Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
101. Gara-gara Dinner


__ADS_3

...Happy Reading...


Suara denting piano terdengar mengalun dengan indahnya, memecah kesunyian didalam rumah bak istana yang kembali hanya terisi dengan dua pemiliknya, selain menjadi seorang pelayar, Lewis juga mahir dalam memainkan alat musik yang satu itu.


" Bang, kita dinner yuk?"


Gemintang yang melihat abangnya sering merenung akhir-akhir ini mencoba untuk menghiburnya.


" Malas lah aku pergi dinner dengan kamu, nanti mereka pikir kamu kekasihku, nggak laku lah abang nanti." Kilah Lewis yang kembali memainkan jemarinya diatas piano.


" Ceileeh... abang udah pengen banget punya pasangan lagi niye?" Ledek Gemintang yang langsung menggoda abangnya.


" Siapa sih di dunia ini yang ingin hidup sendiri?" Jawab Lewis dengan senyum tipisnya.


" Slebew... trus udah dapet gebetan belum nih ceritanya?" Gemintang langsung duduk disampingnya.


" Belum." Jawab Lewis dengan nada cuek.


" Bahaha... apalah abang ini, wajah handsome, body kekar, duit banyak, kartu unlimited, masak iya susah banget cari pendamping hidup?"


" Cih... emang kamu sudah dapat?" Lewis langsung menaikkan kedua alisnya.


" Sudahlah." Jaeab Gemintang dengan mantap.


" Secepat itu? siapa emang? kenapa tidak kamu kenalkan dengan abang? jangan sampai salah pilih lagi ya? jangan buta karena cinta seperti kisahmu dengan William itu."


Lewis langsung menghentikan permainan pianonya dan langsung ambil berat tentang kekasih baru dari adeknya itu.


" Elah... dulu tuh sebenarnya mas William itu baik bang, cuma karena penyakitnya itu aja dia jadi menggila seperti itu."


" Farah pun dulu baik dek, tapi sekarang kamu lihatlah, dia sudah seperti binatang yang tak tahu etika dan rasa malu."


" Kalau dia itu memang gila dari sononya, tapi kalau mas William itu sampai sekarang masih baik tau bang."


" Heh... kamu masih bela pria tak berguna seperti dia itu? katanya kamu sudah punya pacar."


" Aku bukannya membela dia bang, tapi memang dia itu..."


Namun ucapan Gemintang langsung di potong oleh abangnya begitu saja, rasa khawatir mulai timbul dari sosok abang, yang sudah merangkap sebagai wakil almarhum ayah dan ibunya.


" Dek... dengarkan aku, jangan permainkan hati seorang pria ya, kalau sampai dia tahu, sakitnya pasti bukan main, bahkan dia bisa menghalalkan segala cara untuk menyakitimu kembali Gem dan itu yang abang tidak rela."


Lewis tahu bagaimana rasa sakitnya, jadi dia tidak ingin ada pria lain yang bernasip sama seperti dirinya, apalagi itu karena ulah adeknya.


" Bukan begitu maksud aku bang." Gemintang bahkan tidak pernah terfikirkan akan hal itu.


" Kalau kamu memang sudah punya pilihan baru, abang nggak akan melarang, tapi tolong jangan jadikan dia sebagai pelampiasan hanya karena lukamu dengan mantan suamimu, kamu mengerti dek?" Lewis langsung memberikan nasihat yang terbaik untuk adeknya.


" Mengerti bang, aku paham dengan benar apa maksud dari abang itu dan aku memang tidak melakukan itu semua bang."


" Dek, perlu kamu ingat, kalau kamu senang abang pun ikut senang, kalau kamu sedih dan terluka, abang pun merasakan hal yang sama denganmu, jadi kalau kamu ingin abang bahagia, bahagiakan dulu dirimu sendiri, abang pasti akan mengikuti."


Ya Tuhan... bagaimana kalau abang tahu, hubungan baruku dengan mas Chris ditentang oleh orang tuanya hanya karena statusku, pasti abang akan sedih..


" Hmm... makasih bang, abang itu memang kakak terbaik diseluruh dunia." Gemintang langsung memelvk abang kandungnya dengan erat.


" Baru tahu kamu? kemana aja selama ini? Gem.. kalau di dunia ini kamu tidak lagi menemukan orang baik, jadilah salah satunya, okey."


" Pastilah... eh, abang sayang adek nggak sih?"


" Ya sayanglah."


" Kalau begitu kita pergi dinner lah bang, sekali-kali kenapa gitu ngedate sama adeknya?" Gemintang kembali ke topik utama.


" Dih.. kayak nggak ada manusia lain aja didunia ini yang bisa abang ajak ngedate?"


" Ayolah bang, nanti kalau ada gadis cantik lewat aku bilang deh kalau abang itu masih jomblo, kalau perlu aku tempelkan stiker dibaju abang, yang bertuliskan; AKU JOMBLO gitu!"

__ADS_1


" Enak saja, emang abang cowok apaan!" Lewis langsung menyentil kening adeknya itu.


" Atau mau aku iklankan abang di papan Baleho raksasa itu? biar semua orang tahu kalau abang Jomblo?"


" Awas saja kalau berani macam-macam, aku tenggelamkan kamu nanti."


" Makanya ayok, aku maksa banget ini bang."


" Ya udah, tapi ajak Sabrina sekalian ya?"


" Ngapain ngajak dia?"


" Daripada cuma berdua? kalau bertiga kan lebih rame, dan pasti orang mengira kita sahabatan semua, nggak mungkin juga kan bilang kalau abang punya istri dua?"


" Tapi Sabrina itu sudah menikah bang."


" Taulah, menikah siri kan?"


" Ya walaupun siri juga dia sudah sah menikah, nanti takut suaminya cemburu gimana?"


" Enggak lah, kan sudah biasa kita jalan bertiga, kita jemput dia yuk, dia pasti senang kalau kita ajak dinner bareng, eh.. ada Cafe baru loh di dekat kontrakannya, kita coba makan disana yuk?"


Gimana ya? mereka kan sekarang sudah saling suka? tapi kan memang kita sering makan bertiga, jadi nggak masalah ya kan kalau aku ajak dia skalian ?


" Ya udah deh, let's go!"


" Go.. go.. go!"


Akhirnya dua kakak beradik itu langsung menuju kontrakan Sabrina dengan semangat, sedari dulu mereka memang sering jalan bertiga.


Sabrina memang beruntung punya teman rasa saudara seperti mereka berdua, karena walau dia orang dari keluarga biasa, namun dia sering makan ditempat mewah dan berkelas.


Dan oleh karena itu, karena tidak bisa membalas dengan hal yang sama, Sabrina membalasnya dengan sebuah kebaikan dan ketulusan sebagai seorang sahabat, yang selalu ada dalam suka maupun duka.


Selain cepat, mobil mewah kakak beradik itu, juga tidak memiliki suara yang bising dan saat sudah sampai, Gemintang langsung turun mengetuk pintu.


" Assalamu'alaikum... Sabrina oh Sabrina!" Teriak Gemintang dari depan pintu seperti biasa.


Glodak!


Krompyang!


Pyaarr!


" Heh? suara apaan itu?"


Tiba-tiba terdengar suara berisik dari dalam rumah itu, bahkan sampai terdengar dengan jelas dari luar.


" Sabrina... are you okey?" Gemintang kembali mengetuk pintu kontrakan itu dengan cepat, takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


" Kenapa lama sekali? bukannya dia sendirian didalam kontrakan ini?"


" Eh.. tapi itu mobil siapa di sebrang jalan sana ya? kayak kenal deh?" Gemintang mengamati sebuah mobil mewah yang parkir disebrang jalan itu.


" Iya... iya... Gem, tunggu sebentar."


Akhirnya terdengar suara Sabrina dari dalam yang terlihat panik dan langsung mengalihkan perhatian Gemintang.


" Kamu kenapa?" Saat pintu terbuka, wajah Sabrina memang terlihat panik dan gelisah.


" Eh... nggak papa, i'm okey Gem, ada apa tumben malam-malam kesini?" Sabrina langsung membetulkan rambutnya yang sedikit acak-acakan.


" Suara apa tadi yang berisik-berisik?"


" Owh... bukan apa-apa, tadi ada tikus besar, aku kejar-kejar, eh... sampai nyenggol pot bunga sama gelas, sampai pecah deh."


" Itu kancingmu salah lobang, gimana sih pakai bajunya? masak iya jam segini udah ngantuk kamu?"

__ADS_1


Allohu akbar!


" Owh ini, astaga... tadi buru-buru karena tikusnya lewat, jadi nggak perasan kalau salah ngancingin baju, hehe.." Bahkan tangan Sabrina sedikit gemetar saat membetulkan kancing baju miliknya.


" Emang Gede banget tikusnya? coba aku lihat dulu, tangan kamu bahkan sampai gemetaran begitu loh?"


Ini bukan gemetaran karena takut tikus sob, tapi karena ulah musuh bebuyutanmu itu.


" Bukannya kamu takut tikus Gem? nggak papa, hampir kena kok tadi, ya biarpun meleset dikit, tapi it's okey, nanti biar aku coba lagi sampai berhasil ya."


" Ada bang Lewis kok di mobil, kalau kamu butuh bantuan, biar aku panggil abang ya?"


Mati aku!


" Enggak... enggak perlu, paling juga tikusnya udah sembunyi, jaman sekarang tikus memang paling bisa mencari tempat yang aman setelah mencari yang enak-enak ya kan?"


" Kasih racun aja, nanti juga mati sendiri."


Enak saja, dia kesayangan aku sekarang!


" Ahaha... gampang lah itu nanti, owh ya... ada apa? tumben bang Lewis juga ikut kemari?"


" Kami mau ngajak kamu dinner, yok buruan kita bersenang-senang malam ini!" Ajak Gemintang dengan nada riangnya.


" Dinner? tapi aku... emm... anu Gem itu..."


" Nggak ada tapi-tapian, ayoklah."


Aduh... gimana ini?


" Lain kali aja ya, aku sudah kenyang soalnya tadi."


" Hello? sejak kapan kamu menolak ajakanku? kita mau ke Cafe loh?"


Selama ini Sabrina memang tidak pernah menolak ajakan Gemintang tentang apapun dan dimanapun.


" Tapi aku sudah makan tadi, beneran Gem, lain kali aja ya?" Dia bingung harus memberi alasan apa karena memang dia tak pandai berbohong dengannya.


" Halah... bang Lewis nggak mau kalau cuma berdua denganku, takut menjatuhkan pasarannya, kalau begitu buatin kami mie rebus aja deh, biar aku sama abang Lewis makan itu aja disini."


Mampus gue, nggak boleh jadi ini, mana ada mas Peter lagi di kamar, masalahnya itu udah pakai baju belom tadi dia ya? aish...


" Eh.. jangan." Sabrina langsung mengangkat kedua tangannya.


" Kenapa? nggak boleh juga?"


Haduh... gimana ini, mana mas Peter tadi sudah ngambek lagi gara-gara gagal menendang bola? kalau Gemintang sama bang Lewis sampai masuk kedalam, pasti habis nanti mas Peter dibully Gemintang, semakin marah nanti dia denganku.


" Hehe... bukan nggak boleh, tapi lupa kalau mie rebus ku habis, ya sudah aku temani kalian makan diluar aja deh, nanti aku makan cemilan aja, aku ambil ponselku dulu sebentar, kamu tunggu disini aja."


" Kenapa sih, aneh deh loe? gue tunggu didalam deh, pegel berdiri."


Semoga mas Peter bisa mengerti deh, nggak mungkin kan aku jujur dalam keadaan begini? haduh, mana belum pake daleman juga, aish.. kacaulah.


" Didalam berantakan Gem, kamu tunggu di mobil saja, banyak pecahan gelas di rumahku, nanti kaki mulusmu itu terluka, okey!"


Apa yang dia sembunyikan dariku sebenarnya? ada apa didalam rumahnya? penasaran banget dah gue..


" Ya sudah, buruan ya Na!" Ucap Gemintang sambil mengumpat didalam hati.


" Okey, wait a minutes."


Sabrina langsung menutup pintu rumahnya dan berlari masuk, seperti orang yang sedang dikejar oleh Depkolektor.


TO BE CONTINUE...


Othor kasih bab puuuaaanjang hari ini, yang penting jangan lupa vote, like dan hadiahnya ya bestie kuh...

__ADS_1


__ADS_2