
Di waktu yang sama saat Ariel di teleportasi kan oleh Dewa Jahat 'V' ke Domainnya.
Sharon yang saat ini duduk dengan tenang di ruangan tamu dengan tidak sabar menunggu kedatangan seseorang yang telah di nanti-nantikan nya setelah sekian lama.
Hingga beberapa saat waktu telah berlalu, Terdengar suara ketukan di pintu.
"Permisi Nyonya.Yang Mulia Lydia Scarlet telah tiba dan ingin menemui anda. Apakah beliau di persilahkan masuk? " tanya seorang penjaga yang barusan mengetuk pintu.
"Apa yang kamu bicarakan! Tentu saja dia diperbolehkan masuk. Apakah pikiranmu ada yang salah? " tanya Sharon dengan heran.
Tentu saja. Lydia yang sebagai orang terpenting di suatu kerajaan dan mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Sharon ,sebagai salah satu dari 3 Vampire kuno yang saat ini masih hidup.
Akan aneh jika dia tidak diperbolehkan masuk.
Meskipun maksud sangat penjaga bukan seperti itu, dia mengakui kesalahannya dan membuka kan pintu untuk Lydia dengan hormat.
Orang yang malang....
Pikir Lydia dengan kasihan.
Lydia pun memasuki ruangan sambil berterima kasih pada sang penjaga dengan tulus.
"Terima kasih. "
Sang penjaga yang tidak menduga akan menerima ucapan Terima kasih dari seseorang wanita cantik dan orang yang berstatus lebih tinggi darinya dengan terkejut dan tersipu .
"Te-terima kasih banyak! "kata penjaga itu dengan membungkuk hormat dan menutup pintunya kembali.
" Ya~! Lama tidak bertemu, Sharon. "sapa Lydia , sambil berjalan mendekatinya.
"Lydia! "
Sharon segera bangkit dari tempat duduknya dan melompat dan memeluk Lydia dengan erat.
"He-hentikan Sharon! Kau membuatku sesak. "ujar Lydia sambil menepuk-nepuk punggungnya Sharon dengan cepat.
" Aish...dasar kamu ini... sangat pemalu! "komentar Sharon sambil melepaskan Lydia dengan enggan.
" Ini bukan masalah malunya atau tidak... "gumam Lydia dengan menghela nafas lega.
__ADS_1
Melihat Sharon masih bersemangat seperti yang biasa dia kenal, Lydia pun berkata dengan tersenyum lembut, " Tetapi ,aku senang melihat bahwa kau baik-baik saja. "
" Ya. Aku juga senang telah melihatmu kembali. Untuk sekarang, mari terlebih dahulu kita duduk! "ujar Sharon.
" Baiklah! "
Lydia pun mengangguk dan mereka pun menempati tempat duduk yang telah di persiapkan sebelumnya sambil menyesap teh dengan tenang.
Setelah beberapa saat keheningan telah berlalu, Sharon membuka mulutnya untuk memulai pembicaraan.
"Akan tetapi... sudah lebih dari dua puluh lima tahun kita tidak berjumpa. Kamu agak sedikit berubah, Yah! " ucap Sharon sambil menatap Lydia dedengan teliti.
"A-apa yang kau maksud dengan berubah? " tanya Lydia dengan gugup.
"Yah... kau tahu! Sifatmu agak jadi sedikit lebih feminim dari pada saat kita bersama dulu.Dan bahkan kamu sekarang lebih memperhatikan penampilanmu. Apakah Lydia Scarlet yang ku kenal sekarang telah mengalami jatuh cinta! Hahaha.... " Sharon tertawa terbahak-bahak berniat menggoda Lydia.
Akan tetapi, Lydia yang saat ini memalingkan wajahnya dengan malu .Yang di akibatkan karena Sharon dapat menebak semuanya dengan tepat.
Sharon yang menatap ekspresi Lydia yang seperti itu, terkejut atas sesuatu yang tidak terduga.
"Eh?... Apakah aku benar?Siap orang nya? ... Siapa orang nya? " tanya Sharon dengan penasaran.
Kini telah menemukan seseorang yang telah membuatnya berekspresi seperti itu.
Sharon yang terus mendesak Lydia dengan penasaran, segera di jauhkan oleh Lydia dengan kesal.
"Yah... seseorang yang sudah dijuluki sebagai mawar yang tidak akan pernah tergapai. Kini telah dipetik oleh orang lain. Sungguh beruntung nya orang itu. " ucap Sharon dengan tersenyum puas karena bisa menggoda Lydia yang seperti itu.
"Aku tidak pernah mendengar tentang julukan seperti itu.Pasti kamu yang telah mengarang nya.Kan?" ucap Lydia sambil menenangkan dirinya kembali.
"Iya,memang aku. Jadi siapa lelaki yang telah merebut hatimu? " tanya Sharon dengan penasaran.
Seseorang yang telah berhasil merebut hati Lydia yang seorang Ratu dari Transylvania dan juga salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis. pasti bukan sekadar seorang lelaki biasa.
"Namanya Ariel.Saat ini ,aku juga tidak mengetahui tentang keberadaannya. Akan tetapi, suatu hari nanti , pasti akan ku temukan tentang keberadaannya. "ungkap Lydia dengan mengumpulkan tekad.
" Ariel kah ... apakah dia selingkuh? Berani-beraninya dia telah mempermainkan Sahabatku seperti ini. "gerutu Sharon dengan marah.
" Bukan seperti itu .Dia hanya saat ini dalam keadaan yang sulit. Mungkin suatu hari nanti kita dapat bertemu kembali. "Komentar Lydia dengan ekspresi murung.
__ADS_1
" Apakah seperti itu? "tanya Sharon dengan ragu, "Yah ... jika seperti itu, semoga saja kalian untuk lekas di pertemukan kembali. " ucap Sharon .
"Iya, semoga saja .... " gamam Lydia dengn lesu.
"Akan tetapi ... tak ku sangka, kamu yang selama ini tidak begitu tertarik akan hal seperti itu, mengapa baru sekarang? Dan orang seperti apa lelaki itu? " tanya Sharon dengan bersemangat tentang pembahasan yang seperti ini.
Lydia yang sedikit kesal karena harus selalu dia yang terus di goda oleh Sharon. Dia meletak kan cangkir tehnya di atas meja dengan suara cukup keras.
Meskipun entah mengapa, cangkir teh yang dia benturkan terlihat baik-baik saja tanpa ada sedikitpun retakan.
"Hentikan pembahasan tentangku! Aku ke sini untuk memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Apakah kamu telah diperlakukan dengan buruk di sini? "tanya Lydia. Berusaha mengalihkan arah pembicaraan dengan wajahnya yang sedikit memerah.
" Aish ... dasar orang yang pemalu, "gumam Sharon dengan menghela nafas, "Tetapi aku baik-baik saja hingga saat ini. Kalian tidak perlu khawatir tentang itu . Jadi sampaikan juga kepada Rosalie bahwa aku baik-baik saja! "
"Baiklah,akan ku sampaikan. Akan tetapi ... apakah kamu tidak ada keinginan untuk kembali? Aku bisa saja loh~ mengancam Anastasius untuk segera mengembalikanmu ke Transylvania. " ungkap Lydia tanpa ragu.
Sharon yang mendengar itu hanya tersenyum kecut dan menjawab, "K-kamu tidak perlu melakukan itu. Lagipula aku sekarang telah memiliki anak. Aku akan tetap tinggal di sini ,selama mereka memperlakukan kami dengan baik. "
"Hmm ... jikalau ada itu kemauan mu,setidaknya aku akan mengancam Anastasius untuk memperlakukan mu dan anakmu dengan baik. "ucap Lydia.
Benar saja ... ujung-ujungnya juga masih akan tetap kena ancam ... semoga beruntung, Anastasius.
Ucap Sharon dalam hati dengan tulus. Meskipun sikap Anastasius yang seperti itu, Anastasius tidak pernah sekalipun memperlakukan Sharon dengan buruk .
Dan Sharon pun tidak terlalu membencinya, meskipun perlakuan Sharon terhadap Anastasius agak sedikit bisa dibilang kasar.
"Lalu ... dimana anakmu sekarang? Aku belum pernah melihatnya. " tanya Lydia dengan penasaran.
"Dia sedang istirahat di kamarnya sekarang. Mungkin anakku kelelahan setelah mengalami kejadian penculikan semalam. "ucap Sharon dengn tersenyum masam.
" Penculikan? "
" ... "
Setelah beberapa saat ragu sejenak, Sharon menceritakan masalahnya kepada orang yang paling dipercaya nya untuk saat ini.
"Sebenarnya ... anakku mempunyai tanda pahlawan di tubuhnya ... mungkin itu penyebab terjadinya penculikan terhadap anakku semalam ...." bisik Sharon sambil melirik sekeliling dengan waspada.
Takut akan anaknya yang mempunyai tanda pahlawan diketahui oleh orang lain.
__ADS_1
Bersambung ....