
...Happy Reading...
Tiada hari yang paling berkesan, saat di mana orang dapat berbagi dan mengekspresikan perasaan mereka masing-masing, yakni hari pertunangan.
Ketika dua orang sudah bertunangan, hubungan mereka menjadi diakui dan satu langkah lagi menuju ikatan janji suci pernikahan.
Sebuah pertunangan menghubungkan pasangan kekasih untuk menjadi satu dengan menggunakan cincin pertunangan sebagai simbol cinta kasih keduanya.
Karena Gemintang sudah tidak memiliki orang tua, dan walinya berpindah ke abangnya, jadi Chris berencana untuk melamar Gemintang disebuah taman di tepi Danau yang sudah dihiasi dengan lampu berwarna-warni dengan indahnya, ditambah lagi malam itu bulan purnama muncul dengan gagahnya, bahkan cahayanya memantul diatas danau dan menjadikan malam itu terlihat sempurna dan pasti berkesan nantinya.
Malam ini Chris sengaja menjemput belahan hatinya sekaligus calon abang iparnya, tadi siang mereka sudah membahas soal ini, dan Lewis pun setuju-setuju saja, asalkan adeknya bisa bahagia.
" Mas.. aku udah siap, kita mau pergi kemana sih? tumben ngajak bertiga?" Tanya Gemintang yang sudah berpakaian rapi dengan gaun ala princes, karena dia fikir akan pergi makan malam disebuah restoran.
" Sayang maunya kita pergi berdua aja kah? tapi kasian abang, dia kan jomblo, itung-itung malam ini kita nemenin dia ya kan?" Chris langsung melirik abang Gemintang dengan senyum ejekan.
" Hei... baru aja abang restuin kamu langsung berani nglunjak ya!" Lewis langsung merasa kesal sendiri, walau sebenarnya hatinya pun ikut bahagia, karena ada yang membantu menjaga adek kesayangannya, ketika dia tidak bisa selalu ada bersama Gemintang.
" Just kidding bang!" Chris langsung merangkul bahu calon abang iparnya itu, entah kenapa walau sering beradu pendapat dengan Lewis, namun dia merasa care dengannya.
" Abang ini, udah tua kok ambekan sih?" Gemintang pun ikut memojokkan abangnya.
" Owh iya bang, aku ada seminar dengan para petinggi perusahaan besok, selain menambah wawasan, disana kita bisa memperluas jaringan kerja sama perusahaan kita, abang mau aku daftarkan sekalian?" Ucap Chris dengan wajah yang serius.
" Boleh deh, aku belum pernah ikut seminar seperti itu?"
Lewis adalah tipe orang yang ingin selalu belajar, walau dulu dia tidak berminat menjadi seorang pengusaha, namun karena dia tidak ingin mengalami nasip yang sama untuk yang kedua kalinya seperti dulu lagi, jadi dia memilih untuk merintis karier barunya dari awal saja.
" Hmm... tapi ada syaratnya." Chris mulai berulah kembali.
" Pake syarat segala?" Tanya Lewis yang memang tidak tahu apa-apa.
" Eiii.. itu acara besar bang, yang hadir para petinggi perusahaan terkenal pula itu, tidak sembarang orang bisa ikut dalam event itu." Ucapan Chris terdengar meyakinkan sekali.
" So, apa syaratnya?" Lewis ngikut saja pikirnya.
" Tangkap ini bang!" Chris langsung melempar kunci mobilnya kearah tangan Lewis.
" Apa ini?" Lewis gelagapan saat menangkap kunci mobil itu, karena dia tidak siap.
" Kusus malam ini, tolong kemudikan mobil saya bang, hehe.."
Setelah berkata-kata Chris langsung berlari kearah Gemintang.
" Woi... woi... berani kamu menyuruh orang yang lebih tua ya, belum pernah coba hangatnya tonjokan dari tangan ku ini kah?" Lewis langsung mengepalkan kedua jemarinya, bisa-bisanya dia dikerjain orang yang lebih muda darinya.
" Haha... sayang lihatlah, kekasihmu ini dianiaya oleh abangmu." Chris langsung sembunyi dibelakang tubuh Gemintang sambil tertawa.
" Sini kau, jangan berlindung dibalik tubuh seorang wanita, gentle sedikit bisa nggak, kalau perlu kita duel dulu sebelum berangkat!" Lewis berusaha menarik lengan Chris namun dia memutarkan tubuh Gemintang untuk terus melindungi dirinya dari amukan calon abang iparnya.
" Astaga stop! kalian ini udah dewasa kelakuannya kayak bocah ya!" Gemintang gemas sendiri jadinya, sejak kapan kekasih dan abangnya itu suka bermain-main seperti ini pikirnya.
" Pacar kamu itu sinting!" Ledek Lewis sambil terus melotot kearah Chris.
" Abang kamu itu, lebih tua nggak mau ngalah kan yank?" Chris pun tidak mau kalah begitu saja.
" Hei... awas kau ya!" Lewis pun mau saja meladeni kekonyolan Chris.
" DIAM, bisa berhenti nggak kalian berdua! sini biar aku aja yang jadi sopir, kalian berdua duduk dibelakang!" Gemintang langsung berkacak pinggang melihat dua pria kesayangannya itu.
" NO!" Jawab Mereka serentak.
" Masuk nggak! atau kita batalin aja acara malam ini!" Gemintang yang tubuhnya tergoncang ke kanan dan ke kiri langsung naik pitam.
" Jangan dong sayang, mas udah menyiapkan semuanya malam ini, sayang banget kalau di cancel." Chris langsung mengusap lengan Gemintang dengan penuh kelembutan.
" Ya sudah, masuk kalian berdua!" Gemintang langsung berjalan menuju mobil Chris.
__ADS_1
" Aku didepan ya yank?" Chris langsung memegang lengan kekasihnya itu.
" Belakang!" Gemintang langsung melepas tangan Chris dengan paksa sambil melotot.
Sebenarnya walau kesal namun Gemintang merasa bahagia jikalau kekasihnya akrab dengan abangnya seperti itu.
" Kalau begitu abang aja yang duduk didepan ya dek!" Gantian Lewis yang mendekat kearah adeknya, mereka berdua memang seperti anak kecil yang seolah berebut mainan.
" Nggak! kalian berdua duduk dibelakang semua! cepat masuk!" Gemintang seolah menjadi ibu galak dari kedua pria itu.
Dan akhirnya, mobil mewah itu keluar juga dari kediaman rumah mewah Gemintang, dengan dia sendiri yang menjadi sopirnya. Sedangkan Chris dan Lewis hanya bisa duduk terdiam bersebelahan dengan wajah yang kusut.
Kurang lebih setengah jam, mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka. Dan Gemintang sempat dibuat takjub dengan dekorasi danau buatan yang sudah dihias sedemikian rupa, hingga terlihat begitu indah.
" Mas... aku baru tahu ada danau seindah ini saat malam hari." Senyum Gemintang terus melebar sepanjang jalan setapak menuju Danau.
" It's spesial for you sayang." Chris langsung memeluk tubuh Gemintang dari belakang dengan mesra.
" Woi... kalian tidak menggangap aku ada ya!" Lewis merasa tersisihkan karenanya.
" Abang boleh pergi, nih aku kasih dua tiket VIP spesial buat abang, mau nonton, mau makan juga bebas, tuh di mall sebrang, siapa tahu abang nemu jodoh disana!" Chris langsung menyelipkan dua tiket di saku kemeja Lewis.
" Dasar calon adek ipar kampreto! kamu ngusir abang!" Inilah puncak kekesalannya, namun daripada dia hanya menjadi penonton saja memang lebih baik dia pergi dari sana, karena akan terlalu mengenaskan jika jiwa jomblo melihat yang uwuw-uwuw sendirian.
" Dari pada abang jadi kambing congek disini? yang penting kan abang udah tahu niat aku datang kesini untuk apa kan?" Chris seolah tidak punya rasa takut sama sekali.
" Haish... menyesal aku ikut kesini tadi." Umpat Lewis yang langsung memilih balik kanan saja.
" Bye abang, kita doakan abang dapat gandengan disana ya, jangan salah pilih okey?" Chris dengan santainya melambaikan tangannya.
" Dasar calon ipar durhaka, kena karma baru tahu kamu!" Lewis kembali mengumpat saat dia menoleh kebelakang.
" Abang ihh... nggak boleh ngomong gitu, lagian cuma disebrang jalan aja kok, kalau nggak mau ya sudah, duduk disini aja bareng kita." Gemintang paling tidak suka mendengar kata-kata karma.
" Sayang... biarkan saja, abangmu itu mau memberikan ruang untuk kita berdua, karena aku sudah meminta izin dari abangmu sebelumnya, untuk memiliki kamu seutuhnya malam ini."
" Malam ini, akan aku tunjukkan keseriusanku kepadamu, bahwa sejak pertama aku menaruh rasa denganmu, aku tidak pernah main-main."
" Mas..."
" Mulai hari ini, kamu tidak akan berjalan sendirian. Hatiku akan menjadi tempat berlindungmu, dan lenganku akan menjadi rumahmu. Aku ingin semua terakhirku, hanya bersamamu." Ucap Chris dengan penuh keyakinan.
" Mas Chris?" Gemintang sungguh tidak menyangka akan hal ini tadi.
" Aku akan selamanya ada untuk tertawa bersamamu, untuk mengangkatmu saat kamu jatuh, dan untuk mencintaimu tanpa syarat melalui semua petualangan kita, dalam hidup suka duka bersama. Tak banyak kata yang bisa aku ucap, tapi mas yakin kamu bisa merasakan, betapa sayangnya mas kepadamu."
Chris langsung menarik kedua jemari Gemintang dan mulai berjongkok dihadapan wanita yang sudah mengobrak-abrik hatinya itu.
" Hmm."
Gemintang hanya bisa tersenyum dan menggangukkan kepalanya saja, sulit untuk mengambarkan betapa bahagianya dia malam ini, apalagi terlihat tangan kanan Chris membuka satu kotak cincin berlian disana.
"If I knew all it took to keep a girl forever was a ring and a question, I'd of been married a long time ago. Would you marry me?"
(Jika aku tahu bahwa untuk mempertahankan seorang gadis selamanya adalah dengan cincin dan pertanyaan. Maka, maukah kamu menikah denganku?)
" Mau nggak ya?" Gemintang seolah main-main dengan gaya tengilnya.
" Sayang... please deh, jangan hancurkan mood romantis dari mas dong, ini moment kita yank!" Chris terlihat mendengus kesal, dia bahkan sudah berlatih berulang kali tadi sebelum kesini, agar moment malam ini bisa romantis dan akan berkesan seumur hidup.
" Tapi aku Janda loh mas, yakin mau menikah denganku?"
" Kau Janda pun aku mau, bukannya jaman sekarang Janda semakin terdepan?" Gantian pula Chris yang terlihat main-main.
" Mas aku serius ini."
" Apa yang salah dengan janda sayang, kita menikah dengan orangnya, bukan statusnya, dari pada menikah dengan perawan tapi rasa janda hayow?"
__ADS_1
" Tapi bagaimana dengan orang tua mas, apa dia sudah menyetujui hubungan kita?"
" Mereka memang punya hak, untuk melarang atau apapun itu, karena dia memang ayahku, tapi yang menjalani hubungan setiap harinya kan kita sayang, kita yang tahu mana yang terbaik untuk masa depan kita sendiri, lagian juga mereka bukan panutan yang baik, karena beliau saja tidak bisa memberikan contoh yang baik, pernikahan ayah yang pertama pun kandas dengan adanya orang ketiga, jadi kalau hanya karena kamu janda dan beliau masih tetap kekeh melarangnya, aku tidak perduli Gem, lagi pula hidupku tidak lebih baik saat bersama mereka." Chris langsung menundukkan pandangannya.
" Maaf.. kalau aku malah jadi membangkitkan luka lama kamu, aku tidak bermaksud membuat mas bersedih." Gemintang langsung menangkupkan kedua tangannya ke wajah tampan kekasihnya itu.
" There are many ways to be happy in this life, but all i really need is you. You are the one I've been waiting for my whole life."
(Ada banyak cara untuk bahagia dalam hidup ini, tapi yang benar-benar kubutuhkan hanyalah dirimu. Kamulah yang aku tunggu-tunggu seumur hidupku.)
" Really?"
" Hmm... I love you more than any word can say. I love you more than every action I take. I’ll be right here loving you till the end."
(Aku mencintaimu melebihi kata yang bisa aku ucapkan. Aku mencintaimu melebihi tindakan yang bisa aku lakukan. Aku akan di sini mencintaimu sampai akhir.)
" Terima kasih banyak mas." Seketika rasa haru menyeruak didadaa Gemintang saat mendengarnya.
" Jadi diterima nggak ini? pegel kaki mas jongkok dari tadi yank."
" Mau bilang enggak, tapi nggak tega, jadi iyain aja deh."
" Yang bener jawabnya Gemintang Lea Prakoso, jangan bikin kesel bisa nggak?"
" Meeting you was fate, becoming your friend was choice, but falling in love with you was completely out of my control."
(Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu benar-benar di luar dayaku.)
" Say Yes or No?" Chris menaikkan kedua alisnya.
" Yes I do." Jawab Gemintang sambil mengedipkan satu mata genitnya.
Akhirnya kedua mata mereka saling menatap, penuh dengan cinta kasih dan juga ketulusan. Perlahan tapi pasti Chris memiringkan kepalanya, tangan kirinya pun langsung menarik dagu lancip milik Gemintang perlahan dan mendekatkan ke wajahnya, hawa dingin dan juga semilirnya angin malam ini, menambah kesyahduan suasana dimalam itu, hingga bibiir mereka hampir saja menempel dengan sempurna.
Namun...
Tiba-tiba terdengar suara seseorang bernyanyi atau bersholawat lebih tepatnya, dalam bahasa jawa dengan syahdunya.
" Saben malem Jum’at Ahli Kubur mulih nong omah.. Kanggo njaluk donga wacan Qur’an najan sak kalimah.. Lamun ora dikirimi, banjur bali brebes mili.. bali nyang kuburan, mangku tangan tetangisan.."
(Tiap malam jum’at ahli kubur pulang ke rumah, Untuk meminta doa bacaan Qur’an walaupun hanya satu ayat, Tapi jika tidak dikirimi, langsung pulang berderai air mata, pulang ke kuburan, berpangku tangan menangis sesenggukan.)
Bukan masalah nada dan sholawatnya, namun syair dari lagu itu yang membuat sekujur tubuh Gemintang dan Chris langsung merinding seketika, apalagi ada kata 'Ahli Kubur'.
" SABRINA!" Gemintang langsung berteriak saat wajah Sabrina nonggol disana.
" Malem Jum'at Kliwon ini woi!" Peter pun tak mau kalah, walau dia tidak mahir dalam berbasa Jawa, namun sedikit-demi sedikit dia tahu arti dari lagu itu.
" DIAM KAU PETER!" Chris pun langsung mengeram dengan kesal, semua khayalan indahnya malam ini ternyata hancur seketika karena ulah mereka berdua.
" Bahaha... kabur yank, sebelum mereka ngamuk nanti, lagian juga disini hawanya serem, mungkin banyak Jurik nya didaerah ini, haha..." Peter langsung saja mengendong tubuh Sabrina dan berlari dari sana, sambil tertawa cekikikan berjama'ah.
" Heh... kau lah Jurik nya!" Teriak Chris dengan wajah kesalnya.
Saat mendengar kata malem jumat kliwon, bulu kuduk mereka berdua tiba-tiba merinding bersamaan, apalagi mereka berada ditepi danau yang dikelilingi pohon-pohon besar disana, dan membuat suasana menjadi horor seketika.
" Mas... pulang yuk, aku takut!" Gemintang langsung menarik-narik lengan Chris agar mau diajak pulang.
Awas kalian yaa, gara-gara kalian berdua hancur sudah dinner romantis gue dan calon istri gue malam ini!
" Aishh... ya sudahlah."
Akhirnya misi Sabrina dan Peter dalam menggagalkan sesi romantis-romantisan diantara mereka berdua telah berhasil.
Atau mungkin ini sebuah karma yang dibayar langsung, karena tadi sudah mengusir abangnya yang berstatus Jomblo ngenes itu, karena doa orang yang teraniaya memang selalu diijabah oleh Tuhan yang Maha Kuasa.
Sejatinya hubungan yang langgeng itu terjadi karena adanya dua orang yang selalu berjuang, dua orang yang bergantian minta maaf, dua orang yang selalu bisa saling menenangkan, menurunkan ego masing-masing. Dua orang yang saling pengertian dan memberikan hangatnya perhatian, serta dua orang yang tetap ingin setia, walau banyak berbagai hal godaan diluar sana.
__ADS_1