dan tatapan mereka menuju ke tempat yang sama.
Mereka menatap orang yang sama, yang sebelumnya mengumumkan. Dia adalah Leopold Graham.
Salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis, yang kini menyamar sebagai salah satu kesatria terbaik di Wilayah manusia yang bernama Leon. Karena dia saat ini sedang menyembunyikan identitas aslinya, agar terlepas dari kejaran Lydia Scarlet.
“Oooohh! Tuan Leon. Anda tampak gagah seperti biasanya.”
“Apakah kali ini juga akan membahas, bagaimana cara kita untuk melenyapkan musuh itu? ”
“Aahhh ... akhirnya beliau datang. Kami telah menunggu.”
Orang-orang yang hadir pun berbisik-bisik dengan rasa kekaguman. dan juga bersemangat.
“Para hadirin sekalian! Aku punya informasi yang harus kalian semua dengarkan.” ujar Leopold, yang kini sebagai Leon berbicara dengan lantang.
“Informasi?”
“Apakah akhirnya telah tiba?”
“Iya, sepertinya begitu .... ”
Merekapun saling memandang satu sama lain dengan penasaran dan menebak-nebak tentang informasi yang akan Kapten Leon umumkan.
Dan mungkin, beberapa dari tebakan mereka pun tepat sasaran. Karena setelah mendengar perkataan mereka, Leon kini menyeringai dengan ekspresi puas.
“Aku beritahu kepada kalian! Sepertinya pihak musuh sedang merencanakan sesuatu. Dan memulai pergerakan mereka degan sembunyi-sembunyi. ” ungkap Leon.
Dan segera, setelah mendengar hal itu, ruangan itu segera menjadi riuh dengan antusiasme mereka yang menggebu.
“Akhirnya mereka memulai pergerakan .... ”
“Seperti yang di harapkan dari Tuan Leon. Beliau dapat mengetahui informasi semudah ini ....”
__ADS_1
“Tuan Leon bilang bahwa mereka melakukannya dengan sembunyi-sembunyi ... yah, aku tidak terkejut dengan hal itu. Kalau aku juga di posisi mereka, aku akan melakukan hal yang sama. ”
ungkap mereka dengan saling bercakap-cakap. Dan membuat ruangan itu menjadi berisik seperti sebelumnya.
“Akan tetapi ... ada sesuatu yang aneh. Penyebaran pasukan mereka menjadi dua kelompok. Dan menurut informasi, kelompok yang paling terdapat banyak orang, kini hanya sedang bersantai dan bersenang-senang sambil berpesta .... ” Leon berkata seperti itu dengan heran.
Hingga beberapa saat setelah itu, seseorang yang memakai baju Zirah yang mencolok, mengangkat tangannya untuk bertanya.
“Anu ... apakah informasi yang di dapatkan itu memang benar? ”
Leon yang mendapat pertanyaan yang tidak dia duga sebelumnya, segera dia menjawabnya tanpa ragu.
“Ohhh! Siapa lagi kalau bukan pahlawan kita,” ujar Leon. “Saya akan menjawab pertanyaan anda, Tuan muda Akihiro Yuu. ”
Leon menunduk dengan rasa hormat. Meskipun dia enggan untuk melakukannya. Akan tetapi, dia akan membuang harga dirinya untuk kali ini, untuk mencapai tujuan nya.
Lagipula, menurut Leon. Para pahlawan hanyalah bocah-bocah ingusan yang sombong dengan kekuatan mereka yang tidak terasah.
Contohnya Akihiro Yuu, yang sukarela ikut dalam perang ini, setelah mendengar bahwa banyak manusia yang dijadikan sebagai 'Budak' oleh orang-orang yang berasal dari Wilayah Iblis.
Dia hanya mengatakan bahwa perbudakan itu tidak baik, dan segera ikut serta dalam peperangan ini dengan dalih untuk menyelamatkan para Budak di wilayah Iblis.
Meskipun dia tidak tahu. Alasan, dengan ikut sertanya para Pahlawan yang lainnya. Mungkin dia hanya menebak bahwa hal yang sama seperti kejadian Akihiro Yuu. Ataupun mungkin, ada mata-mata di salah satu Pahlawan dari pihak Kaisar.
Akan tetapi, Leon tidak peduli dengan hal itu. Lagipula, meskipun Kaisar mengetahui keadaannya. Mereka tidak akan bisa melakukan sesuatu yang aneh-aneh terhadapnya.
“Informasi yang saya dapatkan, jelas terbukti benar. Bahkan kami telah menginterogasi beberapa tahanan yang telah kami tangkap dan mengkonfimasi bahwa informasi yang telah kami kumpulkan, benar apa adanya.” ungkap Leon.
“Oooohhhh! ”
Segera setelah mengatakan hal itu, Leon mendapatkan sorak-sorai dari para pendengar dan menatap Leon dengan kagum.
“Tahanan? Aku tidak pernah mendengar tentang informasi ini! ” ujar Akihiro yang sedikit kesal, karena tidak di beritahu sebelumnya.
Melihat Akihiro yang seperti itu, Aria segera menghentikan nya dengan tak sabar. “Apakah sesuatu yang seperti itu juga harus memberitahumu? Berhentilah mengoceh dan duduk mendengarkan! Kau hanya membuang-buang waktu!”
“Tetapi ... tadi bilang, dia menginterogasi tahan yang dari pihak musuh. Mungkin saja dia menginterogasi nya dengan cara kasar! ”
Mendengar hal itu, beberapa orang di tempat itu hanya mengela napas dengan bosan.
Di dalam hati mereka saat ini sedang memikirkan hal yang sama.
__ADS_1
'Aaaahhh ... mulai lagi .... '
Mereka sudah cukup bosan dengan perkataan Akihiro Yuu yang berniat melakukan peperangan ini tanpa menimbulkan adanya korban.
Karena dia tidak bisa menghentikan pergerakan orang-orang yang dari wilayah manusia yang menginginkan kehancuran dari wilayah Iblis, dia hanya terpaksa mengikuti perang ini untuk membuat orang-orang yang dari Wilayah Iblis mendengarkan nya dan membuat kesepakatan untuk berdamai tanpa menimbulkan korban satupun dari kedua belah pihak.
Meskipun dengan cara menunjukkan kekuatannya untuk membuat orang-orang yang dari wilayah Iblis untuk mendengarkan nya.
Meskipun menurutnya, jalan yang akan dia tempuh sangat sulit, akan tetapi dia tidak menyerah begitu saja dan bertekad untuk menciptakan kedamaian sebanyak mungkin.
Karena mungkin ini adalah alasan bahwa dirinya terpilih sebagai pahlawan dan terlempar ke dunia ini.
Dan itulah yang dia pikirkan. Yang membuat Aria yang telah mendengarkan hal itu sebelumnya hanya bisa mendengus dengan mengejek.
“Hmph! ”
Aria memalingkan wajahnya dengan tidak peduli. Sementara Arsya melakukanhal yang sama dengan membuat ekspresi bosan.
Dan seperti itulah. Orang-orang yang berada di ruangan itu kembali mendengarkan pidato sang pahlawan, yaitu Akihiro Yuu yang berdiri di tengah ruangan dengan baju Zirah nya yang berkilau.
Hingga di tengah hal itu, Arsya teringat akan sesuatu, “Oh! Iya. Dimana Chizuru?”
Arsya atau yang bernama Asep Syaripudin ini menoleh kepada Aria dengan bertanya.
“Hm? Ah ... seperti dia pergi ke suatu tempat.Aku tidak tahu kemana tujuannya.” jawab Aria dengan malas.
“Bahkan dia tidak memberi tahumu?” Arsya terkejut. Karena selama ini, mereka berdua cukup dekat satu sama lain, sebagai teman.
“Iya, dia juga mempunyai privasi nya sendiri.”ucap Aria. “Baiklah, aku akan pergi. Aku mulai bosan dengan ocehan orang itu! ”
“Oh! Bahkan rapat strategi ini baru mulai.”
“Aku tidak peduli! ” Sambil mengatakan hal itu, Aria berjalan menuju ke luar dan meninggalkan tempat ini yang masih mendengarkan pidatonya Akihiro Yuu.
“Betapa konyolnya .... ” gumamnya.
Jika kakak yang menjadi pahlawan ke dunia ini, dia pasti akan membuat hal ini menjadi lebih baik ....
pikir Aria dalam hati. Sambil menatap ke arah langit yang begitu cerah.
Bersambung ....
__ADS_1