Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 61 _ Pertentangan Oscar


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu.


Ariel yang saat ini sedang duduk dengan santai di dalam sebuah tenda di Wilayah Weather deep.


Hooaaam~


Ariel menguap. Dapat dilihat bahwa dia saat ini sedang bosan.


Meskipun dia saat ini sedang menghadiri rapat, sambil di kelilingi oleh beberapa orang yang mempunyai kedudukan yang cukup penting di Negara Albion.


"Bisakah anda lebih serius? Putri! Kita ini sedang mengadakan rapat yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan kita. Bagaimana bisa Anda sangat bersikap santai seperti ini! " ujar seseorang yang terlihat mempunyai kedudukan yang cukup tinggi.


Dia selama ini menahan kekesalannya. Karena dia tidak setuju, atas penunjukan Ariel sebagai pemimpin, tentang perang ini.


"Tuan Oscar. Meskipun Anda seorang Duke. Akan tetapi, sikap anda sedikit tidak sopan terhadap Nona Louise! " Seorang kesatria yang berada di belakang Ariel maju untuk beberapa langkah dan menegur Oscar.


"Wah, wah ... siapa lagi kalau bukan Tuan Felix yang terkenal itu. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda. " ucap Oscar dengan sedikit membungkuk, "Akan tetapi, saya hanya bermaksud untuk memberitahu kan Tuan Putri untuk bisa bersikap lebih serius lagi. "


"Apapun alasannya, bersikaplah lebih lembut terhadap Nona! " ujar Felix.


" ... , Sesuai dengan keinginan anda. "Oscar menurutinya dan kembali ke tempat duduknya dengan tenang.


Ariel yang melihat kejadian barusan. Hanya bisa tersenyum dengan puas.


Hmmm ... ternyata Felix lumayan berguna juga rupanya. Seperti yang diharapkan dari pengawal terpercaya nya Anastasius.


Pikir Ariel dalam hati.


Sebelum keberangkatannya menuju medan perang, Anastasius mengirim Felix sebagai pengawal yang paling dia percayai, untuk sementara menemani Ariel sebagai pengikutnya.


Meskipun itu adalah sebagian alasan. Hal lainnya adalah untuk mengawasi, menyampaikan informasi dan sebagainya kepada Anastasius. Sebagai kesatria yang telah bersumpah setia kepadanya.


Hingga beberapa saat kemudian, Ariel mengangkat tangannya ke atas. Dan saat itu juga, ruangan itu menjadi sunyi.


Mereka semua menetapkan Ariel dengan penasaran.

__ADS_1


Setelah semua pandangan mengarah padanya, Ariel membuka mulut nya dengan malas.


"Yah ... tujuanku untuk mengumpulkan kalian di sini adalah karena aku ingin memberitahukan sesuatu kepada kalian. " Ucap Ariel. Yang membuat, para bangsawan saling memandang satu sama lain dengan penasaran.


Selama ini, mereka telah merencanakan taktik perang untuk pertempuran yang akan datang, tanpa sepengetahuan Ariel.


Karena menurut mereka, ' Bisa apa? Seorang putri yang tidak berpengalaman untuk memimpin? ' .


Meskipun mereka tahu bahwa Ariel adalah murid kesayangan Ronand. Akan tetapi, hanya itu yang mereka tahu.


Menurut mereka. Mungkin Ariel cukup kuat, untuk melakukan pertarungan. Itu di buktikan pada saat beberapa tahun yang lalu, saat Ariel melawan beberapa penyerang di sebuah pesta dengan anggun.


Akan tetapi, ini adalah sebuah perang. Mengandalkan hanya seorang anak kecil yang belum berpengalaman. Menurut mereka,ini adalah hal bodoh! Itu membuat beberapa orang mempertanyakan keputusan Anastasius.


Meskipun mereka tidak mengemukakan pendapatnya secara langsung. Akan tetapi, Ariel tahu, mereka menatap dirinya seolah meremehkan. Ariel tak mempedulikan hal itu dan melanjutkan untuk berbicara.


"Dalam perang ini, kalian tidak perlu melakukan apa-apa. Cukup tunggu di tempat ini untuk beberapa waktu! " Ariel mengumumkan.


Dan hal itu membuat orang-orang yang berada di dalam tempat itu segera menjadi kebingungan.


Ariel yang mendengar hal itu, menggelengkan kepalanya dan berbicara, "Maksudku, kalian tak perlu melakukan sesuatu dan tunggu selama beberapa hari untuk segera kembali. "


Setelah Ariel mengatakan itu, semua hanya bisa terdiam. Dan memandang Ariel dengan aneh. Hingga beberapa saat kemudian, tempat itu segera di penuhi dengan bisikan-biaikan para bangsawan yang tengah terkejut.


Hingga seseorang memanfaatkan momen yang kacau ini dan mulai berbicara.


"Heh! Ternyata benar saja. Umur putri terlalu kecil untuk bisa memimpin sebuah pasukan. Dan membuat putri sangat ketakutan, sehingga berbicara seperti itu. " Komentar seseorang dalam keriuhan itu, sambil menyeringai.


Dalam sekejap, Ariel tahu siapa yang telah berbicara seperti itu. Dia menatap ke arah sumber suara dan berkata, "Duke Oscar .... “


Ariel membuang napas dengan lelah dan menggumamkan namanya.


Dia selalu saja mengkritik apa yang telah di katakan oleh Ariel sejak awal. Dan hal itu membuat Ariel sedikit kesal.


Kali ini pun sama. Akan tetapi, Ariel sengaja mengatakan sesuatu hal yang seperti itu, untuk kali ini.

__ADS_1


Hal itu bertujuan untuk memancing orang-orang yang selalu menentang dirinya. Karena menurut nya. Sesuatu yang seperti itu, hanya akan menjadi penghalang baginya.


"Benar sekali, Putri! Bagaimana kalau semua komando, biar saya saja yang urus. Tuan Putri hanya perlu duduk dengan manis sambil menunggu kemenangan dari kami! " Oscar mengusulkan.


Yang membuat, Ariel pura-pura tertarik dan membalasnya, "Hohh~ percaya diri sekali. Apakah kamu sudah mempunyai rencana? Bukankah jumlah pasukan musuh jauh lebih banyak dibandingkan pasukan kita? "


Oscar tersenyum sebagai jawaban, "Tentu saja, Putri. Rinciannya akan saya sebutkan nanti. Akan tetapi, saya berniat untuk menyerang musuh yang sedang berkemah tidak jauh dari tempat kita pada tengah malam esok hari. Kita akan menyergap saat mereka sedang beristirahat. "


Oscar menjelaskan. Yang membuat Ariel mengkritik dengan kasar, "Konyol! Kau pikir mereka tidak ada persiapan untuk melawan hal seperti itu? Lagipula jumlah mereka jauh lebih besar dibandingkan kita. Membutuhkan waktu cukup lama, sampai pasukan mereka bersiap dan mengepung kita karena jumlah. Apakah kau tidak berpikir sampai seperti itu? "


Ariel mengkritik dengan pedas, sehingga membuat Oscar kehilangan kesabaran dan membalas Ariel.


"... , Tuan Putri tak perlu khawatir tentang hal itu. Kekuatan kami jauh lebih besar dibandingkan para semut kecil itu. Rencana ini jauh lebih baik dibandingkan dengan ' kabur ' yang telah dikatan Putri. " Oscar menatap Ariel dengan tajam.


Tak ada keramahan di dalam tatapannya itu, yang membuat Felix segera akan membuka mulutnya. Akan tetapi, segera di hentikan oleh Ariel.


Ariel pura-pura merenung untuk beberapa saat dan segera membuka mulutnya dan berkata.


"Siapa yang bilang bahwa kita akan kabur? Aku memiliki rencana tersendiri. Jika kau memang bersikeras, kau boleh melakukan sesukamu! " ungkap Ariel.


"N-nona? " Felix terkejut, setelah mendengar hal itu dari Ariel.


Akan tetapi Ariel tak merespon, dan melanjutkannya sambil melirik ke para bangsawan yang lainnya.


"Dan jika ada yang tidak setuju dengan keputusan ku, kalian boleh berdiri dan bergabung dengan Duke Oscar! Aku tidak akan menyalahkan kalian atas hal ini. " ungkap Ariel.


Hingga setelah itu, beberapa bangsawan dengan ragu berdiri. Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, karena mereka takut menentang Ariel, lebih tepatnya, orang yang akan menerima informasi ini melalui orang yang di belakang Ariel.


Felix menatap para bangsawan dengan tatapan dingin.


Melihat hanya beberapa yang berdiri. Ariel bergumam dengan pelan. hingga tak ada yang bisa mendengar nya.


"Hanya sedikit kah ... " gumam Ariel, "Pembersihan. "


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2