Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 141 _ Yang Nonton Lagi Di Tonton


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain.


Di suatu ruangan yang terlihat begitu mewah, terdengar suara seseorang yang sedang tertawa lepas dengan ekspresi bahagia yang terlukis di wajahnya.


“Bwahahahahahaha .... ”


Dia terlihat seperti gadis kecil yang berusia antara sembilan hingga sepuluh tahun, sambil dengan berpenampilan yang mencolok yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya yang terbilang mungil.


Tetapi dengan sebuah ekornya yang melambai-lambai karena senang, semua giginya yang berbentuk runcing seperti ikan hiu serta sepasang tanduk yang dia miliki, membuat dirinya terlihat sedikit berbahaya untuk didekati.



(Ilustrasi lainnya ada di chapter 129 kalau mau lihat. Dan tentu saja bukan buatan gw:v Itu hanya untuk memudahkan penggambaran karakter supaya bisa membayangkan.)


Dia adalah Rakira Lilim.


Salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis urutan ke dua.


Alasan dia saat ini tertawa seperti itu karena bola kristal yang saat ini berada di hadapannya.


Itu bukan hanya sekedar bola kristal biasa. Tetapi sebuah alat sihir perekam yang saat ini sedang menampilkan suasana dalam ujian seleksi yang sedang berlangsung.


Dan saat ini alat perekam itu sedang menampilkan sosok Ariel dan juga anggota kelompok lainnya yang sedang menonton pertarungan antara tiga kelompok sekaligus dari sebuah bukit yang tidak jauh dari tempat kejadian.


Sementara Rakira tertawa terbahak-bahak seperti itu, hingga akhirnya untuk beberapa saat kemudian dia mulai menjadi lebih tenang.


“... Hahaha. Kau lihat itu, Sebas? Dia mempermainkan semua orang dengan mudahnya. Seperti yang diharapkan dari keluarga Albion.” Rakira berkata, sambil menunjuk ke arah Ariel yang berada di dalam bola kristal,


“... Iya, saya juga tidak menyangka akan terjadinya seperti itu. Jika saya tidak memperhatikannya dari dalam bola kristal ini, mungkin saya juga tidak akan tahu .... ” Sebas mengangguk dan menjawab dengan ekspresi yang terlihat dengan terkesan.


Mungkin ini alasan mengapa 'V' juga tertarik kepadanya .... Pikir Rakira dalam hati.


“Tetapi ... siapa bocah berotot itu? Dia juga lumayan mengesankan.” ucap Rakira sambil mengganti pandangan bola kristal itu ke tempat pertempuran.


Lebih tepatnya ke arah Callister yang sedang mengamuk di sana dengan menerbangkan orang-orang dan membuat tempat itu menjadi kacau karena kekuatannya yang berlebihan.


“Dia ... kalau saya tidak salah mengingat, namanya adalah Calliter. Seorang anak yang berasal dari bangsa Eldia. Dia adalah anak tunggal dari kepala suku itu sendiri.”


“Oho~ jadi dia adalah Ras Raksasa? Ditambah lagi dia adalah anak dari Kepala Suku itu sendiri ....” Kata Rakira dengan tertarik.


“Benar. Tetapi sayangnya dia telah meninggalkan kampung halamannya beberapa tahun yang lalu ....”


“Kenapa?”

__ADS_1


“Hal itu saya juga belum tahu alasannya. Tetapi yang jelas ayahnya sendiri marah besar dengan prilakunya itu dan sampai sekarang berusaha kerasa untuk membuat anaknya kembali.”


“Hmm ... kau sepertinya tahu banyak hal.”


Mendengar Rakira berkata seperti itu, Sebastian tersenyum ramah dengan wajah yang cerah, “Suatu kehormatan jika pengetahuan kecil saya dapat membantu anda.”


“Itu sebuah pujian.”


“Saya menerimanya dengan sebagai hati.”


Aneh sekali jika seorang Butler yang sudah dewasa terlihat begitu senang hanya dengan pujian dari seseorang yang terlihat seperti anak kecil.


Meskipun begitu, sebesar itu pula rasa hormat Sebastian terhadap tuannya itu.


Karena meskipun terlihat seperti itu, bahkan Rakira sebenarnya telah menempuh hidup lebih lama dari apa yang bisa orang lain bayangkan.


Oleh karena itu. Kelahiran orang-orang yang menarik perhatiannya, selalu membuatnya menjadi lebih antusias untuk menghabiskan waktu masa hidupnya dibandingkan dengan hanya berdiam diri dengan cara yang membosankan.


Hingga untuk beberapa saat suasana di ruangan itu menjadi sunyi, akhirnya Rakira teringat oleh satu hal.


“Hmm ... jika beberapa tahun yang lalu dia pergi dan meninggalkan kampung halamannya, lalu kemana tujuannya?” Rakira bertanya dengan sedikit penasaran.


Sementara Sebastian yang mendengar hal itu terdiam untuk beberapa saat seolah dia merasa ragu untuk mengatakannya, “Itu ... Negara Transylvania. Kerajaan Vampire. Selain itu, saya mendapat informasi bahwa dirinya sampai saat ini tinggal di Istana sebagai tamu.”


“... Aneh.”


Rakira cukup yakin bahwa hubungan kedua Negara itu tidaklah baik maupun buruk. Bahkan tidak ada hubungan diplomatik di antara kedua Negara itu dikarenakan letak kedua tempat itu yang begitu jauh di antara keduanya.



Tetapi Calliter datang ke Transylvania hanya seorang diri dan dirinya diterima begitu saja sampai-sampai dia di izinkan untuk tinggal di Istana Negara.


Itu bahkan sangat aneh bagi Rakira yang tidak terlalu banyak berpikir.


Dan hanya ada satu orang yang memegang wewenang atas semua yang terjadi di Istana Transylvania.


Dia adalah salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis sama seperti Rakira.


Yang bernama Lydia Scarlet. Dijuluki sebagai Queen of Magic. Urutan ke tiga terkuat di wilayah Iblis.


“... Apa yang dipikirkan Lydia? Aku yakin dia tahu apa konsekuensinya karena dia telah menampung seorang penerus dari suatu bangsa. Apalagi dia adalah seorang Eldia.” Pikir Rakira dengan bingung. Tidak mengerti arah pikiran atas tindakan Lydia.


Melihat Rakira seperti itu, Sebastian menambahkan informasi yang dia ketahui tentang Calliter.

__ADS_1


“Sepertinya Tuan Muda Calliter tidak terlalu dekat dengan 'Beliau'( Merujuk pada Lydia), dari informasi yang saya ketahui, mereka hanya bertemu setidaknya beberapa kali dalam sebulan. Justru tuan muda Calliter sering menemui nona Rosalie dengan dalih latihan.”


“Hmm ... apakah begitu? Mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir. Mungkin saja mereka membiarkannya tinggal karena bocah yang bernama Rosalie itu jatuh cinta dengannya.” Rakira berkata dengan tersenyum kering.


“Saya rasa itu sedikit tidak relevan...” ucap Sebastian dengan ragu, “Mengingat kepribadian nona Rosalie ....”


Sudah menjadi gambaran umum bahwa wanita yang bernama Rosalie adalah salah satu dari 4 Vampire kuno seperti Lydia Scarlet ataupun Sharon yang mempunyai kepribadian wanita barbar yang haus dengan darah pertarungan.


Jadi akan sulit dipercaya jika wanita itu tertarik dengan hal yang namanya Romansa.


Tetapi. Ketika Rakira memperhatikan cara bertarungnya Calliter, entah mengapa dia merasa Calliter memiliki beberapa kesamaan dengan wanita yang baru saja mereka bicarakan.


Yah ... mungkin saja mereka berdua akan cocok satu sama lain. Meskipun itu dalam artian tertentu. Pikir Rakira, membayangkan mereka berdua berdampingan bersama satu sama lain sebagai kekasih.


Dan tanpa sadar dia terkekeh dengan geli, “Kehehe ... sepertinya itu juga akan menarik.”


“Hm?! Apa yang Anda maksud dengan 'menarik?'” Sebastian bertanya, sambil memiringkan kepalanya seolah ingin tahu.


“Yah ... bukan apa-apa.” Rakira melambaikan tangannya seolah tak ingin membahasnya lagi dan langsung bertanya dengan mengganti topik pembicaraan, “Lalu, apakah kau tahu apa yang di lakukan Lydia beberapa tahu ini? Kudengar dia membumi hanguskan Kota-kota kecil untuk mencari Leopold.”


“Itu terjadi beberapa tahun yang lalu. Untuk sekarang belau lebih fokus untuk membangun Transylvania dari keterpurukan nya ....”


“Yah, aku tidak tertarik dengan hal lain selain pertempuran. Kau tak perlu melanjutkannya.” ucap Rakira sambil memasang raut wajah yang persis seperti ketika seorang anak Bayi yang menolak untuk memakan makanan yang paling dibencinya.


“... Baik.”


“Hmm... haruskah aku pergi ke tempat Lydia dan bermain?”


“Saya rasa itu bukan keputusan yang bijak. Mengingat beliau pasti disibukkan dengan segunung pekerjaan yang menumpuk ....”


“Begitukah? Lalu bagaimana dengan aku yang mengundangnya ke tempat ini?”


“Saya rasa itu dapat dilakukan.”


Meskipun tidak tahu apakah beliau akan datang ataupun tidak dengan ajakan Nona Rakira .... Pikir Sebastian salam hati.


Dia tidak mengatakan apa yang di dalam pikirannya itu. Karena dia tahu apa yang akan terjadi terhadap dirinya jika dia mengatakan hal itu keras-keras kepada Rakira.


Jika hal itu terjadi. Mungkin bayarannya hanyalah beberapa tulang rusuk yang patah dan memar di beberapa bagian tubuh.


Memikirkannya saja, Sebastian tanpa sadar menatap langit-langit sambil memasang senyuman kecut dengan tatapannya yang terlihat kosong.


“.... ”

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2