
Ariel dengan cepat berbalik dan melihat bahwa para penyerang berlari menuju tempat Yukina dan yang lainnya berada.
"Ka-kami akan membantu! "
Tiga kesatria penjaga bergegas mengelilingi dan bersiap untuk menahan serangan penyerang.
Apanya yang 'Kami akan membantu! ' Ini tugas kalian!
Teriak Ariel dalam hati dengan kesal.
Bahkan dia menempatkan penjaga yang seperti ini... bukankah dia (Anastasius)terlalu keterlaluan?
Akan tetapi, pemikiran itu segera hilang setelah melihat penyerang lainnya mendatangi Anastasius dan mencegahnya untuk menyelamatkan Sharon dan yang lainnya.
Oh! apakah bukan dia pelakunya? atau apakah dia merancang ini agar terlihat lebih dramatis?
"Kya~"
Setelah Ariel merenung untuk beberapa saat, dia melihat ke arah suara teriakan dan melihat salah satu penjaga dibunuh dengan kejam dan menangkap Yukina yang tak terjaga.
"Ap-"
Mereka membunuhnya? bukannya ini hanya untuk tes saja?... sepertinya ini bukan rancangan Anastasius.
Pikir Ariel yang sedang melirik Anastasius menghempaskan lima penyerang sekaligus.
6
"Terserah lah. Aku akan datang! " gumam Ariel, dan segera bergerak menuju Yukina dan yang lainnya berada.
***
Beberapa saat sebelum penyerangan terjadi.
Anastasius yang saat ini sedang menemani Ronand di pinggiran ruangan sambil mengobrol.
"Apakah kau membiarkan mereka masuk? "tanya Ronand sambil melirik Anastasius.
" Apa yang kau maksud? "jawab Anastasius.
" Kau tahu apa yang ku maksud kan? Itu tentang para tikus yang sedang menuju ke sini! "jelas Ronand.
Ronand dapat mengetahui keberadaan orang-orang yang sedang menyusup melalui perepsi sihirnya.
Meskipun jangkauan persepsi sihirnya tak seluas Lydia.Akan tetapi,setidaknya Ronand dapat mengetahui bahwa akan ada orang yang menuju ke tempatnya.
" Ah... mungkin itu orang-orang suruhannya salah satu istri bodohku . Aku membiarkannya masuk.Kebetulan aku ingin melihat kemampuan murid barumu yang kau banga-bangakan itu. "ucap Anastasius dengan santai.
" Hey!! Itu juga anakmu! tega sekali kau melakukan itu kepada anakmu sendiri. "komentar Ronand.
__ADS_1
" Aku tak mau mendengarnya dari orang yang telah menyiksaku waktu kecil. "ejek Anastasius sambil melirik Ronand.
" Itu hanya untuk pelatihan.Tak perlu kau ungkit-ungkit masalah yang telah berlalu. "ucap Ronand dengan tak peduli.
Segera setelah beberapa saat mereka mengobrol, penyerang pun memasuki ruangan dan membuat kegaduhan di ruang aula itu.
Anastasius sengaja mengurangi jumlah penjaga di hari kedua pesta ini, untuk melihat apa yang akan di lakukan oleh kedua anaknya dalam situasi yang heboh ini.
Karena Anastasius tahu. Tujuan para penyerang itu menyusup, adalah untuk menculik kedua anaknya ini.
Anastasius yang sedang melihat Ariel mengalahkan penyerang satu demi satu membuatnya terkesan.
" Hoh... dia lumayan juga. Dan gerakan apa itu, pergerakannya efisien dan tidak membuang-buang energi berlebih. "komentar Anastasius sambil memandang Ariel dengan tertarik.
" Apa yang sudah ku bilang... "ucap Ronand dengan bangga, "Oh! beberapa dari mereka menuju kemari. Kau saja yang bereskan! Aku tak tertarik dengan cecunguk. "ucap Ronand ,sambil melanjutkan untuk meminum anggurnya.
" Hahh... sudah ku duga kau akan berkata begitu... "desah Anastasius.
Dia pun maju beberapa langkah ke depan dan mengayunkan tangannya ke arah lima penyerang itu.
Gelombang udara dengan cepat menyapu para penyerang dan membuat mereka terhempas jauh dan kehilangan kesadaran.
" Hmp"dengus Anastasius,"Hanya sekelompok sampah! "ucap Anastasius dengan bosan dan berbalik kembali ke sisi Ronand untuk menonton pertarungan di tempat lain bersama.
***
Ariel dengan cepat melempar belati dan dengan tepat mengenai kepala penyerang yang menangkap Yukina meskipun dia sedang berlari.
5
" Apakah kamu tidak apa-apa? "tanya Ariel kepada Yukina yang sedang gemetar ketakutan.
" Saya tidak apa-apa , Kak. yang lebih penting lagi...ibu?! "ucap Yukina sambil mengkhawatirkan ibunya yang sedang di kepung.
Meskipun mereka di lindungi oleh dua kesatria yang masih bertahan. Hanya masalah waktu sampai mereka di kalahkan karena jumlah tidak menguntungkan bagi mereka.
Hah...haruskah aku menyelesaikan nya sekarang?
Pikir Ariel, sambil mengambil sesuatu yang berada di balik roknya.
segera setelah itu, terdengar suara ledakan lima kali berturut-turut dengan cukup keras.
Bam, bam, bam, bam, bam.
Pengawal yang terkejut melihat lawannya yang tumbang dengan cepat , melihat sekeliling, mencari asal suara tersebut.
"Ap-apa itu barusan? "
"Entahlah... "
__ADS_1
Para penjaga bertanya tanya, apa yang telah terjadi dalam waktu singkat barusan.dan melirik Ariel yang sambil memegang benda yang asing bagi mereka.
Segera setelah para penyusup telah di kalahkan semua, Ariel segera menaruh kembali senjata api nya kembali ke dalam pakaiannya.
Ah!... apakah menunjukkan itu kepada orang lain di sini terlalu berlebihan? Lagipula, senjata api sangat jarang di temukan di dunia ini.Tapi biarlah... lagipula aku hanya ingin mencoba senjata baru hasil buatan dari skill Diligence(ketekunan)milikku.
Setelah diberi tahu oleh Ronand cara menggunakan skill seri Tujuh Dosa Besar, Ariel melatih skill Diligence miliknya dengan cara yang sama dan baru mengetahui kekuatan dari skill itu.
Skill Diligence miliknya mampu menciptakan segala jenis senjata atau bisa dikatakan dengan Weapon Creation.
Ariel selama beberapa hari ini diam-diam membuat sebuah senjata api dan selalu membawanya kemanapun untuk berjaga jika kejadian ini akan terjadi.
Dan benar saja. Senjata uji coba miliknya dapat berguna melawan para penyerang yang menyusup ke pesta kerajaan ini.
Hmm... Tetapi Penciptaan senjata ini lumayan berguna juga. Kuat dan tidak menghilang setelah dibuat. Meskipun pembuatannya yang lama dan memerlukan banyak energi sihir....
Ariel merenung, hingga mendengar suara teriakan Yukina.
"Kakak!! "
Ariel merasakan ada seseorang berada di belakangnya dan bahu bagian kanan Ariel di sentuh olehnya.
Sial!! Aku lengah... sejak kapan?
Ariel berbalik dan melihat orang berjubah hitam dan memakai topeng entah sejak kapan berada di belakang Ariel.
Setelah Ariel menyadari keberadaannya, dia segera akan menyerang penyerang itu.Akan tetapi,pemandangan sekitar berubah dalam sekejap.
"Ap-... "
Ariel terkejut melihat sekeliling. yang asalnya ruang aula yang megah, berganti dengan sebuah hutan yang gelap dan dingin.
..., Apa ini ilusi?...Tidak! Ini nyata. Berarti ini... teleportasi!!??
Ariel dengan cepat mengayunkan tangannya kepada penyerang itu, yang masih memegang bahu nya.
Akan tetapi, serangan Ariel tidak mengenai apapun, dan bahkan penyerang itu telah hilang dari belakang Ariel.
Ariel mencari di sekitar dan menemukan penyerang itu sudah berada beberapa meter di depan Ariel.
Hmm... sepertinya ini akan memakan waktu yang cukup lama.
Pikir Ariel, sambil mempersiapkan diri untuk melakukan pertarungan.
Dia mengambil kembali senjata api yang di simpan di balik pakaiannya dan mengarahkan nya ke lawan yang ada di depannya.
"Persiapkan dirimu! " ucap Ariel.
Segera setelah itu, Ariel menarik pelatuk senjata api nya dan tanda pertarungan segera di mulai.
__ADS_1
Dor!
Bersambung....