
※ 15+ tahun yang lalu sebelum Ariel terlahir ke Dunia ini. (POV: Sharon)
Saat ini aku telah secara resmi telah menjadi salah satu dari wanita nya Anastasius.
Sebelumnya kami berdua telah melakukan kesepakatan.
Atas bantuan yang telah diberikan oleh Albion untuk menyelamatkan Transylvania dari kehancuran, aku setuju untuk menikah dengannya dan menjadi Ratu ke 4 dengan ditandatanganinya kontrak sihir sebagai tanda bukti dan sekaligus belenggu untuk tidak menyalahi isi dalam kontrak tersebut.
Meskipun aku tidak terlalu membenci Anastasius, tetapi aku juga tidak mencintainya.
Hubungan kami berdua hanya sekedar kesepakatan dan juga rasa terimakasih atas bantuannya untuk menyelamatkan Transylvania.
Meskipun aku merasa sedikit tidak senang dengan caranya untuk mencari wanita-wanita dan menjadikannya Ratu.
Impianku adalah bertemu dengan laki-laki baik hati dan menjadikanku sebagai satu-satunya wanita yang dicintainya dengan setulus hati.
Meskipun kenyataannya berbeda dengan yang aku bayangkan.
Tetapi setidaknya aku beruntung tidak menjadi wanita simpanannya tanpa status apapun ataupun menjadi Selir.
Tetapi sebagai Ratu dan mempunyai posisi setara dengan Ratu lainnya. Yah, meskipun itu agak aneh menurutku. Tetapi setidaknya aku diperlakukan dengan baik di Albion.
Aku masih ingat ketika aku mengalami 'Malam pertama'.
Di ruangan yang hanya tinggal kami berdua.
Ketika Anastasius mendekatiku di atas kasur dengan bagian atas tubuhnya yang terbuka, aku tahu apa yang ingin dia lakukan.
Lagipula kita sudah resmi menikah kan?
Tetapi ketika aku melihat bentuk tubuhnya yang kekar dan berotot, aku merasa jantungku berdetak begitu cepat dicampuri dengan rasa malu dan juga rasa takut.
Bagaimana bisa dia mempunyai bentuk tubuh sebagus itu? Dan juga ... aku benci mengakuinya, tapi dia memiliki wajah yang begitu tampan.
Jika dia berjalan-jalan di antara banyak orang, dia pasti akan terlihat begitu mencolok dan para wanita yang melihatnya mungkin akan terpana ketika mereka melihat wajahnya.
Bukan berarti itu tidak mempan kepadaku. Tetapi ... aku harus kuat! Jangan terpengaruh!
Aku meyakinkan diri sendiri tentang hal itu.
Tetapi hal itu adalah kewajibanku. Karena salah satu isi dalam kontrak kami berdua adalah mempunyai anak darinya.
Karena ini adalah kali pertama aku akan melakukannya, tanpa sadar aku mendorong Anastasius ketika dia mulai mendekat ke arahku.
“T-tungggu! S-setidaknya kita bisa saling berbincang terlebih dahulu sambil minum?”
Aku berkata sesuatu yang tidak jelas dan selalu membuat alasan untuk mengulur waktu. Setidaknya?
Tetapi meskipun Anastasius selalu beewajah dingin, tetapi setidaknya dia mau mendengarkanku.
Dia hanya menghela napas dan mengikuti apa yang aku inginkan setiap kali aku berbicara hal-hal yang aneh.
Dan tidak jelas apa yang terjadi pada malam itu.
Pada saat terbangun pada pagi hari, kepalaku rasanya begitu pusing.
Tetapi aku masih mengingat ketika kami minum berdua dan aku berakhir mabuk. Selebihnya ... tidak jelas.
Yang pasti. Ketika aku melihat tubuhku sendiri, aku tidak memakai apapun?.... dan juga seluruh tubuhku rasanya nyeri. Terutama pinggangku dan beberapa tempat khusus lainnya.
__ADS_1
Ketika aku melihat sekeliling ruangan, Anastasius sudah tidak ada ....
“... Apakah aku sudah melakukannya?” Aku bertanya-tanya seperti itu.
Untuk memastikan, setelah beberapa hari berlalu aku memberanikan diri untuk menemui Anastasius dan bertanya.
Aku sedikit malu untuk menemuinya. Karena aku yakin kita telah 'melakukannya' pada malam itu.
Tetapi meskipun telah mengetahui hal itu, aku kini berdiri di depan ruangannya dengan ragu-ragu untuk menemuinya dengan alasan memastikan?
Eh? Apa yang ku lakukan?
Tanpa pikir panjang aku membuka pintu dan menemuinya.
Dan hal pertama ketika Anastasius melihat wajahku adalah alisnya yang berkerut.
Apa masalahnya? Apakah aku kurang memuaskan?
Dan tidak butuh waktu lama untuk mengetahui alasan mengapa Anastasius bersikap seperti itu kepadaku.
Ketika aku berjalan mendekatinya, aku merasakan ada perasaan aneh antara aku dan Anastasius.
“Ah ....”
Aku mengenali perasaan ini. Perasaan ini bukanlah perasaan cinta atau apapun seperti itu.
Tetapi seperti tuan dan pelayanan. Dan aku langsung tahu apa yang terjadi.
Alasannya karena ketika kita melakukan 'itu' bersama di malam hari, sepertinya aku telah mengigit nya ....
Tunggu! Bukankah itu kabar baik?
Dan ketika aku menyadari hal itu, Anastasius mendecakkan lidahnya dan terus mengeluh kepadaku.
Tetapi itu berakhir ketika aku berkata ' Diam! '
Waw! Hebat! Anastasius yang dingin itu menurut kepadaku.
Meskipun aku tidak bisa membuat permintaan yang aneh-aneh dikarenakan kita telah membuat kontrak sebelumnya, tetapi hal itu telah membuat kedudukan kami sama dan antara aku maupun Anastasius tidak bisa melakukan hal semena-mena satu sama lain tanpa persetujuan.
Akhirnya kami membuat kesepakatan bahwa aku bisa berbuat sesuka hatiku di istana ini dalam batas tertentu, dan kebutuhan serta keamanan ku terjamin selama aku merahasiakan bahwa 'aku telah mengigit Anastasius' dari orang lain.
Yah, itu bukanlah masalah bagiku selama aku diperlakukan dengan baik.
Sebuah keberuntungan bahwa aku telah mengigit Anastasius bahkan ketika aku tidak sadar.
Kerja bagus! Diriku yang mabuk!
Omong-omong ... aku sedikit penasaran bagaimana aku melakukannya pada malam 'itu' dengan Anastasius ....
Dan ketika aku bertanya, dia menjawab, “Yah, kau sangat liar.”
Liar? Jawaban macam apa itu?
Memang benar, bahwa saat itu aku mabuk ... apakah aku terlihat seperti Succubus yang menggoda atau sesuatu seperti itu?
Waw! Ternyata aku cukup berbakat juga. Hehehe~
Seolah memahami apa yang ada di dalam pikiranku, Anastasius melanjutkan, “Jangan salah paham! Kau seperti anak kecil yang bertingkah ke kanak-kanakan. Kau bahkan menjerit ketika melihat Jhony.”
__ADS_1
Jhony? Siapa Jhony?
Yah, tetapi itu tidak penting. Hal yang membuatku kesal adalah dia mengatakan bahwa aku ke kanak-kanakan?
Aku sangat kesal dan akhir pertemuan ku dengannya pada hari itu aku menyuruhnya pergi ke lorong dan meminta Anastasius untuk mengumumkan sesuatu seperti 'Aku kuda jantan penuh nafsu!' atau sesuatu seperti itu dan langsung beranjak pergi meninggalkan Anastasius dengan puas.
Yah, setidaknya itu cukup untuk membuat dirinya tidak keluar dari kamarnya selama beberapa bulan karena malu.
.
.
.
Beberapa minggu telah berlalu semenjak kejadian hari itu.
Setelah melakukan pemeriksaan.
Aku diberi tahu bahwa aku sedang mengandung.
Apakah aku akan menjadi seorang ibu? Aku masih tidak percaya.
Apa yang harus aku lakukan?
Apakah aku harus membuatkan baju untuk anakku?
Bagaimana dengan gaun yang lucu?
Tunggu! Mungkin anakku akan menjadi laki-laki?
Apakah aku harus menghadiahinya pedang yang cantik?
Tenang Sharon, tenang.
Yang luar biasa adalah aku Hamil pada percobaan pertama?
Padahal aku baru sekali melakukan 'itu' dengan Anastasius.
Waw! Hebat sekali aku.
Aku yakin bahwa beberapa Ras berumur panjang seperti Vampire, Dragonoid, Iblis, Elf dan beberapa yang lainnya akan sedikit sulit untuk mempunyai keturunan.
Setidaknya untuk membuat keturunan memerlukan beberapa kali untuk melakukan ... 'Itu' secara berkala.
Tetapi aku sekarang aku Hamil?
Aku bingung dengan perasaanku sendiri.
Apakah aku senang? Cemas? Mungkin gembira? Entah apapun itu, tapi aku tidak sabar menantikan kelahiran anakku.
Hampir seluruh orang di dalam Istana merasakan kegembiraan ketika mengetahui bahwa aku hamil.
Termasuk aku sendiri.
Dalam kegembiraan saat ini, aku masih belum mengetahui.
Bahwa dalam beberapa bulan setelah hari ini akan menjadi saat-saat kesedihan, keputusasaan, dan rasa sakit yang sangat mendalam dalam hidupku sendiri.
Bersambung ....
__ADS_1