Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang

Ketika Ranjangku Kembali Bergoyang
43. Abang


__ADS_3

...Happy Reading...


Segala sesuatu berakhir, orang bertemu dan berpisah, tapi yang akan tetap bersama Anda dalam hati dan pikiran, adalah orang baik yang mensyukuri apa adanya Anda.


" Mas... emang kenapa tadi malam m@buk? kata si Peter semua gara-gara aku, emang salah aku apa sih mas?" Daripada sepi, Gemintang sekedar mencari obrolan santai.


Mereka berdua akhirnya sarapan dengan membeli makanan secara online, karena Gemintang benar-benar tidak diizinkan untuk pergi dari sana pagi ini.


" Ckk... Peter itu sok tahu, aku hanya ingin minum saja tadi malam."


Gengsi adalah hal yang selalu Chris junjung selama ini, apalagi didepan seseorang yang sudah mengubah perasaannya menjadi tidak menentu.


" Mas beneran suka sama aku?" Bukan Gemintang kalau tidak bisa membuat orang jungkir balik dihadapannya bahkan secara langsung.


" Siapa yang bilang? percaya diri sekali kamu!" Chris langsung mengelak walau dalam hati lain cerita.


" Cie... yang nggak mau ngaku?" Ledek Gemintang sambil menikmati sarapan paginya.


" Nggak ada ya, aku cuma disuruh ayah aja buat serius sama seorang wanita, tapi yang jelas jangan istri orang!" Chris langsung membuang pandangan ke sembarang arah.


" Maaf ya mas, seharusnya aku menceritakan statusku sejak awal, jadi mas nggak akan salah paham denganku seperti ini." Gemintang malah jadi menyesal sendiri, dia tidak berfikir Chris akan berada ditahap sejauh ini dengannya.


" Bukan begitu juga Gem." Walau terlihat arrogant namun saat mendengar kata maaf yang tulus dari Gemintang, dia merasa tidak enak hati sendiri jadinya.


" Kalau memang belum terlalu dalam, sebaiknya mas mencari wanita lain saja, yang masih single, aku yakin pasti banyak yang berharap dipilih oleh mas." Gemintang mencoba berbicara dari hati ke hati.


" Gem.." Chris langsung meletakkan sendoknya dan menatap Gemintang dengan intens.


" Aku merasa tidak pantas dipilih oleh orang seperti mas, aku sudah gagal mempertahankan rumah tanggaku, apa mas tidak takut jika terlalu jauh berhubungan denganku akan bernasip sama nantinya?"


Gemintang tidak ingin memberikan harapan yang terlalu tinggi, sedangkan diawal dulu yang dia bayangkan bisa menua bersama William saja, akhirnya hubungan itu juga harus kandas dalam kurun waktu lima tahun saja.


" Maksud kamu apa!" Chris tidak senang mendengarnya, bukan begini yang dia mau.


" Aku harap mas tidak benar-benar menyukaiku, apalagi menaruh rasa yang besar, atau bisa dibilang cinta dengan wanita sepertiku."


" Kenapa?"


Chris merasa kecewa dengan apa yang diucapkan Gemintang, walau kata-katanya tidak terdengar menyakiti hatinya.


" Aku takut jika suatu saat mengecewakan mas, atau siapapun yang menjadi pasanganku lagi nantinya."


Rendah diri, itulah yang Gemintang rasakan kali ini, dia masih mencoba mencari kelemahan di dirinya, dan terus mengkoreksi diri, kenapa semua ini bisa terjadi dengan dirinya.


" Kamu bilang suamimu yang berselingkuh dibelakangmu, kenapa malah kamu yang menjadi rendah diri sekarang?"


" Hmm... aku pun masih mencari penyebabnya mas, selama ini aku sudah mencurahkan kasih sayangku, perhatianku, cinta kasih ku dengannya, namun ternyata masih belum cukup untuk membuatnya bertahan denganku, dan mungkin ada sesuatu yang kurang dariku, sehingga suamiku sampai harus mencari bunga yang baru." Semua yang terjadi dengannya, masih seperti mimpi buruk bagi Gemintang.


" Tidak ada seorangpun yang sempurna didunia ini Gem, jangan merasa rendah diri seperti itu, mungkin suamimu saja yang tidak pantas memiliki orang seperti kamu."


" Hehe... mas ternyata bisa sweet juga ya, jangan tegang gitu dong wajahnya, kayak lagi ujian matematika aja?" Gemintang langsung meledek saat wajah Chris terlihat berubah menjadi serius.

__ADS_1


" Ckk... kamu ini, nggak jelas banget!" Chris langsung menyentil kening Gemintang, disaat sedang berbicara kisah sedih seperti ini pun dia masih bisa tersenyum walau terlihat pahit.


" Coba senyum dikit dong maszeh, biar gantengnya kelihatan?" Gemintang sengaja menyenggolkan kakinya dibawah meja.


" Jangan main-main Gem!" Chris langsung mengeluarkan lirikan tajamnya.


" Hehe... cerita hidupku bahkan seperti mainan, yang ketika sudah bosan dibuang begitu saja, bahkan sudah terlalu pahit mas, dan mungkin aku memang perlu sedikit bermain-main sekarang, karena ternyata kehidupan pernikahan itu tidak seindah yang aku bayangkan dulu, dan untuk sekedar menyembuhkan lukaku ini saja, terasa sangat sulit sekali."


" Hidup memang begini kan? kalau jatuh ya bangun dan bangkit lagi, bertahanlah Gem. Bukannya buah kesabaran itu katanya lebih manis daripada madu? akan ada saatnya kamu menyadari bahwa jatuhmu hari ini, adalah hadiah yang akan kamu syukuri dengan dalam, suatu hari nanti? mungkin memang priamu itu tidak baik untukmu dan masa depanmu nanti." Entah mengapa hatinya sedikit trenyuh, saat melihat Gemintang yang biasanya bawel bisa menjadi sendu seperti itu.


" Aku juga berharap seperti itu mas, tapi rasa sakit ini sudah terlalu dalam, entah mengapa sangat sulit untuk mengiklaskan begitu saja."


" Tanganmu hanya dua Gem, mana sanggup mengenggam semuanya, kata orang sih... takkan jadi hebat jika tak kuat, dan takkan jadi besar kalau tak sabar, walau itu mungkin sulit, tapi kita harus tetap mencoba, dan akupun juga masih belajar tentang itu." Walau tak pandai berkata-kata, namun Chris sering menjadi motivator untuk karyawan-karyawan di kantornya saat acara Gathering perusahaan.


Tulilut... tulilut...


Tiba-tiba ponsel Gemintang berbunyi.


" Alhamdulilah... Bang Lewis telpon!" Senyum Gemintang akhirnya terbit dengan sempurna saat nama Abang Lewis tertera dilayar ponselnya.


" Siapa yang kamu sebut sebagai abang!" Chris langsung menelisik wajah Gemintang.


" Abangku lah, aku angkat dulu ya mas, soalnya jarang-jarang dia dapat sinyal karena ditengah laut, dia pasti sedang sandar sekarang." Gemintang langsung ingin berpindah tempat untuk mengangkatnya.


" Eits... jawab disini juga nggak masalah kan? memang sespesial apa abangmu itu, sampai kamu harus sembunyi-sembunyi saat mengangkatnya?" Chris merasa kesal sendiri jadinya.


" Dia orang terspesial bagiku, bahkan melebihi siapapun didunia ini." Gemintang tetap saja beranjak pergi dari sana.


" Hallo dek, kok lama sih ngangkatnya?" Sapa Lewis dari sebrang telpon.


" Abang... kapan pulang?" Wajah Gemintang langsung berubah menjadi sendu saat mendengar suara Lewis.


" Cie... nggak sabaran amat, kangen abang apa kangen oleh-olehnya nih?" Seperti biasa, Lewis langsung meledek adek kesayangannya, yang walau sudah menikah sekalipun masih sering manja dengannya kalau dia pulang.


Abang... ada banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini tanpa sepengetahuanmu bang, ada banyak cerita Lara yang harus kita terima berdua, semoga kita kuat menghadapinya ya bang.


" Kangen abang, hanya abang!" Air matanya pun sudah mengalir begitu saja di pipinya tanpa permisi.


" Tumben? nggak mau pesan apa gitu? tas terbaru? ponsel terbaru? atau apa nih?" Tidak ada kecurigaan apapun dari diri Lewis saat ini.


" Abang dimana sekarang?" Gemintang mencoba untuk tidak menangis saat ini.


" Surprize dong, tahu-tahu nanti sudah ada dihadapan kamu pokoknya!"


Karena tahun ini memang dia lama berlayar, jadi saat pulang dia ingin memberikan kejutan untuk keluarganya, apalagi kali ini cuti yang dia dapatkan lama, dia bahkan sudah tidak sabar untuk kembali berkumpul bersama dan tertawa bahagia dengan keluarga besarnya.


" Abang, aku tidak sedang bercanda, bang Lewis sedang ada dimana sekarang!"


Gemintang malah jadi panik sendiri, dia belum menceritakan kejadian gila dirumah mereka sekarang.


" Kenapa sih dek?" Tanya Lewis yang malah heran sendiri jadinya, tidak seperti biasanya ekspresi Gemintang saat tahu dia pulang seperti ini, pikirnya.

__ADS_1


" Abang dimana, cepat katakan bang!" Gemintang sedikit memaksa, dia jadi bingung sendiri, ingin berbicara ditelepon juga tidak mungkin, dia takut kalau abangnya syock tiba-tiba nanti disana.


" Tumben kamu nggak sabaran gitu? tenang.. abang pulangnya lama kali ini, jadi masih punya banyak waktu buat bersama kamu, jadi abang mau puas-puasin kangen-kangenan dulu sama mbakmu ya, jangan ganggu abang, kamu tunggu saja giliranmu okey?"


" ABANG JANGAN!" Gemintang semakin menaikkan intonasi suaranya.


" Jangan apa?"


Lewis malah jadi terkekeh geli disana, biasanya juga Gemintang tidak se iri ini, karena dulu setiap hari juga biasanya dia sering pamer kemesraan dengan suaminya, bahkan didepan kedua matanya.


" Abang jangan pulang kerumah dulu sekarang, please!" Pinta Gemintang yang semakin gelisah.


" Cie... kalian mau buat surprize ya buat abang?" Lewis malah berpikiran lain.


Iya.. surprize bang, kejutan yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidup kita, bahkan akan terus membuat Lara, tanpa tahu obatnya!


" Nanti adek ceritain kalau sudah ketemu, sekarang posisi abang dimana?" Gemintang langsung berlari mengambil tas miliknya di kamar Chris, tanpa memperdulikan Chris yang melongo melihat dirinya.


" Hampir sampai dikamar kakak iparmu, abang sudah kangen banget sama dia, kamu ngomongnya telat sih, maaf abang nggak bisa nunggu kejutan dari kamu, bye.."


" ABANG STOP!" Teriak Gemintang histeris, dia tidak bisa membayangkan jika dua ahli neraka itu sedang gila-gilaan berdua kembali, karena mereka seolah sudah tidak punya rasa malu sedikitpun.


Tut... tut... tut...


Panggilan telepon langsung terputus begitu saja, sebelum Gemintang melanjutkan perkataannya.


" Astaga abang!"


Bang cukup aku yang menderita karena melihat kejadian itu secara langsung, abang jangan terluka parah, nanti siapa yang menghiburku, aku tinggal punya abang saja.


Gemintang langsung bergegas berlari dan mengambil kunci mobilnya, dia tidak ingin menyembunyikan kebusukan istri abangnya, namun Gemintang tidak ingin abangnya melihat kejadian yang tidak sepantasnya seperti kemarin, karena itu akan menjadi luka yang teramat dalam, cukup dia yang terpuruk dengan keadaan, abangnya jangan.


" Gemintang... mau kemana kamu!" Teriak Chris saat melihat Gemintang terburu-buru pergi.


" Ketemu sama abang!" Jawab Gemintang sambil berlari.


" JANGAN PERGI!" Chris seolah tidak rela melepasnya begitu saja.


" Maaf... kali ini aku tidak bisa menuruti kemauanmu mas!" Jawab Gemintang sambil terus berlari keluar dari apartement mewah Chris yang sangat luas itu.


" GEMINTANG!" Teriak Chris dengan otot dilehernya yang terlihat sudah mengeras karena terlalu marah, ketika ucapannya tidak dihiraukan oleh Gemintang.


" Aish... mana kepalaku masih sakit begini lagi!"


Dia ingin mengejarnya, namun ternyata efek dari minuman yang dia tenggak tadi malam masih terasa, jadi untuk membawa mobil sendiri juga tidak mungkin, karena dia rasa masih belum kuat untuk saat ini.


Chris tidak tahu kalau abang yang dimaksut Gemintang adalah kakak kandungnya sendiri, bukan orang lain.


Alloh tidak salah dalam menciptakan takdir. Alloh tidak pernah keliru untuk memilih pundak siapa yang akan diberikan Ujian.


Alloh saja percaya kamu mampu melewatinya, jadi jangan menyerah hanya karena seseorang yang belum tentu pantas untuk kamu genggam saat ini didalam hidupmu.

__ADS_1


__ADS_2