Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
29. Takut


__ADS_3

...Happy Reading...


Saat Gemintang masih mencoba mencari celah untuk menginterogasi suaminya, walau dia sudah menduga dari awal tidak akan pernah mendapatkan jawaban sesungguhnya, ponsel Gemintang tiba-tiba berbunyi, ada satu notifikasi pesan dari sahabatnya masuk.


Ting!


1 pesan diterima.


Gem... jemput gue, ada sesuatu yang harus gue bicarakan di luar kantor, kalau bisa sekarang juga.


Saat tahu itu pesan dari Sabrina, dia langsung terlihat kembali bersemangat.


" Emm... Sabrina kirim pesan mas, ada sesuatu yang urgent, kayaknya aku mau mandi aja trus langsung jemput dia." Gemintang langsung bangkit dari tidurnya.


" Kenapa lagi dengan Sabrina?"


" Mungkin masalah pribadi lagi mas, makanya dia mau ngobrol sebelum sampai dikantor."


" Masalah cowoknya lagi?" Tanya William yang langsung jengah saat mendengarnya.


" Mungkin, karena terlalu rumit masalahnya mas, aku sampai kasihan melihat dia setiap hari tersiksa batin seperti itu."


Padahal itu aku orangnya.


" Ya sudah... kalau begitu nanti kita jumpa dikantor ya, jangan ngilang lagi, kalau ada apa-apa langsung hubungi mas, okey." William tidak mungkin juga mencegahnya, karena kalau sudah membahas soal Sabrina, istrinya itu pasti tidak bisa diajak kompromi.


" Iya mas." Senyum tipis Gemintang tampilkan, agar perbincangan pagi itu segera selesai.


" Satu lagi?" Teriak William.


" Ya?"


" Aku siapkan sarapanmu di mobil nanti ya, jangan lupa dimakan okey?" Perhatian Suaminya memang terkadang patut diacungi jempol.


Aku sebenarnya tidak percaya dengan kenyataan ini, karena kamu selalu baik dan perhatian denganku mas, tapi ternyata masih banyak yang tidak aku ketahui tentang dirimu.


" Okey, makasih ya mas."


Bahkan aku sendiri sudah tidak bisa lagi membedakan bagaimana senyuman tulusmu dan bagaimana senyuman palsumu karenamu satu kesalahan darimu mas.


Gemintang segera berlari ke kamar mandi dan bersiap-siap menjemput Sabrina di rumahnya, kalau sudah seperti ini pasti ada masalah yang menyangkut tentang dirinya.


" Sayang.. sudah mau berangkat?"


Saat Gemintang berlari menuruni tangga, tiba-tiba terdengar suara teriakan suaminya dari arah meja makan, dan ternyata William sedang sarapan berdua bersama Farah.


Haish... apa mereka selalu sarapan berdua setiap pagi? huh.. ini salahku karena aku sering bangun kesiangan, tapi ya sudahlah... nasi sudah menjadi bubur, apa mau dikata?


" Hmm."


" Hati-hati dijalan ya, nggak usah ngebut, jangan lupa dimakan sarapannya, mas taruh diatas dashboard mobil tadi." Ucap William yang menoleh kearahnya.


*Eiits... p*agi-pagi pemanasan dulu asyik kali ya? biar mbak pelakor itu semakin kalap saat melihat keromantisan kami, haha..


" Mas... bagi amunisi pagi dong?" Tiba-tiba Gemintang berlari kearah tempat duduk suaminya.

__ADS_1


" Jangan lari-lari sayang, nanti kamu bisa jatuh." William langsung bangkit dan menangkap tubuh istrinya.


" Hehe... lowbat nih, butuh cas alami!" Gemintang langsung melompat ke dalam gendongan suaminya seperti bayi dan menautkan kedua tangannya dileher suaminya.


" Astaga kamu ini, kumat lagi?" William tersenyum saat kebiasaan Gemintang dulu kini kembali terulang.


" Kiss me." Rengeknya Gemintang pura-pura manja.


Cup


" Lagi." Pinta Gemintang yang sengaja ingin membakar emosi kakak iparnya yang sudah melirik kearah mereka.


Cup..cup


" One again, hehe..."


" Mau balik ke kamar lagi atau gimana nih?" Ledek William sambil menoel hidung mancung istrinya.


" Hehe, enggak deh.. aku sudah ditungguin sama Sabrina." Gemintang kembali berpura-pura seolah tidak ada masalah yang dia ketahui.


" Ya sudah, kita lanjut sepulang kantor mau?" Ucap William sambil menggeratkan pelvkannya.


" Okey, suamiku terrrrrr.. sayang, jangan nakal-nakal ya, nanti Tuhan bisa marah loh." Ucap Gemintang sambil menirukan gaya anak kecil.


Bukan hanya marah, bahkan mungkin akan menjadikan kalian berdua sebagai ahli Neraka.


" Ihh... jadi gemes banget aku sama istriku kalau begini." William langsung mencubit pipi Gemintang.


*Nye*sek nggak mbak lihatnya? ini belum seberapa kalau dibandingkan dengan kegilaan yang kalian lakukan selama ini bukan?


Gemintang melambaikan tangan dengan senyuman penuh diwajahnya, namun saat dia sudah berbalik badan, senyum itu langsung pudar, berganti dengan wajah penuh dengan kebencian.


Akhirnya mobil Gemintang sudah memasuki pelataran rumah Sabrina, dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, karena sudah tidak sabar mendengar info dari sahabatnya itu.


" Na... sudah siap belom? aku sudah didepan rumah kamu ini." Teriak Gemintang sambil mengetuk pintu rumah Sabrina.


" Masuk dulu." Ucap Sabrina dengan wajah yang seriusnya.


" Ada apa sih Na? apa suamiku benar-benar sudah menyelewengkan uang kantor juga?" Tanya Gemintang yang sudah menduga-duga.


" Kemarin aku sudah mengeceknya, namun aku tidak melihat ada kejanggalan dalam transaksi satu tahun kebelakangan ini." Jawab Sabrina yang juga ikut merasa aneh.


" Kalau dua atau tiga tahun yang lalu bagaimana?" Tanya Gemintang.


" Hmm.. aku belum sempat memeriksa semuanya, karena jam kantor sudah selesai, kalau aku tetap melanjutkannya nanti karyawan lain akan mencurigaiku lagi."


" Iya juga ya, trus gimana dong? sebenarnya apa yang dia incar dalam perusahaanku?"


" Entahlah, tapi aku takutnya suatu saat nanti kalau kalian bercerai dia bisa mengambil alih perusahaan kamu." Sejak tadi malam dia memikirkan akan hal itu.


" Sedih aku tuh kalau denger kata bercerai?" Umpat Gemintang tiba-tiba.


" Nggak usah melow deh, ini bukan waktunya menjadi wanita lemah, kita harus mengusut tuntas hal ini Gem!"


" Ckk... trus aku harus bagaimana?"

__ADS_1


" Kamu harus belajar mengelola perusahaan itu sendiri Gem." Sabrina sudah memikirkan matang-matang tadi malam.


" Ya nggak mungkinlah, aku belum berpengalaman dalam hal mengelola perusahaan?"


" Apa suami loh punya saham juga diperusahaan itu?"


" Hmm... ada beberapa persen sih dulu seingatku."


" Woah... bisa gawat ini."


" Gawat kenapa?"


" Kalau misalnya kalian bercerai nanti, bisa-bisa suami gila kamu itu dengan mudahnya bisa mengambil alih semua klien dan investor di perusahaanmu. Jadi mau tidak mau perusahaanmu jadi tergantung oleh keberadaan William, dan itu akan sulit untukmu Gem." Wajah Sabrina terlihat serius.


" Ckk... trus aku harus apa dong?"


" Belajar bisnis, belajar mengelola perusahaan kamu."


" Trus buat apa aku susah-susah mengambil kamu dari perusahaan Chris dong Na?"


" Aku ini cuma bagian keuangan Nyai, bukan bagian CEO, jadi mana aku tahu hal-hal seperti itu."


" Jadi solusinya apa dong Na, jangan bikin gue panik dong?"


" Belajarlah!"


" Sama siapa? kalau sama mas William sendiri nanti dia bisa curiga kan?"


" Iya juga ya... ehh, kan ada si Bos Datar sama asisten gilanya itu kan, kamu bisa sekalian belajar saja dari mereka."


" Kok dia sih?"


" Asal kamu tahu saja, semenjak kedatangan pak Chris dan Peter ke perusahaan kami dulu, omset kami langsung naik tiga kali lipat, sedangkan saat dipegang ayahnya, saham kami terus-terusan anjlok." Jelas Sabrina.


" Tapi kenapa harus dia? apa nggak bisa yang lain gitu, aku tuh lagi berusaha menghindarinya, atau setidaknya lebih mengatur jarak dengannya."


" Kenapa harus menghindarinya? apa terjadi sesuatu dengan kalian berdua?"


" Bukan begitu tapi ini--?


" Ini kenapa, coba cerita Gem?" Sabrina menatapnya dengan curiga.


Ini masalah jantung dan hati yang sering tidak terkontrol saat berdekatan dengannya, ketahuilah Sabrina, aku sedang menjaga hati dan semua yang tidak halal untukku.


" Ckk... ya sudahlah, mau gimana lagi kan?" Akhirnya Gemintang tidak punya cara lain.


" Berarti kamu setuju kan? okey cepat hubungi dia sekarang." Sabrina langsung terlihat semangat.


" Kok sekarang sih, kita kan harus ke kantor dulu?"


" Lebih cepat lebih bagus Gem, lagian mau ngapain juga kamu ke kantor, paling cuma mau iseng ngrecokin kerjaan gue doang kan, sudah sana pergi, kita tidak punya waktu yang banyak Gem, go go Cayo!" Sabrina langsung mengibaskan tangannya untuk mengusir sahabat baiknya itu.


Haduh hati... tolong kerja samanya ya nanti, jangan mudah meleleh dengan perhatian lawan jenis, ya Tuhan tolong jaga pandangan Hambamu yang lemah imin ini.


Mau tidak mau Gemintang tidak punya jalan lain, memang salahnya yang selalu mengabaikan hal ini sejak dulu, ternyata tidak ada yang bisa kita percaya seratus persen didunia ini, bahkan orang-orang yang paling kita cintai sekalipun.

__ADS_1


..." Jangan merasa penting dalam kehidupan seseorang. Ingat, hati manusia mudah berubah, hari ini kamu sangat berharga, tapi mungkin esok hari kamu sudah tidak berguna baginya."...


__ADS_2