
"Bagaiman jika Nona mengingkari janjinya? "
Daisy bertanya , sambil meraih tangan Ariel.
"Ya... berjanji lagi~"
".... "
Daisy hanya terdiam, setelah mendengar Ariel berkata begitu.
Ariel yang melihat Daisy yang hanya terdiam dan berwajah lucu seperti itu, membuat dia menyeringai, menikmati saat-saat dia menggodanya.
"Fuu... hahahaha... maaf, aku hanya bercanda. Setidaknya, aku akan berusaha untuk tidak melanggar janji itu. " ucap Ariel dengan tertawa cekikikan.
Daisy yang kesal karena dirinya selalu dipermainkan, dia mendengus dan mengalihkan muka nya sambil menggembungkan pipinya.
"Humph.... "
"Sudahlah, jangan marah. Aku hanya ingin mengerjaimu sedikit. "
Ariel berkata, sambil membuang nafas lega dan berhenti tertawa.
"Jadi ,apakah kamu siap? "tanya Ariel kepada Daisy ,untuk memastikan apakah Daisy sudah mempersiapkan diri untuk meminum darah orang lain untuk yang pertama kalinya.
"...,Iya. Saya siap! "
Setidaknya hibur aku terlebih dahulu sebelum menanyakan itu !!!.
Keluh Daisy di dalam hati.
"Hmm... bagaimana caramu meminum darahku?.Apakah melalui leher seperti aku mengigitmu?. " gumam Ariel, memikirkan bagaimana caranya agar Daisy meminum darahnya.
Haruskah aku kembali dan tanya ibu?... tidak.
Tidak, tidak, tidak. Aku dengan susah payah berhasil melarikan diri dari pelukannya.Bagaimana bisa aku kembali dan menggali liang kubur ku sendiri?.
Ariel dengan cepat menggelengkan kepalanya. Membuang ide itu.
Pada pagi-pagi sekali, Ariel berhasil melarikan diri dari kamarnya Sharon. Setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan bagi Ariel semalaman.
"Hm... mengigit leher agak sedikit.... "Daisy tersipu malu.
" Sedikit apa? "tanya Ariel sambil menunjukkan lehernya dengan menyeringai.
" Baiklah. Sudah saatnya bagi saya untuk pergi. Permisi Nona. "Daisy menunduk hormat dan berbalik akan meninggalkan kamar ariel dengan kesal.
Tetapi sebelum hal itu terjadi, Ariel segera menangkap tangan Daisy dan menariknya.
" Baiklah, baiklah. Aku tidak akan bercanda lagi. Sekarang , bisakah kamu untuk tenang?. "tanya Ariel kepada Daisy sambil menggenggam erat tangan Daisy.
" Hahh... baiklah, tetapi ini yang terakhir! "tegas Daisy. Membuat Ariel menganggukan kepalanya dengan setuju.
"... ,Jika di leher tidak mau, bagaimana dengan jari ku?. " tanya Ariel,sambil memperlihatkan jari telunjuknya. Membuat pilihan lain untuk Daisy.
__ADS_1
"... ,Jika itu jari telunjuk Nona ,itu tidak apa-apa... namun, apakah Nona tidak masalah?. Membuat jari Nona terluka... " ucap Daisy, sambil melirik jari tangan Ariel yang putih dan bersih.
Membuatnya tidak merasa nyaman, jika harus melukai tangan seorang putri yang cantik itu.
"Tak ada masalah ... kamu tak perlu memikirkannya sampai seperti itu! , hanya sedikit melukai jari. Tak akan menjadi masalah besar bagiku. "Ariel berkata dengan santai.
Segera setelah itu, Ariel berjalan menuju meja yang di atasnya ada sebuah pisau di samping wadah buah-buahan.
Ariel mengambil pisau tersebut dan menyayat ujung jari telunjuknya. Tidak ada keraguan sedikit pun terlihat di wajah Ariel saat dia menyayat ujung jari tangannya sendiri.
setelah beberapa saat, darah menetes sedikit demi seikit dari ujung jari tangan ariel.
"Baiklah, cepat minum! Sebelum darahnya berhenti keluar. "pinta Ariel, sambil menyodorkan ujung jarinya kepada Daisy.
" Ba-baiklah.... "
Daisy dengan cemas menggenggam tangan Ariel dan memasukan jari tangan Ariel yang terluka ke dalam mulutnya.
"Umm... "
Dia menghisap darah yang keluar dari tangan Ariel dan menjilatinya sampai bersih.
"... ,Fuah "
Eemm... aku pikir, dia hanya akan meminum darah yang telah menetes dari tangan ku.
Tak ku sangka, dia langsung memasukan jariku ke dalam mulutnya.... bahkan sampai menjilatinya seperti itu....
Akan tetapi.Ariel tak menghentikannya, justru sebaliknya. Dia malah menikmati sensasi tangannya yang sedang di hisap oleh Daisy.
Emm... dia sungguh menggoda. Jika dia lakukan ini saat aku masih seorang laki-laki, aku akan langsung melemparkan dia ke tempat tidur.
Pikir Ariel. Kepalanya saat ini di penuhi dengan pemikiran-pikiran kotor.
Setelah beberapa saat Daisy meminum darah dari tangan Ariel. Daisy segera berdiri dan melepaskan tangan Ariel dari genggamannya.
Suasana di ruangan itu begitu aneh dan canggung. Membuat Daisy segera memikirkan topik pembicaraan.
"...,Ma-maaf Nona. Sepertinya saya terlalu berlebihan barusan.... "
Daisy mengalihkan pandangannya dengan tersipu malu.
"Apakah kamu menikmatinya? "tanya Ariel sambil menyeringai.
" Urgh...Nona sangat usil. "Daisy terdiam tak bisa menyangkal.
Apakah karena aku sekarang adalah seorang Vampire?... barusan aku menikmati sensasi saat meminum darah Nona....
Pikir Daisy dalam hati.
Baru pertama kali Daisy meminum darah orang lain dalam kehidupannya. Akan tetapi , itu bukan pengalaman buruk baginya.
Justru sebaliknya. Itu sesuatu pengalaman yang menyenangkan baginya. Baru pertama kali ini Daisy merasa lega setelah dia meninggalkan kediamannnya di wilayah manusia.
__ADS_1
Selama ini ,Daisy terus menjalani kehidupan sebagai seorang budak, bahkan dia sempat rindu untuk pulang ke wilayah manusia karena perlakuan yang buruk dirinya alami sebagai budak.
Akan tetapi,sekarang dia telah bersumpah setia kepada Ariel, dan akan mengikutinya selama masa hidupnya.
"Baiklah.Apakah sekarang kamu mengalami perubahan?. "tanya Ariel kepada Daisy dengan mata berbinar.
" Hm?... tidak ada perubahan khusus...."ucap Daisy sambil mengamati tubuhnya sendiri.
"Cih...membosankan sekali... " gumam Ariel dengan pelan.
Sebelum nya , Ariel membayangkan bahwa Daisy akan mendapatkan sebuah kekuatan misterius, atau berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda ,seperti yang sering Ariel baca dalam novel-novel.
Akan tetapi, itu tidak sesuai dengan apa yang telah dia bayangkan Ariel sebelumnya.
Daisy yang nampak baik-baik saja ,setelah dia meminum sedikit dari darah Ariel.
"Um,syukurlah jika berjalan lancar. Mulai sekarang, mohon bantuannya untuk kedepannya. " ucap Ariel sambil mengangguk dengan puas.
"Sa-saya juga ,mohon perlakukan saya dengan baik. " Daisy menunduk dengan hormat.
Ariel mengangguk dan berjalan menuju jendela sambil memandangi pemandangan di luar ruangan.
Sekarang aku mempunyai seorang pelayan wanita yang cantik dan seksi. Kamu tidak akan marah kan?...Shilvie.
Renung Ariel, sambil memandangi pemandangan luar dengan tatapan nostalgia.
***
Lima tahun yang lalu.
Di suatu tempat.
Di sebuah ruangan yang besar dan mewah. Terdapat sebuah benda yang terlihat seperti peti mati yang terbuka.
Akan tetapi,yang membedakannya dengan peti mati adalah ,tempat itu begitu terawat dan bersih.Serta ,dihiasi dengan hiasan-hiasan yang terlihat mewah.
Di tengah-tengah tempat itu ,ada seorang wanita yang tengah berbaring dengan tak berdaya ,seolah-olah dia dalam tengah mengalami kematian.
Akan tetapi.Orang-orang percaya, bahwa suatu hari nanti, dia akan terbangun kembali dan membimbing kembali Kerajaan mereka menuju puncak kejayaannya kembali.
Suasana nya yang sunyi, membuat suara sekecil apapun dapat terdengar dengan jelas jika memasuki ruangan tersebut.
Hingga suatu ketika. Ujung jari wanita yang berbaring di ruangan itu bergerak .
Beberapa saat kemudian,kelopak matanya secara perlahan-lahan mulai terbuka. Dia menatap langit-langit untuk beberapa saat, sebelum bangkit dan menganalisa situasi.
Wanita itu melihat ke sekeliling dan mengangguk, mengetahui bahwa itu adalah tempat yang sama sebelum dia memulai tidur panjangnya.
Wanita itu menghela nafas. Dan kata yang pertama kali dia ucapkan setelah terbangun kembali dari tidur panjangnya adalah.
"Ariel.... "
Bersambung....
__ADS_1