Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 136 _ Uhn!


__ADS_3

Ketika Ariel melihat Eric akan melakukan sesuatu. Dia hanya terus mengawasi sambil mengingat sesuatu ketika dia melihat benda yang sedang dipegang boleh Eric di tangannya.


“Ah!!”


Ariel baru mengingat sesuatu.


Pantas saja sedikit terlihat familiar .... Pikir Ariel dalam hati.


“Kalau tidak salah namanya adalah ... Crackers ball? Mungkin?” gumam Ariel dengan tidak yakin.


Tetapi. Ketika di kehidupan sebelumnya, beberapa bulan sebelum dia mengalami kematian di dunia itu, dia sempat berlibur ke suatu negara bersama silvie dan juga yang lainnya.


Meskipun sudah lama kejadian hal itu terjadi, jika ditambahkan dengan kehidupannya saat ini, tetapi dia masih mengingat beberapa hal.


Contohnya tentang benda yang sedang di pegang oleh Eric itu. Bagaimna Ariel bisa lupa? Pada saat itu bahkan Crackers ball itu sangat populer di Negara tersebut.


Ariel masih ingat bahkan hampir setiap anak yang dia lihat disana mempunyai benda itu sebagai permainan dan hampir setiap saat, dia selalu mendengar suara benda itu ketika dimainkan.


Kalo tidak salah ... di Negara sana benda itu disebut Lat ... Lat ... apa yah? Yah ... terserah lah!


Ariel berhenti berpikir. Tetapi kenangan Ariel ketika dia berlibur masihlah teringat beberapa hal yang menyenangkan.


Seperti pemandangannya yang indah dan terdapat tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi.


Tetapi yang menjadi maslah hanyalah orang-orang nya saja .... Ariel tersenyum masam dalam renungan nya.


Hingga beberapa saat kemudian. Diapun akhirnya berhenti memikirkan sesuatu yang tidak penting dan kembali memikirkan orang yang berada di hadapannya saat ini.


“Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu?” tanya Ariel kepada Eric dengan penasaran.


“Hahaha!!! Tamatlah riwayatmu! Benda ini bernama Deadly twin balls with sparkling golden threads.”


Terlalu panjang! Balas Ariel dalam hati dengan menunjukkan ekspresi datar.


“Kau pasti ketakutan sambai terdiam seperti itu. Tetapi itu dapat dimengerti. Kerena benda ini adalah Senjata Suci yang dimiliki oleh keluarga Lacerta yang selalu dijaga selama bertahun-tahun sebagai benda pusaka.” kata Eric dengan bangga.


Sementara Ariel membalasnya seolah tidak tertarik sama sekali dengan cerita itu, “Hee~”


Meskipun Ariel bereaksi seperti itu, tetapi dia dapat merasakan bahwa memang benar ada kekuatan tersembunyi dalam benda itu.


Dan Ariel cukup yakin bahwa apa yang dikatakan oleh Eric sebelumnya bahwa itu adalah senjata Suci memang benar apa adanya.


Tetapi kekuatan yang terdapat dalam benda itu tidak cukup untuk membahayakan nyawanya, oleh karena itu, dia akhirnya memutuskan untuk menguji seperti apa kekuatan yang terdapat dalam benda itu.


Sementara Ariel memutuskan hal itu, Orang-orang yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada terkejut setelah mendengar kenyataan bahwa Eric berasal dari keluarga Lacerta yang sangat terkenal di Negara Delyth.

__ADS_1


Tetapi Ariel tidak mempedulikan hal itu. Hal yang sama terjadi pada Judith yang seolah sudah mengetahui hal itu dari awal.


Melihat raut wajah Ariel yang cukup tenang, membuat Eric semakin tidak senang dan menggertakkan giginya dengan kesal, “... Sepertinya tidak ada pilihan lain.”


Hingga setelah Eric mengatakan hal itu, dia mulai menyalurkan eneri sihirnya dari tangannya ke benda itu sambil menggoyangkan benda itu secara perlahan sambil memegang cincin yang berada di tengah-tengah tali yang menghubungkan antara kedua buah bola itu.


Tek ... tek ... tek ... tek ....


Sekitar dua kali dalam satu detik kedua bola itu saling berbenturan di bawah lengan Eric dan mengeluarkan suara yang sangat keras hingga membuat orang-orang yang menonton pertarungan mereka secara reflek menutup telinga mereka dikarenakan suara yang sangat keras.


“Aaaakkkhh!”


“Akh! Telingaku ....”


“Siapapun tolong hentikan dia.”


Setiap orang mengerang kesakitan sambil menutup telinga mereka. Terkecuali Ariel, dia berdiri dalam diam seolah tidak terpengaruh oleh suara itu.


“Ba-bagaimana bisa ... !!!?”


Melihat hal itu, Eric terkejut dengan tak percaya. Dirinya mungkin tidak terpengaruhi oleh suara itu karena yang mengaktifkan benda itu adalah dirinya sendiri menggunakan energi sihirnya.


Tetapi Ariel berbeda. Eric bertanya-tanya mengapa Ariel dapat bertahan seperti itu?


Eric terus berpikir dan mecari cara untuk menyerang Ariel. Tetapi dengan kekuatan pertarungan secara langsung tidak mungkin setelah melihat kemampuan Ariel sebelumnya.


Dan harapan terakhir yang tersisa hanyalah pada senjata Suci yang dia gunakan saat ini. Tetapi hal itu tidak berpengaruh kepadanya sama sekali?


“Hm ... seperti kau penasaran mengapa aku bisa bertahan dengan suara itu.” Ariel membuka mulutnya dan berbicara, “Kalau begitu aku akan berbaik hati untuk yang terakhir kalinya kepadamu ... yah ... singkatnya aku melakukan sesuatu pada tubuhku sebelum kau menggunakan benda itu. Itu saja.”


“S-sesuatu seperti itu ....”


“Itu adalah sesuatu hal yang alami ketika dirimu terlebih dahulu menyiapkan pertahanan sebelumnya mendapatkan serangan ... ” ucap Ariel, “Lagipula. Apakah kau baru pertama kali menggunakan benda itu?”


Ariel teringat, bahkan anak kecil saja di Negara tempat dia liburan di kehidupan sebelumnya memainkannya bahkan lebih cepat.


Bahkan kedua bola itu saling membenturan di atas dan bawah lengan si pemain. Sedangkan Eric ....


Huh! Pemula. Pikir Ariel dalam hati.


“Me-memangnya kena-”


“Yah, aku tidak peduli sih~” potong Ariel, seolah tidak mengharapkan jawaban sama sekali. Hingga kemudian, dia berbalik dan menatap orang-orang yang kesakitan di belakang dirinya, “... sepertinya aku harus terlebih dahulu menghentikanmu.”


Mendengar Ariel berkata seperti itu, Eric semakin tegang. Karena senjata Suci yang dia gunakan tidak bekerja sama sekali terhadap Ariel.

__ADS_1


Itu berarti Ariel dapat menyerang dirinya kapanpun dia mau ketika Eric sama sekali tidak mempunyai pertahanan sedikitpun yang dia siapkan untuk melawan Ariel.


Dia gemetar ketakutan.


“Yah, akan mudah untuk melumpuhkanmu begitu saja. Tetapi biar ku perlihatkan bagaimana serangan suara yang sebenarnya.”


“Hah?!” Eric kebingungan dengan apa yang dimaksud.


Tetapi setelah Ariel mengatakan hal itu, dia menyiapkan kuda-kuda.


“Teknik petapa Naga. Gaya ke Sembilan. [ Dragon Roar! ]”


Roooaaaarrrrrr!!!!


Suara yang bahkan lebih keras daripada sebelumnya. Tetapi, daripada serangan suara itu mencapai area luas seperti yang dilakukan Eric, itu hanya terfokus kepada Eric seorang diri karena tekhnik pengendalian yang begitu sempurna oleh Ariel agar serangan itu tidak mencapai orang-orang yang tidak ingin ia targetkan.


Sementara Eric langsung tidak sadarkan dirinya dalam sekejap dengan kedua telinganya yang berdarah.


Hingga beberapa saat kemudian, semua orang yang melihat hal itu berdiskusi diantara mereka dan kemudian mendekati Ariel dan langsung berlutut memberikan kehormatan.


“Selamat kepada Yang Mulia Putri Louise Albion karena telah mengatasi maslah anda. Kami semua berlutut dan memohon agar anda bermurah hati untuk memimpin kami semua untuk mencapai kemenangan dalam seleksi ini.” Ucap mereka semua dalam serempak.


Banar. Alasan mengapa Ariel menggunakan tekhnik Petapa Naga kepada Eric bukan hanya untuk mengalahkannya saja.


Tujuan sebenarnya adalah untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah salah satu dari keluarga Albion dan juga seorang bangsawan.


Melihat bahwa mereka semua mengetahui nama Ariel saat ini pasti berasal dari Judith yang daritadi selalu tersenyum kepadanya.


Ariel yang akan menjawab, tiba-tiba ....


Ah!? Suaraku serak!


Akhirnya Ariel teringat kembali larangan Ronand untuk menggunakan tekhnik Petapa Naga hanya pada tingkat ke Lima saja dikarenakan tubuhnya yang dalam masa pemulihan.


Mungkin itu semua hanyalah ganjarannya. Tetapi melihat semua orang yang menunggu jawaban, akhirnya dia berusaha keras untuk membuat suara sebisa mungkin sambil mengangguk.


“Uhn!”


Dan akhirnya yang keluar adalah suara kecil yang lucu dan membuat kebanyakan dari semua orang terutama para lelaki disana terpana.


Dan hanya satu yang ada dipikirkan mereka saat itu. Yaitu ....


Imutnya ....


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2