
“Kuh!”
Brak!
Seseorang terlempar ke belakang dengan kecepatan yang luar biasa dan menabrak bebatuan.
Lukanya yang terlihat di beberapa bagian tubuhnya. Juga, napasnya yang berat dan nampak kelelahan. Sudah jelas, kemampuan musuh yang dia lawan saat ini lebih unggul dibandingkan dengan dirinya.
“... , Seperti yang diharapkan dari Yang Mulia Anastasius.” puji orang itu, sambil merintih kesakitan, “Saya bahkan bukan tandingan anda sama sekali ....”
Seharusnya aku tidak mencoba untuk mengukur kemampuannya tadi .... Pikirnya.
Dia adalah Sebastian. Dia saat ini sedang bersandar pada bebatuan yang ada di belakangnya dengan terluka parah.
“Lawanmu saja yang tidak cocok untukmu.” Anastasius membalas, “Setidaknya aku akan membunuhmu tanpa penderitaan. Ini akan berjalan dengan cepat.”
Anastasius berjalan mendekati Sebastian dan bersiap akan menghunuskan pedangnya.
Akan tetapi, Sebastian tak merasa khawatir sama sekali. Dia duduk dengan tenang sambil memasang senyum ramah seperti biasanya.
“Saya sangat berterima kasih atas kebaikan hati Yang Mulia.” Sebastian menundukkan sedikit kepalanya dengan hormat. “Aka tetapi. Permintaan maaf saya. Saya sebagai pelayanannya nona Rakira, saya tidak di izinkan untuk mati di tempat seperti ini. Jadi saya izin pamit undur diri.”
Tepat setelah mengatakan hal itu, tubuh Sebastian terlihat seperti tak berbentuk dan berwarna hitam pekat.
Dan pada detik itu juga, tubuh Sebastian seolah tersedot ke dalam bayangan bebatuan yang ada di belakangnya.
“Hm! Sial!” Setelah melihat hal itu, Anastasius dengan cepat menerjang ke arah Sebastian. Akan tetapi, saat ketika Anastasius menebas dengan serangan terakhirnya, tubuh Sebastian sudah sepenuhnya masuk ke dalam bayangan itu.
Setelah sepenuhnya masuk ke dalam bayangan, Anastasius tidak bisa melakukan apapun lagi terhadapnya.
“Tsk!” Anastasius mendecakkan lidahnya dengan kesal.
Untuk yang terakhir kalinya, terdengar sisa-sisa suara dari dalam bayangan itu. “Baiklah! Saya mohon pamit undur diri. Semoga pertemuan kita yang selanjutnya, kita bisa bercakap-cakap lebih lama dan juga menyenangkan .... ”
Suara itu perlahan-lahan memudar dan Anastasius kini tak merasakan kehadiran Sebastian sedikitpun.
Sudah jelas. Sebastian berhasil meloloskan diri dari pandangan Anastasius. Dan hal itu membuat Anastasius menghela napas dengan suasana hati yang buruk.
Bukan hanya dirinya membiarkan Sebastian meloloskan diri. Kebocoran informasi kali ini bahkan akan sampai ke telinga orang terkuat ke dua di wilayah iblis ini.
Anastasius pusing dengan kekacauan yang akan datang di masa depan. Akan tetapi, bukan saatnya untuk memikirkan hal itu sekarang.
__ADS_1
Sesuatu yang akan datang di masa depan biarlah dipikirkan nanti. Lebih penting lagi ....
Sejak saat Anastasius sedang bertarung dengan Sebastian beberapa saat yang lalu. Dirinya juga merasakan ada pertarungan lain yang terjadi di suatu tempat tidak jauh dari tempat dirinya berada.
Mengkhawatirkan hal itu, Anastasius membentangkan sayapnya dan terbang menuju tempat pertarungan itu berada.
“Sungguh hari yang sibuk ....” Sambil terbang seperti itu, Anastasius menggerutu dengan kesal.
Semuanya tak sesuai dengan prediksi nya dari awal.
Entah siapa yang harus di salahkan tentang semua ini.
***
Kita mundur beberapa waktu ke belakang.
Duar!
Duar!
Duar!
Rentetan bola api terus-menerus menghampiri Ariel dengan kecepatan yang luar biasa.
“Tsk!” Ariel mendecakkan lidahnya dengan kesal.
Entah berapa lama waktu sudah terlewati, semenjak mereka berdua bertarung.
Awalnya Ariel unggul melawan Leopold dengan tekhnik dan kepintarannya menyerang Leopold dan menyudutkan nya.
Meskipun itu tidak terlalu berguna melawan ketangguhan tubuh Leopold yang sangat unggul dalam ketahanannya. Walaupun terdapat beberapa serangannya yang berhasil dan membuat beberapa luka di tubuh Leopold.
Akan tetapi, itu semua masih tidak cukup untuk mengalahkannya. Yang lebih buruk. Dengan bertambahnya waktu pertempuran mereka, Ariel kini sudah mulai merasakan kelelahan dan energi sihirnya hampir tidak mencapai dari setengah yang dia miliki saat ini.
Begitu pula dengan Leopold. Dia saat ini berusaha secepat mungkin mengakhiri pertempuran.
Dibalik senyumannya yang mengejek Ariel. Di dalam dirinya juga dia merasa panik.
Tsk! Tak di sangka, dia begitu setangguh ini ....
Setiap kali serangan yang dia lancarkan. Berharap itu bisa berakibat fatal kepada Ariel dan kemudian dia membunuhnya dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
Akan tetapi, itu tak semudah apa yang di bayangkan. Ariel begitu gesit menghindar dan menahan serangan Leopold. Bahkan sesekali, jika ada kesempatan dia menyerang balik dan membuat Leopold kesal.
Leopold juga merasakan. Ifrit yang selama ini menghadang Felix telah dikalahkan. Dia tak menduga akan hal itu.
Meskipun dia tak perlu khawatir dengan keselamatan ifrit. Karena setiap kali Roh mati di dunia fana. Dia akan kembali ke alam Roh dan memperbaiki dirinya sendiri.
Meskipun itu perlu waktu yang lama dan banyaknya energi sihir yang diperlukan untuk memanggilnya kembali.
Justru yang dia khawatirkan adalah dirinya sendirian saat ini. Sementara pihak lawan mulai berdatangan dan sedang menuju tempat mereka berdua bertempur saat ini.
Jika dia terus mengulur waktu terlalu lama, itu hanya akan merugikan dirinya sendiri.
Ariel juga berpikiran sama. Meskipun dirinya tahu, beberapa orang sedang menuju tempat dirinya berada. Akan tetapi, itu tak akan sempat. Tubuhnya sudah hampir mencapai batas untuk terus bergerak.
Dan jika dibiarkan terus seperti itu, dirinya akan terkena serangan dari Leopold dalam beberapa serangan lagi dan akan sangat berakibat buruk baginya.
Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan kartu truf nya yang selama ini dia simpan.
Alasan dia tidak memakainya sejak awal meskipun tahu Leopold tidak akan bisa dikalahkan dengan serangan biasa.
Karena kemampuan ini masih dalam tahap pengembangan. Dan juga, energi sihir yang diperlukan sangat banyak untuk melakukannya.
Dan yang lebih penting lagi. Melakukan serangan terkuat di awal pertarungan adalah hal tabu bagi Ariel.
Seperti yang dikatakan seseorang. Jika menggunakan tekhnik pamungkasmu sebagai langkah pertama, itu hanya akan berakhir dengan kegagalan.
Meskipun itu belum dibuktikan kebenarannya, tetapi Ariel menggunakan prinsip itu.
Menggunakan tenaganya yang tersisa, Ariel melompat ke atas langit dan menyiapkan pedangnya.
Hingga setelah dia mencapai posisi yang di inginkan, Ariel segera menyayat udara di atas langit secara horizontal.
Akan tetapi, berbeda dengan sebelumnya. Dia menyayat langit sekitar Sepuluh meter jauhnya. Dan tentu saja, Kini sebuah portal yang berukuran cukup besar terbentuk di langit.
Hingga beberapa saat kemudian. Sebuah benda dengan ukuran yang cukup besar pula keluar dari portal itu.
Benda itu berbentuk seperti tabung dengan berwajah manusia. Terdapat pintu ganda yang terletak di bagaian depannya.
Penampilannya yang menyeramkan dengan ditambah rantai yang melilit ke sekeliling benda itu, membuatnya terlihat semakin mengintimidasi.
Setelah benda itu benar-benar keluar dari portal itu sepenuhnya, Ariel segera melompat ke atas benda itu sambil menggunakan pose yang menurutnya keren.
__ADS_1
“[ Iron Maiden ]”
Bersambung ....