Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 36 _ Kemarahan Sharon


__ADS_3

Di kamar kecil di sebuah penginapan.


Ariel yang saat ini sedang mengobrol bersama Chizuru, dia bertanya sambil melihat senjata suci miliknya dengan penasaran.


"Jadi? Apakah benda itu juga bisa menemukan teman-temanku yang datang ke dunia ini? "


"Seharusnya bisa... tetapi memerlukan energi sihir yang cukup banyak untuk bisa memakainya. "jawab Chizuru.


" Seberapa banyak? "


"Cukup untuk bisa membuatmu pingsan dalam sekali pakai. "ucap Chizuru dengan santai.


"Itu bukan masalah untukku. Aku memiliki energi sihir sedikit lebih banyak dari orang biasa lainnya. " komentar Ariel dengan bangga.


Setiap orang di dunia ini memiliki energi sihir. Akan tetapi, jumlah energi sihir yang mereka miliki tergantung dari faktor keturunan, bakat, dan cara mereka berlatih untuk meningkatkan energi sihir mereka.


Para bangsawan dapat menaikkan statusnya ,salah satunya karena mereka memiliki sedikit lebih banyak energi sihir dibandingkan dengan rakyat jelata.


Serta. Beberapa ras di dunia ini mampu mengendalikan energi sihir dengan baik.Seperti ras Iblis, Naga dan Vampire yang saat ini menduduki peringkat tertinggi dalam hal kekuatan di wilayah iblis.


"Yah.terserah kau saja...jika kamu berkata seperti itu. "


Chizuru berkata dengan agak kesal setelah melihat Ariel yang mengatakannya dengan bangga, seolah-olah dia memamerkan dirinya.


"Jadi, apakah kita bisa mencobanya sekarang? "tanya Chizuru sambil meletakkan senjata sucinya ke atas meja.


" Tunggu dulu! "ujar Ariel kepada Chizuru.


" Ada apa? "


"Bisakah kita melakukannya lain kali saja... aku harus kembali ke istana secepatnya. Kalau tidak, akan terjadi sesuatu hal yang buruk bisa terjadi. " ucap Ariel dengan cemas.


"Sesuatu hal yang buruk? " tanya Chizuru.


"Iya."


"..., baiklah jika itu kemauanmu. Aku akan mengantarmu kembali. "ucap Chizuru sambil menghela nafas.Tak mau ikut campur tentang masalahnya.


" Terima kasih. "


"Lupakan itu! Lagi pula...aku yang telah membawamu secara tiba-tiba. Jadi aku yang harus meminta maaf untuk itu. "ucap Chizuru, meminta maaf dengan tulus.


" Tapi tanganmu terkena serangan saat kita bertarung tadi, Kan? Apakah kamu baik-baik saja? "tanya Ariel, merasa bersalah.


" Agak sakit sih... tetapi bukan luka yang serius.Kamu tak perlu memikirkannya."ucap Chizuru, sambil mengelus tangannya yang telah di tendang oleh Ariel saat pertarungan mereka.


Aku tak boleh bertarung lagi dengannya... kejadian tadi itu sangat menyeramkan... sekali terjadi kesalahan kecil saja, mungkin aku telah mati sekarang.


Pikir Chizuru, sambil berusaha untuk menenangkan dirinya dari rasa ketakutan.

__ADS_1


Chizuru yang telah lama menjalani hidup di dunia sebelumnya dengan damai. Dia di panggil secara tiba-tiba ke dunia lain tanpa sepengetahuan dirinya.


Setelah beberapa waktu berlalu Chizuru hidup di dunia ini, dia baru mengetahui bahwa dunia ini begitu mengerikan.


Pembunuhan, perbudakan dan sebagainya sudah menjadi hal yang biasa bagi orang-orang yang tinggal di dunia ini.


Chizuru yang selama hidupnya menghabiskan waktu dengan damai. Setelah mengetahui bahwa kehidupan di dunia ini begitu mengerikan, hal pertama yang dia pikirkan hanyalah satu hal. "Aku ingin pulang... "


"Baiklah, jika kamu tak keberatan. Bisakah kamu mengantarkanku kembali? " tanya Ariel sambil mengulurkan tangannya.


"Baiklah,aku akan membawamu kembali."


Segera setelah itu , Chizuru meraih tangan Ariel dan mereka ber teleportasi ke tempat Chizuru pertama kali membawa Ariel, yaitu ke tempat aula pesta yang sedang di selenggarakan.


Kembali? Gawat! Kalau aku secara tiba-tiba muncul di sana...


"T-tung-"


Ariel baru tersadar kembali bahwa dirinya saat ini sedang dianggap menghilang oleh pihak istana.


Jika dirinya muncul secara tiba-tiba seperti ini, pasti akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang merepotkan.


Ariel segera akan menghentikan Chizuru, akan tetapi sudah terlambat.


Pemandangan yang sebelumnya adalah sebuah kamar kecil, berubah menjadi aula yang besar dan megah.


"Ah...? "


Termasuk Ariel ,yang pertama kali dia lihat saat muncul di sana adalah kedua orang tuanya.


Terutama Sharon yang saat ini seperti dia akan mengigit Anastasius dengan marah.


Si-situasi macam apa ini?


Pikir Ariel dengan kebingungan.


***


Kita kembali ke saat Ariel baru saja di teleport oleh Chizuru.


Ruang aula dipenuhi dengan keributan setelah Ariel menghilang secara tiba-tiba.


Anastasius yang melihat kejadian itu,hanya menatap pada tempat dimana saat-saat Ariel menghilang.


"Apakah kamu juga yang mengatur semua ini? "tanya Ronand yang selama ini disisi Anastasius dengan penasaran.


Setelah mendengar Ronand bertanya seperti itu,Anastasius menyernyitkan dahinya dengan suasana hati yang buruk.


" Hm... sepertinya bukan. Tapi kemampuan ber teleportasi seperti itu... hanya satu orang yang ku tahu dapat melakukannya. "ucap Ronand sambil mengingat.

__ADS_1


" Pahlawan.... "gumam Anastasius dengan menebak.


" Ya.Salah satu dari Pahlawan di masa lalu mampu memanipulasi Ruang. Jika tebakanku benar, mungkin... "


Ronand memegang dagunya sambil berfikir.


"Entah itu pahlawan atau apapun itu terserah! Mengapa dia membawa anak itu? " tanya Anastasius dengan keheranan.


"Kau bisa tanyakan itu pada ibunya. " komentar Ronand dengan datar sambil menunjuk ke arah Sharon yang sedang mendekat dengan marah.


"...,Kurasa dia saat ini tidak ingin menjawab hal itu untuk sekarang... " gumam Anastasius, sambil menatap ke arah Sharon yang melaju dengan cepat ke arahnya.


"Bagi siapapun yang bukan anggota kerajaan, pesta hari ini selesai! . Segeralah keluar dari ruangan ini secepat mungkin! " Ronand mengumumkan. Tahu bahwa situasi akan berlanjut menjadi lebih serius.


Sambil mengeluarkan aura yang mengerikan, bahkan itu membuat Sharon tersentak saat dia tengah berlari.


Akan tetapi, Sharon tak memedulikan nya dan melanjutkan untuk berlari dengan cepat menuju Anastasius.


Para bangsawan yang juga merasakan aura Ronand yang begitu mengerikan, segera berbondong-bondong menuju pintu arah keluar dengan panik.Ketakutan, seolah-olah Ronand dapat merenggut nyawa mereka kapanpun dia mau.


Sharon yang sedang marah, dia meremas kerah baju Anastasius dengan kuat dan bertanya.


"Dimana anakku? " teriak Sharon.


"Entahlah."jawab Anastasius dengan jujur.


" Tapi kamu kan yang merancang semua ini? "


"Sudah, sudah, tenanglah! Kita bisa bicarakan ini baik-baik.... "


"Diam! " bentak Sharon kepada Ronand yang berusaha menenangkannya.


"Eh?... Baiklah.... " gumam Ronand dengan muram berlutut di pojokan.


Hey!!... dimana harga dirimu?


Anastasius ingin berteriak melihat Ronand yang begitu menyedihkan.


Anastasius dan Sharon pun saling berdebat satu sama lain selama hampir satu jam.


"Sudah ku katakan aku tidak tahu keberadaannya. Mau sampai kapan kau akan terus menanyaiku seperti itu? " tanya Anastasius dengan kesal.


"Dan kau! Berapa lama kau akan terus berjongkok seperti itu!? Bantu aku menenangkan orang gila ini! " ucap Anastasius, sambil menoleh ke arah Ronand yang masih berjongkok di sudut ruangan dengan muram.


"Hey! Siapa yang kau sebut gila?... Shaaaaa.... "


Sharon yang marah disebut gila.Dia mencoba untuk menggigit Anastasius.Akan tetapi ,dia segera berhenti setelah melihat kemunculan dua orang yang secara tiba-tiba berada tidak jauh di belakangnya.


"Ah...? "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2