Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 40 _ Sosok Misterius?


__ADS_3

"Halo~"


"Eh? "


Chizuru tersentak kaget setelah mendengar suara dari dalam senjata Suci miliknya itu. Dan menjauh dari bola itu dengan perasaan tak nyaman.


"Ada apa? " tanya Ariel dengan khawatir, melihat Chizuru yang bertingkah aneh, berbeda dari sikapnya yang biasa.


Setelah beberapa saat, Chizuru menenangkan diri.Dan mengatur pernapasan agar lebih tenang.


"..., Bukan apa-apa. " ucap Chizuru sambil menggelengkan kepalanya, "Hanya saja... "lirih Chizuru, yang melihat senjata suci miliknya dengan penasaran.


" Hanya saja apa? "tanya Ariel dengan tidak sabar.


" Apakah kamu tadi mendengar orang yang yang berada di dalam bola itu menyapa kita? "tanya Chizuru untuk memastikan.


" Iya.Aku mendengarnya,memang nya ada yang salah dengan itu? "tanya Ariel, kebingungan.


" Bukan itu masalahnya, hanya saja..."Chizuru mencoba untuk menjelaskan.Akan tetapi,dia kesulitan untuk menjelaskannya dan menatap bola itu dengan teliti.


"Mungkin hanya sebuah kebetulan.... " gumam Chizuru, sambil merenung.


Senjata Suci milik Chizuru mampu melihat apa yang di inginkan pemakainya selama benda itu diberi energi sihir yang cukup untuk menggunakannya.


Dan saat penggunaannya, senjata Suci milik Chizuru mampu mengamati apa saja yang berada di dunia,tanpa sepengetahuan objek yang di amati.


Seharusnya seperti itu.


Akan tetapi, orang yang berada dalam pengamatan itu berbicara setelah mendengar gumaman Chizuru.


"Ini bukan sebuah kebetulan. Aku memang memperhatikan kalian saat ini.Ariel, Sumeragi Chizuru, Daisy. " ucap orang yang berada dalam bola itu dengan seringai jahat, sambil menyebutkan nama-nama orang yang berada dalam ruangan itu saat ini.


"Ap...? "Chizuru tersentak kembali dengan kaget.


Akan tetapi.Justru Ariel sebaliknya, dia menatap bola itu dengan penasaran.


Karena ,orang yang berada dalam bola itu telah menyebutkan namanya yang saat dia berada di kehidupan sebelumnya, yang seharusnya tidak diketahui oleh siapapun selain Chizuru seorang.


"Hmm... apakah itu kau, Shilvie? "tanya Ariel, dengan penasaran.


"Hmm... entahlah.Mungkin 'Iya' mungkin juga 'Tidak'.Mana yang akan kamu pilih? "jawab orang itu dengan membingungkan.


" Hmm... aku tidak bisa memastikan, jika kita tidak bertemu langsung. Apakah aku bisa ke tempatmu sekarang? "tanya Ariel, dengan hati-hati.


Secara teori.Orang yang membawa Ariel ke dunia ini memang Shilvie.Dan orang yang berada dalam bola itu juga sepertinya mengenal Ariel dengan baik.

__ADS_1


Akan tetapi, di suatu tempat dalam pikiran ariel mengatakan ada sesuatu yang aneh yang sedang terjadi.


"Oh! Kamu ingin pergi ke tempatku?" tanya orang itu dengan senang, "Boleh saja, apakah dua orang gadis cantik itu juga ingin ikut?"


Segera setelah itu, Ariel segera melirik Chizuru serta Daisy yang saat ini sedang diajak oleh wanita itu.


Chizuru menganggukkan kepalanya dalam diam setelah Ariel melirik nya, mengkonfirmasi bahwa dirinya akan ikut juga.


Sementara Daisy, menundukkan kepalanya sambil meminta maaf, "Mohon maaf, Nona. Sepertinya ini bukan urusan yang patut saya ketahui... bahkan saya tidak mengetahui apa yang sedang di bahas disini. Jadi... "


Daisy berusaha menyampaikan nya dengan sopan.


"Baiklah.Kalau begitu , kamu tunggu saja di sini, dan bantu aku buat alasan jika ibu secara tiba-tiba datang kesini. " ucap Ariel dengan tersenyum lembut. Terbantu karena Daisy yang begitu pengertian.


Meskipun Daisy sangat ingin mengetahui apa yang sedang di bahas oleh Ariel beserta temannya, yaitu Chizuru.


Akan tetapi. Menurut Daisy, pembicaraan ini bukan sesuatu yang harus di ketahui oleh dirinya, selama Ariel menceritakan nya oleh dirinya sendiri. Jadi, Daisy menahan diri untuk bertanya.


Dan karena Daisy baru saja mengetahui bahwa wanita yang di sebut Chizuru itu mampu melakukan teleportasi, dia sama sekali tidak cemas atas kepergian tuannya.


"Baiklah, yang akan ikut hanya kita berdua saja, mari kita pergi, Chizuru. "ujar Ariel, memastikan bahwa semuanya telah siap.


Sesaat sebelum Ariel akan bangkit dari tempat duduk nya, Chizuru mengangkat tangan dengan ragu.


".... "


"Ariel yang mendengar itu hanya terdiam dan menghela nafas.


" ...,Kalau memang seperti itu, maka mau bagaimana lagi... kita pergi lain kali saja. "ucap Ariel sambil merasa sedikit kecewa.


" Kalian tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. "


Segera setelah Ariel mendengar suara itu, dia seketika berpindah ke ruangan yang hanya bisa di gambarkan sebagai 'putih'.


Sama persis seperti ruangan yang Ariel lihat di senjata suci milik Chizuru sebelumnya.


Ruangan yang berukuran sekitar 10-15 meter persegi, yang berisikan interior yang serba putih pula.


Setelah mengkonfirmasi untuk beberapa saat, Ariel menyadari bahwa dirinya telah berpindah tempat dari tempat sebelumnya.


Teleportasi kah... kau bilang kamu hampir kehabisan energi sihir?


Tanya Ariel dalam hati, sambil melirik Chizuru yang juga kaget. Dapat dilihat bahwa dia juga sedang kebingungan.


Ahh... sepertinya bukan dia yang melakukannya... kalau begitu...

__ADS_1


"Selamat datang di kediaman ku! " sapa seorang gadis sambil tersenyum ramah.


Meskipun Ariel dapat merasakan bahwa di balik senyuman nya itu ada sesuatu yang menyeramkan.


Ariel yang saat ini gemeteran, tidak mampu untuk menahan rasa takutnya dan tanpa sadar dia mengambil senjata yang sering dia bawa ke mana-mana.


Ariel tahu bahwa saat ini dia tidak mampu untuk melawan makhluk yang begitu mengerikan seperti itu.


Dan juga sangat jelas.Meskipun perawakannya yang cantik,dia bukanlah seorang manusia, rambut putih bagai sutra, kulit pucat, serta aura yang menyeramkan.


Mustahil bagi manusia bisa terlihat seperti itu.


Bahkan insting bertahan hidup nya mengatakan bahwa dirinya harus melarikan diri dan menjauh sejauh-jauhnya dari orang yang berada di hadapannya itu.


Akan tetapi, dia tidak bisa melarikan diri kemanapun.


Ruang kamar yang di desain seperti ruangan kamar seorang gadis biasa, yang membedakan hanyalah semuanya serba putih dan tidak ada jendela maupun pintu untuk bisa keluar.


Dan juga, Chizuru yang saat ini duduk gemetar di lantai dengan ketakutan, bahkan tidak mampu untuk berfikir dengan tenang.


Membuat Ariel kehilangan satu-satunya harapan untuk bisa melarikan diri dari tempat itu.


Yahh... aku tidak menyalahkan nya.


Pikir Ariel dengan tersenyum kecut.


Setelah melihat ekspresi Ariel dan Chizuru yang ketakutan, sosok misterius itu pun baru tersadar akan sesuatu.


"Oh! Aku lupa, apakah kalian merasa takut? Maaf untuk itu, tunggu sebentar! " ucap sosok misterius itu sambil menjentikkan jari.


Dan segera setelah itu, sosok misterius itu berubah menjadi orang yang sangat di kenali oleh Ariel.


Bahkan jika itu sudah lima tahun lebih telah berlalu.


Ariel tidak akan pernah melupakan nya.


"S-Shilvie? "


"Iya, benar! itulah aku. "


Sosok misterius itu berubah menjadi kekasih Ariel saat dia menjalani kehidupan sebelumnya.


Yaitu Shilvie.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2