
...Happy Reading...
Hujan semakin malam semakin tambah lebat, guntur dan petir saling bersahutan diatas sana, Gemintang masih menerjang derasnya air hujan tanpa arah dan tujuan, hingga tanpa sadar mobilnya berbelok ke sebuah apartement mewah.
" Aish... aku takut mengemudi saat kondisi cuaca seperti ini." Bahkan tangannya pun masih terlihat gemetaran sampai sekarang.
" Ehh... ini bukannya apartementnya mas Chris?" Gemintang menoleh ke kanan dan ke kiri, untuk memastikan setiap sudut parkiran itu.
" Aaaaaaa... ternyata bukan cuma pikiranku, mobilku pun sama-sama mencari dirinya."
Gemintang menghantukkan kepalanya di bundaran stir mobil miliknya, entah apa yang membawanya kemari, dia pun seolah tidak sadar sudah mengendarai mobilnya sampai kesini.
" Aku harus bagaimana? apa aku minta maaf saja dengannya, tapi apa salahku?"
" Salahkah aku jikalau sudah menikah? lagian rumah tanggaku juga sudah hancur, tapi apa hubungannya dengannya?" Gemintang menggaruk tengkuknya sendiri, merasa bingung pada akhirnya.
" Tapi aku sangat membutuhkannya saat ini, aku harus bisa mengelola perusahaanku sendiri suatu saat nanti."
" Harusnya aku bertahan saja tadi, sampai aku bisa mengambil alih perusahaanku dulu dan menjalankannya sendiri, tapi hatiku bukan terbuat dari besi baja yang tahan banting, melihat mereka berbuat gila seperti itu didepan kedua mataku hatiku teramat sakit Tuhan, tolong bantu hambamu yang lemah ini, hiks.. hiks.."
Pipi yang masih belum kering, kembali basah lagi malam ini, Gemintang terisak dengan wajah yang dia sembunyikan dikedua tangannya.
Tin.. tin.. tin..
Hingga suara klakson mobil dan cahaya terang yang menyilaukan pandangannya, yang sedikit kabur karena kedua matanya sudah terlalu lelah meneteskan air mata yang tiada henti.
" Woi... kalau parkir yang benar dong! kamu kira ini parkiran nenek moyang kamu apa!"
Setelah itu terdengar suara teriakan dari pemilik mobil itu, suaranya terdengar kasar, seolah ingin mengajak Gemintang untuk berperang.
" Siapa sih berisik amat, tapi kayak aku kenal suara cemprengnya itu!" Gemintang menghidupkan kembali mobilnya dan ingin memundurkan letak mobilnya, yang memang menghalangi jalan mobil yang akan masuk.
Tadi dia memang sembarangan berhenti di parkiran, karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul dua malam, jadi Gemintang berfikir sudah tidak ada orang yang beraktifitas lagi pada jam segini.
" Hellow... bisa cepet nggak! punya Sim nggak sih luu, jangan-jangan cuma nembak ya dulu!" Teriaknya kembali dengan nada suara yang tidak sedap didengar telinga.
" Iya... bisa sabar nggak sih, ini lagi mau dimundurin!" Balas Gemintang dengan suara paraunya.
" Heh.. SUMARNI, ngapain elu disini jam segini!"
Ternyata Peterlah orangnya, dia langsung berhenti dan memilih keluar dari mobil itu dan langsung berkacak pinggang didepan pintu mobil milik Gemintang.
" Ternyata elu Sumarno! pantesan kayak hafal suara jelekmu itu, dasar skuter!" Gemintang akhirnya ikut keluar dari mobilnya.
" Ini dia nih biang keroknya, tanggung jawab kamu!" Peter langsung memelototkan kedua matanya seolah menyalurkan semua rasa kekesalannya kepada Gemintang.
" Kenapa aku? apa salahku? jangan asal menyalahkan orang kamu!" Gemintang yang tidak tahu duduk permasalahannya tidak terima begitu saja disalahkan karena seingatnya, dia tidak punya permasalahan dengan Peter.
" Noh... Chris m@bok udah kayak b@ngkai hidup yang tidak bertulang!" Peter menunjuk mobil yang dia bawa tadi.
" Owh... dia pasti masuk angin, jadi m@bok saat naik mobilnya, nggak papalah, kasih minyak angin saja juga nanti sudah sadar." Jawab Gemintang dengan entengnya.
" Dasar mak Lampir, kamu pikir Chris orang udik yang tidak pernah naik mobil gitu, dia m@bok @lkohol, bukan m@bok kendaraaan, Sumarni!" Kekesalan Peter semakin memuncak saat mendengar umpatan Gemintang.
" Apa? apa dia memang suka minuman seperti itu selama ini?" Gemintang langsung memicingkan kedua matanya.
" Sudah aku bilang ini semua gara-gara kamu, dari dulu dia tidak pernah menyentuh minuman neraka itu, tapi gara-gara kamu dia seolah dirasuki syaiton sampai tidak sadarkan diri karena menghabiskan dua botol besar air neraka itu. Sekarang aku tidak mau tahu, urus dia sampai Chris kembali sadar seperti semula!"
Peter langsung menarik lengan Gemintang dan membawanya mendekat kearah Chris yang tergeletak dikursi belakang.
" Astaga mas.. kenapa sampai begini?" Bau alk○hol tercium sangat pekat disana dan tanpa sadar Gemintang mengusap rambut Chris yang sudah berantakan.
" Masih pake nanya lagi, coba kalau kamu bukan istri orang, dia tidak akan menggila seperti ini!" Hardik Peter dengan emosi yang membara.
" Ckk... siapa suruh dia suka sama istri orang!"
" Heh... kau ya!"
__ADS_1
" Emang gimana ceritanya tadi?"
" Tadi tuh... emm..."
Peter langsung menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum menceritakan kejadian Chris yang terkapar di sebuah Bar terbesar di kota itu.
Flashback
" Chris... kamu mau kemana?" Peter mengejar langkah Chris dengan sedikit berlari.
Namun Chris hanya terdiam saja tanpa bersuara, raut wajahnya terlihat tegang, pandangannya terarah kedepan, tidak menggubris suara Peter yang memanggilnya sedari tadi.
" Chris... ayolah, masak cuma gara-gara Gemintang kamu jadi begini?" Peter seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
" Apa? cuma kamu bilang?" Chris langsung menghentikan langkahnya.
" Chris... masih banyak wanita di luaran sana yang mengejar-ngejar kamu, kalau kamu mau aku bisa datangkan wanita yang lebih dari Gemintang dalam segi apapun, sekarang juga!" Ucap Peter yang memang jarang meladeni wanita-wanita yang berusaha mendekatinya dan bosnya itu kemarin-kemarin.
" Tapi tidak ada satu pun wanita yang menarik perhatianku kecuali dia." Jawabnya dengan mantap.
" Bukannya kamu melamar dia karena suruhan ayahmu? bukan karena hatimu kan? kenapa kamu seolah merasa terkhianati dengan status Gemintang yang sudah menikah?" Peter langsung mengingat cerita sebelumnya.
" Heh? iya juga sih... tapi? aish... kamu tidak akan pernah tahu kalau belum merasakannya sendiri!" Chris langsung masuk dan membanting pintu mobilnya, sedangkan Peter langsung saja masuk ke kursi bagian samping kemudi tanpa banyak bertanya lagi, karena menurutnya Chris sudah jatuh terlalu dalam ke hati sosok wanita yang bernama Gemintang.
Setelah mereka membisu dalam perjalanan, tiba-tiba Chris membelokkan mobilnya ke sebuah Bar terbesar di kota itu.
" Heh... kamu yakin mau kesini?" Peter langsung membulatkan kedua matanya saat melihat tempat yang sama sekali tidak pernah mereka kunjungi selama ini.
" Why not." Jawab Chris dengan santai dan langsung berjalan melenggang memesan kursi Vip disana.
" Wow... ide yang bagus, mari kita bersenang-senang, haha."
Saat mendengar dentuman musik dan suara Dj yang enerjik sontak Peter langsung menggoyangkan bahu dan tangannya mengikuti irama sambil bersiul-siul ria, sedangkan wajah Chris masih lempeng saja seperti jalan tol.
" Pesankan aku minuman paling mahal dan paling enak disini." Ucap Chris yang langsung duduk sambil menopang satu kakinya, melihat ramainya orang berjoged ria didepan sana.
Wah... apa aku carikan beberapa gadis saja untuk menghiburnya ya, dia kan galau karena Gemintang ternyata istri orang, pasti akan terobati kalau ada wanita cantik dan seksih yang menghiburnya.
" Antarkan minuman termahal di kursi Vip dan satu lagi, antarkan beberapa gadis cantik yang belum terjamah oleh banyak orang, nanti aku bayar lebih, apa masih ada?" Tanya Peter yang sudah berlagak seperti buaya.
" Tentu tuan, kami punya stok gadis banyak disini, asalkan berani bayar lebih, kami kasih yang masih ori."
" Uang tidak akan jadi masalah dihidupku, datangkan yang terbaik dan ter ori." Jawab Peter dengan mantap.
" Siap, bisa di atur tuan." Jawab Pelayan Bar itu yang langsung bergerak mencari apa yang Peter pesan.
" Selamat malam tuan, ini minuman terbaik disini dan juga saya akan memberikan pelayanan yang terbaik juga untuk anda." Seorang gadis putih, tinggi langsing tiba-tiba datang menghampiri dengan membawa beberapa botol ditangannya.
" Awas... jauh-jauh kamu!" Chris langsung mengibaskan tangannya dan langsung menyambar satu botol air neraka itu dan ditenggaknya habis tanpa jeda.
" Chris, are you okey? aku baru tahu kalau kamu pandai minum?" Peter langsung melongo melihat Chris yang sudah membuka satu botol lagi.
" Biar saya pijit tuan?" Gadis yang berpakaian minim serta make up yang mencolok mata itu langsung meletakkan kedua tangan lembutnya di punggung kekar Chris.
" Tidak perlu." Tolak Chris dengan kasar.
" Jangan menolak tuan, aku akan melayani anda sampai pu@s dan yang pasti akan ket@gihan malam ini." Gadis Bar itu langsung saja menempelkan dua aset berharganya ke tubuh Chris agar dia tergoda.
Praanggg!
Chris langsung menyempar botol-botol dihadapannya sampai pecah dan jatuh berserakan.
" Sudah aku bilang pergi jauh-jauh dariku, apa telingamu sudah tidak berfungsi, hah!" Tangan Chris bahkan sampai berdarah dibeberapa tempat karena terkena pecahan kaca itu.
" Aww..." Gadis Bar itu langsung terkejut dan beringsut memundurkan langkahnya dengan wajah yang ketakutan, baru kali ini dia melayani pria yang menolak dengan sentuhan lembutnya.
" Chris... jangan begitu!" Peter merasa tidak enak sendiri, karena memang dia yang memesan gadis itu tadi.
__ADS_1
" Diam kamu, bawa dia pergi atau aku yang akan mengantarkan dia pergi jauh dari muka bumi ini." Teriak Chris semakin tidak terkendali dan langsung menjadi pusat perhatian disana. Namun karena mereka berada di meja VIP jadi tidak ada yang berani mengusiknya.
Seketika gadis bayaran itu langsung berlari menjauh dengan wajah panik dan ketakutan yang teramat sangat, karena Chris memegang pecahan botol yang terkena aliran darahnya kearah wanita itu.
" Astaga Chris... ayo kita pulang!" Peter yang jadi panik sendiri.
" No!" Teriak Chris yang langsung menenggak satu botol minuman itu kembali sampai ludes.
Karena Chris memang tidak terbiasa minum seperti itu, dua botol besar saja sudah langsung membuat kewarasannya hilang hampir tujuh puluh persen, dia mengoceh sesuka hatinya.
" Aish... belum juga menikmati suasana tempat anak muda jaman now, dia sudah menggila, kalau begini caranya bisa gawat, hei... kaum Adam, jangan pernah kalian jatuh cinta, asal mantep terjang aja langsung, daripada bikin orang sakit hati." Umpat Peter yang langsung memapah Chris untuk keluar dari sana sambil ikut mengumpat sesuka hati.
" Gem.. Gemintang.." Chris terus saja meracau saat perjalanan masuk kedalam mobilnya.
" Aku bukan Gemintang, woi... sadarlah Chris!" Peter susah payah memapah tubuh kekar Chris untuk masuk kedalam mobil.
Bruk!
Saat Peter menjatuhkan tubuh Chris kedalam mobil, tiba-tiba Chris ikut menarik tubuhnya, sedangkan Peter yang hilang keseimbangan langsung jatuh keatas tubuh Chris.
" Gemintang... kenapa saat itu kamu nggak bilang kalau sudah menikah!"
" Aku Peter woi, lihat aku baik-baik." Peter ingin berdiri namun pelukan Chris terasa sangat kuat melilit tubuhnya.
" Padahal kita pernah tidur bersama, berpelukan seperti ini ya kan?" Ucap Chris yang semakin menggila dan menggeratkan pelvkannya.
" Hei... Chris jangan gila kamu!" Peter ingin menghindar namun jok mobil mereka tidak begitu luas jadi susah untuk Peter bergerak dan meloloskan diri.
" Kau tahu... saat itu jantungku berdegub sangat cepat sekali!" Celoteh Chris kembali.
" Jangan... jangan gila kamu Chris!" Peter semakin prustasi saat Chris menarik dagunya dan mendekatkan kewajahnya.
" Apalagi saat melihat bibiir kamu yang seperti bayi ini, ingin sekali aku menikmatinya saat itu!" Chris langsung mer@b@ bibiir Peter dengan gair@h yang memb@r@.
" Aaaaaaaaaaaaaaaa.... stop Chris! ini aku Pe... Pe... Peter!"
Cup..
Cup..
Cup...
Chris langsung saja menyambar dan melvmat habis bibiir Peter, tanpa memperdulikan rengekan Peter yang kemudian langsung syock seketika, tanpa bisa berbuat apa-apa.
Flashback end
" Hooeeerrrkkkk... hooerrkkk!"
Saat baru mengingat kejadian di mobil itu saja, Peter langsung ingin muntah, tragedi civman dari Chris itu sungguh sangat membvat Peter prustasi dan menjadi sebuah moment yang tidak pernah ingin dia ingat seumur hidupnya.
Bayangkan saja, Chris bukan hanya menempelkan bibiirnya, dia bahkan mengeksplore rongga mulvt Peter dengan ganasnya, walau dalam kurun waktu beberapa detik saja, namun seolah sudah membekas seumur hidupnya.
Andai saja yang melakukan itu seorang perempuan Peter bisa memakluminya, namun kenyataannya mereka adalah sama-sama Ayam Jago.
" Heh... skuter? are you okey?" Gemintang mencolek lengan Peter yang malah bengong sendiri seperti sapi ompong.
" Hiiiiiiiiiiii... kamu urus sajalah dia! mau kamu apain dia juga terserah, yang pasti jangan biarkan dia mati, itu saja, BYE!" Peter langsung mengambil langkah seribu, karena tubuhnya tiba-tiba kembali meremang.
" Woi... trus gimana ini? Peter... kamu mau kemana? bantuin gue dulu dong?"
" Aish... astaga tangannya juga luka, hah.. dimana-mana lelaki emang pada nyusahin ya!" Teriak Gemintang yang bingung harus berbuat apa tapi kasihan juga melihatnya.
Sedangkan Peter sudah tidak perduli lagi, dia langsung memilih berlari mencari taksi saja dan ingin segera pulang untuk menyikat gigi puluhan kali, karena dia sudah yakin Chris pasti akan aman ditangan Gemintang.
..." When you get what you want, thats Alloh's direction. When you don't get what you want, thats Alloh's protection."...
...(Ketika anda mendapatkan apa yang anda inginkan. itu petunjuk Alloh. Ketika anda tidak mendapatkan apa yang anda inginkan, itu perlindungan Alloh)...
__ADS_1