
Beberapa waktu telah berlalu semenjak keributan yang disebabkan oleh Rakira.
Kini semua orang yang tersisa berkumpul kembali di lapangan setelah membawa orang-orang yang tidak sadarkan diri ke ruang perawatan.
Entah apa yang Rakira rencanakan, tetapi dia ikut duduk bergabung bersama para perwakilan Akademi di pinggiran dengan tenang.
Semua orang bingung dengan kedatangan Rakira yang secara mendadak. Mereka mempertanyakan apa sebenarnya niatnya sampai repot-repot dia datang sendiri ke ujian seleksi yang bahkan kebanyakan Bangsawan tidak tertarik sama sekali.
Ariel juga menatapnya dari kejauhan dengan penuh waspada. Dia yakin bahwa kejadian sebelumnya saat mata mereka bertemu bukanlah hanya kebetulan semata.
Jika bukan karena Lin Xue yang menyebutkan bahwa Rakira berada di pihak Dewa Jahat 'V', mungkin dia takkan merasa sewaspada seperti itu saat ini.
Saat ketika Ariel sedang merenung seperti itu, seseorang naik ke atas panggung sambil memegang alas sihir pengeras suara di tangannya.
Dan secara alami pandangan semua orang tertuju padanya.
“Ermm ... karena atas kejadian hal yang tak terduga sebelumnya, pihak kami telah mendiskusikan hal ini dan memutuskan untuk melanjutkan ujian ke tahap selanjutnya yaitu ujian Akademis dan melewatkan ujian luar ruangan.”
Semua orang terdiam untuk sesaat sebelum mereka bersorak setelah memahami apa yang dimaksud.
“Uwaaaaaaaaahhhh!!!”
Tentu saja mereka bersorak dengan senang. Karena menurut rumor yang beredar dari orang-orang yang telah mengikuti ujian ini di tahun sebelumnya, hanya ujian luar ruanganlah yang paling berbahaya dan paling banyak menggugurkan begitu banyak peserta dan tak dapat lolos.
Meskipun mereka merasakan kekhawatiran karena kedatangan Rakira sebelumnya. Tetapi sekarang dengan ditiadakan nya ujian itu, mereka sedikit merasa lega dengan pemberitahuan yang menyenangkan itu.
Tetapi kegembiraan mereka tidak bertahan lama.
Dan pada saat orang-orang bersorak-seorai dengan kegembiraan, seseorang berdiri dan berseru dengan suara yang cukup keras hingga terdengar oleh semua orang.
“Tunggu dulu!!!”
Dan semua orang langsung menoleh ke asal suara itu dalam keheningan.
__ADS_1
Mereka melihat Rakira berdiri di sisi kerumunan dengan seringai jahat yang terlihat di wajahnya.
Dia berjalan ke tengah panggung lagi dan dan meminta alat sihir pengeras suara itu untuk diberikan kepadanya. Dan orang yang memegangnya pun menyerahkannya tanpa perlawanan.
Hingga akhirnya Rakira menghirup udara sebentar sambil memandang kepada orang-orang yang berkumpul di hadapannya.
“... Apakah kalian yakin? Mau menyelesaikan seleksinya seperti ini?” Kata Rakira sambil memandang para perwakilan dari Akademi.
Mereka saling memandang untuk beberapa saat sampai akhirnya memutuskan seseorang untuk berbicara sebagai perwakilan.
“Kami memohon maaf sebelumnya. Tetapi ... apa yang Anda maksud, Yang Mulia?”
“Aku berbicara tentang seleksi ujian luar ruangan. Bagaimana bisa itu dihilangkan begitu saja? Aku yakin kalian tahu apa Motto di wilayah Iblis ini. Bagaimana jika kalian meloloskan orang yang tidak memenuhi syarat?”
Semua orang yang berada di tempat itu tahu apa yang dimaksud Rakira. Tidak, bisa dibilang hampir semua orang di wilayah Iblis tahu.
Karena kata-kata itu telah ditanamkan oleh orang tua atau yang lainnya kepada anak-anak untuk menjadi lebih kuat dari orang lain.
Karena 'Kekuatan adalah segalanya'.
Mau itu dibidang Sihir, Bela diri Ilmu Pedang, bahkan Ekonomi, Politik dan sebagainya.
Karena 'Kekuatan' yang di maksud di wilayah Iblis ini cukup absurd untuk dinilai sebagai patokan untuk berada di puncak.
Tetapi kebanyakan orang tentu saja memilih yang sederhana. Hampir semua orang di wilayah Iblis ini yang sudah dewasa mampu menguasai Sihir dan Ilmu bela diri Berpedang.
Oleh sebab itu, dengan adanya seleksi luar ruangan untuk memasuki Akademi, setidaknya yang lolos adalah orang-orang yang telah terpilih sebagai orang yang layak untuk memasuki Akademi.
Dan mereka berniat melewatkan seleksi itu. Dan tentu saja hal itu membuat Rakira turun tangan sendiri untuk mencegah hal itu terjadi.
Karena dia telah menemukan mainan baru yang menarik perhatiannya. Tidak, bukan hanya dirinya. Bahkan sosok yang jauh di atas dirinya sekalipun tertarik padannya.
Dan tentu saja itu adalah Dewa Jahat 'V'. Dan ditambah beberapa waktu sebelumnya Rakira telah bertukar kata-kata dengannya, dan dirinya diperbolehkan untuk bermain dengan 'mainan baru' itu selama dia tak melampau batas.
__ADS_1
Mendengar kabar baik itu, Rakira segera berkunjung ke Akademi tanpa membuang waktu lagi dan mengacaukan tempat itu sampai situasinya berubah menjadi sekarang ini.
“... K-kami mohon maaf sebelumnya, tetapi jika seleksi luar ruangan itu terus dilanjutkan, kami khawatir hal itu dapat berakibat buruk karena terlalu sedikit siswa yang berpartisipasi yang diakibatkan oleh kejadian sebelumnya ....” Perwakilan itu berbicara dengan sedikit canggung. Dia merujuk pada saat Rakira melepaskan Aura yang sangat kuat sebelumnya. Hingga membuat kebanyakan orang gugur dalam seleksi ini dalam seketika.
Lagipula. Jika orang-orang itu mampu dari tekanan Aura Rakira, itu saja menunjukkan bahwa mereka cukup kuat untuk berdiri dan melanjutkan seleksi ke tahap selanjutnya tanpa harus melakukan seleksi luar ruangan.
Tetapi, sepertinya Rakira mempunyai pendapat yang berbeda.
“Hoo~ kau menyalahkan ku?” Rakira menyeringai, sambil menatap tajam kepada orang itu.
Orang itu panik dan segera mencari kata-kata yang pas untuk menyangkal hal itu, “T-tidak! Bukan itu yang kami maksud ....”
“Yah, tak apa. Itu juga kesalahanku. Tetapi aku percaya bahwa apa yang ku lakukan itu benar. Karena orang lemah dan tak berguna tidak dibutuhkan di tempat ini.” ucap Rakira sambil memandang orang-orang yang berkumpul di hadapannya.
“B-benar ....” Orang itu tak tahu lagi harus berkata apa. Dengan posisinya saat ini, mana mungkin dia berani untuk menentang Rakira sebagai salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis yang paling terkenal di Wilayah Iblis.
Meskipun Rakira tak memiliki kekuasaan sebagai bangsawan di Negara ini, tetapi hanya bermodalkan gelar itu saja, sudah membuat dirinya setera dengan seorang Raja. Bahkan mungkin lebih.
Dan akhirnya orang-orang perwakilan dari Akademi menyerah dan mencari jalan Alternatif lainnya sebagai jalan tengah.
“L-lalu apa yang harus dilakukan? Jika melanjutkan seleksi luar ruangan seperti biasa yang kami lakukan, kami khawatir hal itu cukup sulit untuk dilakukan mengingat jumlah peserta ujian hanya menyisakan tidak lebih dari lima ratus orang saja ....”
“Ahhh ... kalian tak perlu khawatir~ aku sudah mempunyai rencana yang bagus untuk melakukan hal itu.” Rakira mengusulkan.
Dan setelah hal itu, merekapun berkumpul sambil mendengarkan pendapat Rakira untuk menjalankan seleksi luar ruangan berjalan dengan sempurna.
Sementara peserta ujian yang berada di tempat itu hanya bisa menunggu dan saling memandang satu sama lain dengan ekspresi kebingungan yang terlukis di wajah mereka.
Mereka tak tahu akan menjadi seperti apa nasib mereka selanjutnya.
Tetapi ada satu hal yang pasti. Mereka yakin situasi selanjutnya akan menjadi lebih sulit dengan apa yang mereka bayangkan.
Termasuk Ariel. Dia hanya bisa menghela napas lelah sambil menunggu diskusi antar pihak Akademi dan Rakira selesai.
__ADS_1
“Haaaaaahhh ....”
Bersambung ....