Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 119 _ Besar, Panjang, Hitam


__ADS_3

Beberapa waktu telah berlalu.


Kini semua orang-orang telah menyelesaikan urusannya terhadap Darren.


Di tengah-tengah jalan Ibu Kota, bercak darah dan juga sisa-sisa dari tubuh Darren berserakan di tengah-tengah jalan.


Ariel yang melihat pemandangan itu, menjadi tidak nafsu untuk memakan jajanan yang dia beli sebelumnya sambil melihat orang-orang yang bubar karena urusan mereka sudah selesai.


Ariel bahkan dapat melihat anak-anak yang ikut dalam aksi tersebut yang membuatnya merasa miris, bahwa anak sekecil itu dengan santainya ikut serta seolah itu adalah hal yang biasa.


Yah ... aku juga tidak ada bedanya ....


Ariel menghela napas.


Ketika semuanya sudah selesai, bekas tubuh Darren dibiarkan begitu saja dan tidak ada yang membersihkannya seorangpun.


Ketika Ariel penasaran dengan hal itu, dia bertanya kepada seorang pria tua yang terlihat ramah, “Permisi ... Paman. Apakah tidak apa-apa membiarkannya seperti itu ....”


“Oh! Bukankah Nona yang sebelumnya mematahkan tangan pria banjingan itu?“ Pria tua itu menoleh ke arah Ariel, “Aku terkesan kepada Nona yang bersikap tenang meskipun dalam keadaan seperti itu, jika itu cucu saya, mungkin dia akan menangis dan mengompol. Hahaha ....”


“A ... em ... ya. Terima kasih ....” Ariel ragu harus menjawab apa. Dia menggaruk belakang kepalanya sambil tersenyum canggung.


“Yang sebelumnya Nona tanyakan ... Nona tak perlu khawatir~ beberapa saat lagi hal itu akan dibereskan segera.”


“Dibereskan ....” gumam Ariel, “Apakah maksud Paman ... adalah 'Itu'?”


Saat Ariel mencari informasi, ketika kejadian seperti sebelumnya terjadi, orang-orang yang Ariel tanya selalu menjawab 'Itu'.


Ariel bingung dan menanyakan hal yang dimaksud, tetapi setiap orang yang dia tanya selalu menghindari pertanyaan itu dan langsung mengalihkan pembicaraan.


Mereka hanya tersenyum dan langsung mengetahui bahwa Ariel adalah orang baru di Negara ini. Karena tak bisa memberi tahu akhirnya mereka hanya merekomendasikan Ariel untuk pergi sendiri untuk melihatnya dengan mata kepala dirinya sendiri.


Karena penasaran, Ariel merelakan makan siang bersama Daisy dan memutuskan untuk menunggu dan ingin mengetahui sebenarnya apa yang akan terjadi.


“Iya, sebentar lagi mungkin 'Itu' akan muncul.” ucap pria tua itu sambil menunggu sesuatu yang akan terjadi.

__ADS_1


Bukan hanya pria itu, lebih dari setengah orang-orang yang sebelumnya berkerumun di jalan Ibu Kota, mereka segera menjaga jarak dengan tempat kejadian sebelumnya dan hanya memandang ke tempat potongan tubuh Darren yang memercikkan darah ke mana-mana.


Kadang, beberapa orang juga menoleh ke kiri dan kekanan dengan bingung, Ariel bisa menebak bahwa orang seperti itu juga orang baru yang datang ke kota ini seperti dirinya.


“... Bisakah Paman memberi tahu saya apa 'Itu' sebena- ... hm?! ”


Ketika Ariel ingin memaksa pria tua itu untuk menjawab pertanyaannya dengan wajah memelas, Ariel merasakan sesuatu yang akan datang dari tempat percikan darah di tengah-tengah jalanan.


Dari auranya saja membuat Ariel tidak nyaman, itu bukanlah sesuatu yang baik dan akhirnya Ariel dengan reflek segera mengeluarkan belati dan memasang sikap waspada.


“Akhirnya datang ...” ucap pria tua itu, lalu menoleh ke arah Ariel, “Anda tak perlu khawatir. Hal yang Nona ingin tahu sebelumnya akhirnya datang. Dan 'Itu' tidak akan menyerang Nona, jadi anda bisa sedikit lebih tenang.”


Pria tua itu berniat menenangkan Ariel. Meskipun Ariel sedikit lebih tenang, tetapi dia tak menurunkan kewaspadaan nya sedikitpun.


Ariel masih memegang belati itu dan berjaga-jaga jika ada sesuatu yang mencurigakan.


Dia dapat merasakan aura gelap yang pernah dia jumpai sebelumnya.


Kalau tidak salah ... sama dengan aura yang ada di hutan ....


Dia dapat merasakan perasaan yang sama dengan yang sat ini dia alami.


“Hm?! ... apa itu ...?”


Ariel melihat sesuatu yang muncul dari atas tanah. Meskipun merasakan perasaan yang sama dengan tangan kegelapan yang ada di perbatasan, itu bukanlah tangan kegelapan yang Ariel lihat sebelumnya.


Berbeda dengan saat itu, seekor monster yang begitu mengerikan muncul dari atas tanah yang diselimuti oleh aura kegelapan.


Ukurannya yang besar dan panjang seperti ular. Ditambah permukaan tubuhnya yang kasar dan juga mengerikan.


Dia melompat dari atas tanah dan segera menyambar ke arah sisa-sisa potongan tubuh Darren dan langsung melahap nya dalam sekali telan seperti ikan yang menemukan serangga di permukaan air.



Kejadian itu hanya berlangsung beberapa saat dan monster itu kembali menghilang sama seperti sebelumnya, dia kembali melalui permukaan tanah yang terselimuti kegelapan dan menghilang sepenuhnya.

__ADS_1


Dan aura kegelapan dan rasa mencekam yang Ariel rasakan sebelumnya kini telah menghilang dan dia segera menghela napas lega.


Tidak ada jejak lubang atau kerusakan di atas tanah. Bahkan bercak darah yang sebelumnya mengotori jalanan, kini telah sepenuhnya menghilang dan keadaan kembali seperti sebelumnya seolah kejadian beberapa saat yang lalu hanyalah sebuah mimpi belaka.


Ariel melihat sekeliling. Ada beberapa orang yang bereaksi terkejut sama seperti dirinya dan beberapa orang bersikap santai seolah itu adalah hal biasa.


Ariel melihat orang-orang itu, tetapi dia tak meraskan ada keanehan di antara mereka. Akhirnya dia bertanya ke pria tua itu.


“Paman, sebenarnya makhluk apa itu dan ... siapa yang memanggil makhluk itu?”


“Oh?! Nona rupanya teliti juga bahwa makhluk itu adalah perbuatan seseorang,” Pria tua itu terkesan terhadap Ariel, “Itu adalah perbuatannya Nona Rakira. Salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis ....”


Pria tua itu menjelaskan. Sementara Ariel terus mengorek informasi dari pria itu dengan waktu yang berlangsung cukup lama.


Banar apa yang Ariel duga. Monster itu bukanlah makhluk dari dunia ini. Dari penjelasan yang dia dapatkan, monster itu adalah makhluk yang datang dari 'Dunia Bawah'.


Seperti yang diharapkan dari salah satu Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis. Dia mempunyai kekuatan unik dan juga mengerikan.


Sama seperti halnya Talitha yang menguasai semua Roh dan menguasai alam Roh. Rakira juga adalah penguasa alam dunia bawah yang dipenuhi oleh monster-monster kuat dan juga mengerikan.


Dan Ariel baru mengetahuinya, lapisan bening yang seperti kaca yang berada di perbatasan wilayah Delyth bukanlah pelindung, melainkan adalah batas-batas yang diperbolehkan oleh Rakira untuk membiarkan monster-monster yang berada di dunia bawah bisa keluar untuk mencari makan selama mereka mengikuti aturan Rakira.


Mereka hanya diperbolehkan memakan penjahat yang sudah mati maupun orang yang memasuki wilayah Delyth tanpa izin.


Tentu saja Rakira memerintahkan kepada monster-monster itu untuk tidak mengusik orang-orang setempat.


Mendengar semua itu, Ariel berkeringat dingin dan bersyukur sebelumnya tidak memasuki wilayah Delyth tanpa izin.


Pantas saja biaya izin masuknya mahal. Dan kini Ariel mengetahui salah satu alasannya.


Rakira Lilim kah ... kuharap aku tak terlibat dengan orang yang mengerikan seperti itu ....


Renung Ariel dalam hati. Dengan memiliki kekuatan yang seperti itu, Ariel memutuskan untuk lebih berhati-hati di wilayah Delyth ini yang seperti kebun binatang bagi para monster yang bisa muncul kapanpun dan dimanapun.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2