
Sementara itu, di tempat lain.
Sharon yang kini telah tiba di Transylvania. pertama kali datang ke tempat itu, dia mengejutkan orang-orang yang berada di sana tentang kedatangannya yang secara tiba-tiba.
Sehingga tak dapat di hindari, keributan terjadi atas penyambutan Sharon dan membuat dia hingga kelelahan, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang menggunakan kereta kuda.
Setelah sehari, dia istirahat setelah kedatangan dirinya di Transylvania.
Hingga saat ini, dia sedang berbincang-bincang bersama Lydia dan juga Rosalie di sebuah ruangan dengan antusias.
Mengobati kerinduan mereka satu sama lain.
“Akan tetapi. Aku tak menyangka, bahwa Anastasius dapat mengijinkanmu untuk pulang ke tempat ini dengan mudahnya. ” ujar Rosalie, membuka pembicaraan.
Setelah menyeruput tehnya dengan pelan, Sharon menjawab, “Aku juga tidak tahu. Tidak biasanya dia bersikap baik seperti ini. ”
“Mungkin dia hanya mengkhawatirkanmu. Lagipula saat ini, sepertinya Anastasius sedang mengurus hal yang merepotkan. ” ungkap Lydia, “Mungkin dia mengirim kamu ke tempat ini adalah untuk melindungimu ... mungkin ... ”
Melihat Lydia berkata dengan ragu seperti itu, membuat Sharon penasaran.
“Memangnya, apa yang sedang terjadi? ” tanya Sharon dengan penasaran.
“Hm? Apakah kamu belum tahu? ” tanya Lydia dengan heran. “Anastasius kini sedang mengatasi masalah. Yaitu, untuk membereskan orang-orang dari Wilayah Manusia yang kini akan menyerang Albion.”
Setelah mendengar akan hal itu, Sharon yang akan berteriak dengan kaget, didahului oleh Rosalie.
“Ap- ”
“Apa ...! ” Rosalie kaget, “Aku bahkan tidak tahu akan hal itu! ”
Mendengar Rosalie yang berteriak seperti itu, membuat Sharon segera menutup kembali mulutnya dan menjadi lebih tenang, daripada sebelumnya.
Lydia hanya menjawab Rosalie dengan malas, “Aku tidak terkejut, bahwa dirimu tak tahu akan hal itu. Kau yang tidak tertarik dengan hal seperti ini, tentu saja akan tertinggal informasi. ”
“Heyyy! Itu sangat kasar untuk di katakan! Aku hanya tidak suka berurusan dengan hal yang rumit seperti itu. ” ujar Rosalie.
“Itu sama saja, Bukan? Intinya, kau hanya mempunyai otak otot dan mempunyai pemikiran yang tumpul. ” komentar Lydia dengan blak-blakan.
Yang membuat Rosalie memandang Lydia dengan kesal.
“Apa kau bilang ....? ” ujar Rosalie dengan kesal.
__ADS_1
Akan tetapi, Lydia tak terpengaruh akan hal itu, dia hanya membuang mukanya ,seakan tak peduli, “Humph! "
Melihat akan hal itu, Sharon hanya bisa menahan senyum kering di wajahnya, dan segera memisahkan mereka berdua yang kini sedang bertengkar.
“Sudahlah, kalian berdua! ” Sharon menegur, “ Daripada itu ... kamu bilang tadi bahwa Albion akan di serang? Bagaimana ini. Anakku masih berada di sana! ” ungkap Sharon dengan cemas.
“Eh? ”
“Hm? Ada apa? ” tanya Sharon, yang melihat Lydia yang kini tengah kebingungan.
Lydia terdiam untuk beberapa saat, dan memilah, apa yang akan dikatakannya kepada Sharon.
“Emmm ... aku ingin menebak sesuatu. Apakah kau ... masih belum mengetahui bahwa anakmu kini sedang menghadiri peperangan itu? ” ungkap Lydia dengan ragu.
prank ....!
Sharon yang mendengar akan hal itu, dia segera tidak sengaja menjatuhkan cangkir tehnya, dan dia hanya bisa duduk dengan linglung.
Hingga beberapa saat dia terdiam. akhirnya Sharon kembali pulih dan berbicara, “Astaga ... saya tertipu, fufufu ... , ” Sharon terkekeh. “Mana mungkin untuk anakku bisa menghadiri hal yang berbahaya seperti itu .... ”
Mendengar akan hal itu dari Sharon, Lydia segera berwajah serius, dan menatap Sharon dengan tarapan tajam.
“Dengar! Sharon. Aku sama sekali tidak bercanda. Aku serius saaat mengatakan bahwa anakmu kini sedang menghadiri perang itu.” ungkap Lydia.
“ Apakah kamu serius? Darimana kamu dapat informasi ini? ” tanya Sharon.
“ Itu mudah saja. Melalui mata-mata yang menyelidiki di tempat itu, aku dengan mudah mendapatkan informasi. Lagipula bukan hanya aku yang melakukan hal ini, mungkin negara lain juga saat ini sedang memantau perang saat ini. ” komentar Lydia.
Lydia yang mengamati Sharon yang kini sedang cemas, dia sebenarnya tidak mau memberitahukannya. Akan tetapi, cepat atau lambat juga Sharon pasti mengetahuinya juga dari orang lain.
Lydia menghela napas dan berkata, “ Dan ada satu hal lagi, ” Lydia memgacungkan jari telunjuknya, yang membuat Sharon mendongak ke arahnya.
“ Pasukan musuh berkisar sekitar 20.000 pasukan, sedangkan Albion hanya memiliki 1.500 pasukan yang di pimpin oleh seorang gadis yang masih muda ... dialah putrimu. ” tambah Lydia dengan ragu.
Sharon tak bisa berkata-kata setelah mendengar hal itu. Pikiran nya kini sedang kacau dengan situasi yang rumit ini.
Dia hanya mencemaskan tentang anaknya yang kini dalam situasi yang berbahaya. Dia bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi?
Hingga beberapa saat kemudian, Sharon bergumam, “ Anastasius .... ”
Sharon menebak, bahwa Anastasiuslah yang merencanakan semua ini. Sekarang dia dapat mengerti, mengapa dia diperbolehkan untuk kembali ke tanah airnya.
__ADS_1
Hanya agar Sharon tidak mengganggu tentang rencananya.
Sharon menggertakkan giginya dengan kesal. Butuh waktu sekitar dua minggu untuk mencapai Kerajaan Albion dari Transylvania.
Dia bingung, apa yang harus dia lakukan tentang situasi ini.
Lydia yang melihat Sharon yang kini dalam kebingungan, dia hanya tersenyum untuk menenangkannya.
“ Kau tidak perlu khawatir akan hal itu.Lagipula anakmu adalah murid Ronand, Bukan? Aku yakin dia akan baik-baik saja. Dan juga ... meskipun sangat di sayangkan kamu hanya mampir ke tempat ini sebentar. Akan tetapi, aku akan membantumu kembali secepat mungkin, bukankah itu yang kau inginkan?” tanya Lydia, dengan menebak isi pikiran Sharon.
“Lydia .... ” Sharon memandang Lydia sambil menahan tangisnya.
“Eh! Kau akan pergi lagi? ” tanya Rosalie dengan terkejut.
Sharon hanya mengangguk dengan pelan, sambil menjawab dengan rasa bersalah, “Benar. Maafkan aku tidak bisa lama-lama di sini ... tapi aku sangat mengkhawatirkan anakku saat ini .... ”
“ Hmmm ... jika kamu maunya seperti itu .... ” ujar Rosalie dengan pasrah dan kebingungan.
Meskipun dia tidak tahu, apa yang membuat Sharon begitu khawatir seperti itu.
Menurut yang dia dengar. Anak Sharon adalah murid kesayangannya Ronand. Dan juga anak yang berbakat yang selalu di inginkan oleh Anastasius.
Mana mungkin mereka akan membiarkannya mati dengan begitu mudah.
Melihat ekspresi kebingungan Rosalie, Sharon hanya tersenyum dan menebak apa yang di pikirkan nya.
“ Suatu hari nanti, kau mungkin akan mengerti rasanya mengkhawatirkan orang yang kau cintai .... ” gumam Sharon dengan pelan.
(Di sini, cinta seorang ibu, Yah~( ͡°³ ͡°))
Rosalie tak mendengar hal itu. Akan tetapi, Lydia yang berada di sampingnya mendengar dan membalasnya dengan pelan pula. “ Aku mengerti .... ”
“Hm? Apa? ” tanya Sharon, sambil memandang Lydia dengan bingung.
Akan tetapi, Lydia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, “ Tidak ada apa-apa. Jadi, kapan kita akan berangkat? Aku hanya bisa mengantarmu dengan terbang secepat mungkin. Mungkin kita akan tiba sekitar tiga hari ... maaf, hanya itu yang bisa aku lakukan. ”
Lydia dapat menggunakan sihir teleportasi. Akan tetapi, sihir teleportasi hanya menghubungkan dua tempat, menggunakan lingkaran sihir yang masing-masing di tempatkan di tempat yang berbeda.
Mungkin bisa di Transylvania. Akan tetapi, tidak ada di Albion yang menghubungkannya dengan lingkaran sihir yang ada di tempat ini.
Lydia sekarang menyesal, mengapa dia tidak membuat lingkaran sihir teleportasi di Albion, ketika kunjungan terakhir kalinya di sana.
__ADS_1
Bersambung ....