Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
59. Insiden


__ADS_3

...Happy Reading...


Sepanjang perjalanan menuju ke Apartement Chris, Gemintang hanya terdiam saja, dia bergelut dengan pikirannya sendiri, bahkan rasa kantuk didirinya tiba-tiba hilang begitu saja. Hingga akhirnya mobil Chris sudah memasuki parkiran apartementnya.


" Ayo kita turun, kita istirahat diatas." Chris keluar mobil sambil mengeliatkan tubuhnya yang terasa pegal.


" Aku mau langsung pulang saja mas, kunci mobilku ditaruh dimana?" Tanya Gemintang yang memang sudah kalut pikirannya.


" Sarapan dulu, trus istirahat sebentar baru pulang, kamu kan belum sempat tidur juga tadi." Chris tidak memperdulikan rengekan Gemintang dia terus saja melangkah sampai masuk kedalam apartementnya.


" Aku sarapan dirumah aja mas, ada bibi kok, pasti dia sudah masak banyak." Jawab Gemintang yang memang tidak memiliki nafsu makan akhir-akhir ini, seolah apa yang dia makan terasa hambar rasanya.


" Perut kamu kosong loh, belum terisi apa-apa dari tadi malam, kamu sendiri kan yang bilang kalau tidak baik berkendara saat mengantuk?"


" Nggak papa mas, jarak rumahku dari sini bukannya jauh pun, mana kunciku mas, aku mau pulang sekarang." Dia tetep kekeh dengan keinginannya.


" Kamu ini bandel banget jadi orang, setidaknya sarapan dulu."


" Kelamaan kalau harus pesan makanan juga, apalagi masak, bang Lewis nanti khawatir denganku." Gemintang mulai mencari-cari alasan, entah mengapa firasatnya tidak enak pagi ini.


" Duduk kamu, aku buatkan sarapan roti bakar sebentar, nggak akan lama." Chris langsung melotot saat pendapatnya dibantah oleh orang lain.


" Tapi mas.."


" Duduk atau nggak usah pulang sekalian, aku buang juga kunci mobilmu nanti." Chris meliriknya dengan tatapan tajam sambil berjalan kearah dapur bersih di sudut ruangan.


" Iya... iya... udah mirip kayak ibu tiri saja mas ini, bahkan ibu tiri jaman sekarang baik-baik lagi." Umpat dirinya sambil membantingkan tubuhnya diatas sofa empuk diruang tamu.


Saat roti bakarnya selesai dibuat, Chris membawakan sepiring roti bakar itu kearah sofa dimana Gemintang berada.


" Pantesan nggak ngoceh, ternyata dia tertidur." Chris meletakkan piring itu ke atas meja dan memilih duduk disamping Gemintang sambil membenahi posisi tidur Gemintang.


" Lucu juga ternyata dia kalau tidur, mirip banget kayak boneka teddy bear, pipinya ini, diihh... gemes banget sama istri orang yang satu ini." Bahkan Chris menoel pipi Gemintang berulang kali.


" Semoga urusanmu cepat selesai dan aku akan membawamu pulang sebagai kekasih asli, bukan kekasih setingan lagi, okey?" Chris mendekatkan wajahnya kearah Gemintang, ingin melihat secara detail dan dari arah dekat makhluk ciptaan Tuhan yang sudah berhasil menggoyahkan pendiriannya selama ini.


" Kamu benar-benar imut sekali, bod○h sekali suamimu itu, dapet orang semanis kamu kok disia-siakan, semoga kamu cepat jadi janda, sudah nggak sabar aku pengen lihat wajah kamu tiap hari, apalagi saat tidur seperti ini." Chris menumpukan kedua tangannya ditepi sofa sambil terus mengamati wajah Gemintang dari dekat.


" Hmm... sudah belum mas." Gemintang berbicara seolah setengah sadar sambil membenahi posisi tubuhnya.


" Sudah dong." Jawab Chris tanpa mengubah posisinya.


" Hah?"

__ADS_1


Saat Gemintang membuka kelopak matanya sedikit, dia terkejut bukan main, karena seolah wajah Chris memenuhi kedua pandangannya.


Bruk!


Karena Gemintang kaget, sontak dia menggerakkan tangannya kesembarang arah dan akhirnya malah menggeser kedua tangan Chris yang bertumpu ditepi sofa.


Dan akhirnya...


Cup!


Kedua bibir kenyal itu berhasil menyatu dengan sempurna.


" Aaaaaaaaaa... mas ngapain disitu!" Teriak Gemintang seketika.


Setelah beberapa detik mereka baru tersadar dan Gemintang langsung mendorong tubuh Chris sekuat tenaga.


" Eherm... eherm... aku... aku hanya ingin membangunkanmu saja tadi." Jawab Chris dengan wajah yang sulit digambarkan.


Walaupun hanya sekejab saja, namun ternyata bagi Chris itu sudah berjuta rasanya.


" Tapi nggak harus sedekat itu juga kan mas, kan jadi kecelakaan!"


Mana enak lagi... astagfirulloh...


" Kecelakaan apa sih, ini roti bakarnya dimakan, katanya nggak mau lama." Chris langsung beranjak pergi dari sana.


" Mas mau kemana?"


" Mau mandi, bibiirku sudah tern○dai olehmu!" Umpat Chris sambil menaikkan kedua sudut bibirnya, tanpa menoleh ke arah Gemintang.


Andai Gemintang dapat melihat senyuman Chris kali ini, mungkin dia akan kesengsem karena melihat senyuman terindah yang pernah terlukis diwajahnya.


" Dih... orang nggak sengaja!" Umpat Gemintang tidak terima.


" Kunci mobilmu ada diatas meja, kalau sudah sampai ngabarin, hati-hati dijalan." Chris berteriak sebelum dirinya menghilang disebalik tembok kamarnya.


" Ckkk... iya!"


Gemintang tetap saja kesal, seolah dialah pelaku utama terjadinya insiden tabrakan bibiir ini.


Gila... sensasi istri orang memang beda, candu banget!


Padahal Chris bukannya mau mandi, dia sebenarnya ingin langsung tidur saja, sambil mengingat kembali adegan ekspres yang membuat hatinya berdebar-debar walau hanya bertemankan dengan bantal guling.

__ADS_1


Seingatnya, bibiirnya itu baru pertama kalinya tersentuh, padahal Peter lah yang pertama kali tern○dai olehnya.


" Mending gue langsung pulang aja deh, daripada banyak syaiton lewat disini, wah... bisa bahaya nanti."


Karena malunya juga masih tersisa, akhirnya Gemintang memilih membawa saja roti bakarnya dan memakannya sambil berjalan menuju parkiran mobil.


Sepanjang perjalanannya dia kembali memikirkan keadaan William, dia jadi bimbang, harus bagaimana menghadapinya, namun yang pasti untuk kembali lagi melanjutkan bahtera rumah tangganya itu sudah tidak mungkin lagi.


" Ckk... kenapa aku harus ketemu dokter itu, kan aku malah jadi kasian sama mas William."


" Entah sejak kapan dia mengalami gangguan itu?"


" Kenapa dia tidak mau jujur denganku?"


" Fuuuhh... apa begitu payahnya diriku yang dulu, sampai kamu tidak mempercayaiku mas?"


" Aku masih kuat loh, mau banting kamu berulang kali juga masih bisa."


" Ckk... kamu benar-benar meremehkan aku!"


" Aish... pengen banget aku potong-potong itu terong, trus aku jadiin sayur lodeh!"


" Apapun itu, kamu tetap saja salah mas, kalau kamu punya masalah yang tidak bisa kamu bagi denganku, harusnya kamu mendekatkan diri dengan sang Pencipta, bukan berlari kepelukan wanita lain, apalagi dia kakak iparku sendiri."


Setelah mengumpat sana sini, akhirnya Gemintang memasuki kawasan elit rumahnya dan saat dia ingin memasuki gerbang rumahnya dia melihat ada sebuah mobil terparkir disana.


" Mobil siapa itu?" Gemintang langsung melewatinya saja.


Namun tanpa sengaja kedua matanya menangkap tubuh seseorang yang sangat dia kenali duduk berjongkok didepan mobil dengan satu batang rokok ditangannya dan beberapa puntung rokok yang berserakan dibawahnya.


" Asiaaal... ngapain juga dia ada disini!" Umpat Gemintang dengan tidak bersemangat.


" Gemintang!" Teriaknya saat melihat mobil Gemintang melewatinya.


" Fuuuhh... menghindar bukan jalan penyelesaian masalah, okey... hadapi dia, selesaikan sekarang juga!"


Gemintang keluar dan langsung membanting pintu mobilnya dengan kuat, seolah mencari sumber kekuatan, agar terus bisa menjadi wanita kuat.


Lucu bukan?


'Dunia' menuntunmu berdamai dengan keadaan, sementara keadaan membunuhmu perlahan, badanmu dibanting, otak kamu di cuci, hatimu ditikam, tapi harus tetap 'Kuat' didepan orang-orang...


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2